The first 110 lines.
Translate By Zambronk_lah
zbr182 IDFL™ Subs Crew
Apa kau tak mau bayimu cacat ya?
Aku sudah tak tahan lagi.
Kau tak ingin minum-minum dulu?
Permisi.
Permisi.
Apa kau punya rokok?
Tidak.
Disini dilarang merokok.
Tunggu.
Kau masih SMA, kan?
Kau tak boleh merokok lagi atau nanti kulaporkan ke polisi.
Ayo.
Aku akan beritahu polisi
kau orang aneh yang mengambil puntung rokok bekas.
Ayo.
Hey!
Ah!
Gadis SMA ini sudah memuaskanmu.
Berapa?
Kalau segitu masih kurang.
Kuberi diskon sebagai bantuan.
Paman.
Bantuannya mahal sekali.
Dasar pelit.
Siapa itu?
Aku, suamimu, kekasihmu.
Kau mabuk lagi?
Ya.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa?
Ayo kita bercinta.
Hari ini adalah masa suburmu.
Ayo kita buat anak secantik kakakmu.
Ayo kita bercinta.
Bau.
Bau rokok.
Apa?
Apa kau merokok lagi?
Sebenarnya aku tak sengaja.
Kau tak suka?
Aku akan beritahu yang lebih tak kau suka.
Aku dipecat dua minggu lalu.
Sekarang pura-pura pergi bekerja setiap hari.
Sebenarnya aku pergi ke taman dan makan bekalku disana.
Itu sebabnya kita tak bisa punya bayi, karena kita tak mampu membiayainya.
Translate By Zambronk_lah
Ayo, lagi, lagi ...
Ayo, lagi, lagi ...
Oh, tidak.
Tidak, tidak, tidak.
Hentikan.
Hentikan.
Bau, bau, bau, benar-benar bau.
Bau, bau, bau, benar-benar bau.
Rokok membuatku muak.
Bau, bau.
Kenapa?
Kenapa?
Apa?
Berjanjilah padaku.
Jangan memberitahu orang lain.
Kau mau berjanji padaku?
Aku janji.
Ini terjadi ketika aku berumur 15 tahun.
Permisi, permisi.
Ia mengatakan rantai sepedanya rusak.
Dia tak bisa memperbaikinya dan butuh bantuanku.
Kemudian...
dia membawaku ke belakang gudang kosong.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku takkan melakukannya.
Aku takkan melakukannya.
Aku takkan melakukannya.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku takkan melakukannya.
Aku takkan melakukannya.
Aku takkan melakukannya.
Maafkan aku.
Kadang-kadang kakek tua itu membuka lebar memekku
dan lebih lebar lagi.
Melepas celana dalamku dan mencium baunya.
Itu bau air kencing.
Dia mengatakan padaku itu bau air kencing.
Memekku terbuka lebar
dan menjadi basah.
Indahnya, indah sekali.
Kau anak yang pintar. Benar-benar pintar.
Tapi kau harus melindungi memekmu baik-baik.
Jangan membiarkan siapapun menyentuhnya sampai kau menikah.
Indah, indah.
Indahsekali. Dia terus berkata seperti itu.
Indah sekali.
Rasanya nikmat dengan bau yang unik.
Dan ini rokok yang paling enak didunia.
Kau jangan bergerak atau kau akan tersulut.
Terima kasih.
Terima kasih.
Rokok ini dan bau memek gadis adalah bau terenak didunia.
Ada asap keluar dari memekku dan asap itu mengenai mataku.
Kemudian aku mengeluarkan air mata.
Aku selalu mencoba melupakannya.
Aku selalu mencoba melupakannya bau asap rokok.
Aku cuma tak tahan dengan baunya.
Maafkan aku.
Kenapa minta maaf?
Ayo kita mulai.
No comments yet. Be the first to leave one.