The first 200 lines.
Laki-laki.
Firaun telah umumkan kematian bagi anak laki-laki Ibrani yang baru lahir.
Miryam.
Setidaknya mereka mati dengan cepat.
Musa.
Ptira, datang dan ambil anak angkatmu.
Ajarkan dia untuk berdiri pada kakinya.
Merneptah.
Anakku.
Kau siap, Merneptah?
- Musa? - Siap.
Mulai!
Musa!
Kami menyambut Firaun seperti kami menyambut matahari.
- Firaun adalah Mesir. - Mesir adalah Firaun.
Kami memberi pujian padamu pada peringatan setiap hari...
Dewa besar Rah memberi Mesir hadiah Firaun kami, Ramses.
Aku menyukai ulangtahun.
Khususnya ulangtahunku.
Dan bagaimana keluargaku menandai peristiwa penting ini?
Kami bawa pemberian padamu, dewa bumi, matahari yang menyinari hidup kami.
Aku sampaikan hadiah untuk ayahku pada hari istimewa ini.
Kau telah melakukannya dengan baik, putriku.
Dan apa yang dibawa putramu?
Musa, apakah kau hadir?
Musa!
Aku di sini, Yang Mulia.
Aku punya permainan yang dibuat untukmu, Mesir yang Agung.
Bicara lebih keras, Musa. Aku tak dapat mendengarmu.
Se.. sebuah alat permainan.
Ini pekerjaan kayu yang baik, Musa.
Aku tak tahu tanganmu begitu ahli.
Bukan, Mesir yang Agung. Aku tidak membuatnya sendiri.
Ini dibuat oleh pengrajin Ibrani atas permintaanku...
- Khusus untukmu. - Seorang Ibrani?
Aku tak pandai dalam permainan, Musa. Bagaimana denganmu?
- Tidak, Mesir yang Agung. - Musa terlalu rendah hati. Mesir yang Agung.
- Dia sering mengalahkanku dalam teka-teki. - Kau mengalah padanya, Tuntmin...
- Seperti kau lakukan terhadapku. - Tak pernah.
- Apakah kau pandai berteka-teki, anakku? - Ada satu untukmu, ayah.
Kapankah seorang Mesir bukan seorang Mesir?
Aku tak tahu, anakku. Kapan?
Maaf. Aku lupa jawabannya, ayah.
Jadi, itu bukan teka-teki yang baik, bukan?
Aku yakin ada yang tahu jawabnya di sini.
Jika kau sungguh tahu jawabnya...
- Tanyakan lagi teka-tekinya. - Baik, ayah.
Dan sekarang hadiahku untukmu.
Sebuah replika patung besar aku bangun untuk menghormati ayahku...
Mesir yang Agung.
Ramses, anakku.
Siapkan pasukan, aku ingin melihat dimana putraku bertitah...
Bahwa aku akan berdiri sepanjang abad.
Letakkan di atas gerobak!
Kau, kerja lebih keras!
Bangun, mereka akan melihatmu!
Istirahatlah di sini sebentar.
Jika mereka melihatku berbaring mereka akan memukulku.
- Istirahatlah! - Ibrani pemalas, harus dipukul dulu...
- Baru mau bekerja? - Jangan!
- Kau berani campur tangan, Ibrani? - Jangan, tinggalkan dia!
Firaun datang.
Berlututlah, Ibrani. Ramses Agung mendekat.
Berlutut!
Berlutut!
- Firaun adalah Mesir! - Firaun adalah Mesir!
- Mesir adalah Firaun! - Mesir adalah Firaun!
Kembali bekerja!
Musa, seharusnya kau tak ke sini.
Kau katakan, setiap kali aku datang matamu menunjukkan...
Kau pembohong yang mengerikan.
Kumohon Musa, orang kita tak boleh melihatku malas.
Mereka tak ingin menyusahkanmu.
Bangun!
Apa kabar?
Baik, Musa.
- Dan kau? - Aku tak ingin apa-apa.
- Kecuali... - Kecuali?
Aku harus pergi.
- Mungkin aku akan berkunjung malam ini. - Selamat jalan, Musa.
Bantulah dia di sana! Cepat!
Kau bukan orang Ibrani, Musa.
Kau menyusu dari orang Ibrani. Hanya itu.
Kau seorang pangeran Mesir. Berbanggalah!
Mengapa? Karena orang Mesir berkuasa?
Bukan. Karena itulah jatidirimu.
Aku bukan Mesir, bukan Ibrani. Aku bukan apa-apa.
Jangan bicara begitu, atau kau akan membuat tuhan tersinggung.
Tuhan yang mana?
Tuhan yang ibu ajarkan aku untuk disembah atau tuhan yang dicintai Yokhebed?
Yokhebed hanya pengasuhmu, tidak lebih!
Dia berbohong kalau bicara lebih.
Dia tidak bicara lebih.
- Tapi aku tahu kebenarannya. - Kebenarannya adalah aku ibumu.
- Kau adalah pangeran kerajaan Mesir. - Aku bukan apa-apa!
Firaun tahu itu, sidang istana tahu, seluruh negeri juga tahu.
Hanya kau yang berpura-pura, ibu.
Terus berjalan.
Terus bergerak, aku mau pulang.
Tidak!
Kau pikir bisa pergi begitu saja, 'kan?
- Tidak, tuan, aku tidak bermaksud! - Kau membuatku terlihat bodoh.
Tidak!
Musa.
Kau telah membunuhnya.
Kau membunuh seorang Mesir.
Harun.
Gali terus, Hur!
- Belum cukup dalam! - Cepat, angkat mayatnya!
Tutup dengan lumpur.
- Cepat! - Kita harus pergi.
Tinggalkan!
Kau selamatkan hidupku, kenapa?
Mengapa?
Kau saudaraku, Harun.
Allah bersamamu, Musa.
Apa yang kauingini di sini?
- Aku ingin melihat ibuku. - Musa, tidak.
- Kau bukan dari kami. Kau orang Mesir. - Harun.
- Aku ke sini mau melihat ibuku. - Musa, tidak.
Aku di sini, anakku.
Ibu.
Maafkan ibu, Musa.
Hanya itu caranya menyelamatkamu dari pedang Ramses.
Aku seorang Ibrani?
Kau menjadi apa yang kau pilih, Musa.
Allah telah memberimu pilihan. Dia tak memberinya pada orang lain.
- Tapi aku menyia-nyiakan itu. - Apa maksudmu?
Mengapa kau pakai baju kasar ini?
- Aku mau pergi dari Mesir malam ini. - Pergi?
Tidakkah Harun cerita pada ibu?
Harun?
Aku punya banyak pertanyaan...
Tapi sekarang...
Aku harus pergi.
Allah menyelamatkanmu, Musa. Layani Dia dengan baik.
Isi palungan. Giring kawanan domba itu ke depan.
Tapi, Zipora. Kata ayah, jangan cari perkara.
Ayah tak habiskan setengah hari tiap hari, menunggu pria berlalu.
Mereka menyerang kita sebelumnya. Mereka akan mengulanginya lagi.
Isi palungan!
Mari.
Lihat betapa beruntungnya kita?
Putri-putri imam mengisi palungan untuk domba kita.
Kau salah. Air ini untuk kawanan domba ayahku.
Sungguh? Domba-domba Yitro bisa menunggu.
Mungkin, tapi saudariku dan aku tidak.
Giring domba-domba maju. Lakukan seperti kataku.
Aku... Boleh aku minum dari sumurmu?
Terima kasih.
Jika kau ingin minum lebih baik minta izin padaku.
Tak ada yang acuhkan aku. Rasakan akibat jika abaikan aku, orang asing.
Tak ada gunanya berlagak di depan para wanita.
- Kau sendirian, kami berempat. - Siapa namamu, gembala?
Midan. Kau?
Musa, putra dari Ptira, putri dari Ramses.
"Ramses".
Lihat ke dalam mantelku.
Mantelku.
Kau orang Mesir.
Aku tentara Mesir.
Aku melayani Ramses pribadi.
Angkatan perangnya mungkin bisa dilihat dari punggung bukit itu.
Mereka perlu anak domba untuk dimakan. Kami ambil dombamu atau milik wanita itu?
Pindahkan domba, cepat!
Apa yang kaukatakan, sehingga dia begitu takut.
Kau gemetar, padahal kau begitu berani. Mengapa?
- Aku tidak berani. - Kau berani. Mengapa?
Aku marah. Kadang-kadang.
Dia melecehkanmu. Itu salah.
Ayahku bernama Yitro. Dia seorang imam suku Midian.
Dia akan berterima kasih.
- Aku sedang dalam perjalanan. - Tapi ayahku...
Tidak, itu lebih baik. Pulanglah.
Kalian pulang begitu cepat.
Ayah! Seorang Mesir hentikan Midan dari mengambil tempat kami di palungan.
Seorang Mesir? Atau gerombolan mereka?
Tidak, ayah. Hanya seorang.
Tapi sangat berani.
Itukah dia? Dia patut disambut dengan meriah.
Aku memintanya untuk tinggal, ayah. Tapi...
Pergi jemputlah dia, putriku!
Betapa senang hatiku ada pria lain makan bersamaku.
Hidupku dikelilingi para wanita.
Seorang ayah butuh anak laki-laki dalam keluarganya.
Seperti yang kau lihat tadi di sumur.
Kami hidup di antara manusia kasar yang kurang menghargai wanita.
Aku seorang imam dari kaum Midian.
Kaum yang terbentang di antara puncak bukit.
Tuhan apa yang kau sembah, Musa?
Di Mesir, kami punya banyak tuhan.
Para budak Ibrani hanya punya satu tuhan.
Ya.
Kau tahu Dia? Apakah Dia di atas segala tuhan?
Aku tak banyak mendengar kekuasaan-Nya selama ini.
Orang Ibrani pengasuhku...
Katanya Dia akan bebaskan mereka dari perbudakan.
Dari negeri Mesir?
Itu tentu sebuah gerakan dengan kuasa yang besar.
Kau orang dengan banyak pikiran menakjubkan dan penuh ide, Musa.
No comments yet. Be the first to leave one.