The first 200 lines.
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Apa kamu pemimpin Mokinhoe
dengan nama Lee Gyeom?
Jawab aku.
Katakan kenapa kamu melakukan ini.
Aku ingin mengakhiri tirani Raja
lebih cepat.
Lee Seol.
Meski harus meminjam namamu.
Kamu yakin bisa menjatuhkan Yang Mulia
sendirian?
Jadi, kamu merayu Mokinhoe dengan kebohongan
untuk berusaha merebut takhta?
Berapa lama pun waktu berjalan,
kebohongan tidak akan pernah menjadi kebenaran.
Kamu harus mengembalikan semuanya.
Aku tidak akan menunggu lama.
Kamu baik-baik saja?
Kenapa Tuan Kang mengarahkan pedangnya ke lehermu?
Kita akan bicara nanti.
Dia ingin menghentikan tirani Raja?
Dia mencuri nama Anda.
Apa pun alasannya, itu pencurian.
Hanya ada satu takhta.
Pada akhirnya, dia akan mengancam nyawa Anda.
Ayahku juga
meninggal di tangan kakaknya.
Aku tidak mau
mengulangi tragedi itu.
Dia dan aku memiliki tujuan yang sama.
Untuk melengserkan Raja serta menegakkan hukum dan ketertiban.
Yang Mulia.
Aku akan memberi Lee Gyeom kesempatan.
Anda mungkin akan diserang.
Musuh dari musuhku bisa menjadi sekutu terbesarku.
Anda memercayai Lee Gyeom?
Aku ingin memercayainya, setidaknya sekali.
Jika dia pria yang kukenal,
dia akan membuat keputusan yang tepat.
Giliran Anda menandatanganinya, Yang Mulia.
Jadi, kamu merayu Mokinhoe dengan kebohongan
untuk berusaha merebut takhta?
"Lee Seol"
Tuan Kang San adalah ahli waris makzul, Lee Seol?
Alasan dia mengarahkan pedangnya ke lehermu adalah...
Dia menyuruhku mengembalikan semuanya.
Sudah terlambat untuk itu.
Kamu tahu itu.
Para cendekiawan telah menandatangani ikrar
dan kamu sudah bertemu dengan Ibu Suri.
Aku tahu itu.
Apa pun kata orang,
sekarang kamu adalah
Lee Seol.
"Taman Bunga"
Yu Ha tahu identitasku?
Ya. Aku memintanya merahasiakannya.
Apa tidak apa-apa?
Jangan khawatir. Yu Ha tidak akan mengatakan sepatah kata pun.
Aku yakin begitu, tapi...
Kamu tidak pernah tenang.
Aku selalu
menyebabkanmu khawatir.
Jangan bilang begitu.
Aku lega kita bisa menghabiskan waktu bersama seperti ini.
Jadi,
kenapa kamu tidak belajar untuk ujian negara?
Hanya kamu yang gagal di ujian pertama.
Dan O memberitahuku.
Mimpiku tidak berkaitan dengan ujian negara.
Jika seorang cendekiawan muda tidak mengikuti ujian negara,
apa lagi yang bisa dia lakukan?
Aku ingin melupakan masa lalu.
Masa depanku bersamamu lebih penting.
Kenapa kamu selalu bercanda saat menjawab pertanyaan?
Aku ingin tahu tentangmu.
Aku juga merasa begitu.
Apa yang ingin kamu lakukan?
Aku ingin menjalani
hidupku sebagai diriku sendiri.
Bukan sebagai hantu yang harus hidup seperti orang mati,
tapi sebagai Yoon Hong Ju.
Dengan namaku sendiri.
Hari itu pasti akan datang, Nona Hong Ju.
Kamu tidak perlu bersembunyi.
Aku melihat semuanya.
Kue berasnya lezat, jadi, kupikir aku bisa berbagi.
Jangan memelototiku.
Aku yakin kita sepakat untuk saling menjaga rahasia.
Jika ini
hanya rasa suka sesaat,
jangan membuatnya terlalu bersemangat.
Aku khawatir.
Bahwa dia akan terluka lagi.
Bagaimana jika itu tidak sesaat?
Aku tidak tahu cara menjelaskannya karena tidak pernah merasa begini.
Apa kamu
serius dengan kakakku?
Dan O.
Kakakmu sama kuatnya denganmu.
Jika kamu memperlakukannya seperti anak kecil di dekat air,
bagaimana dia bisa menjelajahi dunia?
Kamu benar, tapi tetap saja.
Kakakku... - Aku tahu.
Namun, dia tidak bisa
hidup sebagai hantu selamanya.
Ada apa kali ini?
Apa kamu tahu?
Bahwa ayahku punya anak rahasia.
Kamu sudah menemukan Lee Gyeom?
Jadi, kamu tahu.
Katakan semua yang kamu tahu.
Kudengar Lee Gyeom punya pengikut sendiri.
Maksudmu Mokinhoe?
Ya.
Serta seseorang membantu Lee Gyeom.
Kamu tahu siapa orangnya?
Itu Ibu Suri.
Ibu Suri yakin dia ahli waris makzul.
Jadi, bukan hanya anggota Mokinhoe yang dia tipu.
Kamu harus waspada,
atau penipu itu akan mengambil tempatmu selamanya.
Kebenaran tidaklah penting.
Jika banyak orang memercayainya,
sesuatu yang salah bisa menjadi kenyataan.
Cendekiawan Kang.
Ada apa kamu ke istana?
Aku diminta menghadiri naeyeon.
Aku tidak menduga akan bertemu denganmu di sini.
"Naeyeon: Pesta istana tempat para wanita diundang"
Yang benar saja. Kamu menunggunya.
Astaga, kita bisa pergi lebih cepat.
Kita bersih-bersih karena dia. - Benar sekali.
Kebetulan? Yang benar saja.
Jangan malu-malu. Itu tidak cocok untukmu.
Bisakah kamu
meluangkan waktu sebentar?
Sekarang?
Aku menunggu cukup lama untuk bertemu denganmu.
Sebenarnya, ini hari ulang tahunku.
Namun, aku harus menghibur pria dan memaksa tersenyum ke mereka.
Aku tidak ingin hari ini menjadi tidak berarti.
Kamu juga harus makan.
Tidak, aku tidak mau.
Istirahatlah hari ini.
Aku akan memberi tahu Nyonya.
Ini kue beras kacang merah.
Saat ibuku masih ada,
dia membuatkan ini untukku di hari ulang tahunku setiap tahun.
Ini tidak akan selezat kue beras ibumu,
tapi makanlah sebanyak yang kamu mau.
Cendekiawan Kang.
Bisakah kamu
berhenti melihatku sebagai kisaeng rendahan
dan menganggapku sebagai wanita?
Aku tahu
aku harus tahu diri
dan mengerti bahwa aku tidak berhak mencintaimu.
Namun,
sejak pertama bertemu denganmu,
aku hanya bisa melihatmu, tidak ada orang lain selain kamu.
Aku selalu
menganggapmu sebagai wanita.
Apa yang kamu lakukan?
Hanya saja,
hatiku milik orang lain.
Apa kamu mencintai seseorang?
Mungkinkah
itu Nona Dan O?
Ya.
Aku sangat iri kepada Nona Dan O.
Aku yakin dia tidak selalu senang soal itu.
Aku sering membuatnya kesal.
Kukira aku mendengar petir.
Kenapa kamu melampiaskan kemarahanmu pada kain?
Kucing itu masuk ke dapur orang lain.
Jadi, kucingnya sudah pergi. Itu bagus, bukan?
Dia tidak akan mencuri makanan kita lagi.
"Wanita"?
Sejak kapan dia pandai menggoda?
Wanita bangsawan sepertimu jarang melihat pergelangan kaki pria,
tapi itu mudah bagi kisaeng sepertiku.
Tunggu.
Apa lagi sekarang?
Ban Ya tidak mungkin melihat bintik merah itu, bukan?
Astaga, aku tidak bisa belajar.
Kucing sialan ini berisik sekali.
Yuk Ho, apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu di sini?
Kamu melihat kucingnya?
Kurasa dia masuk ke halaman.
Dia masuk ke rumah, jadi, aku baru saja menakutinya.
Begitu rupanya. Aku senang dia sudah pergi.
Kembalilah ke dalam.
Baiklah.
Ya.
Kamu boleh keluar sekarang.
Aku tidak bisa berdiri.
Kenapa tidak? Kalau begitu, kamu mau tidur di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.