The first 200 lines.
The Burning Plain
Bangun.
Apa?
Kamu tertidur lagi.
Ayolah, 5 menit lagi.
Tidak. Bangun.
Hei.
Sampai larut malam?
- Kurasa. - Lagi?
- Lagi. - Hmm, pria yang sama?
- Tidak. - Aku mengenalnya?
Mungkin.
Dia mengenalku?
Selamat pagi semuanya.
Selamat pagi.
Katakan Lawrence, menu istimewa apa yang kita punya?
- Lobster dengan saus anggur putih. - Mm-hmm.
- Apa lagi? - Bayam dan almond.
Linguini dengan saus tomat.
Oh, sepertinya enak.
Lebih dari 25 tanpa gula untuk pernikahan Marshall?
Selamat datang, Tn. dan Ny. Dunning.
- Betapa senangnya bertemu dengan anda lagi. - Senang bertemu denganmu juga.
Anda ingat Sophie?
Dia akan mengantar anda ke meja biasanya, selamat menikmati hidangan.
Mari ikuti aku.
Sylvie, meja nomor 6 butuh bantuan soal anggur.
Baik, terima kasih.
- Selamat sore. - Hai.
Ah, tadi Vivian menyampaikan padaku anda butuh rekomendasi untuk anggur.
Ya, kami memesan "Petite Filet".
Um...
Aku akan sangat merekomendasikan "Castle Chateau" 87.
- Khas dari Bordeaux. - Hmm...
...tidak, aku belum pernah mendengarnya.
Itu tak ada dalam menu kami...
...kami menyimpannya di gudang bawah sebagai pesanan istimewa.
Kurasa anda akan sangat menyukainya.
Terima kasih, pasti akan luar biasa.
Tunggu sebentar.
- Um, meja 18 meminta tagihannya. - Baik.
Apa masalahnya? Minta maaflah...
- ...dan panggil Vivian untuk menanganinya. - Kamu yakin?
Aku keluar merokok sebentar.
Baik.
Tadi saran yang sangat bagus, "Chateau Castle" itu.
Itu salah satu kesukaanku.
Ya, jenis apa lagi yang akan kamu rekomendasikan?
Itu tergantung dari makanannya.
Jadi, jika boleh tahu apa itu, malam ini setelah makan malam?
Aku tidak berhubungan dengan para pelanggan.
Inilah tempat Ayahku dan jalang sialan itu terbakar.
Apa penyulut apinya?
Polisi mengatakan mereka lupa gasnya terbuka lalu meledak.
Jadi, itu sebuah kecelakaan?
Ya. Itu yang dikatakan Sheriff.
Jadi, mereka mati saat bercinta.
Mayat mereka saling melekat karena terbakar?
Aku harus gunakan pisau untuk memisahkan mereka.
Dan siapa wanita jalang itu?
Seorang wanita aneh, yang tak kuketahui asalnya.
Di sini tempat mereka bertemu.
Kota Katholik pinko.
Apa yang kamu lakukan?
Kupikir ini telah lenyap, setelah kepala Ayah terbakar.
Mengapa kamu mengajak Xavier?
Karena dia temanku.
Kamu menguburkan Ayahmu besok, kamu pernah tidak serius.
Aku memang tidak serius, brengsek.
Keparat kamu.
Hai, Bu, Bibi, Rebecca.
Apa kamu bertengkar dengan Cristobal?
Tidak.
Karena aku tak ingin mendengar ada yang berkelahi.
Sekarang dan selamanya.
Baik.
Itu wiski Ayahku.
Sungguh?
Kapan dia akan meminumnya?
Santiago?
- Permisi, Pak. - Cristobal.
Ibumu tak akan menghadiri acara pemakaman.
Baik Rebecca maupun aku juga tak akan datang.
- Si brengsek ini tak pantas dimakamkan. - Kamu pun tak lebih baik darinya.
Uruslah semuanya, kalian berdua.
...lindungi kami dari Iblis.
Untuk Kerajaan Surga milik-Mu...
Selama-lamanya.
Amin.
Atas nama Bapa, dan Roh Kudus. Amin.
Siapa mereka?
Entahlah.
Dan sekarang kita ucapkan selamat tinggal, kepada saudara kita, Nick Martinez.
Semoga Ayahmu membusuk di neraka.
Si jahanam itu merenggut hal terbaik yang pernah kumiliki.
Hei! Jangan mengganggunya.
Ganggu?
Itu adalah kesalahan Ayah mereka sehingga anak-anakku kehilangan Ibunya.
Semoga kalian juga membusuk.
Di mana lokasinya?
Ada pekerjaan di wilayah Free Azt Calcium.
- Ada yang tertarik? - Bagus.
Berapa bayarannya?
Berapa bayarannya? 50 peso.
Luasnya 80 are.
Kalau begitu aku akan mengambilnya.
Pesawatnya siap untuk berangkat.
Satu, dua, tiga, empat, lima...
Maria, ayo!
Sebentar.
Maria, ayo!
Maria, berhenti bermain dan dengarkan apa yang Ayahmu katakan.
Sampai nanti.
- Mau terbang? - Ya.
Hei, Yah, ada apa?
Dengar sayang, kita dapat pekerjaan.
- Boleh aku tinggal bersama temanku? - Maaf sayang, kita harus pergi.
Kumohon?
- Kumohon, Yah. - Tidak sayang.
- Ayo. Ayo. - Hentikan.
Ada pekerjaan yang harus kita lakukan, ayo.
Baiklah, kita siap untuk lepas landas.
Dapat koordinatnya?
Ya, aku memasukkanya ke GPS.
Inilah lahan pertaniannya.
- Halo. - Selamat siang.
Santiago Martinez, ini rekanku.
- Senang bertemu denganmu. - Hai.
Luas seluruh area ini sekitar 80 are, yang harus disemprot.
Kami juga punya kamar yang telah siap untuk kalian tempati,...
...selama kalian melakukan pekerjaan ini.
Di sebelah sana itu adalah dapurnya, kamu bisa membuat tortilla di sana.
- Ada yang kamu butuhkan lagi? - Tidak, terima kasih.
- Bisa kami tangani, sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Hei, boleh kami pakai sepedanya?
- Tentu, pakailah. - Bagus.
- Apa? - Siapa yang menggunakannya duluan?
- Ayo kita lempar koin. - Lempar koin.
- Kepala atau ekor? - Kepala.
Ekor.
- Kamu duluan saja ambil giliranku. - Kuhargai itu.
Kamu tinggal di sini dan bantu dia sampai aku kembali.
Ayah segera kembali.
Hei, ada apa? Kamu lupa cara kerjanya?
- Aku mau pergi beli rokok. - Baik, aku akan selesaikan tugasku.
Bagus.
Maaf aku telat. Aku tak bisa keluar.
Jangan khawatir.
Boleh aku masuk?
Tentu.
Hai.
Hai.
Jangan di situ.
Tolong.
Jika kamu mau kita bisa melakukan ini lain kali.
Tidak. Tidak.
Tidak apa-apa.
Dengar.
Sepupuku meminjamkan rumahnya.
Aku tak pernah ke sana.
Tapi dia mengatakan, tempatnya di daerah terpencil.
Mau pergi ke sana?
Ini bukan Hotel Hilton.
Aku ingin sereal, Mariana.
Aku ingin punyaku lebih empuk.
Itu tidak enak, makanlah karena sudah kumasak dengan matang.
Hei, Mariana, apa menu makan malamnya?
Kamu dan teman-temanmu bisa makan sereal.
Hai, anak-anak.
Supermarketnya padat.
Antriannya panjang.
Apa Ayahmu menelpon?
Ya, katanya Ia akan kembali lusa.
Ayah ada pengiriman ke Abilene.
Tak apa-apa.
Biar Mama yang melakukannya.
Hei.
Hei, tebaklah?
Kantor Senator Parks baru saja menelpon.
Hari ini dia akan datang ber-delapan untuk makan siang.
Sial! Tak bisakah dia menelpon terlebih dahulu?
Lawrence?
Rombongan Senator tiba dua jam lagi, mereka ingin yang seperti biasanya.
Dua jam? Pikirnya bisa dapat segalanya?
Aku akan menghubungi pasar ikan Forresters dan lihat apa yang mereka punya.
Ada di mana kamu semalam?
Apa?
Ada di mana kamu semalam?
Rumah.
Dengan siapa?
Kamu berjanji tak akan pernah bertanya.
Dengan siapa?
Ada yang harus kukerjakan.
Aku akan segera kembali dengan botol lainnya, silakan nikmati hidangannya.
Mengapa gelas Senator kosong?
Maaf Slyvia.
Senator tampaknya puas.
Aku setuju. Dia memberi tip $500.
Kurasa dia ingin kita memilihnya dalam pemilihan berikutnya.
No comments yet. Be the first to leave one.