Release info

블루버스데이-Blue-Birthday-E13-WEB-DL-WeTV
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
HD
Published on: 2021-09-03
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 163 lines.

J ditangkap karena dicurigai bunuh satu lelaki tahun 10-an di sekolah yang sama.

Akhirnya dinyatakan bersalah pagi ini.

Jaksa mengatakan sudah menemukan petunjuk yang menentukan kecurigaan pembunuhan,…

senjata pembunuhan yang dicurigai.

Senjata pembunuhan adalah pisau ukir yang disimpan di Ruang Seni sekolah.

Juga, kandungan Zoletil terdeteksi dalam darah korban.

Nak, kenapa kau sendirian di sini?

Apa kau terpisah dari Ibumu?

Kau pasti sangat ketakutan, ‘kan?

Siapa namamu?

- Namaku Hye Min Ji. - Hye Min, ya.

Paman tahu di mana Ibu Hye Min berada.

Aku akan membawamu ke sana, ya?

- Sungguhkah? - Tentu saja sungguhan.

Apa kau ingin mati?

Kami dihukum karenamu.

Jika menyuruhmu mencuri, curilah. Untuk apa berbicara begitu banyak?

Bagaimanapun, kau itu orang buangan.

Aku tidak dibuang.

Lalu, kau apa?

Aku hanya tersesat.

Masih memercayai omong kosong begitu, itu semua adalah kebohongan.

Bukan kebohongan.

Bagaimanapun, kita ini semua sama. Sama-sama orang buangan.

Hei.

Ini barang yang dicuri, ‘kan?

Lihatlah, ini memang barang yang dicuri.

Ini untuk apa? Benaran tidak bisa hidup lagi.

Jika begini, bagaimana aku menjualnya? Bisakah kau bertanggung jawab?

Ibu bersalah padamu.

Ibu tak tahu, kau berada di tempat yang begitu dekat dengan Ibu.

Namun…

Siapa dia?

(Putra tersayang, Seo Jun! Selamat ulang tahun!)

(Hye Min Ji (Berumur delapan tahun saat menghilang, sekarang 18 tahun. Wanita)

(Menghilang 5 Mei 2000, pukul 16:35. Sampai sekarang belum pulang ke rumah))

Paman akan membawamu mencari Ibu.

=Ulang Tahun Kesedihan=

=Episode 13. Anak yang Dibuang=

Siapa ia?

Mu Ji, selamat datang di rumahku.

- Apa kau begitu bahagia? - Iya.

Kenapa kurasa kau lebih menyukainya daripada aku?

- Ayah, halo. - Mu Ji, halo.

Dia masih hidup.

- Halo. - Ha Rin Oh, kau berada di mana?

Eun Seong, tunggu, ada sesuatu yang harus kupastikan.

Cepatlah datang, Ui Yeong Kim dan Seo Jun Ji sudah sangat mabuk.

Seo Jun?

Apa Seo Jun baik-baik saja?

Justru karena ada sesuatu, jadi, aku meneleponmu.

Halo, Ha Rin Oh.

Bagaimanapun, cepatlah datang. Aku tidak bisa menanggung dua orang.

Kalian berada di mana?

Sudah kubilang jangan banyak minum, ‘kan?

Su Jin Do.

Kau sudah datang.

Maaf.

Sungguh maaf pernah mencurigaimu.

Mencurigai?

Aku sungguh bersalah.

- Hei, menyingkirlah. - Tidurlah.

Mencurigai apa?

Saat kita kelas dua SMA, bukankah kau pernah ke kantor polisi?

Kenapa tiba-tiba membicarakan hal ini?

Saat itu, bukankah kalian berlutut dan meminta maaf padaku?

Seharusnya, sejak awal aku memercayai perkataanmu.

Saat itu kau sangat sedih, ‘kan?

Tentu saja sedih.

Namun, pikirkan saja sekarang. Jika itu aku, aku juga akan curiga.

Waktu itu situasinya memang seperti itu.

Itu semua sudah berlalu, Bodoh.

- Oh, iya, apa kau juga dipanggil datang? - Apa?

Katanya Seo Jun Ji mabuk, jadi…

Seo Jun Ji mabuk?

Kelihatannya sama sekali tidak mabuk.

Sudah datang?

- Beri dia minum. - Terima kasih.

Seo Jun Ji, bukankah kau mabuk?

Aku?

Aku bercanda. Jika tidak, bagaimana menipumu agar datang?

Untung baik-baik saja.

Memang beruntung.

- Benar, jika mabuk dan masih seperti ini, itu benar-benar… - Benar.

Apa yang kau lakukan?

- Mau memeluk. - Tidak, kau gila, ya? Kita ada di bar.

Dia berani mengatakan pacarnya adalah orang gila.

Apa-apaan?

(Sekarang aku menikmati waktu yang selalu kuimpikan)

Mau mencium.

(Tidak terganggu rasa takut akan tiba-tiba menghilang.)

- Ada apa? - Kau gila, ya?

Tak diduga, kau bilang aku sudah gila. Eun Seong Cha, kau ingin mati, ya?

Dia tidak mabuk.

Kau tidak mungkin datang karena takut aku mabuk, ‘kan?

Benar, aku takut ada orang menculik dirimu yang mabuk.

Apa yang akan kita lakukan akhir pekan ini?

Akhir pekan ini?

Kita bisa minum bir bersama.

Bir?

- Berdua. - Berdua?

Kenapa? Apa kau tidak menginginkannya?

Bukan, aku sangat menyukainya.

Kalau begitu, akhir pekan ini kita minum bir saja.

- Tidak bisa. - Kenapa? Akhir pekan ini kau ada janji?

Minggu lalu Kakak dibebaskan dari penjara.

Kami sekeluarga ingin makan bersama untuk merayakannya.

- Mungkin minum bir harus lain kali. - Kak Hye Min?

- Apa Kakak akan dibebaskan secepat itu? - Iya.

Ibu memohon kepadaku harus meluangkan akhir pekan ini.

Atau, kubatalkan saja?

Jangan, kau bersama keluargamu saja.

- Minggu depan kita minum bersama. - Terima kasih.

Apa kau baik-baik saja?

Apa?

Apa sekarang kau sudah baik-baik saja?

Aku tidak yakin.

Hanya semuanya sudah melakukan yang terbaik.

Aku, Ibu, Ayah, dan Kakak. Kami semua.

Apa yang kau lakukan?

Maaf sudah membangunkanmu.

Di antara dua ini, mana yang lebih bagus?

- Itu. - Inikah? Terima kasih.

Baunya cukup harum.

Aku sudah memasak sarapan untukmu. Makanlah sebelum bekerja. Tahu, tidak?

Kau memasak apa?

Sup taoge.

Bagaimana?

Tidak tahu kau ini pacar siapa, sangat tampan.

Kau belum bangun, ‘kan?

Awalnya aku ingin mengajakmu, tapi pagi ini ada rapat, maaf.

Tidak apa-apa, sampai jumpa nanti.

Aku akan meneleponmu setelah pulang kerja, aku pergi.

Ingatlah untuk memberi makan Mu Ji.

Aku juga akan bersiap pergi bekerja.

Mu Ji, mau makan, tidak?

Ayo, makanlah.

Ha Rin, apa kau tahu, relawan akan datang nanti?

- Relawan? - Iya, ada 12 orang.

Ini adalah daftar relawan hari ini.

Nanti saat relawan tiba, kau harus memastikannya dengan daftar.

Baik, aku mengerti.

Kalau begitu, sampai jumpa nanti.

(Tahun 2021, daftar relawan paruh waktu tahun ini)

(Waktu konsultasi. Hari kerja-akhir pekan pukul 10:00-20:00)

Ha Rin, nanti akan datang satu relawan lagi.

Iyakah? Aku mengerti.

Semuanya silakan datang kemari.

Harap dipastikan ulang nama kalian di sini.

Halo, tolong sebutkan nama Anda.

Namaku Seung Suk Lee.

(Tahun 2021, daftar relawan paruh waktu tahun ini)

Halo.

Namaku Sang Gyeong Park. - Baik.

Halo.

- Namaku Yeon Seok Ahn. - Baik.

Halo.

- Namaku Yong Sook Park. - Baik.

Ada tambahan personel, orang berikutnya...

Lama tidak berjumpa.

Kakak, kenapa kau di sini?

Datang menjadi relawan, memangnya masih bisa beralasan apa?

Namun, sungguh sudah lama tak berjumpa denganmu, Ha Rin, sungguh baik.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left