The first 200 lines.
Sejak berusia lima tahun..,..
Ben Gibbon mendapat 723 goresan Dalam pertarungan dan perkelahian
Sekitar 32,86/tahun
Dan dia selalu kalah dalam setiap pertarungan
Dengan rekor seperti itu..,..
Terapisnya memutuskan bahwa Dia berusaha mengalah..,..
Dan sebenarnya, bagi Ben, Menang bukanlah intinya
Itu seperti sensasi mengganggu..,..
Bahwa dia melayang - layang di dalam otaknya..,..
Melihat hidupnya seperti film Yang tak terjadi apapun
Dia bisa melihatnya, Tapi dia tak bisa merasakannya
Jadi, yang tersisa baginya cuma kekerasan Untuk merasakan sesuatu
- Hei ! - Apapun
Terlepas dari kenyataan..,..
Dan penonton yang tertawan dalam filmnya sendiri
Ben terus mencari cara kacau..,..
Setidaknya bisa menyenangkan banyak orang
Itu pencarian tanpa tujuan, Penuh konflik dan menghina diri sendiri..,..
Sampai, tanpa pernah mengetahui apa yang dia cari..,.. --- Cinta ---
Dia menemukan cinta
Astaga ! --- Sedang Tayang ---
Seketika, dunia Ben jadi hidup..,..
Dan dia merasa hidpunya penuh kualitas Yang tak pernah dia kira bisa terwujud
Lalu, secepat seperti kemunculannya..,..
Cinta itu menghilang
Dan sama seperti itu
Ben menemukan dirinya kembali Ke tempat dia memulainya
Jangan berdiri, jalang !
Sebentar.
Oh, brengsek, kawan !
Masih kuat.
Brengsek..,..
Mengapa kita melakukan ini lagi ?
Ini akan menyenangkan.
Ini tak akan menyenangkan.
Yakin karena kau tak mendengar gadis itu pulang ?
Aku ragu dia ada di sana.
Itu rumahnya.
Kita bahkan tidak diundang 'kan ?
Tidak.
Kekhawatiran Mukul ada benarnya..,..
Karena Ben punya reputasi meneror Acara masyarakat kelas atas
Sebenarnya, setelah serangkaian pelanggaran mencolok..,..
Sebuah perintah penahanan baru dibuat Dengan isi yang sangat jelas
Ben Gibbon sudah jelas sangat tak disambut
- Ibumu Datang. - Benjamin.
- Ya Tuhanku, apa yang kau lakukan di sini ? - Hai, Ibu.
Miras gratis. Terima kasih. Pas sekali.
- Terima kasih. - Ikutlah denganku.
Kau sadar kalau dilarang Di acara seperti ini.
Ibu, itu sudah tak penting lagi.
Kau memukul Presiden Klab Exeter..,..
- Mengencingi karpetnya. - Ya, ya, kami paham. Kami paham.
Mengapa kau tak bisa mengendalikannya, Mukul ?
Puteramu itu anarkis, Ny. Gibbon.
- Dia Demokrat. - Apa itu ?
Ibu, ini memar, Tak bisa dihapus.
Kalian berdua menghisap ganja ?
- Ya. - Tidak.
- Nak. - Itu dia Ayahmu.
- Batman. - Itu dia.
Apa ? Ini sangat lezat.
Jika William dan Beatrice melihat dia di sini..,..
Ini akan membuat situasi yang Sudah tak nyaman ini..,..
Mataku pasti menipuku.
Penampilan buruk ya ?
Cuma pertengkaran kecil, Kau tahu sifat bocah lelaki itu.
Bukan itu intinya.
Puteramu menyusup.
Akan terus kuawasi dia dan dia akan Menjaga perilakunya. Benar 'kan, Benjamin ?
Terima kasih.
Apa harus kuhubungi Polisi ?
Bisakah kau mencoba tak terlihat menyedihkan ?
Bujangan kota yang pantas dipilih Ada di sini malam ini..,..
Dan kau duduk di pojokan.
Hibur aku. Buatlah upaya.
Aku tak mau semua orang bicara Puteriku tampak menyedihkan sepanjang malam.
Mary Rathcart pertama kali membuat kesal Harapan orang tuanya yang tinggi..,..
Saat usianya 12 tahun
Dia dikeluarkan dari sekolah swasta Paling bergengsi di kota
Saat usianya 16 tahun..,..
Dia sudah dikeluarkan Dari setiap sekolah swasta di kota
Tapi akhirnya dia berlebihan..,..
Saat dia jatuh cinta dengan Benjamin Gibbon..,..
Anak bengis dari saingan terberat Ayahnya
Saat berita itu menyebar, Seketika itu jadi skandal..,..
Dan dia dilarang bertemu puteranya Gibbon selamanya..,..
Yang, sepanjang Mary ketahui, Itu bukanlah pilihan
Jadi dia membuat rencana rahasia, Melarikan diri bersama Ben ke Meksiko
Tapi rencana mereka gagal dengan cepat..,..
Mary tiba - tiba dikirim pergi Ke sekolah asrama di Paris..,..
Di mana bakatnya bisa dikembangkan Dalam lingkungan yang lebih teratur
Mary sering kali menulis surat untuk Ben
Pertama bilang..,..
- Aku merindukanmu - Lalu tanya..,..
Apa Kau melupakanku ?
- Lalu cuma..,.. - Kau bajingan !
Tapi untuk alasan yang tak Mary ketahui..,..
Ben tak pernah membalas suratnya
Dan Mary tak pernah menulis lagi
Dia melakukan yang terbaik untuk melupakan Ben Dan melupakan dunia yang dia tinggalkan
Dia tetap di paris untuk kuliah di Sorbonne..,..
Dan mendedikasikan dirinya untuk kehidupan baru
Tapi hatinya tetap terguncang..,..
Dengan gangguan kesepian akut..,.. --- Kebebasan ---
Yang tak bisa dia hilangkan
Namun Ayahnya yang memaksa..,..
Memastikan dia selalu diawasi dengan ketat
Jadi dia tak pernah sendirian Seperti yang dia rasakan
Pada akhirnya, waktu memadamkan Api yang ada dalam dirinya
Seperti burung peliharaan yang Mencari kenyamanan dalam sangkar..,..
Dia kembali pulang, letih dan rendah hati..,..
Tepat ke tempat dia memulainya
Kubilang, "Bawa dia keluar"
Benjamin memang mau pergi, William.
Apa ? Kau mau mengatakan sesuatu ?
Aku cuma mau menunjukkan diri.
Mengapa tak kau kompres matamu ? Kau terlihat seperti penjahat.
Selama bergenerasi, Keluarga Gibbon dan Rathcart..,..
Telah menentang satu sama lain
Mungkin ada yang menyebutnya Dengan istilah, "Perseteruan berdarah"
Dan seperti semua perseteruan berdarah..,..
Itu dimulai dengan sedikit darah
Tahun 1864
Tarleton Rathcart dan Theodore Gibbon
Keduanya tokoh kuat dalam industri Berita yang tengah berkembang di Kota New York..,..
Bertemu untuk berduel antara pria Setelah berita yang kurang menarik..,..
Disebarkan di korannya Theodore..,.. --- Sepatu Besar Rathcart, Penghenti Pertunjukkan Nyata ! ---
Mengenai sepatunya Tarleton
Theodore tumbang ditembak Tarleton..,..
Mengucapkan kata sekaratnya..,..
Beritahu Rathcart si tukang curang, Kutemui dia di Neraka
Selama bertahun - tahun, Publikasi kedua keluarga itu..,..
Terus berkembang menjadi Media konglomerat yang saling bermusuhan..,..
Yang hari ini dikenal sebagai Gibbon Telecommunications
Dan Rathcart Corporation..,..
Dan duelnya terus berlanjut --- Rathcart Computers Memata - Matai ---
Banyak disebut sebagai persaingan media Paling agresif dalam sejarah
Tapi bagi Henry Gibbon dan William Rathcart..,..
Itu tak pernah soal bisnis, Melainkan masalah pribadi
Kami permisi. Ayo, nak.
Kau sudah dewasa.
Sudah saatnya kau bertingkah seperti itu.
Pergilah.
Untuk apa itu semua ?
William agak Keras, bukan ?
Mary kembali.
Bro, mantelnya.
Baik.
Keamanan !
- Ya Tuhanku ! - Hei, kau dapat ?
Cepat ! Cepat ! Cepat !
Dia mencuri mantel lagi !
Walter, itu mantelku ! Hentikan dia !
Gibbon !
Mary diasingkan ke Paris Dilakukan dengan cepat dan tanpa peringatan
Ben menelepon dan mengirim pesan Tapi tak pernah dijawab
Dia mengirim email, Tapi tak mendapat balasannya
Keberadaan Mary dan kebisuannya Tetap jadi misteri yang menghantui..,..
Sampai Ben kebetulan dapat cerita gosip Yang merinci tindakan Mary di Paris
Patah hati, Ben memakai tiket satu jalan Yang dia harap bisa dia gunakan bersama Mary
Dan menghilang tanpa pemberitahuan ke Meksiko..,..
Tanpa berniat kembali
Satu - satunya upaya dia berkomunikasi Dengan niat keberadaannya yang mengerikan..,..
Merupakan surat teka teki yang Dia kirim ke Ayah dan Ibunya --- Aku Tak Ada ---
Dia kembali tujuh bulan kemudian Dengan ditemani Mukul
Setelah bersumpah menjaga rahasia..,..
Tak satupun dari mereka pernah Bicara bagaimana mereka bertemu
Tapi mereka tak terpisahkan sejak saat itu
-- Tewas Dalam Baku Tembak ---
Aku tak tahan ini lagi.
Setelah selama ini, kau pikir anak itu Akan menemukan cara tumbuh dewasa.
Kali ini Henry harus membayar menggantikannya.
Sebaiknya jangan terlibat, sayang.
Dia sering melakukan itu ?
Kapanpun dia memutuskan menunjukkan wajahnya.
Aku tahu tatapan itu, Mary.
- Harus kukeluarkan buku klipingnya ? - Kumohon, jangan.
Kebanyak orang tua menyimpan Prestasi anaknya..,..
Bukan kegagalannya. Itu aneh.
Ibuku selalu bilang, "Tak ada guru terhebat selain rasa malu"
Jangan mendramatis. Ini lucu.
Aku tak berharap dia jadi musuh terburuk-ku.
Rapor kelas tiga. Dewasa sebelum waktunya.
Bocah itu sudah jelas gila.
Menolak kekayaan keluarga.
- Sungguh ? - Oh, aku suka yang ini.
Kau ingat Felix Graham ?
Dia konsultasi dengannya Beberapa tahun lalu.
Kontradiksi patologis.
Katanya jiwanya tak stabil.
- Oh, ini klasik. - Ada benarnya.
Dia bilang bocah itu ingin mati Dan pasrah saat dihajar.
Bayangkan ada anak dapat diagnosis seperti itu.
- Ingin mati ? - Cukup !
Ben Gibbon itu masa lalu..,..
Sama seperti semua Keputusan yang disesalkan.
Dan kepulanganmu ke rumah Tak merubah apapun. Paham ?
Mary tahu itu prasyarat..,..
Pulang rumah dan Tingal seatap dengan orang tuanya..,..
No comments yet. Be the first to leave one.