The first 200 lines.
Terus, apa?
Apa yang harus kulakukan?
Selain ceroboh yangku bisa,
aku harus bagaimana
agar bisa membalas orang yang membuatku terlihat bodoh?
Katakan Meski hanya sedikit saja.
Jika aku memberitahumu,
apa kau akan melakukan seperti yang kukatakan?
Katakanlah.
Berkecanlah.
denganku.
Pacaranlah denganku.
Yong Song-ah
Aku pasti gila.
Anggap saja Aku tak mendengarnya.
Ini bukan Lelucon...
dan aku juga tak merasa ini peluang
Jadi, apa?
Tak peduli itu aku atau tidak,
manfaatkan saja kesempatan ini.
Seperti yang kau katakan, pembalasan dendam
Agar dia tahu dengan jelas, betapa kejamnya penghianatan.
tetap saja, tidak ada bedanya aku dan dia.
Sekarang kau masih memikirkan dia akan terluka?
Ku Mohon lihat luka yang kau alami.
Lihat saja penderitaanmu dan kesulitanmu
Yang ku lihat hanya penderitaanmu.
Mengapa kau tak bisa melakukannya?
Jadi, sebenarnya kau mau bagaimana?
Aku akan mengatasinya sendiri.
Jadi, kau jangan ikut campur.
Gadis ini, sudah jam berapa, sampai sekarang belum ada kabar sedikit pun.
Ada apa, ya?
Halo, Bibi.
Song-ah sudah pulang?
Dia belum pulang.
Kenapa?
Apakah Song-ah punya masalah?
Entahlah, Apa bibi tahu?
Kau juga tak tahu, ya?
Iya, itu...
Kenapa kau juga tak tahu?
Bukankah kau temannya satu-satunya?
tapi, kau tak tahu apa pun.
Lantas, apa yang kau tentang Song-ah?
Apa kau masih temanya?
Kali ini, ada apa lagi dengannya?
Apa itu Song-ah? Itu Song-ah?
Iya, benar.
Dasar gila.
Semuanya gila.
Sudah kau putuskan?
Bagaimana mengatasinya?
Kau jangan naik.
Baik,makukan seperti itu saja.
Kemudian, di perencanaan bulan depan akan...
Pak Lee.
Silakan minum ini.
- Terima kasih minumannya. - Untuk apa berterima kasih.
Aku hanya memberi minuman untuk pacarku.
Pacar?
Yoon Song-ah, apa yang sedang kau katakan?
Anda harus jaga kesehatan.
Karena saat berselingkuh, Anda akan sangat lelah, 'kan?
apa menyenangkan?
menyenangkan sudah permainkan perasaan orang?
Dasar berengsek!
Selamat, Manajer Lee.
Kudengar, adik Anda akan menikah.
bagaimana kau tahu hal itu?
Apa Anda tahu?
Pak lee dan aku sudah pacaran selama dua tahun.
Bahkan dia ingin berliburan dengan ku
Dasar berengsek!
Berengsek
ada apa?
Ada yang ingin kau katakan?
Tidak.
Astaga, cara ini masih berlaku.
Terima kasih minumanya.
Hanya melihat dari sini/
Song-ah, Hyun-seung.
- Iya. - Iya.
Hari ini wawancara karyawan baru, kalian bisa kesana jam 11.00,?
Ya, aku bisa.
aku juga bisa.
- Kau bawa mobil, 'kan? - Iya.
Sebelum berangkat periksa lagi dokumen dan produk.
Jika Besok tak bisa langsung kekantor.
pekerjaan yang mendesak, bisa diurus dulu.
Baik, mengerti.
Baik.
Ke mana?
Samcheok.
Ke Samcheok, acar disana enak.
Berikan padaku, Yong Song-ah.
- Kau juga duduk belakang? - Apa?
kau juga bisa duduk didepan, 'kan?
Hyun-seung bukan sopir kita.
Dibandingkan aku, kau lebih nyaman jika itu Song-ah, 'kan?
Ya, itu yang ku mau.
Kau duduk di depan saja.
Ada apa dengannya?
Entahlah.
Ada yang aneh?
Manajer Lee.
- Astaga! - astaga!
Sedang apa kamu?
Apa Anda punya janji di sini?
Kenapa harus ada janji?
Aku melihat Anda seperti sedang menunggu seseorang.
Astag, menunggu siapa?
Aku hanya...
sedang memahami permintaan klien.
Jadi, jangan hiraukan aku, pergi bekerja kembali.
Begitu rupanya.
Di pagi yang Masih sepi ini?
Baiklah, Aku permisi
- Hei... - Ya?
Apa sudah sudah menikah dan belum menikah.
Ini juga termasuk informasi pribadi.
Tentu saja, itu pertanyaan konyol.
Biasanya klien langganan, datang berapa kali?
Itu tergantung pada orangnya.
Ada yang satu minggu sekali.
Ada juga yang datang setiap ada produk baru.
Tergantung pelangan.
tetap saja, kau harus melihat data pelangan..
untuk mengetahui, kapan akan datang.
dan datang di hari apa.
Itu...
Jangan-jangan Anda...
Bukan seperti tu.
Bukan.
Pergilah bekerja.
Menurutmu aku bagaimana?
Apa..
aku jenis orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama?
Kalau ini...
Karena Anda bukan kualitas yang saya sukai...
Ternyata wajahku termasuk berkualitas.
Selama 35 tahun baru pertama kali tahu kenyataan ini.
Ini kondisi perkembangan gaun pengantin.
Bagaimana mengatasi proyek pengantin Lee Hyo-joo ini?
Benar.
Sekarang sudah harus diputuskan.
Aku ingin meminta bantuanmu.
Bantuanku?
Masalah apa?
Aku tak ingin mereka memakai gaun pengantin di hari itu.
Itu, hal yang agak sulit.
Aku juga tahu.
Bagi toko, bagi Kakak dan juga bagi Ibu,
tak tahu akan mendapat berapa banyak kerugian.
Meski begitu,
juga berharap bisa menerima?
Apa sampai tahap seperti itu?
Senior itu bagimu?
Wakil Chae?
Biar aku yang atasi saja.
Bagaimana...
- Aku coba baju ini saja. - Baik.
Sebelah sini.
Hyo-joo, teleponmu berdering.
Bantu aku angkat, katakan nanti aku telepon kembali.
Apa kabar, ini ponsel Lee Hyo-joo.
Apakah Lee Hyo-joo tidak ada?
Anda katakan saja ada apa.
Akan saya sampaikan padanya.
Jika begitu, mohon sampaikan untuk menghubungi Bridal HR.
Berharap bisa segera menghubungi kami.
Betapa lamanya tak melihat laut.
Terima kasih, Hyun-seung.
Berkat kamu, dengan nyaman naik mobil datang kemari.
Sungguh nikmat, nikmat.
Bawa mobil sangat melelahkan, 'kan?
Tidak, tak seperti itu.
Aku suka bawa mobil.
Aku juga harus bawa mobil.
- Song-ah, kau juga punya SIM, 'kan? - Iya.
Saat kembali nanti, biar aku yang bawa saja.
Tak masalah, lebih baik aku yang bawa saja.
Song-ah juga, sudah benar naik mobil ini, 'kan?
Coba bayangkan, naik bus sendirian kemari.
Begitu sampai masih harus ganti bus lain.
Aduh, hanya akan lelah saja...
Pekerjaan juga bisa minta bantuan orang lain.
Aduh, sungguh bertanggung jawab.
Tak bisa sering jalan-jalan juga.
Selagi dinas, masih bisa lihat laut, sungguh bagus.
Bahkan terasa seperti jalan-jalan.
Kita nikmati pelan-pelan, baru kembali saja.
Baik, Ketua Yoo.
Namun, kulihat Senior sering jalan-jalan.
Benarkah? Song-ah sering jalan-jalan?
Benar, seperti itu saja.
Sepertinya kudengar, jalan-jalan untuk perayaan atau sejenisnya.
Masih mau pergi jalan-jalan yang itu?
Jalan-jalan perayaan?
Jalan-jalan perayaan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.