The first 200 lines.
BIRO KEAMANAN HU WEI
Ketua, bukan hanya Pendekar Li yang setuju untuk membantu kita
Tunangannya, Pendekar Leng juga setuju untuk membantu kita
Ketua, Kapak Panjang Yan Jiu dan Kapak Pendek Fang Shi menunggu di jalan.
Mereka mengamankan jalan di depan kita
Mereka berdua teman yang baik
200 ribu tael emas
Pihak Kerajaan tidak berani mengantar
dan menugaskan kepada kita.
Para pengungsi akan berterima kasih pada kita
Jika emas ini berhasil sampai kepada mereka
Selain itu, nama baik kita akan semakin tersohor.
Ketua.
Bukankah Kerajaan sudah mengutus Pendekar Seribu Wajah, Hai Tao?
Kenapa belum tiba?
Aku pun menunggunya
Ketua.
Ketua.
Lembah Kematian?
Beritahu Pendekar Li dan Pendekar Leng,
Kapak Panjang Yan Jiu, dan Kapak Pendek Fang Shi.
Lembah Kematian sudah memberikan pesan
Untuk merampok emas kita
Baik.
Sheng San, Sheng He.
Ya.
Suruh semua anggota untuk siap-siap bergerak
Baik.
Hati-hati di jalan.
Meskipun banyak pendekar membantu kita
Harus diingat orang-orang Lembah Kematian itu kejam
Kami tahu.
Ingat, ada empat ketua di Lembah Kematian.
Ketua tertingginya adalah Bujang Lengan Emas.
BUJANG BERLENGAN EMAS
Ketua Dua, Si Tombak Perak.
Ketua Tiga, Si Kipas Besi.
Ketua Empat, Si Kepala Tembaga
Peringkat mereka itu diurutkan berdasarkan ilmunya bukan usianya
Bahkan, Si Lengan Emas itu yang termuda.
Jadi, jika bertemu seorang pemuda kita tidak boleh lengah.
Bahkan anak buah mereka, Tujuh Tombak Maut sulit dikalahkan
Pepatah mengatakan masalah muncul di akhir
Kurasa, di sini akan ada penyergapan
Sayangnya kita adalah pengintai
Dan kita sudah berjanji mengantar barang sampai kepada pengunsi
Harus diantarkan meski nyawa taruhannya
Orang-orang Lembah Kematian lebih kejam dari neraka.
Keluar!
Jadi kalian Tujuh Tombak Maut?
Kurasa mereka tidak bisa bicara, hanya membunuh
Buang-buang waktu saja
Aku tahu, tapi aku takut mungkin mereka juga akan mati konyol.
Benar.
Kita terbiasa saling berbagi korban
Kita masing-masing sudah membunuh 3, sisa 1
Kita bunuh bersama biar adil
Baiklah.
Bagus, menghemat waktu
KEMATIAN
Perkenalkan namaku Wei Lin, berjuluk Si Kipas Besi.
Aku Ketua Tiga Lembah Kematian
Dimana Yang Hu Yun, Ketua Biro Keamanan Hu Wei?
Kenapa dia mengutusmu di depan?
Aku berpantang menyakiti perempuan cantik
Jadi, silakan lewat
Ilmu pedangmu bagus
Kau terlalu merendah
Pemenang adalah yang terbaik
Apapun cara yang digunakannya
Aku pasti buta
Sialan.
Hanya tiga kendi, aku sudah mabuk
BIRO KEAMANAN HU WEI
Ketua, Kapak Panjang Kapak Pendek bertarung melawan Tujuh Tombak Maut
Mereka semua berhasil dikalahkan
Pendekar Leng bertemu Wei Lin, Si Kipas Besi
Dia hampir kalah tapi ditolong seorang pemabuk
Siapa?
Entahlah, dia menghilang setelah menolongnya.
Mungkinkah dia?
Pendekar terkenal, Hai Tao.
Katanya sering mabuk sepanjang waktu
Katanya anggur adalah sahabatnya
RUMAH MAKAN HANG FU
Aku bertemu Si Kipas Besi dan hampir masuk jebakannya
Bedebah
Nona...
Enyah.
Dia mati.
Tuan, kenapa kau tega membunuhnya?
Lihat baik-baik, ini golok pelayanmu.
Jika Pengadilan menyelidikinya
Aku harus bagaimana?
Kau mengenalinya, kau...
Baik.
Telapak Hitam, ayo pergi!
Li Qing Ming terkena Telapak Hitam
Semakin bergerak, racunnya cepat menyebar. Kejar!
Bawakan anggur.
Bawakan anggur, satu guci
Terbuang sia-sia
Kisanak kepalamu keras juga
Rupanya kau Si Kepala Tembaga, Ketua Emapt Lembah Kematian.
Nama besarmu sangatlah terkenal, Hai Tao.
Suatu kehormatan bertemu denganmu hari ini
Benarkah? Kau Si Tombak Perak?
Matamu jeli
Bagus.
Alih-alih menjadi Ketua Dua Lembah Kematian
Kenapa kau malah berjualan anggur?
Pendekar hebat sepertimu tidak seharusnya bekerja untuk kerajaan
Jika kau bergabung dengan kami, kau bisa sebutkan yang kau mau.
Benarkah? Kau ketuanya?
Ya.
Pertama, aku harus menjadi ketua tertinggi
Kedua.
Semua orang di Lembah Kematian harus mati
Ketiga...
Ketiga tidak ada lagi, dua syarat saja.
Keparat.
Kurasa kau bukan ketuanya
Sebaiknya kau pulang
dan bicara dengan ketuamu
Bujang Lengan Emas.
Aku hanya terkena Telapak Hitam
Bukan masalah besar.
Itu salah satu pukulan mematikan
Korbannya hanya bertahan hidup satu hari
Omong kosong, aku sudah berlatih tenaga dalam
Selama 20 tahun ini apakah sia-sia?
Kau bisa bertahan?
Aku bisa bertahan setidaknya dua hari
Jadi kita punya dua hari.
Aku akan siapkan kuda
Kita mencari bantuan tabib
Pertama.
Ketika aku sudah berjanji
Aku takkan pernah menyerah
Kedua, aku hanya membantu tidak minta bantuan.
Kau...
Seorang pendekar tidak takut mati.
Masih ada waktu dua hari
Cukup untuk kita mengamankan jalur selatan
Pergilah.
Kau selalu memikirkan diri sendiri
Tidak pernah memikirkan aku.
Apa maksudmu?
Demi para pengungsi
Demi Ketua Yang sahabatku
Aku telah korbankan hidupku
Tapi kau bilang aku egois?
Demi nama besarmu
Demi nama Pendekar Li
Demi nama baikmu
Kau bisa serahkan hidupmu.
Tapi pernahkah kau berpikir
Apa artinya hidupku tanpa kamu?
Jika aku berarti untukmu
Maka bertahanlah untukku
Ikut bersamaku!
Apa kabar terbaru dari dunia persilatan?
200,000 tael emas sangatlah menggiurkan.
Tapi Lembah Kematian menginginkannya
Orang-orang takut dengan Si Lengan Emas.
Mereka takut ikut campur
Saat kami datang, orang ini bertingkah mencurigakan
Jadi kami menangkapnya
Apa kalian melihat Li Qing Ming?
Tidak.
Kau tidak mau berkata jujur?
Mungkin dengan kapak ini bisa berhasil
Jangan, itu bisa membunuhnya
Nanti dia tidak bisa bicara
Benar.
Bunuhlah jika kau mau, aku tidak takut mati
Ucapannya ada benarnya.
Benar, kita tidak bisa direndahkan
Benar.
Sialan, mereka menggali terowongan
Kepala Tembaga Ketua Empat Lembah Kematian.
Mengamankan peti lebih penting
Ketua Yang, bila Lembah Kematian inginkan sesuatu maka itu pasti tercapai
Jangan buang tenagamu
Ini tidak adil
Kau membunuh semua perampok
Baik, kusisakan satu untukmu
Isyarat genting dari Ketua Dua
Ayo.
Bantu Ketua Yang / Baik
Ketua.
Bujang Lengan Emas.
Sepertinya aku datang terlambat
Ketua, emas sudah diambil Ketua Tiga
Dia baru mengirim isyarat genting
Baik, aku akan segera memeriksanya
Setelah itu aku akan membalaskanmu
Jangan khawatir, aku takkan membiarkan mereka hidup.
Terima kasih, Ketua.
Pantas saja Bujang Lengan Emas menjadi ketuanya
No comments yet. Be the first to leave one.