Release info

차달래 부인의 사랑 Madam Cha Dal Rae's Love E22 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-10-03
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 21"

Kukira insiden itu

akan membuatmu tidak menyukai berkemah selamanya.

Memang benar selama beberapa waktu,

tapi kini semuanya terasa seperti kenangan bersama.

Sejujurnya, itu cukup menarik dan menyenangkan.

Apa? Itu menyenangkan?

Ya. Dan mulai hari ini, itu hanya akan menjadi lebih baik.

Terima kasih, Joon Ho. Aku akan menebusnya kepadamu.

Tidak. Aku yang seharusnya menebusnya kepadamu.

Kamu tidak perlu melakukan itu lagi.

Lakukan saja hal yang kamu lakukan sekarang.

Hal yang kulakukan sekarang?

Ini?

Ya.

Kalau seorang pria harus memiliki satu hal saja bagi wanita,

kira-kira apakah itu?

Entahlah. Uang?

Kasih sayang.

Banyak pria berpura-pura manis,

tapi pria baik tulus sepertimu cukup langka.

Kamu melihatku pada hari pertama kita bertemu.

Kamu membuatku menangis.

Aku hanya butuh sedikit kasih sayang.

Aku tidak butuh yang lainnya.

Aku tidak tahu kalau diriku sangat penuh kasih sayang.

Aku bahkan merasa kasihan terhadap mantan istrimu.

Dia tidak melihat sisi dirimu yang ini.

Dia bilang

baginya pria yang penuh kasih sayang tidak menawan.

Dia terlalu angkuh atau tidak mencintaimu.

Intinya salah satunya.

Dia tidak mencintaiku?

Saat tidak lagi mencintai,

kasih sayang sebanyak apa pun tidak akan menolong.

Semua yang dilakukan orang itu menjadi menjengkelkan.

Pasti menjengkelkan kalau kamu tidak tahan terhadap orang itu.

Kurasa begitu.

Joon Ho.

Seperti apakah langit setelah hujan?

Cerah.

Tidak hanya cerah, tapi terang.

Benar. Kamu bahkan merasa lebih baik pada hari seperti itu.

Bagimu, perceraian adalah guyuran hujan.

Aku akan menghentikan hujan itu.

Aku akan menjadi keajaiban itu untukmu.

Jangan bilang begitu.

Aku yang seharusnya menjadi keajaibanmu.

Kita bisa menjadi keajaiban bagi satu sama lain.

- Ayo minum kopi. - Baiklah.

Bersulang?

Apakah karena suasana hatinya? Kopinya terasa enak.

Kopi rasanya sangat enak saat kamu meminumnya seperti ini.

Kita harus sering melakukan ini.

Aku menyukainya.

Mau masuk sekarang?

Istrimu tidak akan menyerang kita hari ini.

Apa sebaiknya kita masuk?

Ayo.

Kamu belajar dengan sangat giat.

Apakah pengajarnya mengerikan?

Sedikit?

Dia bilang membuat semua siswanya menghafalnya.

- Bagaimana caranya? - Entahlah.

Bagaimana cara buat orang menghafal hal yang tidak bisa dihafalnya?

Dia tidak bisa menjejali buku di otak mereka.

Perlukah aku tidak menghafalnya untuk mencari tahu hal itu?

Ya. Ibu juga penasaran.

Ibu, belikan meja belajar untuk kamarku.

Kenapa? Kamu akan tinggal di sini?

Tidak.

Aku akan habiskan akhir pekan di sini saat Ayah menikah lagi.

Anak pintar.

Baiklah. Ibu akan membelikan meja dan rak buku yang serasi.

Ibu. Kapan acara musikal Ibu dimulai?

Aku sudah tidak sabar.

Apa? Kamu mau menonton pertunjukannya?

Tentu saja.

Tidak boleh.

Itu bukan untuk anak kecil. Itu hanya untuk orang dewasa.

- Benarkah? - Lain kali saja.

Tonton musikal Ibu yang selanjutnya.

Kapankah itu?

Tahun depan atau dua tahun lagi?

Aku sudah menyombongkannya ke teman-temanku.

Dia tidak ada.

Kamu mengejutkanku semalam dan juga membuatkan sarapan untukku?

Apakah kamu mencoba membuatku pingsan?

Kamu memasak untukku selama ini.

Aku harus memasak sesekali.

Terima kasih, Joon Ho.

Hanya ini yang bisa kumasak.

Ini upaya terbaikku.

Aku suka sarapan seperti ini.

- Ayo makan. - Baiklah.

Kamu punya tisu basah?

Tisu basah? Tunggu sebentar.

Ini.

Kamu tidak memakan selai?

Ya. Aku tidak suka makanan manis.

Itu selai yang belum kamu coba.

Benarkah? Selai apakah itu?

Ini.

Kami sudah sampai.

Halo dan selamat datang.

Halo.

Ini ibu So Young.

- Selamat datang. - Halo.

- Ibu. - Apa?

- Senang bertemu. - Hai. Selamat datang.

- Ayo duduk di sini. - Terima kasih.

Aku akan pergi menyiapkan meja.

- Kemarilah. - Baiklah.

Ibu, ada apa? Ibu membuat Hyeon U merasa canggung.

Apakah dia terlihat setua itu?

Semua orang di tempat kerja berpikir usianya pertengahan 30-an.

Apakah Ibu tidak menyukainya?

Bicara dengannya saat makan malam. Ibu akan menyukai dia.

Dia pemain saksofon yang luar biasa.

Dia menjadi sukarelawan dan bermusik kumpulkan sumbangan bersama teman.

Dia orang yang baik.

Semua orang di tempat kerja menyukainya.

- Ambil nasinya. - Baiklah.

Kenapa kamu tidak memberi ibu informasi apa pun sebelumnya?

Aku tidak mau Ibu berprasangka.

Aku meminta Ibu fokus pada karakternya, bukan yang lain.

Bukankah itu yang terpenting?

Hanya itu yang kupedulikan.

Kalau dia bukan orang baik, sekalipun memiliki kekuatan besar,

dia bukan untukku.

Lebih baik hidup sendirian daripada menikah dengan orang tidak baik.

Suruh mereka ke sini.

Ibu, perlihatkan kasih sayang kepadanya

seperti halnya kepadaku.

Kemarilah. Duduklah di sana.

Silakan duduk.

Terima kasih.

Ibuku pandai memasak.

Kamu akan menyukai makanannya.

Terima kasih.

Ayo semuanya makan.

- Kamu tidak apa-apa? - Maaf.

Hyeon U.

Kurasa dia sangat gugup.

Itu karena caramu memandangnya.

Kamu tidak biasanya seperti ini.

Kamu juga akan membuatku mengalami gangguan pencernaan.

Apa yang sudah kulakukan?

Cobalah tersenyum.

Kurasa aku pernah melihatnya di suatu tempat.

Apakah kamu akan ke pejagalan?

Tidak bisakah kamu lebih cepat?

Aku sedang bersiap.

Coba kulihat.

Ini, di siku.

Tidak ada bekasnya. Jangan konyol.

Aku tidak bersikap konyol.

Sekujur tubuhku memar karena kita harus menjadi kembar siam.

Aku terjatuh, terbentur.

Seluruh tubuhku cedera.

Apa yang mau kamu katakan? Kamu tidak mau ikut?

Apakah aku mengatakan itu?

Aku sudah berjanji kepada konstituen.

Lalu ada apa ini?

Ini sudah hampir waktunya untuk janji temu kita.

Hanya saja tugas

yang diberikannya kepada kita terlalu sulit.

Tidak bisakah kita memintanya untuk tidak memberi kita tugas

atau memberi kita hal yang mudah dilakukan?

Bukankah lebih baik kamu tidak datang daripada bilang begitu?

Dal Sook.

Kamu bisa menanyakan siapa pun di jalanan

apakah mereka pernah melihat orang sekooperatif aku dengan masalah ini.

Kalau aku berusaha seperti ini,

bukankah seharusnya kamu membantuku demi kesejahteraanku?

Apakah kamu pikir aku mau pertolongan demi diriku?

Apa?

Ya, itu memang demi dirimu.

Apakah murni demi aku?

Itu untuk kita berdua.

Dokternya bilang kamu tidak bisa membangunkannya

karena kamu memiliki

masalah fisik atau psikologis.

Kita harus menjalani hidup yang panjang dan sehat bersama.

Kamu tidak mau hidup bersama wanita cantik sepertiku lagi?

Kalau begitu, sudahlah.

Baiklah, Sayang.

Tunggu aku, Sayang. Aku datang.

Dia meninggal begitu aku mulai masuk SMP.

Ibuku membesarkanku sendirian.

Dia mengalami kesulitan.

Orang bilang sesuatu terjadi saat kamu pikir kamu baik-baik saja.

Itu ada benarnya.

Begitu mendapatkan pekerjaan dan hidup mapan,

ibuku menderita secara fisik.

Dia sakit?

Pendarahan otak.

Dia seharusnya segera ditolong, tapi dia sendirian.

Dia terlambat dibawa ke rumah sakit.

Astaga.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left