Release info

철인왕후ㆍㆍMr Queen-E15 NEXT
A Commentary by CliffEdge
Durasi 01.06.47. Maap telat. Engsubnya keluar siang. ditungguin dari jam 5-6 pagi ga keluar-keluar. Eh, pas mulai beberes rumah subnya malah keluar, jadi mending beberes rumah dulu.

Tags

other
Published on: 2021-01-31
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEMUA TOKOH, KELUARGA, DINASTI, DAN INSIDEN DALAM DRAMA INI HANYALAH ISENG BELAKA

Kalo ente kagak paham gak usah dipikir, kita aja yang terjemahinnya kagak paham.

Jika kau tak mau mengatakannya,

bagaimana kalau kita membuat isyarat tangan?

Seperti ini.

Apa itu?

Artinya semua yang kukatakan adalah kebohongan.

Itu artinya. Bagaimana? Tidak susah, kok.

Oho!

Raja tak pernah berbohong.

EPISODE 15

Dosa macam apa yang bisa dilakukan anak kecil seperti ini?

Bau miras dan bau aneh lain...

Dia tidak minum racun.

Aku tak percaya dia dipaksa minum racun dengan tangan sekecil itu.

Tangannya hangat. Dia masih hidup.

Tolong berdiri.

Dam-hyang!

Yang Mulia.

- Tuan. - Kau di sini.

Tuan.

Ini.

Kita tak bisa meninggalkannya begitu saja di gunung.

Aku hanya akan merasa nyaman jika mengadakan pemakaman untuknya.

- Kalau begitu, selamat tinggal. - Selamat tinggal.

Bagaimana dengan Dam-hyang? Dia baik-baik saja, 'kan?

Seharusnya kini dia sudah meninggalkan Istana dengan selamat.

Aku memberi ampunan ibunya, yang seorang budak pemerintah,

dan membuat persiapan agar dia bisa meninggalkan Hanyang bersamanya.

Dia bertemu ibunya.

Dia sangat mencemaskannya karena dia cuma punya empat kuku.

Syukurlah. Sangat bagus.

Bagaimana kau melakukannya? Apa kau pakai obat tidur?

Aku menyuruhnya minum mafeisan.

Mafeisan, barang yang digunakan dokter Hua Tuo untuk operasi, bukan?

Kau pernah mendengar soal dia.

Tentu saja. Aku sudah membaca "Three Kingdoms for Kids" berkali-kali.

Three Kingdoms ...?

Tapi mestinya kau memberi tahu soal rencanamu lebih awal.

Itu situasi mendesak,

dan berbahaya untuk diketahui banyak orang.

Apa kau menerima kabar dari Hong Byeolgam?

Ya. Dia memastikan bahwa anak itu melarikan diri dengan selamat.

Kerja bagus.

Sangat gegabah untuk menempatkan dirimu dalam bahaya seperti itu...

...untuk seorang pelayan istana.

Dia bukan hanya seorang pelayan istana.

Jika aku menyerah pada anak ini,

kedepannya akan menjadi lebih mudah untuk menyerah...

...10, 100, dan lalu semua orang-orangku.

Kupikir Cheoljong cuma orang bodoh,

tapi dia sangat bodoh.

Jangan sok mirikin hal-hal hebat.

Kau takkan hidup lama.

Tujuanku bukanlah menjalani hidup yang memalukan.

Itu poin sempurna yang buat pendek umur!

Beraninya dia--

Beginilah cara dia berterima kasih.

Bahasa yang digunakan Ratu berbeda dari orang lain.

"Kamus Bahasa Ratu" itu tak berguna.

Itu diisi dengan liberal dan terjemahan yang salah.

- Kau melihatnya? - Itu terbuka, jadi bisa kulihat.

Tapi, apa posisi ratu selalu berbahaya?

Kenapa semuanya sangat bertekad membunuhku?

Akan kucegah agar hal ini tak terjadi lagi.

Tidak, akan kulakukan dengan caraku.

Pertahanan terbaik adalah menyerang.

Mulai hari ini, aku orang gila di istana ini.

EPISODE 15, X GILA DI ISTANA INI

Apa kau mencoba menyingkirkan Ratu?

Ratu ada di pihak Raja.

Dia memberikan rasa malu dan kelemahan keluarga kita pada Raja.

Dia sudah jatuh cinta pada Raja dan meninggalkan keluarganya.

Itu tidak benar.

Kuyakin kau tak mau mempercayainya...

...bahwa Ratu, orang yang sangat kau kagumi,

tak lain hanya wanita bodoh...

...yang tak berdaya usai jatuh cinta pada pria.

Setelah aku menjadi keluarga ini,

aku melakukan apapun yang Ayah mau agar Ayah menerimaku.

Bukan hanya agar aku bisa tetap di rumah ini.

Aku ingin menjadi seperti Ayah...

...dan menghormati Ayah.

Namun, momen kau mencoba menyakiti Ratu,

kau bukan lagi ayahku.

Siapapun yang mencoba menyakiti Ratu,

aku pasti akan memenggalnya.

Kau boleh pulang kapanpun kau mau.

Meski kau tak menganggap aku sebagai ayahmu,

kau akan selalu menjadi putraku.

Siapa ya, yang menyembunyikan buku besar di Aula Daejojeon?

Tersangka utama...

...adalah dua orang yang punya dendam padaku tanpa alasan.

Ibu Suri Jo dan Jo Hwa-jin.

Kalau mempertimbangkan motifnya, pelakunya adalah Jo Hwa-jin.

Mempertimbangkan tindakannya selama perburuan di Surit-nal, aku yakin.

Namun, Jo Hwa-jin tak dekat-dekat dengan Aula Daejojeon baru-baru ini.

Kalau mempertimbangkan pergerakannya, Ibu Suri Jo adalah pelakunya.

Ini.

Sangat mencurigakan dia sering-sering datang ke sini belakangan ini.

Tentu, Ibu Suri Jo juga punya motif yang jelas.

Apa Ibu Suri Jo?

Rakun kecil itu.

Lantas, bagaimana Ibu Suri mendapatkan buku besar itu?

Itulah misterinya.

Tapi yang terpenting, buku besar macam apa itu?

Aku tak melakukan eksorsisme hari ini.

Maafkan aku atas tindakan kasarku sebelumnya.

Kuyakin kau takkan menundukkan kepala tanpa alasan.

Apa alasannya?

Seperti yang diharapkan,

kau cepat paham.

Terima kasih sudah bergabung dalam pertemuan tak nyaman ini.

Kuyakin kalian sudah menyadari dari insiden hari ini,

Ini waktunya bagi bangsawan untuk hidup,

bukan keluarga kita.

Kita itu Sung Man Chi Han .

(Idiom China Chún Wáng Chǐ Hán: bisa diartikan dekat bagaikan bibir dan gigi.)

Jika 1 dari 2 keluarga hancur berantakan,

keluarga lainnya akan kesulitan untuk bertahan.

Karena itu, sebagai janji keharmonisan antara keluarga kita...

...aku ingin mengusulkan Dae Sa Ryeong .

(Memberikan amnesti/ pengampunan bagi penjahat tertentu atas kejahatannya)

Dae Sa Ryeong ?

Banyak bakat yang kehilangan posisi pemerintahannya...

...karena kesalahan sesaat di antara keluarga kita.

Itu sebabnya kita harus membuat Dae Sa Ryeong untuk mengampuni orang-orang itu.

Dengan kata lain, itu adalah simbol dari janji kita,

dan sebagai hadiah ucapan selamat.

Bagaimana menurut kalian?

Mau bergabung denganku dalam tujuan ini?

Menteri Perang mencoba melakukan trik kotor untuk memenuhi keserakahannya,

dan aku pun bersalah karena tak dapat mengurusnya.

Sebagai hasilnya, aku, Kim Jwa Geun,

mengundurkan diri dari jabatan sebagai Komandan Pelatihan.

Segalanya takkan berakhir bagiku.

Selama aku bernapas.

Makannya pelan-pelan.

Apa lauk pauknya cukup?

Jika aku punya rasa malu, aku harusnya tak makan.

Kenapa kau kabur?

Aku yakin aku memperlakukanmu dengan baik sampai sekarang.

Itu karena--

Ibu?

Ibu.

Ya ampun.

Kau sudah melalui banyak hal, Dam-hyang.

Kau sudah melalui banyak hal, Dam-hyang.

Tak apa-apa.

Tak apa-apa.

Kita harus mencoba tersenyum di sekitarnya.

Yang Mulia tak boleh...

...terus berlarut dalam kesedihan.

Ya.

Yang Mulia. Waktunya makan.

Yang Mulia.

Apa semalam kau tak bisa tidur?

Aku cemas kau akan membebani tubuhmu.

Aku punya banyak pikiran, jadi, aku tak bisa tidur.

Omong-omong, mungkin mereka tidur nyenyak, 'kan?

Maksudmu siapa?

Orang-orang yang mencoba mengacaukanku.

Tadi malam akan menjadi malam terakhir mereka tidur dengan damai.

Kuharap mereka tidur nyenyak.

- Dayang Choi. - Iya.

Kirim seseorang ke ayahku...

dan suruh dia datang ke istana sekarang juga.

Ya, Yang Mulia.

Yang Mulia.

Ayahmu sudah tiba.

Sudah?

Aku baru akan meminta kehadiran Ayah di istana.

Tapi, ternyata kau sudah dalam perjalanan.

Ya.

Sepertinya aku membuat keputusan tepat untuk datang.

- Tempo hari-- - Tempo hari--

Ayah duluan.

Tidak. Kau dulu.

Tidak. Ayah dulu.

- Maafkan aku soal tempo hari. - Maafkan aku soal tempo hari.

- Tidak. Aku dulu yang minta maaf. - Tidak. Aku dulu yang minta maaf.

- Aku dulu. - Tidak, aku dulu.

- Astaga. - Aku dulu.

Astaga. Darah lebih kental dari air.

Benar.

Baiklah, alasan aku ingin menemuimu hari ini...

...karena buku besar.

- Kau tahu soal itu? - Semua orang menggila karenanya.

Buku besar macam apa itu?

Buku besar yang berisi catatan aktivitas ilegal klan kita.

Kelemahan klan Andong Kim.

Itu sebabnya Cheoljong ingin mengambilnya.

Sebenarnya aku juga datang ke sini, untuk membahas buku besar denganmu.

Setelah kau dan Raja tinggal di rumah, buku besar itu menghilang.

Jadi aku mencurigai Raja selama ini.

Tapi baru-baru ini,

seorang budak yang dipercaya dan disayangi kabur.

Untungnya, aku menangkapnya dan bertanya alasan dia kabur.

Sehari sebelum buku besar hilang,

dia membiarkan Permaisuri Eui masuk ke rumah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left