The first 142 lines.
[SEMUA TEMPAT, TOKOH, FIRMA, DAN PERISTIWA DALAM TAYANGAN INI HANYALAH FIKSI]
[SEWA TIGA JAM: 30.000 WON 60.000 WON]
[PUTRIKU SUDAH TIBA DI TEMPAT BIMBINGAN BELAJAR]
[aku memikirkan hak untuk menjadi manusia.]
Waktumu habis.
Sepertinya aku harus pergi.
Lalu kenapa kau datang jauh-jauh kemari?
Tugasku adalah melakukan yang terbaik
untuk memuaskan pelangganku.
Jadi, aku datang ke sini.
Aku akan memperpanjang waktuku.
Bagaimana?
Aku ada janji lain
setelah ini.
Dan pergi ke lokasi kedua itu dilarang.
Tunggu.
Aku yang pergi lebih dahulu.
Ini untukmu.
Tolong berikan ulasan bagus!
[dan dengan bangga mencantumkan nama mereka.]
Kau sudah ditelepon?
Apa maksud semua titik-titik ini?
Telepon apa?
Kau dan Soon-gyu bertengkar?
Lalu apa?
Apa dia sudah tahu...
Kau menemukan bajingan itu, 'kan?
adalah Jeong... Jeong Woo?
Aku benar.
Bukan main.
Aku merinding.
Aku sempat
ketiduran
dan bermimpi bertemu dengan si bajingan itu.
Kau bertemu Jeong-woo dalam mimpimu?
Dari belakang, aku tahu itu Jeong-woo
karena posturnya bungkuk dan cara berdirinya miring.
Apa kau
bicara dengannya?
Ya.
Aku bertanya apa yang dia lakukan dengan uangku selama dua bulan.
Lalu...
Dia menangis?
Jeong-woo menangis?
Ya, dia menangis.
Entah apa karena dia merasa bersalah.
Gang-jae...
Hei.
Kenapa lama sekali?
Sebentar.
Dia masih sangat muda, tapi sering sembelit.
Astaga, dasar bodoh.
Ayam pedas di sebelah sini.
Berapa kali harus kukatakan?
Kapan kau memberitahuku tentang ayam pedas?
Aku baru membuka ini.
Merah di sisi timur, putih di sisi barat.
Makanan merah diletakkan di timur.
Kau tak tahu timur itu di mana, 'kan?
Tentu saja aku tahu!
Di mana?
Di kanan.
Lalu acar lobaknya ditaruh di mana?
Lobak?
Untuk ayamnya?
Ya!
Hei, kau mau ke mana?
Tunggu, Dik.
Kau mau ke mana? Mau kutemani?
Kau memanggilnya "Adik"?
Cap jempol di dokumen perceraianmu masih baru.
Tidak. Besok sudah lebih dari tiga bulan.
Hei, kau mau ke mana?
Aku mau membeli keik.
Keik?
Benar juga. Sekalian beli keik keju.
Untuk apa menaruh keik keju di meja upacara leluhur?
Itu terlalu mewah.
Ibuku suka makanan semacam itu.
Ke mana keik kejunya ditaruh?
Timur atau barat?
Jika itu keju...
Kau jelas tak tahu.
Harus kutaruh di mana?
Di sini?
[KAU DALAM PERJALANAN, BUKAN? JIKA KAU TERLAMBAT, USAI SUDAH.]
Di mana si berengsek Jeong-woo?
Apa yang harus kulakukan?
Kau menangis?
Jeong-woo...
Apa dia menghabiskan semua uangku?
Begini apa?
Hei, ada alasannya kau dipanggil Saja. Katakan saja.
Berhentilah menakutiku.
Aku ditelepon
oleh kepolisian beberapa saat lalu.
Dia sudah mati, ya?
[Mereka mengambil sebuah mobil dari waduk di Gyeonggi-do.]
[dan pergelangan tangan mereka diikat dengan syal.]
Pak.
Keluar.
Permisi.
Lantai 19, bukan?
Ya.
Manajermu datang.
Entahlah. Akan kucari tahu di kantor polisi.
Kau harus ke kantor polisi?
Tidak mungkin.
Aku tidak bisa menyuruh Saja ke sana sendiri.
Benar.
Dia agak...
Hei, kau meminjamkan uang kepada Jeong-woo.
Pasti tak akan dikembalikan.
Sayang sekali.
Berapa banyak?
20 juta won? 30 juta won?
Kau kejam sekali.
Seseorang meninggal, tapi hanya itu yang kau tanyakan?
Kau gila?
Nenekku bilang yang hidup harus hidup.
Gadis sepertimu punya nenek?
Apa?
Meski sikapku seperti ini,
nenekku membesarkanku sampai usiaku 10 tahun.
Kurasa sikapmu
mencapai titik terendah setelah sepuluh.
Aku siap memesan!
Kenapa? Apa yang kau lakukan?
Jangan pesan apa pun.
Kenapa jangan?
Kita hanya akan minum air, lalu pergi.
Tolong ambilkan segelas air.
Teh hijau gratis, bukan?
Pesan sesuatu juga.
Beri dia secangkir teh hijau.
Baiklah.
[PEKERJAAN HARI INI DIMULAI PUKUL 16.00. MULAI BEKERJA]
[PERMINTAAN MANDILAH SEBELUM DATANG KE RUMAHKU]
[DILARANG PAKAI PARFUM JANGAN BANGUNKAN AKU]
[Aku bertemu seorang wanita saat melakukan layanan pengganti.]
[Aku dipekerjakan untuk bersikap seperti anggota keluarganya.]
[ANUGERAH BINTANG FILM POPULER TAHUN INI, PARK JI-NA]
No comments yet. Be the first to leave one.