The first 200 lines.
Tuan, kau memenangkan kasusnya. Selamat.
Tuan, bisa ceritakan perasaanmu untuk kemenangan ini?
Tuan.
Berliburlah. Aku akan menyetir.
Baba, kau menang lagi.
Selamat.
Saru, kau masih di sini.
Cepat, Sayang. Mereka akan segera tiba.
Tunggu.
- Ibu. - Ayo.
Korannya sudah datang?
Keluarga pihak pria datang dari AS.
Bagaimana jika mereka tak suka masakan rumah?
Jadi?
Jadi, apa sebaiknya kita memesan soda?
Makanan instan boleh masuk ke rumah ini saat aku sudah mati.
Baik, Lupakan saja. Maaf.
Sajikan makanan dengan daun pisang segar untuk tamu.
Seperti yang kita lakukan di rumah. Mereka akan menghargainya.
Mereka akan menghormati keluarga Saru, budaya, dan nilai dirinya.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Halo.
Ya, ini Jayram.
Ya, silakan.
Ya.
Begitu.
Begitu.
Begitu.
Mereka batal berkunjung.
Batal?
Kenapa?
Ibunya membuat daftar 10 gadis...
...karena anaknya berada di AS.
Dia menyukai gadis pertama yang dia temui.
Jadi, untuk apa datang kemari dan menyakiti putri kita?
Itu kata mereka.
Kemas bekalku dan Saru.
Aku akan mengantarnya ke perpustakaan dan berangkat ke kantor.
Kantor? Bukankah kau cuti hari ini?
Tak ada lagi alasan untuk cuti.
Dia dan dunia tak sejalan.
- Dia tak pernah mendengarkan... - Ibu!
Pria itu tak datang. Jadi, apa artinya?
Bicaralah perlahan, ayahmu akan mendengarnya.
Apa ini berarti pernikahanku dengan Sanjay akan ditunda lagi?
Kaveri, Ibu sudah sering bilang.
Saru kakakmu. Dia akan menikah dahulu.
Kau tak bisa menikah sebelum itu. Jangan berdebat dengan Ibu terus soal ini.
Kenapa kau tak mencari pria sendiri?
Apa itu hanya tanggung jawab kami?
Mencari dan menemukan seseorang itu berbeda.
Aku bukannya tak pernah menyukai orang.
Tapi jika itu tak berbalas, maka aku bisa bagaimana?
Aku harus bergantung pada keluargaku...
...untuk mencarikan pria yang sesuai dan menikah.
Lift!
Lift!
Lift ini juga.
Buang-buang waktu saja.
Ayo, Saru.
Ada apa ini? Menahan lift?
Tak senonoh di tengah masyarakat!
Orang-orang harus berangkat bekerja!
Ayo, Saru!
- Kami butuh paraf di cek deposit. - Sedang apa kalian di sini?
- Tn. Jayram. - Aku mencarimu, Tn. Sekretaris.
Tuan, kami memesan balai untuk AGM.
Baik.
Tapi omong kosong apa ini di depan umum?
Ini berlebihan.
Aku anggota pendiri masyarakat ini.
Tapi itu tak menakutinya.
Dasar berandal telanjang tak tahu malu.
Maksudmu penghuni 20/52?
Dia penjahat. Sungguh.
Dia dipenjara di usia 13 tahun.
Kasus pembunuhan.
Kenapa kau memberi NOC pada penjahat seperti dia?
- Kami tak bisa menghentikannya... - Begini.
Pemilik aslinya, Nn. Lily...
...menyerahkan apartemennya untuk pria itu.
- Nn. Lily? - Ya.
Dia wanita terhormat.
Tapi malah menyerahkan rumahnya pada sampah jalanan.
Dia bukan sampah jalanan. Aku dengar, ayahnya tokoh besar.
Jika menentang, dia berbicara soal hukum atau lainnya.
Pengetahuannya bagus soal hukum dan peraturan daerah.
Kami bisa bagaimana?
Jadi, kau membiarkan narapidana yang sok jadi pengacara itu mengintimidasimu?
Lalu mengubah pemukiman ini jadi bar?
Aku bisa bagaimana?
Bagaimana seorang sekretaris bisa menghentikan para gadis untuk datang?
Tugas sekretaris itu mempertahankan disiplin warga.
Jika kau tak mampu, lebih baik mundur. Kami akan memilih orang lain.
Ayo, Saru.
Apa salahku?
Taksi!
Sejak kapan kau mulai membaca puisi cinta?
Produk sia-sia.
Buku seperti itu tak menambah IQ.
Saraswati Parthasaarthy.
Penelitian yang kau berikan soal tren bursa...
...itu luar biasa.
Bosku ternganga.
Saru.
Aku butuh bantuanmu.
Kantorku mengadakan pesta musim panas...
...untuk anak-anak kurang beruntung.
Tapi orang yang seharusnya berkostum beruang jatuh sakit.
Jadi, bisakah kau memakai kostum beruang penari?
Tolong jangan menolak.
Ini untuk amal.
Itu proyek berharga istri bosku.
Kau akan sangat membantuku jika menerimanya.
Tolong.
Jangan tanyakan kondisi hatiku...
...Sayang
Hatiku mabuk...
...oleh cintamu
Nuansanya
Jangan tanyakan kondisi hatiku, Sayang
Bagaimana Saru si cengeng bisa jadi beruang lompat hari ini?
Apa yang dijanjikan Abhimanyu kali ini? Ciuman? Pelukan?
Atau bergandengan pun sudah cukup untukmu.
Kartu Valentine anonim yang kau kirim untuk Abhimanyu...
...semua orang sungguh menyukainya di kantor.
Saat senja tiba
Aku memikirkanmu
Membawakan badai
Kau berada dalam kenanganku
Tiap hasrat tak lengkap
Hatiku tersesat dalam kenakalan
Karavan impian
Rangkaian percakapan
Mengikutiku ke mana pun aku pergi
Baik siang ataupun malam...
...semua terhanyut renungan
Nuansanya
Jangan tanyakan kondisi hatiku...
...Sayang
Berhentilah melepas pakaianmu!
Astaga!
Maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Aku kira beruangnya pria.
Kenapa kau tak melepas baju Eskimo itu saja?
Kau akan meleleh dalam suhu ini.
Cepatlah.
Permisi.
Kepalamu.
Terima kasih.
Dengar, bisakah kau merekomendasikanku buku?
Buku?
Seperti apa?
Seperti jika seseorang bebas dari penjara setelah delapan tahun...
...apa yang harus dia baca?
Sesuatu yang seperti itu.
Entah bagaimana kau jadi begitu dekat denganku
Semua orang lain terasa asing bagiku
Aku merasa hidup dengan tiap napasku
Tolong jangan pergi
Suasana diam membeku
Momen ini terasa membahagiakan
Aku sendirian di sini
Aku tak mau melihatmu lagi.
Menyingkirlah!
Berengsek!
Semoga kau mati!
Mati saja.
Aku tak akan menemuinya lagi.
Tak akan pernah!
Saru, Sanjay menemukan pria yang cocok untukmu.
Dia tinggal di Denmark.
Bekerja untuk Mars Electronics.
Dia akan menemuimu besok.
Tapi Ibu dan Ayah pergi ke Tirupati besok.
Sanjay memintanya secara pribadi, jadi Ayah sudah mengizinkannya.
Dia pria baik.
IIT, IIM.
Juga seorang Vaideki Brahmin.
Bahkan zodiaknya pun cocok.
Tapi aku tak tenang tanpa kalian.
Jika semua lancar, itu bagus. Jika tidak, itu lebih baik lagi.
Karena itulah kehendak Tuhan.
Hai.
Baik.
- Hai. - Halo.
- Mau teh atau kopi? - Tidak, terima kasih.
- Aku akan memanggil Saru. - Baik.
Ayo, cepat.
Apa ini?
Ayo.
Mari.
- Dia kakakku, Saru. - Hai.
Senang kalian datang.
- Senang bertemu kalian. - Sama-sama.
- Terima kasih. Sampai jumpa. - Terima kasih.
Sampai besok.
Sempurna untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.