The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 69"
Bu Choi, ada apa Anda kemari?
Bagaimana Anda tahu alamatku?
Mencari alamatmu adalah hal mudah.
Bisakah kita bicara?
Tentu, silakan duduk.
Anda mau teh?
Tidak, terima kasih.
Ada sesuatu
yang perlu kita bicarakan sebelum Si Woo kembali.
Soal apa?
Astaga, mataku perih.
Punggungku juga sakit.
Omong-omong, sweter siapa itu?
Sepertinya itu bukan ukuran Nam Jin.
Ini... Aku ingin memberikannya kepada Pak Heo.
Bagaimana menurutmu? Apakah tampak bagus?
Astaga, itu tampak bagus.
Dia akan menyukainya.
Jujurlah kepadaku.
Kamu menyukai kakakku, bukan?
Astaga, bagaimana jika seseorang mendengarmu?
Beraninya orang kampung sepertiku
menyukai Pak Heo?
Astaga, aku serius.
Kami di sini, Ibu.
Ya. Silakan masuk.
Bu Yang.
Aku sangat merindukan Anda.
Ya, Sayang. Kenapa kamu seperti anak kecil hari ini?
Aku kesal sekali seharian,
- tapi Anda selalu menyemangatiku. - Benarkah?
Astaga, kalau begitu, mau kuberi seratus pelukan?
Kenapa kamu kesal?
Nam Jin membuatmu kesal?
Astaga, bukan aku.
Tiruan desainnya
diimpor dari Tiongkok, itulah yang membuatnya kesal.
Tiruan desain?
Jangan khawatir.
Aku akan pergi ke Tiongkok besok pagi untuk menyelesaikannya.
Itu karena desain Seung Joo sangat bagus.
Itu sebabnya mereka sangat ingin menirunya.
Mereka bisa meniru semua yang mereka inginkan.
Desainer aslinya ada di sini.
Astaga, kamu dan calon ibu mertuamu
tidak akan pernah bertengkar. Benar?
Untuk apa aku bertengkar dengan ibu mertuaku? Aku tidak mengerti?
Kamu.
Sampai kapan kamu berniat tinggal bersama Si Woo?
Apa?
Apa maksud Anda?
Tinggalkan dia.
Pergilah dari hidupnya untuk selamanya.
Anda mengatakan telah merestui hubungan kami.
Kenapa tiba-tiba Anda bersikap seperti ini?
Aku mengira kamu pintar, tapi ternyata kamu tidak mengerti.
Saat Si Woo mewarisi Hyunkang,
untuk apa kubiarkan dia bersamamu, gadis yang tidak jelas?
Belum lagi,
ibumu yang kurang terpelajar
dan tidak sopan.
Jadi, sejak awal,
Anda tidak berniat untuk benar-benar merestuiku.
Tentu saja tidak.
Lalu kenapa Anda melakukan itu?
Kenapa di depan semua orang, Anda mengatakan telah merestui kami?
Aku takut Si Woo akan pergi.
Jika Si Woo pergi,
aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku.
Aku tidak bisa meninggalkannya.
Aku mencintainya.
Aku akan hidup seolah-olah aku sudah mati.
Aku akan hidup tenang seperti debu.
Jadi, kumohon jangan meminta aku meninggalkannya.
Jika kamu tidak meninggalkannya, aku akan mati.
Bu Choi.
Kamu tahu kenapa
ayahnya Si Woo menikahi wanita lain, bukannya aku?
Aku menyerahkan dia kepada wanita itu.
Katanya, dia lebih baik kabur bersamaku,
tapi kubuat dia meninggalkanku.
Dahulu, keadaan Hyunkang sama sekali tidak baik.
Hyunkang membutuhkan bantuan
dari keluarga ibu kandungnya Nam Jin agar memiliki masa depan.
Itu sebabnya kuserahkan dia kepada wanita itu.
Karena aku mencintainya.
Aku tidak ingin keluarganya gagal
karena wanita sepertiku.
Jika Si Woo menikahi gadis dari keluarga terpandang,
itu akan menjamin dia memiliki masa depan yang sukses.
Haruskah dia merelakan semuanya
demi gadis sepertimu?
Begitu caramu mencintainya?
Aku...
Aku sungguh tidak tahu bagaimana keadaannya.
Aku hanya ingin tetap di sisinya.
Bu Choi.
Tolong beri aku kesempatan.
Aku akan sangat baik kepadanya.
Kalau begitu, aku terpaksa mati.
Kamu pikir kalian berdua akan bahagia jika aku mati?
Akankah dia tetap bersama wanita yang membuat ibunya meninggal?
Tidak. Si Woo tidak akan pernah melakukan itu.
Tiap kali melihatmu, dia akan teringat kepadaku.
Lalu perlahan-lahan, dia akan mulai
makin membencimu.
Anda kejam sekali.
Apa yang akan kamu lakukan?
Bu Choi, kumohon.
Bu Choi, jangan!
Bu Choi!
Akulah orang yang memintanya menyingkirkan Nam Jin.
Aku melakukan itu demi putraku, Si Woo.
Demi putraku, Si Woo,
aku bahkan rela masuk neraka.
Bagaimana denganmu? Apa yang bisa kamu lakukan untuknya?
Jika kamu tetap bersikeras untuk bertahan,
saat kamu pergi,
aku akan masuk ke sini dan menggantung diriku.
Kamu pikir aku tidak bisa melakukan itu?
Aku akan meninggalkannya.
Aku akan pergi.
Jadi, tolong hentikan ini.
Bagus.
Kapan kamu akan meninggalkan dia?
Dan bagaimana kamu akan pergi?
Saat Pak Choi kembali...
Apa yang akan kamu katakan kepada Si Woo?
Kamu pasti akan mempertahankannya dengan menjadikanku alasan.
- Tapi aku harus memberitahunya... - Kalau kamu memberitahunya,
kamu pikir Si Woo akan melepasmu begitu saja?
Itu yang kamu inginkan?
Bukan seperti itu.
Pergilah hari ini.
Pastikan
Si Woo akan merelakanmu.
Pastikan kamu ingin mengakhirinya lewat surat atau pesan teks.
Pastikan dia tidak akan pernah mencarimu lagi.
Tinggalkan ponselmu.
Aku yakin setidaknya kamu bisa melakukan itu.
Ibu, bolehkah aku berkunjung lagi?
Tentu saja. Kamu tidak perlu bertanya.
Pak Lee, hati-hati dalam perjalanan ke Tiongkok besok.
Pastikan pabrik di Tiongkok berhenti menyalin desainku, ya?
Baiklah, aku akan melakukannya.
- Aku akan memulangkan Seung Joo. - Tentu.
- Aku permisi. - Sampai jumpa.
Halo.
Kamu di sini lagi.
Kini kamu kemari seolah-olah ini rumahmu.
Aku mengundangnya.
Rumah ini juga milikku.
Apa salahnya sering mengunjungi calon ibu mertuanya?
Seung Joo mencerahkan suasana di rumah ini.
Apa yang kamu katakan?
Kamu juga tidak menunjukkannya kepadaku.
Lihat. Kita punya sepasang piring yang sama.
Kita juga punya sepasang mug yang sama.
Ada yang sudah ditelepon Jin Ah?
Benar juga. Ada apa dengannya?
Dia tidak pernah terlambat meskipun situasinya mendesak.
Benar. Mungkinkah dia sakit?
Aku akan meneleponnya.
Nomor ini sedang tidak aktif. Silakan tinggalkan pesan...
Ponselnya tidak aktif.
Apakah terjadi sesuatu kepada Jin Ah?
Dia belum datang dan tidak meminta izin sakit.
Jin Ah belum datang?
Mungkinkah dia sedang sakit?
Kamu sudah meneleponnya?
Ponselnya tidak aktif.
Dia tampak baik-baik saja saat makan malam kemarin.
Benar.
Apa yang dikatakan Yeon Ji? Dia tinggal bersama Jin Ah.
Katanya, Jin Ah sudah pindah.
Kurasa Jin Ah menemukan tempat untuk tinggal sendiri.
Begitukah? Aku khawatir.
Adakah yang tahu di mana alamatnya?
Tidak. Tidak ada yang tahu kecuali Pak Choi.
Aku yakin dia baik-baik saja.
Suruh Si Woo pergi ke rumahnya saat dia kembali.
Kamu memecat Seon Gyu?
Kenapa? Dia berulah lagi?
Dia mengambil uang
dan meninggalkan kafe karena melakukan dua pekerjaan.
Dia menyusahkanku, jadi, aku memecatnya.
Di mana Seon Gyu sekarang?
Kamu tahu di mana dia bekerja?
Aku tidak tahu.
Aku hanya mendengar dia mendapat upah besar.
Hei, Seon Gyu. Di mana kamu sekarang?
Kakak, aku tidak bisa bicara sekarang karena sedang bekerja.
Nanti akan kutelepon lagi.
Kamu sedang bekerja? Pekerjaan macam apa?
Aku bekerja sebagai sopir taksi pengganti.
Aku mendapat pelanggan. Aku tutup teleponnya, Kakak.
No comments yet. Be the first to leave one.