The first 200 lines.
Kau ingin aku menunggu dan melihat ini?
Apa itu polisi?
Ini baru permulaan.
Tak mungkin aku mau berdamai.
Apa egomu terluka separah itu?
Kau berolahraga?
Ini akan butuh dua pekan untuk sembuh.
Aku akan berdamai jika kau mencabut gugatannya.
Jangan buat ini menjadi lebih buruk.
Kita berada di situasi yang tak terduga.
Kurasa begitu.
Haruskah kita langsung membicarakannya?
Atau kau butuh waktu untuk berpikir?
Tolong beri aku waktu untuk berpikir.
Apa yang harus kulakukan di kantor polisi?
Aku belum pernah ke sana
dan itu membuatku takut.
Kau bawa mobil?
Aku punya SIM,
tapi ibuku bersikeras itu berbahaya.
Dia ingin aku naik taksi atau transportasi umum.
Aku mudah takut.
Di sisi lain, ibuku pengemudi yang hebat.
Dia yang mengantarkanku ke sana kemari.
Apa kau anak mama?
Tentu saja tidak. Kami dekat, itu saja.
Sangat dekat.
Benar. Begitu rupanya.
Tak semua anak perempuan dekat dengan ibu mereka.
Aku khawatir kau tidak akan ikut denganku.
Itu sebabnya aku terus bicara.
Setidaknya itu bisa menunda penolakan.
Biar kuantar.
Jangan berpikir aku bersikap baik kepadamu.
Ini layanan yang kuberikan kepada klien mana pun,
jadi, jangan terlalu memikirkannya. / - Baiklah.
Ayo.
Permisi sebentar.
Tentu. Jangan hiraukan aku.
Hei, Yoonsoo.
Aku tak bisa bicara sekarang. Kutelepon nanti.
Tentu. Ini tentang kencan buta yang kau minta.
Banyak wanita zaman sekarang belum bisa menikah.
Dia putri seorang teman pimpinan
yang bermain golf denganku.
Kubilang, akan kutelepon kembali. / - Baiklah.
Ayahnya adalah ketua Toserba Ashin.
Usianya 36 tahun seperti kita.
Mereka senang dengan ide kencan buta.
Kau mungkin terlambat menikah, tapi kau beruntung.
Apanya yang "bicara nanti"?
Kau akan membalas Youngeun karena mencampakkanmu.
Benar, aku tutup sekarang.
Aku ragu kita perlu bicara lagi tentang ini.
Kau sudah mengatakan semuanya, bukan?
Beri tahu aku. Kau ikut atau tidak?
Lupakan saja! / - Dasar bedebah gila.
Kau memintaku menjodohkanmu. Dia gadis kaya!
Yuna.
Halo, Bu.
Aku senang kita bertemu.
Sebenarnya aku memang akan menemuimu.
Aku tak bisa menghubungimu.
Apa ada masalah?
Sudah kubilang aku akan memperpanjang kontrakku.
Sewa rata-rata naik dalam sebulan terakhir.
Aku harus menaikkan uang sewa atau deposit.
Lagi pula, ini pekerjaanku.
Berapa kenaikan sewa yang kau harapkan?
Deposit 10.000 dolar
atau sewa bulanan 500 dolar.
Bagaimana?
Baiklah.
Aku setuju jika lulus ujian patissier hari ini.
Aku suka karena semuanya selalu mudah denganmu.
Aku yakin kau akan lulus. Semoga berhasil.
Terima kasih.
Semoga berhasil.
Aku akan menunggu di luar.
Aku pria yang tidak pernah menyerah.
Ini tidak akan membuatku jatuh cinta kepadamu.
Aku bisa melakukan ini.
Totalnya tiga jam 40 menit.
Sebelum kita mulai,
biar kuingatkan aturannya.
Bahan di meja kalian tidak akan disediakan lagi.
Ujian akan dimulai sekarang. Silakan.
Maaf. Terlepas karena pergelangan tanganku cedera.
Tak apa.
Tapi peraturan menyatakan bahwa bahan
tak bisa diisi ulang setelah uji pengukuran.
Kau bilang tak apa, bisakah ada pengecualian?
Aku tidak akan meminta lebih banyak bahan.
Aku akan memakai sisa makanan dari yang lain.
Kunyatakan bahwa kau gagal.
Kenapa kau keluar begitu cepat?
Kau sudah selesai membuat kue? Kau lulus ujian?
Hei. / - Astaga.
Aku tidak melakukan apa pun.
Ujianmu gagal, bukan?
Ya. Kau senang?
Kau menganggapku apa?
Kau kejam kepada orang lain hanya karena kesal.
Itu tidak adil.
Aku tidak bermaksud membuatmu menangis.
Aku tidak bisa menahannya.
Kalau begitu menangislah. / - Aku ingin mati.
Baiklah. Mari mati bersama.
Kenapa kau ingin mati?
Aku tidak sekarat.
Aku hanya mengatakan itu untukmu.
Ayo. / - Ke mana?
Lewat sini.
Bagaimana kau tahu semua itu?
Aku juga menangani kasus kriminal.
Aku senang kau ada di pihakku.
Jadi, Park Junhyung
merobek kertasnya
dan melemparkannya kepadamu.
Lalu, kau marah
dan memukulnya
dengan tasmu.
Apa?
Jika seperti itu,
dia butuh lebih dari dua pekan untuk sembuh.
Jika aku sengaja memukulnya,
dia akan dirawat di rumah sakit selama sebulan.
Kurasa Park Junhyung menuntutnya agar dia
diuntungkan dalam gugatan pembatalan pernikahan.
Kau tidak akan mencapai kesepakatan?
Denda akan masuk catatan kriminalmu.
Kami tahu itu.
Ayo.
Aku sudah memutuskan.
Kubiarkan bintang itu masuk ke catatan kriminalku.
Aku tidak akan membatalkan kasus atau berdamai.
Apa mengatakan itu
membuatmu merasa lebih baik?
Ya.
Mudah sekali menjadi mantan narapidana.
Kalau begitu, aku permisi.
Terima kasih untuk hari ini.
Aku senang kau ada di pihakku.
Ya, Pak Lee.
Seongsu. Mengenai bukti untuk kasus Hyeon Mirae.
Aku butuh salinan ijazah terdakwa.
Bawakan kepadaku begitu aku kembali.
Kau bisa memintanya saat tiba di sini.
Kenapa terburu-buru?
Baiklah.
Dia benar.
Kenapa aku terburu-buru?
Bagaimana menurutmu? Aku dapat ini sebagai hadiah.
Bintang?
Astaga, aku benci itu.
Kau menyukainya? / - Ya.
Kurasa Mirae tidak menyukainya.
Dia tidak mengatakan apa pun.
Dia pergi ke forum mediasi.
Dia belum pulang. Suasana hatinya pasti buruk.
Aku mengiriminya foto untuk melihat keadaannya.
Aku tak ingin langsung bertanya soal mediasi itu.
Aku pulang. / - Dia kembali.
Kau tidak menerima pesanku?
Kenapa tidak membalas?
Bintang.
Cantik, bukan? Kau suka bintang.
Aku tak suka bintang.
Sebenarnya, aku tidak pernah menyukainya.
Aku benci bintang.
Astaga. Ada apa dengannya? / - Entahlah.
Bukankah kau terlalu mudah marah?
Ibu menyuruhku mengeluarkan emosi!
Astaga, dia hanya mendengarkanku di saat begini.
Dia selalu mendengarkanmu.
Ini sangat mengesalkan.
Ini juga akan berlalu.
Biarkan saja dia untuk saat ini.
Aku suka antingmu.
Bintang tampak bagus padamu. Itu berkilau.
Kubiarkan bintang itu masuk ke catatan kriminalku.
Aku tidak akan membatalkan kasus atau berdamai.
Jokbal ini sangat lezat.
Aku mengantre selama satu jam.
Dengar, kau bisa memasak di rumah.
Dia bekerja keras seharian.
Kenapa membuatnya mengantre untuk membeli ini?
Kau juga menyukainya.
Restoran ini sangat populer
mereka pikir mereka hebat.
Restoran macam apa yang tidak memakai
aplikasi pesan antar belakangan ini?
Berikan itu.
Buatkan ssam untukku.
Lupakan! Biar aku saja.
Buka.
Ibu juga mau? / - Lupakan saja!
Aku punya tangan sendiri.
Aku bisa membuat ssam.
Aku pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.