Release info

내가가장예뻤을때ㆍWhen I was the Most Beautiful E05-E06 NEXT
내가가장예뻤을때ㆍMy Prettiest Day E05-E06 NEXT
A Commentary by mutiqoos
runtime: 01:05:20 | maaf kalau ada typo :D

Tags

other
Published on: 2020-08-28
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ssaem, bisa datang ke tempat kita mengambil siput rawa?

Aku akan menemuimu di sana jam enam.

Aku tidak bisa berenang.

- Ayo tangkap! - Ayo!

- Di sana. - Di sana.

- Di mana? - Di mana?

- Di sana. - Di sana.

- Di sana. - Astaga.

- Kemari. - Astaga.

- Sial. - Astaga.

- Lihat ke sana. - Bisa tidak, sih?

- Lepas? - Apa?

Hwan!

- Apa? - Apa itu Hwan?

Apa kalian memanggilnya?

Tidak, dia tiba-tiba datang.

Kenapa?

Hwan.

Lagi ngapain kau sendirian?

Apa itu? Kau lagi nunggu cewek?

Apa?

Apa itu? Untuk siapa itu? Aku yakin itu bukan untuk Da Woon.

Jangan bilang ini untuk Ssaem.

Aku tahu itu sejak kau meminta kami untuk tidak membicarakannya.

Kalian berdua sangat dekat.

Kau bahkan naik sepeda barengan.

Hati-hati kalau ngomomg.

Sepertinya kau sudah gagal untuk ketemu.

Ayo tangkap ikan bersama kami.

Dia benar. Ayo ayo. Ayo kita tangkap ikan saja.

Jadi memang benar kau sedang menunggu Ssaem?

- Aku yakin. - Apa?

Dia yang terbaik dari semua guru PKL.

Guru PKL Bahasa Inggris bodinya aduhai banget.

- Oh Ye Ji lebih seksi. - Dia lebih seksi.

- Dia yang terbaik. - Hei.

Jangan sembarangan ngomong.

Apa dia kakakmu atau apa?

- Ingin melihat sesuatu yang luar biasa? - Apa itu?

Lihat. Ini teteknya.

Apa? Kapan kau fotoin ini? Dasar cabul.

- Hei, hei. - Hentikan.

- Apa yang salah? - Hei, hei.

Di dalam mobilmu segala ada.

Kau mengingatkan aku pada Bear Grylls.

Aku tidak tahu kapan aku akan pergi...

dan apa yang akan terjadi kemanapun aku pergi.

Aku baru pertama kali melihat orang seperti Abangnya Hwan.

Jin.

Namaku Jin, bukan Abangnya Hwan.

Jangan memaafkan siapa pun yang membuatmu terluka...

dengan dalih anggota keluarga.

Mereka yang memiliki keluarga bahagia tidak tahu bagaimana rasanya.

Jika kau tidak punya apa-apa,

kau tidak bisa melepaskannya hal buruk juga.

Jangan bergantung pada orang.

Orang hanya saling menyakiti.

Alam...

adalah satu-satunya kenyamanan kita.

Apa yang membuatku nyaman...

adalah ketulusan orang yang membuatku mengalami ini.

Kau bahkan tidak tahu niatku.

Waspadai orang lain seperti yang selalu kau lakukan.

Jangan mudah membuka hatimu,

tapi jangan ditutup semudah itu.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Anda akan diarahkan ke pesan suara. Silakan tinggalkan pesan setelah...

Mereka sangat totalitas.

Mereka pasti menghabiskan malam bersama.

Ahjussi!

Ahjussi!

Ada apa kemari jam segini? Hwan tidak ada.

Ahjussi.

Ada masalah besar.

Mandi lalu keluar.

Jika kau mau, kau bisa istirahat lebih banyak.

Bagaimana dengan kau?

Aku akan pergi ke sauna.

Aku akan menunggu di ruang tunggu, jadi luangkan waktumu.

Ada apa ini?

Itu cocok untukmu?

Iya.

Cocok denganmu.

Bagaimana kau tahu ukuranku?

- Aku tidak tahu, kok. - Tapi ini sangat cocok untukku.

Aku hanya memberi tahu tinggimu pada petugasnya.

Mereka melakukan sisanya.

Apa kau kecewa?

Anu...

Aku kira kau punya mata yang tajam.

Bahkan jika aku melakukannya, Aku harus berpura-pura tidak melakukannya.

Sekarang agak terlamat kalau pura-pura tidak tahu.

Aku tidak bisa berpura-pura tak tahu,

tapi aku juga tidak bisa menjadi seseorang yang berpengalaman.

Gula?

Jangan mendekatiku.

Aku tidak bodoh.

aku tahu kenapa kau memperlakukan aku dengan sangat baik.

Aku lega.

Aku khawatir kau hanya akan berpikir...

ini semua hanya untuk bersenang-senang seperti anak kecil yang telah mengunjungi taman hiburan.

Kau tahu betul bahwa aku tidak dalam posisi untuk berpacaran.

Ayahku...

awalnya terbaring di tempat tidur.

Dia mendedikasikan segalanya untuk rehabilitasinya.

Begitulah akhirnya dia bisa berjalan dengan menggunakan kruk.

Orang tua kita telah berpisah.

Aku tidak berpikir kalau kondisiku juga bagus.

Setelah kau mengetahui tentangku,

kau pasti ingin melarikan diri.

Apapun yang terjadi pada orang tuamu tidak ada hubungannya denganmu.

Aku tidak peduli bahkan jika kau telah melakukan pembunuhan.

Aku yakin kau punya alasan.

Kau tidak tahu apa-apa tentangku.

Aku mendengar kau ada banyak wanita di sekitarmu.

Di mana kau dengar hal yang menggelikan itu?

Sekarang tidak ada siapapun. Aku yakin. Seorangpun.

Dan aku yakin kau juga lajang.

Kenapa kau berasumsi begitu?

Ini tidak seperti ada tulisan "Single" di dahiku.

Tidak ada pria yang membiarkan wanitanya menderita seperti ini.

Hai, Da Woon.

Apa? Hwan?

Siapa yang dia pukul?

Dia butuh istirahat.

Aku tidak melakukan apapun,

tapi dia tiba-tiba memukulku.

- Aku tahu, anakku. - Oh sayang.

Aku benar-benar minta maaf.

Kau bisa marah padaku,

tapi tolong maafkan anakku.

"Memaafkan"?

"Memaafkan"?

Lihatlah dia. Bagaimana kau bisa mengatakan itu ketika anakku terlihat seperti ini?

Aku tidak peduli.

Siapapun yang melakukan penyerangan harus masuk ke balik jeruji besi.

Menilai dari apa yang dia lakukan pada anakku,

ini harus dicatat pada lembar SKCK-nya!

Bu.

Kita berdua orang tua...

Aku tidak pernah membesarkan anakku seperti itu!

Itu semua salah ku.

Aku menghapus SMS yang dia kirimkan padamu.

Dia sedang menunggumu...

saat dia berkelahi dengan orang-orang yang sedang memancing.

Dia mengirimiku sms?

Apa yang dia katakan?

Apa yang dia katakan? Apa dia akan menulis surat permintaan maaf?

Dia tidak mau bicara. Sedikitpun.

Ini salah In Ho.

Menurut Mandu... Maksudku, Jung Il...

In Ho diam-diam merekam video guru PKL.

Dia telah mereset ponselnya, jadi tidak ada bukti.

Masalahnya adalah, dia tidak perlu melakukan kekerasan.

Gigi In Ho patah, dan membutuhkan perawatan delapan minggu.

Orang tuanya ingin menuntut Hwan.

Bukankah ini akan menimbulkan masalah baginya bahkan jika dia pindah sekolah?

Dia tidak akan bisa masuk ke Ivy League.

Kalau begitu biarkan aku berbicara dengannya.

- Tentu. - Baik.

Aku pikir hanya dia yang dipukuli,

tapi kau juga terlihat sangat buruk.

Kenapa kau tidak datang?

Kakakmu telah membawaku ke suatu tempat.

Kita pergi ke pantai sebentar.

Maaf aku tidak ke sana.

Dan...

Terima kasih...

untuk membelaku.

Biarkan aku membantumu.

Kau perlu bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan.

Kau harus menulis surat permintaan maaf dan meminta maaf kepada mereka juga.

- Ayahmu dan aku akan bicara... - Lupakan.

Jika mereka ingin aku berhenti sekolah, Aku akan berhenti.

Jika aku harus di hukum, akan aku terima.

Kenapa kau melakukannya?

Aku tahu kau ingin membelaku,

tapi itu terlalu berlebihan.

Kenapa kau sangat marah?

Karena aku masih terlalu muda.

Karena aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Aku tidak bisa melindungimu...

bahkan saat wanita itu datang dan menyebabkan keributan.

Dan...

Aku tidak bisa menghentikan Hyung-ku dari mendekatimu.

- Hwan... - Satu-satunya...

Yang bisa aku lakukan untukmu adalah menghajar orang itu...

yang tidak menghormatimu.

Kau harus pulang. Aku akan berbicara dengan orang tuanya.

Berada di rumah tidak akan membuatku merasa lebih baik.

Tapi Ayah pasti lelah.

- Yeobo. - Apa ruangan ini?

Kau siapa?

Menurutmu dia siapa?

Dia wanita menyedihkan yang meninggalkan suaminya.

Karena ibunya tidak ada,

anak-anakmu akhirnya menjadi preman.

Ayolah.

30 juta won.

Apa kau mencoba untuk menutupi ini dengan uang? Tidak akan bisa.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left