The first 174 lines.
Mereka terlalu lama.
Harus ada yang periksa ke kuil.
Baiklah.
Hei, tutup lagi pintunya sebelum…
Kau yang menciptakannya.
Kau yang memberinya nyawa.
Dalam setengah jam, aku akan ditelan oleh Yamatagi-Madara.
Lalu desa ini, akan sekali lagi merasakan amarahnya dan akan dilahap.
Mengetahui ada risiko macam itu…
Betapa bodohnya aku.
Maka setidaknya,
biarkan aku meningkatkan kekuatan untuk menolak dari dalam si ular
dengan kekuatan dosa.
Kebencian dan niat membunuh memicu munculnya kutukan.
Untuk setiap luka yang kau berikan kepadaku,
aku memintamu untuk melepaskan nyawamu dalam jumlah yang sama.
Kemungkinan pada saat itu
si gadis kuil Adik menjadi satu dengan separuh tubuh ular,
melahirkan Yamatagi-Madara.
Jangan pernah mendekatinya.
Jika melihat, tertimpa kesialan. Jika mengotori, kena kutukan.
Sejak zaman dulu,
ia dikenal sebagai Yamatagi-Madara.
DARA-SAN OF THE REIWA ERA
DILARANG MASUK
MISOGIYA
Ya!
Hai, Saeko.
Ini barang yang kau minta dari acara tempo hari.
Aku juga tak sabar menantikan konser kepulangan UZ tahun ini.
Tentu.
-Ada apa? -Ada apa?
Maaf.
Silakan masuk.
Terima kasih.
Saat aku memasuki rumah manusia,
Aku mengganti ruang itu untuk sementara dengan domainku sendiri.
Kuil Hirahino menyambutku selama festival.
Dan gadis kuil ini masuk ke domainku seolah-olah dia telah diterima olehnya.
Aku akan pergi ke kuil sebentar.
Ya, ayo!
Kami juga ikut!
Seharusnya aku pergi diam-diam.
KUIL HIRAHIRO
Omong-omong, dewa apa yang disemayamkan di sini?
Yah…
Dewi Agung dari Ksatria Elf yang Tenang. Dia amat terkenal.
Setidaknya berusahalah agar lebih masuk akal.
KUIL HIRAHIRO
-Aku menemukan pamflet. -Bagus, Hinata!
Katanya dewa utama yang disemayamkan di sini adalah Dewi Amayatsu-Koharu.
Dan dewa pendampingnya
bernama Dewa Tokanehiko.
Yang satu melindungi kedamaian dan kelimpahan gunung,
lalu yang satunya melindungi pertukangan dan pemukiman.
Jika dipikir, tarian pembunuh ular ditampilkan sebagai persembahan.
Mungkinkah itu kisah saat kau mengalahkan ular pada zaman dulu?
Entahlah.
Detail cerita bisa ditambah atau dikurangi,
cerita berubah sesuai kebutuhan manusia.
Jadi, apa urusanmu di sini sudah selesai?
Apa?
Yamatagi-Madara yang dikenal di antara manusia saat ini
adalah dewa pemarah yang terlahir saat ular itu menelan sang gadis kuil kembar.
Jika begitu, kurasa dewa yang disemayamkan di sini
ditujukan untuk sosok yang menyegelnya setelah kejadian itu.
Tapi sebenarnya,
ceritanya diubah oleh mereka yang tahu aku menjaga segel ular itu.
Mereka ubah namaku, memelintir kisahnya, lalu mulai menyembahku.
Itulah sebabnya domain suci ini tidak menolakku.
Kira-kira seperti itulah intinya.
Jika aku jadi wali kota…
Kujadikan dewi kita sebagai maskot kota dan hidupkan lagi tempat ini.
Seorang dewi, gadis kuil kembar, dan Dara-san.
Daftarnya sudah lengkap. Walau ada beberapa yang tumpang tindih.
Bagaimanapun juga semuanya adalah aku.
Kelihatannya itu ide bagus.
Gadis kuil itu.
Kalian anak-anak Chiyo, ya? Kita bertemu di bazar.
Halo!
Ayo berdoa sebentar lalu pulang.
Karena aku sudah sejauh ini, aku jadi berpikir.
Benda suci apa yang disemayamkan di sini?
Ini ritual yang dilakukan dalam keheningan, bahkan tanpa doa.
Pasti itu alasannya.
Begitu rupanya. Malam ini bulan purnama.
Sejak zaman dahulu, cahaya bulan dipercaya memiliki kekuatan penyuci.
Jadi, dia membersihkan kuil selagi benda suci itu dimandikan cahaya bulan.
Apakah ini… batu yang terpuntir?
Ini tak terlihat seperti terbentuk secara alami.
Kira-kira benda apa ini?
Entah kenapa…
rasanya tidak asing.
Hanya dengan satu tepukan, ruang di dalam aula utama langsung tersucikan.
Begitu menyeluruh sampai aku tak bisa terus menyembunyikan diri.
Gadis kuil bernama Nagi itu…
Jangan-jangan dia tak bisa merasakan keberadaan roh sama sekali?
Entah benar atau tidak…
Pemikiran bahwa dirinya mungkin tak lagi dipandang sebagai hal yang menakutkan
memberinya rasa bahagia.
UZ, DIBACA "YU-ZU", SEMUANYA BERASAL DARI KOTA OJIN.
Pagi hari setelah badai berlalu,
Jurota kembali ke desa barat dengan tubuh layaknya mayat.
Yang menunggunya adalah deretan mayat di tengah desa,
dengan beberapa pejabat yang sedang mengidentifikasinya.
Jurota mungkin tidak mengetahuinya,
tapi semua yang tewas malam itu adalah mereka yang terlibat
dalam pembunuhan sang gadis kuil Adik,
atau yang termakan rumor hingga membenci desa timur.
Niat jahat, permusuhan, dan niat membunuh mereka sendiri
telah berbalik menyerang mereka.
Dan di desa barat,
para penyintas mulai berbisik-bisik.
Pada malam badai itu,
jeritan terdengar memecah derasnya suara hujan.
Saat lari ke luar, mereka lihat
bayangan bertangan enam dan berbadan ular menjulang di atas rumah-rumah.
Mereka meyakini itu adalah Yamatagi-Madara baru,
yang lahir setelah menelan keluarga sang gadis kuil,
yang telah dibantai tanpa sisa.
Mengenal sifat sang gadis kuil Adik,
dia pasti mencoba melawan ancaman di pegunungan tersebut.
Jurota menggeledah puing-puing bangunan
mencari apa saja yang mungkin berguna.
Seharusnya aku tahu lebih awal.
Tak disangka…
perbuatan semacam itu dilakukan oleh darah dagingnya sendiri.
Maaf sudah membuat kalian menunggu.
Ayo kita mulai!
Silakan, Dara-san!
ASAL USUL YAMATAGI-MADARA
Negeri mulai melemah seiring dunia yang kian jatuh ke dalam kekacauan.
Sepasang gadis kuil kembar
datang untuk membunuh yokai agung.
-Ada gambarnya! -Ada gambarnya!
Mereka penggal dewa gunung yang mengamuk, Yamatagi-Madara,
lalu menyegel bagian-bagian tubuhnya secara terpisah.
Namun, kutukan yang ditinggalkannya menyebarkan wabah,
sehingga mereka berusaha membendungnya.
Lalu, segel yang mengikat…
tubuh Yamatagi-Madara pun terlepas!
BARAT DAN TIMUR TIDAK AKUR
Parahnya lagi, aku yang bertanggung jawab atas segel pada tubuhnya.
Beberapa orang meyakini
bahwa akulah dalang di balik semuanya, termasuk wabah penyakit itu.
Mereka mengincarku saat aku melemah akibat menyegel kembali ular itu,
lalu memotong anggota tubuhku.
Tega sekali!
Benarkah?
Parahnya lagi, terlepasnya segel ular itu…
serta manipulasi terhadap warga desa…
Semua itu adalah ulah kakakku sendiri.
Benarkah?
Apa Kakak akan mengkhianatiku juga?
Kadang-kadang.
Aku pun tak tahu apa niat dia yang sebenarnya.
Pada akhirnya, aku dibunuh secara keji oleh kakakku sendiri.
Dia benar-benar hilang kendali.
Jadi intinya, sang ular mengamuk.
Aku pun ikut mengamuk membalasnya,
dan kupakai kakiku yang putus sebagai umpan…
yang memanggil Yamatagi-Madara saat kami berdua menyatu.
Situasinya langsung kacau.
Maaf jadi panjang lebar,
tapi itulah garis besar ceritaku yang mau kalian dengar.
BUKU SKETSA
Jika sampai tersebar kabar
bahwa dewa ular liar masih tertidur di pegunungan,
kutukannya bisa kembali terlepas ke seluruh dunia.
Jika hawa yang kurasakan belakangan ini, yang mirip dengan Yamatagi-Madara,
sampai menjadi ancaman baru…
Mungkin akan tiba hari
saat aku harus memanggil kekuatan dua orang ini,
yang entah bagaimana telah menjalin ikatan denganku.
No comments yet. Be the first to leave one.