Release info

청춘월담-Our Blooming Youth-S01E20 END 230410 HDTV-NEXT-AMZN
A Commentary by YoungJedi
[1:09:23] EP.20 | Subtitle from AMZN synced to HDTV-NEXT.

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2023-04-11
Downloads: 36
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF

SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF

ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL

YEON-HEE

Won-bo, ada apa?

Dia merencanakannya sedari awal.

Siapa namamu?

Yeon-hee.

Yeon-hee.

Siapa namamu?

Yeon-hee.

Tegakkan kepalamu.

Bagaimana kalau kita ubah takdirmu malam ini?

Saat melihatmu datang,

kupikir kau terlalu cantik untuk menjadi seorang gisaeng .

Kau tahu yang akan ke sini malam ini?

Baginda Raja akan datang ke rumahku.

Itu adalah Baginda yang seperti dewa, jadi orang rendahan tak boleh melayaninya.

Karenanya aku akan mengenalkanmu

sebagai anggota keluargaku kepadanya.

Kini kau bagian dari keluarga Cho dan namamu menjadi "Su-yeong".

Aku...

sedang mengandung.

Bedebah itu...

Berani-beraninya kau...

Aku akan membunuh...

- Menurut kalian apa ini? - Itu telur hewan.

Sepertinya telur ikan.

Apa yang kau lakukan?

Kalau dari Ratu, itu mungkin...

Maafkan aku, Yang Mulia.

Ini telur ikan yang disebut muyanghyeolmok.

Muyanghyeolmok.

Itu ikan yang hidup di Byeokcheon. Rumornya ikan itu hidup

seribu tahun, karenanya beberapa orang berdoa padanya.

Ada beberapa rumor aneh mengenainya.

Bahwa ikannya meminum darah manusia

dan siapa pun yang memakan telurnya

menjadi gila.

Jadi, itu dikirim untuk menggenapi surat hantunya.

Aku akan menjadi gila, berkelana ke seluruh negeri, dan mati.

Syukurlah kita mencegahnya.

Ikan itu masih hidup.

Aku pernah melihat ikan itu

saat ke kediaman Ratu.

Kau datang.

Ada apa, Paman?

Katakan kepadaku.

Kenapa namamu ada pada surat yang ditulis orang-orang Byeokcheon?

Sepuluh tahun lalu, pada hari itu,

apakah kau hendak membunuhku?

Ya, aku datang untuk membunuhmu.

Mencabik-cabik tubuhmu tak akan cukup,

jadi aku datang untuk membunuhmu disaksikan Baginda.

Namun,

kau tak bisa melepaskan anak Song, bukan?

Berani-beraninya kau menyebutnya?

Apakah kau mau menyingkap kasus Byeokcheon

begitu dia menjadi Putra Mahkota?

Kau tak akan bisa menghentikanku.

Begitu Baginda tahu yang sebenarnya,

nyawa Pangeran Myeong-ahn akan dipertaruhkan.

Kau akan memberi tahu Baginda

kau menjadikan gisaeng rendahan dari keluarga Song Byeokcheon

bagian dari keluargamu untuk mengelabui Baginda agar menikahinya?

Dan begitu Baginda mengetahui

perbuatanmu sepuluh tahun yang lalu,

kau akan dihukum mati.

Sampai Pangeran Myeong-ahn menjadi Putra Mahkota,

kau tak bisa memberi tahu Baginda mengenai Byeokcheon.

Seseorang dari keluarga Song tak bisa menjadi Putra Mahkota.

Aku tahu di mana orang-orang Byeokcheon tinggal.

Desa Naewang di Gunung Songak.

Aku akan membunuh mereka semua, seperti yang kulakukan sepuluh tahun lalu.

Begitu aku selesai membereskan mereka,

akan kupikirkan harus kuapakan kau dan anak Song itu...

Aku akan membunuhmu sebelum kau melakukan itu!

Dayang Kwon!

Kau pikir aku akan membiarkannya tetap hidup?

Dia mengelabuiku

dan menyampaikan kepadamu semua yang kukatakan.

Bukan hanya aku yang tahu tentang Desa Naewang.

Tak bisa kubiarkan Putra Mahkota hidup karena dia sedang menuju ke Naewang.

Kalau dia kembali ke istana hidup-hidup,

aku tak akan bisa menjaga nyawamu atau anakmu,

apalagi nyawaku.

Kau tahu apa yang sudah lama kuinginkan.

Aku tak peduli kalau dia anak Song.

Dia akan naik takhta

dan menjadi raja.

Kau akan menjadi Ibu Suri dan Ibu Suri Agung.

Dengan begitu, aku akan menjadi...

lebih berkuasa daripada raja.

Yang ditulis Master Min pada jikgeumdo benar.

Ini pesan tanpa nama yang diberikan Ratu kepada putraku.

KASIM GO ADALAH MIN JAE-YI

Dan ini kontrak bersegel yang didapatkan putraku dari Tuan Cho.

Ini bukti kalau Penasihat Negara Kanan

menghasut Seong-on untuk membunuh Yang Mulia.

Aku, Cho Won-bo, berjanji memulihkan jabatan Han Jung-eon

sebagai imbalan atas kematian Yang Mulia.

Bawakan kepadaku orang-orang yang bisa bertarung.

Orang yang bisa memakai pedang dan memanah.

Orang yang tak masalah membunuh hewan liar.

Aku akan menangkap hewan-hewan itu

- dan mengulitinya hidup-hidup. - Ya, Tuan!

Cho Dae-cheon dan Cho Jeong-su

yang ada di Byeokcheon sepuluh tahun lalu kini akan berada

di Pusat Pelatihan Pasukan dan Divisi Kerajaan.

Sampaikan kalau aku mencari mereka.

Ya, Tuan.

Kita tak bertindak atas perintah Baginda,

jadi semua harus pertaruhkan nyawanya.

Katakan aku akan memberi bayaran besar.

Ratu.

Jangan bicara.

Ratu, jangan berpaling dari kaummu.

Jangan.

Hyeon... Hyeon-ku bisa mati

di tangannya...

Kau harus menghentikan dia.

Jangan menjadi sepertinya.

Kita sudah melangkah sangat jauh

dan sudah terlambat untuk pulang.

Dayang Kwon.

Dayang Kwon.

Dayang Kwon.

Kita bisa membuat sumur di mana saja di Byeokcheon.

Benar.

Mereka sudah sepuluh tahun melakukan ini.

Itu para cendekiawan tampan!

Mereka pasti melihat surat kita!

Kemarilah.

Ada jejak orang di sini. Kita pasti sudah dekat.

Yang Mulia, bagaimana kalau kita menunggu

sampai bulan purnama seperti kata Tae-san?

Itu empat hari lagi. Kita tak bisa menunggu sampai saat itu.

Waktu sangat penting.

Berhenti!

Siapa kalian?

Kau mengkhianati kaummu?

Kau membuat mereka dalam bahaya!

Aku melindungi mereka dengan caraku,

sama seperti kau melakukannya dengan caramu.

Jatuhkan pedang kalian.

Aku tak bisa lakukan itu.

Suruh mereka jatuhkan pedang dahulu.

Itu perintah. Jatuhkan pedang kalian.

Aku kemari untuk selamatkan kalian.

Aku tahu kalian bukan pencuri.

Aku tahu kalian bukan pemberontak yang ingin membentuk negara baru.

Aku tahu semuanya sekarang.

Aku Putra Mahkota Joseon.

Kau harusnya bicara lebih jelas.

Kau bukan Putra Mahkota lagi.

- Putra Mahkota. - Kau sudah digulingkan.

Bawa mereka.

Apa maksudmu?

Surat?

Cendekiawan tampan itu Putra Mahkota? Apa yang terjadi?

Ada penyusup!

Ada penyusup!

Tunggu, dia...

Aku dari Byeokcheon, tetapi tak tahu banyak mengenai itu.

Yang Mulia.

Turunkan senjata kalian. Dia Putra Mahkota.

Putra Mahkota?

Mereka penyusup.

Orang yang hidup tak boleh tahu letak Desa Naewang.

Tak akan kita biarkan satu pun dari mereka hidup.

Mereka akan dibunuh sebelum matahari terbit.

Hentikan!

Hentikan!

Mereka ke sini atas kemauan sendiri.

Mereka tak datang untuk menyakiti kita. Mereka bahkan jatuhkan pedang.

Benar, kami melihat mereka menjatuhkannya.

Aku mendengar di gunung. Mereka bilang ingin menyelamatkan kita.

Agar kita bisa pulang, dia harus dibunuh.

Dia harus dibunuh dan harus ada putra mahkota baru

agar kita bisa pulang!

Aku ke sini untuk mendengarkan kisah kalian.

Sepuluh tahun yang lalu...

Ceritakanlah yang terjadi di Byeokcheon.

Apakah kau akan percaya kalau kami beri tahu?

Aku tahu kalian bukan pencuri.

Aku tahu kalian bukan pemberontak.

Tunggu!

Aku pernah bekerja di istana.

Mari dengarkan dia.

Saat aku menjadi kasim, dia memanggil orang dari Byeokcheon

mencari tahu yang terjadi sepuluh tahun lalu.

Benar. Saat kami diusir,

kudengar dia menghadap Baginda.

Namun, dia mengusir kita pada akhirnya.

Ya, tetapi dia tak membedakan kami karena berasal dari Byeokcheon.

Benar. Dia tahu kami yatim piatu dari Byeokcheon,

tetapi tetap beri kami uang untuk obat dan makanan.

Kami mungkin sudah mati kalau bukan karenanya.

Kalau kau akan membunuh mereka saat matahari terbit,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left