The first 200 lines.
TUTUP KARENA URUSAN PRIBADI
Apa putri bos masuk rumah sakit?
Bukankah kau Bang Jeong-hwan dari Bongsu?
Tampaknya kau peduli sekali tentang anak-anak.
Terutama si perundung itu.
Kenapa kau bersimpati sekali dengan mereka?
Benarkah begitu?
Kau terlalu memedulikan mereka.
Mungkin sudah waktunya kau punya anak sendiri.
Kau harus menikah.
Astaga.
Itu memang impianku. Menjadi ayah dari keluarga yang harmonis.
Astaga.
Mereka mengusir semua orang.
Aku ingin tahu kapan pembangunan kembali akan dimulai.
Serius.
POLISI
Tolong selamatkan aku.
Kau akan memberikan ini kepada Chung-ha?
Ya.
- Andai saja… - Halo?
Aku akan segera ke sana.
Ya pak.
Aku tak pergi terburu-buru hari itu…
Kita sungguh akan pergi melihat bintang-bintang? Kau serius, 'kan?
Ya.
Datanglah ke pasar Bongsu membawa cincin itu.
Aku akan ke sana pukul 20.00.
Baiklah.
Astaga. Dia suka sekali bintang-bintang.
Manis sekali
Andai aku tak membuat janji itu…
PROFESOR PARK YONG
Ya, Profesor.
Baiklah, aku segera ke sana.
KAKAK
Wow. Kuliah di konferensi akademik musim gugur.
Ketua dewan khusus memilihmu.
- Aku akan membuat persiapan terbaik. - Baiklah.
Topik akan diputuskan secara bertahap.
Kirimkan semua penelitianmu kepadaku via surel.
Ya, Pak.
Andai aku jawab panggilan telepon terakhirnya.
Joon-ho, aku segera ke sana.
Sudah terlambat ketika aku tiba.
Tak ada lagi yang bisa aku lakukan.
Aku rindu dia.
Aku hanya berharap…
Aku ingin melihatnya sekali saja.
Jika kau bertemu adikmu,
apa yang paling ingin kau katakan kepadanya?
Bahwa aku minta maaf.
Bahwa semuanya kesalahanku.
Dia mungkin sangat membenciku.
Setelah aku memulai pekerjaan ini,
hanya sekali aku bertemu seorang anak.
Kau pernah bertemu seorang anak?
Ya.
Aku harus pergi.
Cincin itu. Aku menjatuhkan cincin di depan pasar Bongsu.
Anak itu khawatir sekali.
Dia memedulikan orang lain daripada dirinya sendiri.
Dia anak yang seperti itu.
Saat itu aku tak tahu,
tapi kini setelah aku pikirkan,
rasanya menyakitkan.
Seperti anak itu, aku yakin adikmu tak akan membencimu.
Karena itu bukan salahmu.
Jangan salahkan dirimu sendiri.
Andai kau ada di sana.
Jika kau yang ada di sana dan bukan aku, pasti akan lebih baik.
Terima kasih…
karena berada di sisiku saat ini.
EPS 9. SURAT YANG TAK BISA KUKIRIM
LOBI
UNIT PERAWATAN INTENSIF
Aku berniat bergadang semalaman.
Aku ingin terus melihat bintang-bintang.
Joseph.
Cepat bangun.
Tepat di sini.
Kerahkan kekuatan otot perutmu.
- Kenapa? - Ayo cepat.
Lagi.
Lagi.
Kerahkan kekuatan otot perutmu.
Dan kau bisa sedih.
Kau tak perlu menahannya.
Ketika kau merindukan ayahmu,
katakan saja kau merindukannya.
Dan kau boleh menangis.
Menangislah seperti kau menangis kemarin.
Paham?
Joseph, katakan "Ee."
Biarkan aku lihat apakah gigi barumu sudah keluar.
Mau ke mana kau? Kemarilah.
Biarkan aku lihat gigimu.
Kau tak akan menunjukkan kepadaku?
Tunjukkan kepadaku.
Cepat dan tunjukkan gigimu.
Ayo.
Kau berat sekali.
Kau makan apa?
Kau makan sesuatu saat kami sedang tidur, ya?
Joseph, tidurmu nyenyak?
Kau sudah bangun.
- Tidurmu nyenyak? - Ya.
Kapan kau memasak semua ini?
Aku bangun lebih awal.
Kupikir kau akan lapar.
Aku bangun lebih awal.
Siapa yang makan daging untuk sarapan?
- Kelihatannya lezat. - Kelihatannya lezat.
Ini.
Ayo kita makan.
Joseph, katakan "ah."
Bagaimana rasanya? Enak, 'kan?
Michelin kalah, 'kan?
Aku belum pernah ke restoran seperti itu, jadi aku tak tahu.
Aku akui kau pandai memanggang.
Oh, ya. Aku bangun lebih awal hari ini
dan melihat sekeliling tempat ini. Orang-orang di sini…
Mereka menginap setidaknya dua malam.
Mungkin supaya uang sewa tak sia-sia…
Aku mengerti.
Benarkah itu?
Joseph.
Bagaimana jika kita menginap satu malam lagi?
Bukankah kau bilang ingin melihat bintang lagi?
Sungguh?
Bagaimana?
Kita juga bisa memancing dan berenang.
- Makanan yang tersisa masih banyak. - Itu benar.
Tidak, aku harus pulang menemui ibuku.
- Aku mengerti. - Aku mengerti.
Tentu saja.
Baiklah.
Sayang sekali, 'kan?
Benar.
Makan dagingnya lagi.
Hati-hati.
- Joseph, mau melihat bunga? - Ya.
Kau pernah melihat bunga sebanyak ini?
Ada banyak sekali di sana dan di sini juga.
TOKO SERBA ADA
Terima kasih.
Joseph.
Gunakan ini.
Untuk membantumu lebih cepat menemukan ayahmu di taman bermain.
Terima kasih.
Manis sekali.
Ada yang kau suka, Dong-joo?
Ya, coba ini.
LAYANAN BERKUALITAS SEWA MURAH UNTUK PEKERJAAN
Joseph.
Joseph, kau bersenang-senang?
- Ya, aku senang sekali. - Itu bagus.
Kerja bagus. Kau pasti lelah
Tidak, sama sekali tidak.
Kami juga bersenang-senang.
Benar.
Gigi Joseph copot.
Wow, Joseph, gigimu copot?
- Ya! - Itu luar biasa.
- Mari kita pamerkan kepada ibumu nanti. - Baiklah.
Baiklah, ibumu datang.
Ibu!
- Kau bersenang-senang? - Ya.
Dong-joo dan Tae-hee menunjukkan bintang-bintang dan membelikanku ini.
Itu bagus.
Halo.
Aku tak tahu bagaimana berterima kasih kepada kalian berdua.
Pasti melelahkan mengurus seorang anak laki-laki.
Tidak, Nyonya.
Dia sangat baik dan mau menurut.
Ibu takut?
- Kenapa Ibu takut? - Karena Ibu sendirian di malam hari.
Dia sangat khawatirkan kau.
Sungguh? Ibu tak takut sama sekali.
Sungguh?
Kalau begitu, seharusnya aku menelepon Ibu.
Dong-joo dan Tae-hee ingin menginap satu malam lagi.
Mereka memohon.
Sungguh?
Benar. Ini giginya.
Ini gigi Joseph.
SEWA MURAH UNTUK PEKERJAAN
Kau melakukan pekerjaan yang hebat.
Aku bersenang-senang, berkat kau.
Aku juga.
Dan terima kasih
untuk banyak hal.
Terima kasih kembali,
karena mengatakannya kepadaku.
Juga,
jika kau tak punya teman bicara, kau bisa menemuiku.
Lebih baik mengeluarkan emosimu.
Jadi, temuilah aku saat kau merasa frustrasi.
Aku di sini untukmu sekarang.
Bibirku terkunci.
No comments yet. Be the first to leave one.