Chesapeake Shores

Chesapeake Shores

Download Indonesian Subtitle

Season 5

Release info

Chesapeake Shores S05E09 NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝕹𝖙𝖋𝖑𝖎𝖝 𝕽𝖊𝖙𝖆𝖎𝖑

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-05-22
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya di Chesapeake Shores:

- Kita akan punya bayi. - Benar.

Tak ada apa-apa di antara aku dan Evan.

Dia membawamu ke tempat romantis.

Evan, perasaanku padamu sangat…

Aku berniat menawarimu pekerjaan di perusahaanku.

- Kau pernah ditahan? - Aku tak mau membuat alasan.

- Aku paham jika kau mau… - Itu Buzz.

"Maukah kau menyebarkan abuku di Kepulauan Chesapeake Bay?"

Kita akan naik pesawat.

Kontak radio terakhir dengannya pukul 16.30.

Mereka mencoba menghubunginya. Tak ada hasil.

Bandara bilang belum ada kabar.

- Tak ada panggilan darurat? - Tak ada.

- Itu bagus, 'kan? - Badai mendekat.

Ayah tahu apa yang dia lakukan. Dia akan pulang sebelum badai.

- Pukul berapa itu sampai daratan? - Sekarang.

Dia baik-baik saja, 'kan?

Dia baik-baik saja.

Halo?

Ya. Baik, dan kapan itu?

Baik. Aku tahu. Terima kasih. Terus kabari kami.

Itu temanku di Penjaga Pantai. Ada panggilan saat matahari terbenam.

Agak tidak jelas, tapi mereka pikir itu Ayah.

Apa katanya?

Ada kerusakan mekanis

dan dia akan mencoba ke salah satu pulau pesisir.

Lalu mereka hilang kontak.

- Mereka sedang mencarinya. - Mereka akan menemukannya.

Bagaimana situasi badainya?

Tidak bagus.

Tak ada gunanya jika kita terjaga.

Pulanglah dan kami akan menelepon jika ada kabar.

- Tidak mungkin. - Tidak mungkin.

Baiklah. Kalau begitu, seseorang harus membantuku membuat kopi.

Malam ini mungkin panjang.

Tanpa kafeina?

Biasa.

Megan.

Kau butuh sesuatu, Sayang?

Tidak.

Mick?

Aku butuh Mick.

Dia baik-baik saja.

Bagaimana kau tahu?

Jika sesuatu terjadi kepadanya, aku pasti tahu.

Ada banyak hal yang belum kukatakan kepadanya.

Apa yang akan kau katakan kepadanya?

Aku mencintainya.

Aku menyukainya.

Aku suka dia sekarang

dan mungkin ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya.

Halo?

Ya.

Bagus. Terima kasih sudah mengabari. Kami segera ke sana.

- Itu Penjaga Pantai. Mereka menemukannya. - Syukurlah.

- Dia baik-baik saja? - Ya.

Dia agak terluka. Mereka membawanya ke rumah sakit.

- Rumah sakit? - Ya. Siapa ikut?

- Aku menelepon Abby. - Baik.

UGD

Ayah.

- Hei. - Ayah.

- Kau duduk di kursi roda? - Jangan berlebihan. Aku bisa berjalan.

Ini protokol rumah sakit. Benar, Teddy?

- Ayah, senang melihatmu. - Senang bisa terlihat.

- Hei. - Hei.

Kau menginspirasi cerita pendek.

- Boleh kubaca? - Kau takkan suka.

Aku akan mendorongmu. Ada yang harus kutuntut?

Akan kupikirkan.

- Untung kau tak apa. - Terima kasih.

Mick.

Hei.

- Maaf. - Tidak apa-apa.

- Lihat aku. - Ya.

Kau tak apa?

Ya. Sungguh.

Hanya luka gores dan lengan patah.

Ada yang lebih buruk di lapangan.

Jika kau mati, aku akan membunuhmu.

PENERIMAAN PERAWATAN DARURAT

- Ayo. - Ayo pulang, ya?

Ya.

Dengar, maaf membuat kalian khawatir.

Kalian pasti pikir aku bodoh.

Kau selamat, hanya itu yang penting.

Ya, kau bodoh.

Apa yang terjadi?

Seharusnya, ini penerbangan singkat.

Hanya untuk menabur abu Buzz.

Sesore itu?

Aku hanya akan pergi satu jam dan kembali sebelum gelap.

- Tapi tidak. - Ya.

Kabut tebal melanda daratan utama, jadi, aku…

- Kau harus mendarat darurat? - Bukan pendaratan darurat. Itu…

Pendaratan darurat yang diperlukan.

Kurasa bukan itu masalahnya.

Itu masalahnya.

Mick, kau kecelakaan.

Tergantung pemilihan katanya.

Menurutku, aku mendaratkan pesawat di daratan…

tanpa landasan pacu, banyak pohon, bebatuan, dan semak, cukup keras.

- Penjaga Pantai menemukanmu? - Ya.

Lumayan cepat. Seperti yang kukatakan…

saat aku mendaratkan pesawat, itu cukup agresif.

Setelah mendarat, pemancar pelacak darurat berfungsi

dan mereka langsung menyelamatkanku.

Kini, aku perlu mencari cara membawa pesawat

kembali ke bandara untuk perbaikan.

Kuharap itu tersapu oleh laut.

Kau pasti kesal, tapi…

Kesal? Mick, kami pikir kami takkan pernah melihatmu lagi.

Teganya kau melakukan itu? Kepada kami?

- Maaf. - Astaga.

Kau tak sadar ada orang yang menyayangi, memedulikan,

dan merindukanmu?

Apa gunanya?

Dia senang kau baik-baik saja.

Hei.

Tak bisa tidur?

Aku mulai berpikir betapa bodohnya

saat mereka bilang wanita hamil mengidam.

Ya?

Lalu aku mulai mengidam selai kacang dan alpukat,

tapi kita tak punya alpukat.

Akan kuambilkan.

Kita tak sempat bilang ke keluargamu tentang si bayi.

Aku tahu. Hanya saja…

- Waktunya sepertinya tidak tepat. - Ya.

- Waktu yang tepat akan datang. - Pasti.

Ini waktu yang tepat untuk makan alpukat.

- Baik. - Terima kasih.

Malam yang berat.

Benar.

Kau sakit kepala?

Sedikit.

Kau terlalu banyak minum kopi.

Mungkin atau mungkin kekurangan.

Aku perlu mencari asisten untuk kantor.

Paralegal?

Ya, serta seseorang yang mengatur jadwalku dan membuat janji temu.

Aku bisa melakukannya. Sampai kau mendapatkan yang permanen.

Terima kasih.

Tidak, sungguh.

Itu mudah.

Kau menjawab telepon, menerima pesan, menjadwalkan janji temu.

Aku biasa melakukannya untuk kakekmu saat dia baru mulai.

Benar. Tapi teknologinya sudah berubah.

Ya, di zamanku, kami menggunakan telegraf.

Tentu saja, merpati pos.

Connor, ayolah, nenekmu melek teknologi.

Aku mengirim pesan. Aku memakai emoji.

Aku tahu kau memakai emoji, Nek.

- Mari lakukan. - Kau bisa menjawab telepon.

Tapi ingat, ini hanya untuk hari ini.

Tentu saja. Kau tak mampu membayarku jika lebih lama.

- Ayo. - Baiklah, mari kita lakukan.

Mick, hai.

- Hei, Evan. Apa kabar? - Tanya pria yang lengannya digips.

- Aku sudah dengar. Ingin menemuimu. - Aku tak apa.

Di pesan, kau bilang ingin membahas revisi hotel.

Aku ingin memastikan kau setuju dengan penyesuaian arsitek.

- Ya, menurutku, dia hebat. - Ya, aku juga.

- Kau pengguna tangan kanan? - Bukan, kidal.

Kau pintar mematahkan lengan kananmu.

Kurasa begitu.

Bagaimana Abby? Masih di Ohio?

- Dia baik. Menyelesaikan pekerjaannya. - Bagus.

Duduklah. Aku ingin membahas sesuatu.

Baiklah.

Kau tahu aku dan putriku suka berterus terang.

Tentu saja.

Abby bilang kau coba mengambilnya dariku.

Benar.

Aku punya masalah besar dengan caramu.

Sungguh?

Ya. Seharusnya kau mendatangiku.

Konservatif dan terus terang.

- Karena dia putrimu? - Karena dia mitraku.

- Aku paham. - Benarkah?

Kau benar-benar paham?

Ya.

- Kau takkan memukulku, 'kan? - Jika aku tak memakai gips…

Itu buruk sekali.

Tapi kau yakin butuh pengacara?

Kau sudah coba bicara dengannya?

Hubungi aku dan kabari perkembangannya, ya?

Connor O'Brien, pengacara.

Ya, dr. Laurence.

Aku tahu.

Benarkah?

Sayang sekali.

Kau sudah menjelaskan kepadanya?

Mungkin dia bisa memperbaikinya. Layak dicoba.

Telepon aku dan kabari perkembangannya.

Baik. Dah.

Hei, Nek. Bagaimana?

Aku menjawab teleponmu.

Aku bisa melihatnya. Aku tak menerima telepon.

More Indonesian subtitles for Chesapeake Shores

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left