The first 200 lines.
Sekian lama telah berlalu, aku masih merindukanmu.
Aku tahu, kau anak yang berbakti. Tapi apa itu yang Bibi inginkan?
Ibu berharap begitu kau pulih dari penyakitmu, kau sehat...
...bertemu dengan gadis yang kau sukai, menikah dan punya anak.
Bagaimana bisa menjual di kaki 5 berhubungan dengan menjalankan toserba?
Bagiku, itu berhubungan.
Kau sebegitu tertarik bekerja di toserba?
Ya, aku benar-benar tertarik dengan industri ini.
Nona Xu. Aku takut sepertinya kesehatanmu tidak begitu optimis.
Apa ada suatu masalah dan membuat emosimu tidak stabil?
Sebelum menemukan penyebabnya, kusarankan kau untuk tetap tenang.
Jangan khawatir. Semua yang membuatmu sedih akan berubah lebih baik.
Bos.
Boleh aku cuti beberapa hari?
Kenapa? Kau sakit?
Bukan.
Ibuku sakit flu jadi dia merasa tidak enak badan.
Karena dia di rumah sendirian...
...aku sedikit khawatir.
Baiklah.
Kau tak perlu mengkhawatirkan soal kerjaan.
Terima kasih, Bos.
Kau bisa pulang lebih awal hari ini.
Akan kuantar kau pulang sekalian mengunjungi ibumu.
Tidak perlu.
Kau masih ada rapat siang ini.
Aku... Aku bisa pulang sendiri.
Baiklah, kalau begitu.
Telpon aku bila kau sudah sampai rumah.
Terima kasih.
- Nenek, aku mau yang ini. - Anak pintar, anggur ini sangat manis.
Ini.
Bibi, kau baik sekali pada anak-anak.
Tentu saja, aku ini profesional yang terlatih.
Aku membesarkan Yu Xi dan sejak kecil.
Karena itulah aku penjaga anak favorit tetangga, kan?
Benar, aku senang ke tempatnya nenek.
Kurasa kau pasti akan sangat memanjakan cucumu, kan?
Tentu saja.
Hanya saja Xiao An...
Tidak apa.
Selama dia bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan, yakan?
Bibi, setelah kakakku dan Yu Xi menikah...
...mereka bisa memberimu selusin cucu.
Selusin?
Itu sangat banyak.
Tapi Yu Xi bukan induk babi.
Induk babi.
Xiao An, kenapa kau berdiri di pintu?
Ayo masuk.
Bibi Yu Xi.
- Kau datang lagi, Xiao Qi. - Benar, Kakek pergi bermain catur.
Pergi main catur lagi?
Kenapa kau pulang lebih awal hari ini?
Kerjaanku selesai lebih awal.
Kalau begitu, lebih baik aku mulai memasak sekarang.
Fei Fei, tinggallah untuk makan malam.
Tidak apa, Bibi.
Hari ini aku harus keluar dengan ibuku.
Baiklah, kalau begitu hati-hati.
- Maafkan aku, Bibi. - Tidak apa.
Xiao Qi, bilang sampai jumpa pada Bibi.
- Dah, Bibi. - Dah.
- Aku pergi dulu. - Baiklah, dah.
- Dah. - Dah.
- Dah. - Dah.
Baiklah, makan malam akan segera siap.
Aku akan memasak telur kukus kesukaanmu.
Yeahh, telur kukus.
- Bu, biar kubantu. - Baiklah, ayo.
- Bantu lihatkan Xiao Qi untukku. - Baik.
Ayo, aku senang kau membantuku di dapur.
Maksudmu, kau cuti beberapa hari?
Kalau begitu, Zhan Cheng pasti sangat merindukanmu.
- Bu. - Aku hanya bercanda.
- Bu. - Kau mau kembali ke gereja?
Sebentar, aku ada...
Kusiapkan sesuatu untuk kau bawa pergi.
- Bu, tidak apa. - Aku sudah menyiapkannya.
Ada kari dan daging babi kukus.
Sebentar, takkan lama.
Cobalah.
Tentu saja.
Hanya saja Xiao An...
Tidak apa.
Selama dia bisa melakukan apa yang ia inginkan, yakan?
Hei, dengar.
Aku menyiapkan lebih, agar kau berbagi dengan temanmu, oke?
Baiklah, terima kasih, Bu.
Bu.
Apa ada yang kau ingin aku lakukan...
...atau apapun yang ingin kau katakan padaku?
Ada.
Aku ingin bilang...
...aku mencintaimu.
Bu, bukan itu maksudku.
Aku tahu.
Dengar.
Tak peduli betapa sibuknya dirimu...
...kau harus menjaga dirimu sendiri...
...dan makan yang teratur.
Karena kau harus kuat dan sehat bila ingin membantu orang.
Aku tahu.
Ada lagi?
Ada.
Juga...
...aku berharap kalian berdua bisa hidup berbahagia.
Dengan begitu, aku juga akan sangat berbahagia.
Baik.
Baiklah, lebih baik kau pergi sebelum telat, oke?
Pergilah.
Lain kali, sebelum kau pulang...
...beritahu aku, kau ingin makan apa, akan kumasakkan untukmu.
Pasti.
- Jaga dirimu. - Jangan khawatir.
- Telpon aku bila kau sudah sampai. - Jaga dirimu.
- Dah, Kak. - Dah.
- Telpon aku. - Baik.
Vanessa, kita...
Vanessa.
Vanessa, kau sudah sampai rumah.
- Terima kasih. - Kau...
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa, terima kasih atas perhatianmu.
Vanessa.
Biar aku membantumu, oke?
Tidak perlu.
Sudah ada rumor kalau mereka akan memilih direktur dan GM baru.
Kenapa kau masih menolak bantuanku?
Karena kau sudah kehilangan hak manajemen di Toserba Kristal...
...dan Direktur juga sekarang masih koma...
...para direktur itu pasti mengambil kesempatan ini untuk menyingkirkanmu.
Vanessa.
Aku juga ikut bertanggung jawab untuk itu.
Biarkan aku membantumu.
- Halo? - Halo, Yu Xi.
- Apa ibumu lebih baikan sekarang? - Sudah baikan.
Baguslah.
Aku ingin mengunjunginya besok.
Baiklah.
Baiklah, istirahatlah dan sampai ketemu besok.
- Sampai jumpa. - Selamat malam.
Mama Chen.
Kenapa kau bisa datang?
Yu Xi bilang kau sakit, jadi aku datang menjengukmu.
Sakit?
Aku sama sekali tidak sakit.
Maafkan aku, sepertinya aku salah dengar.
Tidak apa, duduklah.
Ayo kita ngobrol.
Kau sudah datang.
Maafkan aku, aku berbohong padamu.
Ibuku tidak sakit.
Aku tahu kita sudah saling berjanji...
...takkan ada rahasia diantara kita.
Jadi, aku benar-benar minta maaf soal...
...berbohong tentang ibuku sakit.
Tapi, alasanku melakukannya...
...karena aku butuh waktu...
...untuk memikirkan tentang hubungan kita.
Apa maksudmu?
Kita putus saja.
Kita putus saja.
Apa... apa yang kau katakan?
Aku terus berpikir...
...alasan kenapa aku jatuh cinta padamu...
...pasti karena...
...perasaan yang tumbuh...
...saat aku bekerja sebagai perawatmu.
Juga, karena perusahaanmu...
...setelah aku putus dengan Bo Yan...
...karena itu aku salah menafsir perasaanku padamu.
Salah menafsir perasaan?
Terutama setelah aku tahu...
...betapa dalamnya...
...cintamu pada Luo Han...
...saat itulah aku akhirnya menyadari...
...diantara kita itu bukan cinta.
Itu hanya...
...perasaan yang salah yang tumbuh seiring waktu.
Jadi...
...mungkin sebaiknya...
...kau meneruskan hubunganmu dengan Luo Han.
Benar begitu yang kau rasakan?
Ya.
Aku yakin.
Yu Xi.
Apa kau sadar apa yang kau katakan?
Aku sadar.
Meskipun aku merasa tidak enak soal ini...
...karena aku sudah memutuskan...
...kupikir aku harus memberitahumu sekarang.
Ini jalan yang terbaik.
Aku akan ke kantor dan menyerahkan surat pengunduran diriku.
Terima kasih sudah menjagaku selama ini.
Yu Xi.
Aku yakin...
...semua yang baru saja kukatakan...
...tepat seperti yang kurasakan.
Jadi, apa kata dokter tentang USG-mu?
No comments yet. Be the first to leave one.