Release info

Kono Healer, Mendokusai S01E09 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-05
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Banyak monster yang mengancam umat manusia.

Yang keluar untuk melawan adalah para petualang yang pemberani.

Sedangkan aku,

Arvin, adalah salah satunya!

Membentuk tim dengan Carla.

Hari ini juga akan melanjutkan petualangan yang berbahaya.

= DON'T HURT ME, MY HEALER! =

(JUDUL KALI INI, SETELAH MARIA DAN ELLIE, TAMU EPISODE INI JUGA WANITA.)

Bola kristal sudah ditemukan,

tetapi ini bukan pedang,

melainkan patung dewi.

melainkan patung dewi.

Menurutku, seharusnya begitu.

Bola kristalku hancur.

Mengenai kepala patung dewi,

bagaimana ini?

Apakah akan dihukum langit?

Orang yang takut akan hukuman langit tak bisa menjabat sebagai anggota pekerja suci.

Anggota pekerja suci tak akan berkata seperti ini.

Siapa itu?

Makhluk iblis?

Apa kalian yang membantuku membukakan segel?

Segel?

Terima kasih.

Dengan begini, aku bisa membuat manusia terjatuh dalam ketakutan.

Makhluk iblis menyebalkan!

Kenapa?

Bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu, kita musnahkan saja dia.

Dengan begini, kita bisa melindungi kedamaian dunia.

Bukan, nada bicaranya membuatku tidak senang.

- Berdasarkan insting pribadi. - Ya.

Namun, pedangku sudah hilang.

Lihatlah,

dia disegel di dalam lubang yang begitu kecil.

Dia pasti kecil dan lemah,

mungkin akan menjadi pipih begitu diinjak.

Benarkah akan melakukan seperti ini?

Jika terjadi sesuatu, aku akan melindungimu dengan tetsuzanko.

Baik. Demi kedamaian dunia, aku akan mengalahkanmu.

Keluarlah!

Lihat saja bagaimana kami menghancurkan mulut baumu itu!

Benar-benar ingin mati.

Di sana.

Aku baru saja terbangun, jadi, kalian akan kupakai untuk melatih keterampilanku.

Tidak masalah. Keluarlah!

Kau cukup berani.

Kau sungguh berpikir bisa mengalahkanku?

Kita tentukan dalam satu pertarungan saja.

Makhluk iblis apa itu? Sama sekali tidak kecil.

Apa yang kau lakukan?

Tuan Arvin, berhati-hatilah.

Dia adalah Medusa.

Me... Medusa?

Jika melihat matanya akan berubah menjadi batu.

Aku mengetahuinya.

Dengarkan baik-baik, jangan sampai melihat matanya.

Aku sudah mengetahuinya.

Tidak boleh, ya. Sama sekali tidak boleh.

Kau sangat menyebalkan.

Sama sekali tidak boleh dilihat, ya.

Melihat diam-diam.

Kau sudah melihatnya.

Gawat!

Tuan Arvin.

Apakah dia itu dungu?

Aku harus bertanggung jawab terhadapnya.

Yang benar saja? Seharusnya dia yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Tidak, seharusnya kusadari lebih awal.

Aku terus mengingatkannya, mungkin saja dia berpura-pura tak mendengarnya.

Sebenarnya apa kesalahan cara berpikir kalian itu?

Sudahlah, yang wanita juga berubah menjadi batu saja.

Omong-omong, Tuan Arvin,

pose ini sangat biasa.

Dilihat seperti apa pun, ini seperti batu di pinggir...

Siapa yang batu di pinggir jalan?

Aku tidak berkata seperti itu.

- Namun, kau sudah berencana mengatakannya. - Benar.

Jawaban yang membuat orang merasa tidak senang.

Kenapa pembatuan bisa dibatalkan?

Benar juga, kenapa?

Kau...

Sekali lagi.

Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama dua kali.

Hei, coba lihat ke arahku.

Jelas-jelas akan berubah menjadi batu, orang dungu mana yang masih akan melihatmu?

Tuan Arvin.

Lihatlah aku. Cepatlah melihatku.

Tuan Arvin membuat wanita menangis.

Sangat jahat.

Tidak perlu menangis...

Dungu!

Tuan Arvin!

Kali ini pasti berhasil.

Apa yang kau lakukan?

Batalkan pembatuan seperti tadi.

Batalkan sekali lagi.

Membatalkan pembatuan dengan suara 'prang' seperti tadi.

Kumohon.

Ya?

Tuan Arvin.

Menurutmu, ini sangat seru, ya?

Kenapa bisa membatalkan pembatuan?

Kenapa? Kenapa tidak bereaksi terhadapmu?

Apakah kelebihanku sama sekali tak bisa digunakan?

Pura-pura menangis lagi, aku tidak akan tertipu.

Saat karakteristik diri sendiri ditolak, pasti sungguh sedih.

Seperti setelah Tuan Arvin melepaskan baju zirah maka tidak tersisa apa pun.

Masih ada tubuhku.

Nona Medusa, jangan begitu mudah merasa frustrasi.

Kau hanya belum mendapatkan tenagamu kembali karena tersegel.

Benarkah begitu?

Tentu saja benar.

Ayo, lebih percaya diri lagi.

Kau ini Medusa, monster yang legendaris.

Sesuai keadaan ini...

Iya!

Yang kau katakan itu benar,

aku harus bersemangat!

Aku sudah mengetahuinya.

Maksudnya, kau tidak bisa melakukan pembatuan jika tidak mengucapkan "heh"?

Jika semua yang terlihat berubah menjadi batu, itu akan memengaruhi hidupku.

Memengaruhi hidupmu?

Begini, ya?

Tangannya harus begini.

Sama sekali tidak waspada.

Tuan Arvin!

Ada apa ini?

Aku merasakan aura jahat yang sedang mendekat untuk mencari tahu.

Kau adalah peri pohon, Dryad!

Ternyata memang kau, Medusa.

Aku adalah pengelola hutan.

Manusia! Ternyata kalian membebaskan Medusa. Sungguh kejahatan yang terkeji!

Tunggu! Yang membuka segel itu bukan...

Kau ingin mencari alasan?

Diam! Penjahat.

Aku menemukan ini di dekat patung dewi yang dirusak.

Apa ini milik kalian?

Bola kristalku.

Sudah mendapatkan bukti.

Kau harus mengganti rugi! Menyebalkan.

Apa kau ini monster jahat?

Ternyata begitu. Kau yang telah merusak segel patung dewi.

Kau tahu apa yang sudah kau lakukan?

Aku sudah melakukan apa?

Dahulu kala, Medusa menyebabkan ketakutan besar bagi banyak desa.

Sebaliknya, kau malah membuka segelnya.

Kau hebat juga, ya.

Aku lebih impulsif ketika masih muda.

Kelihatannya, dia menjadi licik.

Kelihatannya tenaga Medusa sudah melemah.

Sekarang adalah kesempatan yang bagus.

Kau harus bertanggung jawab mengalahkan Medusa.

Dia menyebut dirimu, jangan melihatku!

Sebelum itu, lepaskan dahulu Tuan Arvin.

Aku melihatnya saja merasa sedih.

Carla...

Kelihatannya, kau sungguh tidak ingin melihat tampang rekanmu yang terhina.

Kalau begitu, kalahkan Medusa dahulu.

Dasar. Kenapa kau masih tidak mengerti?

Maksudku, aku tak mau lihat pria umur 30-an digantung, bermain gim terikat.

Jangan menyebutnya gim terikat, aku bisa merasa malu.

Ini seharusnya menjadi kewajibanku sebagai gadis cantik.

Kalau begitu, tukaran saja denganku. Pasti sangat sesuai denganmu.

Pelecehan seksual.

Lelucon apaan ini?

Lihatlah! Dia sudah marah, sangat marah.

Gim terikat pria paruh baya,

itu sangat hebat, tahu?

Nona Dryad.

Namun, hanya terbatas pada pria tampan, bukan?

Kalian sedang meributkan apa?

Sebaliknya, kurasa pria berwajah jelek lebih membuatku bersemangat.

Bagaimana?

Tolong jangan mengungkap kelainan seksualmu.

Kalian berdua, tenanglah sedikit.

Hanya Medusa yang agak normal. Astaga!

Bagiku, mempermainkan lelaki di bawah umur itu sungguh menyenangkan.

Shotacon, jangan ikut berdebat!

Tuan Arvin tidak memenuhi syarat, lepaskan saja dia.

Aku belum melihat wajahnya, tidak bisa menyetujuinya.

Aku juga menyukai wajah yang imut.

Wanita-wanita ini...

Kalau begitu, mari kita mencocokkan jawabannya.

Hentikan! Kalian mau apa?

Bukankah sedang membahas tentang maukah mengalahkan Medusa?

Kenapa menjadi begini...

Hei! Katakanlah sesuatu.

Setidaknya, ungkapkan perasaan setelah melihat wajahku.

Tidak menarik.

Tidak berminat.

Dua jam kemudian mungkin akan melupakannya.

Maaf, tidak sesuai dengan harapan kalian.

Maaf, ini salahku,

meminta kalian mengalahkan Medusa yang kejam.

Tidak. Bagaimanapun, aku juga bertanggung jawab,

bertanggung jawab sekitar satu persen.

Jika dikatakan sejak awal, aku juga bisa menghadapinya sejak awal.

Tidak menyangka, dia bisa begitu lemah...

Kabarnya, pembatuan tidak berefek padanya, kukira kalian bisa mengalahkan Medusa.

Kelihatannya, aku yang terlalu polos.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left