Castle

Castle

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Castle S02 Complete 720p WEB-DL x264-PAHE in
A Commentary by thekamek
Just Re-sync

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Published on: 2021-07-12
Downloads: 109
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ada 2 macam orang yang memikirkan cara membunuh manusia.

Psikopat dan penulis misteri. Aku orang yang dibayar lebih baik.

-Siapa aku? -Aku Rick Castle.

Aku memang tampan, ya?

Tiap penulis butuh inspirasi, dan aku telah menemukan itu.

Detektif Kate Beckett.

-Nikki Heat? -Karakter berdasarkan dirimu.

Berkat hubungan dengan Walikota, aku ikut dalam kasusnya.

Aku senang bila kau memukulku. Kita bisa tangkap pembunuh.

Kita bisa jadi tim hebat. Seperti Starsky dan Hutch.

-Turner dan Hooch. -Kau mengingatkanku pada Hooch.

Aku suka itu. Seksi bukanlah kejahatan.

Apa yang spesial tentang novelis misteri terkenal Richard Castle?

Dia kaya, tampan dan mendasarkan buku laris berikutnya pada dirimu.

Bagaimana rasanya jadi inspirasi karakter baru Castle, Nikki Heat?

Mewakili NYPD, aku senang memberi Tn. Castle

wawasan soal profesi ini.

Karena buku larisnya, jelas Castle punya wawasan baik soal kejahatan.

Aku sering diberi tahu partisipasinya penting

untuk mengungkap kasus terberatmu.

Benarkah? Kau diberi tahu itu? Oleh siapa?

Oleh Castle.

Bisa permisi sebentar?

Pak, bisa bicara secara pribadi sebentar?

-Beckett, aku punya... -Sekarang.

Kita sudah sepakat, Beckett.

Kesepakatan itu batal. -Kenapa?

Tak cuma dia punya pesta bujangan dengan polisi kembar

yang pakai dia jadi tiang penari bugil saat aku bicara pada pers,

kau tahu yang dikatakannya? Katanya dia bantu ungkap kejahatan.

-Bukankah itu benar? -Bukan itu intinya.

Kau tahu betapa sulit bagi NYPD untuk dapat pers baik?

Dalam majalah yang sungguh dibaca orang.

Artikel ini penting bagi Walikota, jadi, kita akan membantunya.

Kau paham maksudku?

Baiklah.

Senang bertemu denganmu.

Kita harus sering adakan sesi foto.

-Kenapa seragammu tak seperti itu? -Aku tak mau dibayar perorangan.

-Bukankah kita punya hal itu? -Tidak.

-Kau tahu, hal soal pria itu. -Benar.

Kami permisi.

Aku cuma ingin kau tahu diriku tak terlibat hal ini.

Majalah yang mengaturnya. Walikota pikir itu akan jadi pers yang baik.

Kau tak perlu menjelaskan diri. Sungguh.

Kau lihat? Aku tak peduli lagi. Permisi, aku harus wawancara lagi.

-Apa tindakanku yang sangat salah? -Satu hal yang kuminta tak dilakukan.

Jangan periksa pembunuhan ibumu, tapi lihat yang kutemukan.

Tak penting yang kau temukan. Aku telah lupakan itu sejak lama.

-Kini kita bisa wawancara lagi. -Kau harus menjadwal ulang.

-Kami baru temukan jasad. -Maaf aku meninggalkanmu, Amy.

Kau bercanda? Ini bagus.

Ini kesempatan lihat Castle beraksi. Pembaca suka itu.

Kita tak akan mau mengecewakan pembacamu, bukan begitu, Detektif?

-Kita bisa membahas ini? -Tak ada yang perlu dibahas.

Setidaknya beri tahu aku harus apa untuk menebusnya.

-Tinggalkan aku sendiri. -Kucoba itu dan tak berhasil.

Aku bisa membelikanmu kuda poni.

Fokuslah, Castle. Ini TKP, ya?

Itu pria yang jatuh.

-Castle, kenapa kau di sini? -Kami masih marah padanya.

Ada korban, ibu dan ayah bertengkar. Seperti masa lalu.

-Bagaimana situasi di atas? -Ada dahan menyodok dadaku

serta lampu sorot menyinari bokongku.

Bisa lebih buruk lagi. Kau bisa memakai rok.

-Saat turun, akan kupukul kau. -Kunantikan itu.

Ini.

Korban pria kulit putih, usia akhir 30 tahun.

Berdasar dahan yang patah, kurasa dia lompat dari puncak gedung itu.

Namanya John Allen. Menurut KTP asalnya dari Upper West Side.

Menurut kartu nama dia kerja di bidang asuransi.

-Apa ini bunuh diri? -Ini bukan bunuh diri.

-Bagaimana kau bisa tahu? -Gedungnya terlalu rendah.

Dia ingin bunuh diri, bukan menjadi cacat.

Jika ingin tewas, lompat ke beton, bukan pohon.

Berdasar sudut jatuhnya, kurasa pria itu dilempar dari gedung.

Karena jelas ini bukan bunuh diri, bagaimana caranya tewas?

Ada tanda pencekikan. Tampaknya tenggorokannya remuk.

-Ada tanda bekas ikatan? -Tidak.

Itu artinya sesuatu yang mengikat seperti tali atau sabuk.

Jika tak ada itu, dia dicekik tangan.

Kau sangat mengerti, tak heran mereka senang kau ikut.

Dia SDM yang hebat, sayang untuk membuang talentanya di lapangan.

Kau bisa ke mobil jenazah bersama Dr. Parish untuk cari info korban?

-Bukannya lebih baik aku di TKP? -Tidak.

Kami akan bertanya pada saksi dan coba mengumpulkan info.

-Hal polisi yang membosankan. -Baiklah.

Tapi aku serius soal kuda poni itu. Ayo, kutunjukkan mobil jenazahnya.

-Dapat sesuatu di dompetnya? -Tidak.

Cuma ada tiket binatu, KTP, dua kartu kredit.

Tapi uang tunainya hilang.

Ini tak mungkin perampokan.

Maksudmu kita harus berkendara bersama jasad itu?

-Kau bisa duduk di jok depanku. -Kau yakin?

Aku terbiasa dengan jasad.

Jangan menyapaku, aku cuma membantu temanku.

-Kau juga marah, ya? -Apa yang kau harapkan?

Dia habiskan tiga tahun menjadi polisi untuk mengungkap pembunuhan ibunya.

Butuh banyak hal untuk lupakan itu, kau tak bisa hormati itu?

Aku harus apa? Tak beri tahu penemuanku?

-Apa yang kau temukan? -Dia tak memberitahumu, ya?

Ada tiga orang dibunuh dengan cara seperti ibunya, hampir di saat yang sama.

Salah satunya adalah mantan siswa hukum dirinya.

Lalu juru tulis dokumen. Yang ketiga, pengacara organisasi nirlaba.

Tunggu, Pemeriksa Medis saat itu tak menghubungkannya?

-Jika ya, dia menyimpannya. -Kau sudah bicara padanya?

Dia wafat empat tahun lalu.

Jadi, kau paham kenapa aku harus memberitahunya.

Apa yang dikatakannya?

Bahwa hubungan kami usai. Lalu dia pergi...

Jangan bergerak.

Ambil jasad itu!

Ayo.

Jangan bergerak.

Ayo, cepat!

Apa cuma aku, atau hal itu memang aneh?

-Bagaimana? -Dia akan hidup.

Tak ada kerusakan otak?

Jika begitu, itu terjadi sebelum malam ini dan dilakukan sendiri.

-Masa indah. -Bagaimana reporter itu?

Reporter itu? Kami minta pernyataannya dan memulangkannya.

Ada info soal sedan itu. Unit Kejahatan menyisir atap

serta ada unit periksa video keamanan di TKP.

Tahu yang tak kupahami? Siapa yang mau curi jasad?

Ada banyak. Pengambil organ, siswa kedokteran yang tak punya jasad.

Pemuja setan, ilmuwan gila yang ingin membuat monster sendiri.

Atau mereka yang membunuh pria itu meninggalkan bukti.

Membosankan. Jika dia mata-mata yang menelan microchip rahasia

yang dibunuh pasukan musuh sebelum CIA bisa menangkapnya?

Meski kami hargai pemahaman dan teorimu yang luar biasa

Nona Cosmo sudah pergi, jadi, kurasa kini kau bisa pulang.

Pulang? Tidak, kasus ini makin menarik.

Lalu aku seorang saksi.

Kubiarkan kau mengurus kasus ini bersamaku

jika berjanji takkan mengusikku saat usai dan tak mencoba kembali.

Sepakat. Tapi kuperingatkan, Detektif.

-Akan kubuat pikiranmu berubah. -Tidak akan.

Pasti. Jadi, apa langkah berikutnya? Keluarga korban?

Kurasa dia takkan menerima Castle kembali.

Nyonya Allen? Ini tentang suamimu.

Dia di sini beberapa jam lalu dan kini dia tewas.

Kau tahu kenapa dia berada di bagian kota itu?

Tidak. Kantornya ada di Midtown, jauh dari Ninth.

-Pukul berapa dia pergi dari sini? -Sekitar pukul 18.00.

Dia baru pulang dari perjalanan dan bilang harus mengurus berkas.

-Katanya cuma pergi beberapa jam. -Kau bilang "perjalanan"?

Dia pergi ke Albuquerque, untuk seminar pelatihan.

Hanya dua malam.

Kau lihat ada yang tak lazim baru-baru ini? Ada perilaku aneh?

Dia harus bekerja lembur lebih sering dari biasanya.

Tapi dengan ekonomi begini, siapa yang tak begitu?

Dia harus memecat setengah departemennya tahun lalu.

Lalu kau yakin dia bekerja lembur?

Apa maksudmu? Bahwa dia selingkuh?

Tiap malam dia melewati pintu itu dan anak-anak akan menghampirinya.

Kini dia tiada. Jadi, jangan tanya apa dia memang kerja lembur.

Katakan kenapa dia dibunuh?

-Dia tak bermaksud... -Bagaimana dengan telepon larut?

Castle.

Ya. Ya.

Salah satu yang dipecat oleh John, Max Haverstock.

Dia menelepon larut malam dan berteriak memakinya.

Kurasa dia sedih dan butuh uang.

Kuminta John untuk tutup telepon, tapi katanya dia tak tega.

-John pernah memberinya uang? -Suamiku tak percaya pada sedekah.

Dia yakin seseorang harus berusaha sendiri.

Di mana dia? Aku ingin berpamitan.

Soal itu...

Itu canggung.

Ini tidak masuk akal.

Pria itu punya kehidupan menengah stabil. Pekerjaan, keluarga baik.

Mungkin temannya, Max, iri.

Ya, mungkin membunuh, tapi mencuri jasadnya?

Esposito, periksa teman korban. Max Haverstock.

Ya.

Cari dia dan bawa ke markas.

-Syukur Ayah pulang. Ayah tak apa? -Ayah baik saja, kenapa?

"Baik saja"? Penembak bertopeng, pencuri jasad? Kukirim Ayah SMS.

Maaf, ponsel Ayah pasti mati. Bagaimana kau bisa tahu?

-Tadi Beckett menelepon. -Benarkah?

Dia cuma ingin memberi tahu kau baik saja.

-Jadi, dia telah memaafkanmu? -Tidak juga, Ibu.

Tapi sedang kuusahakan itu. Dia mau aku membantu di kasus ini.

-Ibu rasa itu awal yang bagus. -Ini lebih dari awal bagus.

Ini kesempatan. Dia dirikan dinding di antara kami, tapi aku akan

menaruh pintu di dinding itu. Letakkan tangga atau gali lubang.

-Kau punya strategi? -Menjadi diriku yang menawan.

Bagaimana dengan rencana B?

-Apakah buruk atau Ayah takut? -Ayah takut? Mustahil, ayolah.

Permisi karena Ayah mau mengganti celana pendek. Ayah memang takut.

-Tapi incaran mereka adalah jasad. -Kenapa?

Itu benar. "Ayah di mana? Ayah baik saja? Yah, telepon kami secepatnya.

Yah, aku bisa menonton Fame bersama Owen pada hari Jumat?"

-Rasa cemasmu sangat menyentuh. -Itu setelah kutahu Ayah tak apa.

-Ayah kira kita mau menonton itu. -Benar dan masih bisa.

Tapi dia mengajakku tonton itu bersamanya Jumat besok.

Kau lebih memilih pergi bersama pacar dibanding Ayah? Kenapa kau?

Jika Ayah ingin aku pergi bersama Ayah, kulakukan itu.

Tidak. Tidak.

Bilang Owen dia menang ronde ini, tapi kita tonton A Christmas Carol.

More Indonesian subtitles for Castle

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left