The first 200 lines.
Keluarga dari pasien yang mati otak..
meminta waktu untuk mempertimbangkan kembali malam ini.
Harap kalian menunggu sedikit lagi.
Tentu, tentu saja.
Kami akan menunggu.
Bagaimana menyampaikannya ke mereka?
Harapan mereka sudah terlanjur membumbung.
Kita harus mengatakan yang sebenarnya.
Keluarga pasien menolak untuk mendonasikan.
Bagaimana nasib Poong Sang?
Biar aku yang menyampaikan berita ini kepada mereka.
Hatiku hancur tiap mendengar suara ambulans.
Beberapa kali ibuku dilarikan oleh ambulans,
dia meninggal di dalam nya.
Nyawa seseorang menghilang.
Keluarga pendonor itu pasti sangat bersedih.
Waktu dulu,
mobil-mobil tidak mau memberi jalan kepada ambulans.
Di masa sekarang orang-orang memberi jalan pada ambulans.
Rasanya aku tidak akan bisa mengucap selamat tinggal..
dengan cara seperti itu.
Syukurlah ada kamu disini..
yang memotong kuku ku.
Aku senang aku sakit.
Tangan ini memberi kehidupan bagi keluarga besarmu.
Ini tangan terbaik di dunia.
Kamu pasti sangat kecewa hari ini.
Adalah kebohongan kalau aku bilang aku tidak kecewa.
Aku memahami keputusan keluarga itu.
Mendonasikan liver bukan keputusan yang mudah.
Kalau itu aku, belum tentu aku juga bersedia.
Jangan menyerah.
Pasti akan datang kabar baik.
Boon Sil.
Semua orang pasti akan meninggal.
Hanya saja..
ada yang meninggal lebih cepat daripada yang lainnya.
Sebaiknya kamu merelakan ku.
Jangan berusaha terlalu keras.
Seperti kataku tadi,
Aku tidak bisa mengucap selamat tinggal pada siapapun lagi.
Aku akan meninggal lebih dulu,
kamu selesaikan semua urusanmu baru boleh menyusulku.
Banyak hal yang ingin kulakukan untukmu.
Kalau aku dilahirkan kembali..
Kita tidak tahu..
yang akan terjadi setelah kematian.
Kalau ingin melakukan sesuatu, lakukan sekarang.
Kamu benar.
Aku selalu menunda keinginanku,
tiba-tiba terjadi seperti ini..
tanpa pernah sekalipun naik pesawat.
Tiap hari setelah sarapan,
aku ke bengkel..
dan kamu mencuci mobil.
Hidup ini tidak pasti..
tiap menit bahkan detik bisa berubah.
Kenapa begitu yakin dengan yang akan terjadi..
dalam tahun bahkan..
dekade ke depan?
Kupikir..
aku masih punya banyak waktu.
Kamu masih punya banyak waktu.
Kamu ingin pergi berbelanja?
- Berikan padaku. - Biar aku yang bawa.
- Kenapa sih? - Gak pa-pa.
Lihat ini. Lihat.
Bibi, ini berapa harganya?
Ini? 6 dollar 1 nya.
6 dollar.
Buka mulut.
Kemana perginya si "Babi"?
Poong Sang jalan-jalan ke atas bukit.
Tiap hari dia kesana untuk mendapat udara segar.
Kenapa Ayah memanggil Poong Sang begitu?
Masa menantu dikasih nama Babi?
Itu karena dia gak pernah mentraktirku makan daging sapi.
Selalu saja mentraktirku daging babi.
Ini bagus.
Lebih baik kamu pergi saat dia gak ada.
- Berkemaslah. - Apa?
Aku datang menjemputmu.
Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan ini.
- Ayah. - Mana tas mu?
Aigoo.
Ini dia.
Ayah, tolonglah.
Aku tidak bisa tidur semalaman.
Dulu, aku bisa membunuh kerbau dengan tangan kosong.
Lalu bertahun-tahun aku merawat ibumu yang sakit,
itu membuat aku menjadi lemah.
Karena saat itu kehidupanmu sendiri akan menghilang.
Hidup seperti itu tidak bisa disebut kehidupan.
Kamu sengaja masuk ke dalam lubang api.
Aku tahu, Ayah.
Aku tahu penderitaanmu,
aku paham alasanmu berperilaku seperti ini.
Tapi Ayah, kenapa dulu..
- kamu tidak meninggalkan Ibu? - Apa?
Ayah pernah berkata..
rasanya ingin kabur saja..
karena sangat berat merawat Ibu.
Tapi ayah tidak melakukannya..
karena Ibu telah memberikan keluarga kepadamu.
Ayah berkata itu adalah bentuk kesetiaan.
Itulah perasaanku saat ini.
Poong Sang adalah ayah dari putriku.
Mengingat waktu yang telah kami lalui bersama.
aku harus tetap setia.
Bagaimana aku bisa meninggalkannya hanya karena dia sakit?
Saat pertama kali aku mengetahui..
dia sakit,
kupikir itu karena saudaranya yang sudah membuatnya menderita.
Tapi kalau dipikir lagi,
aku juga ikut bertanggung jawab.
Kalau saja aku lebih bersabar..
tidak menambah beban pikirannya,
mungkin dia tidak akan terkena kanker.
Omong kosong apa ini?
Apa semua orang jatuh sakit..
karena stress dari keluarga mereka?
Kenapa tiba-tiba menyalahkan diri sendiri?
Ayah.
Aku tidak akan pergi.
Bahkan bila aku pergi,
bagaimana bisa aku tidur nyenyak?
Aku ingin disini bersama Poong Sang.
Aku sudah memperingatkanmu.
Jangan menyalahkan aku di kemudian hari.
Sial, ini bikin pusing.
Boon Sil!
Ayah masih disini?
Ini aku beli buntut.
Ini kan mahal.
Aku mengambil tabunganku.
Jangan selalu makan babi.
Kamu sendiri perlu makanan bergizi.
Kamu harus sehat supaya bisa mengurus orang sakit.
Ini akan kumakan sendiri diam-diam.
Masuklah, Ayah.
si "Babi" sebentar lagi pulang.
Aku gak perlu ketemu dia.
Aku kasihan sama dia. Dia masih muda.
Aku membenci dia karena..
sudah membuatmu menderita,
tapi aku kasihan bila memikirkan hidupnya.
Pasti berat bagi dia kalau harus meninggalkan keluarganya.
Kalau kamu sudah bertekad merawatnya,
rawat dia sebaik-baiknya agar kamu tidak ada penyesalan.
Akan ada masa kamu merasa amarah..
bia merawat orang sakit.
Tapi aku sendiri menyesalinya kemudian.
Keadaan begitu berat..
aku bahkan pernah membentak Ibumu.
Aku bilang sebaiknya dia mati saja.
Suatu hari tiba-tiba ibumu ingin makan strawberi.
Aku sangat cape karena bekerja seharian.
Aku meninggalkan rumah dengan marah dan membentaknya,
"Kenapa juga kamu pingin strawberi?"
Aku mengelilingi daerah perumahan,
membeli strawberi, dan pulang.
Tapi ibumu sudah..
Mungkin itu makanan terakhir...
yang ingin dinikmatinya.
Aku tidak bisa makan strawberi sejak saat itu.
Aku bahkan tidak tahan melihat strawberi.
Mungkin saja..
Ibu tidak ingin Ayah melihat..
saat kepergiannya.
Itu bukan salahmu.
Ayah.
Jika keadaan disini menjadi terlalu sulit,
Aku janji akan berkemas dan pergi.
Tolong tunggulah..
sampai keadaan begitu susah dan aku memutuskan untuk menyerah.
Dengan begitu aku tidak akan menyesal.
Aku ini mana pernah mau rugi.
Aku tidak akan memaksakan melebihi kemampuanku.
Baiklah.
Jagalah dirimu.
Apalagi yang ayah punya kalau terjadi sesuatu padamu?
Kenapa ayah dan anak bisa memiliki..
nasib yang serupa..
Sial.
Sialan.
Sayang, aku sedang di pasar.
Kamu ingin makan apa?
Apa kamu masih di atas bukit?
Iya, aku masih jalan-jalan.
Udaranya segar sekali.
Aku segera pulang.
Hati-hati jalannya. Jangan sampai jatuh.
Baiklah. Aku akan segera pulang.
Poong Sang kerja di bengkel?
Kenapa kamu terkejut?
Aku tahu kamu suka uang,
tapi kok tega memaksa Poong Sang bekerja?
Aku kemari karena kesal kepadamu.
Beneran deh.
Pak.
No comments yet. Be the first to leave one.