The first 200 lines.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Berikan aku keauntetikan.
Rasakan itu. Buat itu berarti. Ayo!
Yang tulus.
Lebih keras.
Lebih keras!
Bagus... Bagus.
Aku hanya... Terima kasih.
Aku tahu tak memiliki kredensial formal yang dimiliki gadis lainnya.
Apa kredensial informalmu, Avery Malone?
Aku bertekad. Berkomitmen.
Aku memiliki etos kerja yang bagus.
Jika aku harus sebutkan salah satu kekuranganku, menurutku...
Anggap saja kau berada di posisiku.
Katakan padaku apa yang aku ingin dengar.
Oke.
Kau penulis yang berkeinginan tinggi.
Ini bisa menjadi kesempatan bagus untukmu.
Percayalah, aku akan lakukan apa saja...
Apa kau semacam groupies?
Dengar, kau masih muda, manis, santun.
Itu sangat bagus.
Kami hanya memiliki satu kekhawatiran,
Yaitu menjual buku klien kami.
Dia butuh asisten. Bukan penulis.
Menulis adalah tugas dia.
Orang yang ingin jadi penulis hanya pengalihan,
Jadi kau yang mana?
Asisten? Atau pengalihan?
Asisten.
Apa yang kau miliki tapi tak dimiliki pelamar lain?
Tidak ada.
Tidak ada yang istimewa tentangku.
Jujur, itu sesuatu./ Luar biasa.
Dengar, aku tahu aku tak punya pelatihan formal atau keahlian khusus.
Tapi aku paham buku.
Semua buku-buku, khususnya buku dia.
Aku cepat belajar.
Aku tak pernah melakukan sesuatu setengah-setengah.
Dengar, apapun yang Caleb Conrad...
Klienmu...
Apapun yang klienmu ingin untuk aku lakukan, akan kulakukan.
Apa saja.
Dengar, aku sangat butuh ini.
Buka bajumu.
Terima kasih untuk waktumu.
Kubilang ikuti saja, tapi jika ini menjadi permasalahan hukum, itu salahmu.
Masuk.
...Bajingan
Kau mungkin belum pernah melihat wajah tamu kita sebelumnya,
Tapi kau sudah membaca kata-katanya.
Mari kita sambut penulis dengan buku penjualan terbaik,
Dan pemenang Penghargaan Buku Nasional tahun ini,
Avery Malone.
Selamat datang.
Sekarang, mari kita serius sebentar.
Bukumu, itu tak sepenuhnya fiksi, 'kan?
Maaf, jika kau tidak...
Tidak, tak apa.
Tentu,
Ada beberapa bagian yang sangat dekat dengan situasi rumah.
Maksudmu, saudarimu?
Halo? Bukan.
Ya. Sebentar.
Hei, Avery?
Ini menelepon beberapa kali. Pasti penting.
Terima kasih, Henry./ Ya.
Hei.
Lupakanlah.
Halo?
Avery Malone? / Ya.
Aku menghubungi mengenai wawancaramu.
Kau mendapat pekerjaannya.
Halo? Halo?
Maaf./ Akan aku kirimkan rinciannya.
Terima kasih.
Rumah Derlain.
Kediaman favorit Tn. Conrad.
Nn. Malone?
Kamarmu.
Kau harusnya memiliki seluruh layanan dan falisitas ...
"Fasilitas"?
Benar.
Ponselmu, tolong.
Tak ada ponsel. Tak ada foto.
Bagaimana jika aku ingin menelepon?/ Tak ada pengalihan.
Terima kasih.
"Kepada Ny. Seville, Inggris, St. Petersburg,"
"11 Desember 1017."
"Kau akan senang mendengar bahwa tak ada masalah yang terjadi..."
"...selama tahap perjalananku..."
"Tak seperti yang kau katakan tentang perasaan tak enakmu."
"Aku sampai kemarin,"
"Dan tugas pertamaku untuk pastikan kebaikan saudariku,"
"Serta meningkatkan kepercayaan sebagai bentuk keberhasilan penjagaanku."
"Aku berada di London utara terjauh,"
"Dan seiring aku berjalan di Petersburg,"
"Aku merasakan hujan utara yang dingin menetes di pipiku,"
"Dan itu memicu sarafku dan mengisiku dengan sukacita."
"Kau paham perasaan ini?"
"Udara dingin ini,"
"Yang bepergian dari wilayah-wilayah..."
"...mengingatkanku pada masa-masa saat mendaki gunung es dulu."
"Memukau."
"Sebuah halaman menjadi sesuatu yang sangat kuat."
"Kebrutalan yang ilahi."
"Caleb Conrad mendapatkan singgasananya..."
"...sebagai Raja Macabre yang baru."
Bukumu?
Itu ada di kamarku.
Itu berada di mejaku.
Apa kau.../ Kau membawa tulisanmu?
Tidak. Maksudku, aku diminta tidak membawanya.
Kau selalu melakukan apa yang diperintahkan?
Aku Caleb.
Dan kau?
Avery.
Apa kau yakin?
Aku yakin. Maksudku...
Kau tahu, aku tidak tahu itu kau.
Kau tak pernah tunjukkan wajahmu sebelumnya,
Jadi aku hanya tidak tahu...
Tapi itu kau. Kau Caleb Conrad.
Itu benar.
Publik meminta sebuah wajah untuk seni.
Akhir-akhir ini kau berpikir kehidupan seniman,
Jauh lebih penting ketimbang karyanya itu sendiri.
Bukankah kehidupan aslimu lebih berarti dibanding buku-bukumu?
Apa kau masih menganggap Mona Lisa mahakarya...
...jika Da Vinci mencuri setiap hari sepanjang hidupnya?
Bagaimana jika Shakespeare seorang pembunuh?
Bagaimana perasaanmu tentang Hamlet?
Kehidupan seniman membosankan. Bahkan mengerikan.
Itu sebabnya mereka menciptakan.
Dimana mereka tinggal,
Siapa yang mereka cintai, keluarga mereka, itu tidak penting.
Apa yang terpenting, inti sebenarnya adalah karyanya.
Terlepas itu menarik atau tidak.
Aku menganggapmu menarik.
Kau menganggap karyaku menarik.
Sebagai seseorang, aku bisa jadi orang yang sangat berbeda.
Bagaimana kau tahu?
Aku rasa aku pasti tahu.
Anggap saja karyaku adalah hal yang Paling menarik tentangku.
Maka kurasa aku sudah tahu semua yang menarik tentangmu.
Mari kita lihat jika ini membuatmu tertarik.
Permainan, dua pemain,
Untuk buku kita.
Dari semua yang sudah kutulis, buku mana favoritmu?
"Virgin Red."
Selain itu.
Mungkin "At Midnight".
Keduanya ditulis saat aku 20 tahunan.
Aku tak tertarik menulis fiksi lagi.
Aku tak memiliki satu novel terbaik sebagai penutup di diriku.
Aku ingin hal yang nyata, tulus.
Bertujuan memaparkan emosi termurni.
Permainan ini mengontrol eksperimen dalam ketakutan.
Kenapa ketakutan?
Apa lagi yang layak untuk ditulis bagi seorang penulis cerita horor?
Itu akan memberiku peluang untuk mempelajari rasa takut sebenarnya.
Untuk mendokumentasikannya dan mengontrolnya.
Memahaminya.
Jadi kau ingin aku menjadi kelinci percobaanmu?
Tidak tanpa persetujuanmu.
Permainan ini, itu akan membantumu menulis lagi?
Maksudku, menulis novel?
Yang aku tahu adalah jika rasa takut,
Seperi gula untuk permen bagi penulis horor.
Itu bahan dasar.
Itu bertujuan untuk berakhir.
Kontrak ini hanya formalitas...
Itu menyatakan kau menerima tanggung jawab...
...terhadap semua kemungkinan yang bisa terjadi.
Itu sebenarnya untuk perlindunganku.
Aku bisa menjadi sangat sulit ditebak.
Seperti yang aku prediksikan.
Apa lagi yang kau prediksikan?
Bagaimana jika kita menulis buku yang menjemukan?
Takdir lebih buruk ketimbang kematian.
Aku butuh penulis lainnya.
Aku butuh kau.
Atau mungkin aku sebaiknya mencari orang lain.
Jika gula yang kau butuhkan,
Aku Willy Wonka-mu.
Maka anggap itu tiket emasmu.
Dalam beberapa hari kedepan,
Kita akan melakukan analisis kepribadianmu secara dalam.
Ketakutanmu. Hasratmu.
Itu akan butuh waktu,
Tapi saat itu berakhir, kita bisa mulai menulis.
Kita membangun naratif berdasarkan profilmu.
Mendalami apa yang membuatmu terdorong.
Aku tak janji itu akan menjadi pengalaman yang menyenangkan,
Tapi jika kita melakukannya dengan benar...
Aku Willy Wonka-mu.
Caleb?
Avery.
Caleb?
Oke. Bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.