The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Satu bulan setelah pengumuman pencalonan,
Presiden Tom Kirkman perlu sukses dalam State of the Union,
daripada menyerang dan menjatuhkan dirinya sendiri.
Semalam, State of the Union dalam bencana,
dan menuju musim kampanye,
bisakah itu menjatuhkan peluang Presiden Tom Kirkman di pemilihan?
Selanjutnya, tanggapan dari kandidat presiden Republik, Cornelius Moss.
Seth, kita harus mengubah ceritanya.
Ya, aku punya rencana untuk dijalankan oleh Mark.
Tidak perlu.
Dia bosku...
Komunikasi tak lagi bekerja di pemerintahan AS.
Kau memecatnya.
Kepala Staf kadang harus begitu.
- Tentu, aku tak bermaksud kau... - Media butuh cerita baru.
Arahkan ke pemilu infrastruktur.
Itu kurang mengalihkan perhatian pers dari isu semalam.
Mereka terus membahasnya.
Kau tahu cara kabur dari mereka, 'kan?
Jangan bilang mau menembaknya.
Kita menderita.
Pepatah itu selalu membingungkanku.
- Orang sering bilang itu. - Saat menderita, tak bisa melawan.
Kurasa bukan.
Seth, ubah narasi.
Atau kau dan Mark bertemu di perpustakaan umum untuk lokakarya menulis CV.
Katanya sangat informatif.
...terjadi kesalah?
Jangan salahkan Kepala Staf baru, Mars Harper,
pegawai terbaik Washington, dia sangat tertib.
salah Kirkman, politikus pemula yang melakukan harakiri politik.
Kembali bekerja.
- Aku mau bicara dengan Presiden. - Jangan hari ini.
Saat menerimaku, dia ingin mengutamakan Kantor Inovasi Sosial.
Kita semua ingin. Siapa yang tidak?
Aku punya proposal pengalihan dana USAID untuk obat anti parasit di Afrika.
- Per anak 50 sen setahun... - Ayo bicara sebelum rapat Dewan.
- Kami diskusi. - Terima kasih, Isabel.
- Tampaknya dia tak suka kau. - Penampilan bisa menipu.
Berita dari Penasihat Keamanan Nasional?
Badai hampir melumpuhkan industri garam di Puerto Riko.
Khususnya produksi cairan infus natrium klorida.
Itu sangat spesifik.
Posisi kita bisa rentan.
Kenapa bisa?
Konflik militer terjadi. Kita bisa kurang tenaga medis.
Kita perlu meningkatkan sektor Manufaktur Produk Medis.
Aku akan memeriksanya.
Dan bicara soal produk medis.
Ayo penuhi janji minum kita itu.
Harus. Kapan?
- Bagaimana bulan Januari nanti? - Pesan!
Ketua DNC ada di Ruang Roosevelt, dia mau bicara.
Aku tak suka wanita itu.
...aku tak ingat kalau aku merajuk selama pidato di State...
Kenapa ada begitu banyak televisi di tempat ini?
Mencari ruang kantor?
- Pasti ruangan ini dipilih. - Belum terlambat, Mars.
Terlambat apa?
Belum terlambat keluar dari perlombaan.
Tetapi kami sudah mengisi pernyataan pencalonan dengan FEC.
Dan betapa menyebalkan mereka karena tak bisa mengembalikan apa pun.
Dia akan menyedot suara, yang akan memenangkan Moss,
yang menghasilkan akhir agenda progresif seperti yang kita tahu.
Tahu apa? Kau cemas soal perbedaan suara?
Mungkin kalian yang harus dikeluarkan.
Partai Demokrat? Kita harus keluar?
Kami punya presiden.
Apa yang kau punya?
...konten tak melakukan apa pun,
jadi penghalang, mempermainkan parpol,
kedua partai.
- Tidak sah! - Tidak sah bukan argumen, Pak!
Jika hinaan dan komplain dipakai untuk debat di ruangan hebat ini,
maka situasi Kongres sangat disayangkan.
Kalian hanya ingin menjatuhkan.
Itu memalukan.
Sistemnya sudah bobrok.
Dan kalian yang merusaknya.
Aku sungguh mengacaukannya, 'kan?
Kau pikir aku koki di PBB.
Seharusnya Senat mengutamakan kebijakan politik, tapi mereka diam saja.
Apalagi, semua orang tak mengatakan kalau ucapanku semalam itu benar.
Mungkin bukan ucapanmu, Pak Presiden, tetapi penyampaianmu.
Jadi, aku menyinggung perasaan lembut mereka.
Mereka akan memakai ini untuk menjatuhkan RUU infrastruktur.
Terakhir mengecek, OLA bilang kita bisa meluluskan RUU.
Itu cek sebelum tadi malam?
Panggil Wakil Presiden. Dia penting di Kaukus Demokrat.
Dia perlu membantu menaikkan suara.
Ya, Pak.
Mustahil. Itu bagus bagi negara dan konstitusi, dan mereka tak peduli?
Mereka tak peduli jembatan di Carolina Utara runtuh.
Mayat korban masih dievaluasi.
Pak Presiden, aku sudah di kota ini lebih lama darimu.
Jika ada satu hal yang bisa kau andalkan,
ini juga akan berlalu.
Kau juga pakai istilah itu.
- Hadapi masalah dan tetap bertugas. - Itu jadi kisah hidupku.
Apa lagi?
Prioritas utamanya harus menekan manajer kampanye kelas satu.
Sudah periksa daftarnya?
Sudah, tapi aku mau diskusi dengan orang luar, Lorraine Zimmer.
Dia perwakilan Moss.
Dia akan tahu taktiknya, itu bisa berharga.
Katanya dia agnostik partai.
Tolong, atur pertemuannya.
Baik, Pak.
Kau perlu melobi para senator, jadi...
pakailah jas.
- Seth? - Bagaimana Florida?
Lembap dan menyebalkan. Kalau Washington D.C?
Dingin dan menyebalkan.
Pasti, terutama setelah semalam.
Kau menonton?
Ya, aku menonton presiden berpidato di State of Union.
- Pendapatmu? - Kebijaksanaan aturan...
Emily, apa pendapatmu?
Sebenarnya, menyegarkan. Senang mendengar kejujuran soal situasi sulit.
Mungkin kau anggap situasi sulit karena kami terbunuh di sini.
Kenapa telepon?
Dengar, kita akan mendapati...
sedikit masalah di sini.
Presiden menjadi berbeda sejak kau pergi.
Berbeda bagaimana?
Aku tak mau bilang tak sopan, tetapi...
kau selalu seperti...
pembisik Kirkman
Dan kupikir kau bisa...
jika kau bisa kembali, mungkin untuk berkunjung.
Entahlah, Seth.
Ibuku kurang sehat dan butuh aku, jadi...
Aku mengerti.
Tolong pertimbangkan.
Baik, akan kupikirkan lagi.
Baik, selagi kita terhubung,
kau tahu istilah "menderita", "kita menderita",
dari mana itu?
Apa? Entah, mungkin pergi ke Niagara dengan derita.
Kurasa bukan.
Sampai jumpa.
...ucapan senator tak salah...
- Siapa yang menelepon? - Seth.
Aku suka dia.
Arahan dia bagus.
...sistem rusak, ketika dia juga bagian sistem itu.
- Kirkman... - Kalian punya hubungan, 'kan?
Sedikit.
Dia ingin aku kembali ke D.C, tetapi aku tak ingin.
Kenapa tak ingin?
Ibu mengidap kanker dan harus kemoterapi di klinik,
aku mau menemani Ibu.
Jangan konyol. Ibu bisa memesan Uber untuk ke sana.
- Ibu.. - Emily,
Ibu bisa menemui dokter sendiri,
jika jadi kau, Ibu tak akan mengundurkan diri.
Ibu akan baik-baik saja, Sayang.
Rawatlah dirimu sendiri.
Kau harus mengosongkan apartemenmu di D.C, 'kan?
Kirkman jelas gagal dalam tes penting ini.
Presiden harus bisa mengendalikan amarah,
terutama saat dia diserang.
Ellenor, terima kasih sudah datang.
Tak apa. Aku mau membuat janji temu.
Mars sudah memberi tahu stafmu soal fasilitas pemungutan suara?
Aku belum dengar.
Aku akan senang jika kau diskusi dengan orang netral di partaimu.
Dan Kantor Urusan Legislatif pikir kita menang suara,
tapi bersiaplah untuk melepasnya jika itu terjadi.
Ellenor, ada apa?
Aku memutuskan mencalonkan diri untuk partai Demokrat.
Kukira saat membahas pencalonanmu,
katamu kau tak mau jadi presiden.
Aku tak tahu kau mencalonkan.
Kau tak konsultasi padaku sebelum mengumumkan.
Tidak pada semua.
Maaf, Ellenor. Aku tak sadar jilka harus berunding denganmu.
Bukan hanya itu.
Kantorku menyediakan berbagai saran kebijakan yang sempurna
untuk State of the Union.
Kau juga tak mendengarkannya.
Jadi, apa? Sekarang kau marah?
Tidak. Aku mencalonkan karena sudah jelas
visi kita berbeda untuk masa depan negara ini.
Lebih baik kau dilayani oleh wakil presiden yang menurut.
Aku tak akan berdebat denganmu.
Ikuti pemungutan suara, dan kau bebas membagi visimu dengan Amerika.
Kau tak akan membiarkannya, 'kan?
Kau tak akan membiarkanku menang, meski tepat untuk negara.
Jadi, kau pikir aku juga tidak sah.
Maaf, Pak Presiden.
Aku juga.
Aku terima pengunduran dirimu.
Itu saja.
Duduklah.
Ada apa, Hannah?
Dari mana ini?
Dari temanmu, Valeria, setelah berusaha membunuhku.
Menurutmu itu berkaitan dengan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.