The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"
Topeng. Topeng silikon.
Riasan prostetik.
Dia sengaja memastikan ada saksi.
Tunggu.
Kenapa Jo Sung Dong?
Berita ini...
Dia tidak sendirian.
Juru kamera yang sampai ke sana kedua.
Saat ini dia tinggal di tempat
yang hanya berjarak 20 menit jalan kaki dari tempat Yeom Hwa Ran.
Apa yang polisi
lakukan di sini semalam ini?
"Polisi"?
Bagaimana Anda tahu
siapa kami?
Anda datang ke sini dengan penyidik telepati.
Kenapa selebritas seperti Anda datang ke tempatku?
Anda tidak terlihat terkejut.
Seakan-akan Anda menantikan kami.
Apa aku harus terkejut?
Penjahat kelas teri ketakutan begitu melihatku.
Tapi beberapa orang bisa sangat bernyali
tergantung kekejaman kejahatan yang mereka lakukan.
Sudah kuduga Anda akan datang.
Bagaimana caranya?
Berhenti.
Aku sedang merawat kebunku.
Itu untuk menebus kepergianku.
Bagaimana Anda tahu kami akan datang?
Karena aku bermimpi
sekian lama setelah bertemu dengan Anda, Detektif Dong.
Aku tahu Anda pria yang memiliki banyak bakat,
tapi firasat bukan salah satunya.
Tampaknya Anda tahu banyak hal tentangku.
Karena aku juga punya firasat
tentang bertemu mantan fotografer
yang membunuh sambil memakai topeng.
Pembunuh?
Jin Jae Gyu.
Ada cara yang mudah dan sulit
yang akan menutup pertemuan kita.
- Apa cara yang mudah? - Pindai ingatan.
- Kenapa? - Anda tidak tahu?
Anda bilang tahu kita akan bertemu.
Sayangnya, bakatku tidak sehebat itu.
Bakat Anda?
Kami sedang menyelidiki pembunuhan berantai,
dan banyak bukti mengarah kepada Anda
sebagai pembunuhnya.
Seperti apa?
Pembunuh berantai muncul dari berhenti 20 tahun
tepat ketika Anda kembali ke Korea.
Kebetulan sekali.
Pindai ingatan akan membebaskan Anda dari semua tuduhan.
Aku menolaknya.
Tentu saja.
Aku yakin Anda bersalah.
Tampaknya tidak benar.
Jadi, Anda akan memilih cara yang sulit.
Jika harus.
"Surat Perintah Penggeledahan dan Penyitaan"
Mulai saat ini, kami akan mulai
penggeledahan dan penyitaan di kediaman Anda.
Masuk.
Sesuai hukum, Anda berhak tinggal
dan mengamati tindakan kami.
Geledah tempat ini.
"Memorist"
"Ep. 7: Penghapus Ingatan"
Kenapa gelap sekali di sini?
Kupikir tempat ini sudah kosong selama 20 tahun.
Kalian boleh masuk sekarang.
- Tidak ada apa-apa di sini. - Benar.
Bahkan tidak ada TV.
Anda pikir Anda menegakkan keadilan
dengan membunuh orang?
Apa ini bagian dari interogasi resmi?
Anggap saja ini pertanyaan pribadi.
Pertanyaan pribadi?
Kalau begitu, itu mengejutkanku.
Tampaknya Anda sangat mengandalkan Detektif Dong.
Itu aneh karena Anda tidak terlihat seperti jenis orang
yang memercayai kekuatan supernaturalnya.
Si pembunuh tampaknya sangat mengenalku.
Kurasa aku juga bisa mengatakan itu tentang Anda.
Aku hanya melihat jiwa Anda, itu saja.
- Jiwaku? - Benar.
Maaf jika aku membuat Anda merasa tidak nyaman.
Aku penasaran sampai kapan Anda bisa bercanda.
Kami mencari, tapi belum menemukan bukti kuat.
Orang seperti dia tidak akan pernah membuang senjata pembunuh.
Dia mungkin menyimpannya seperti suvenir.
Ini. Biar aku saja.
Biarkan saja. Ini hanya saluran.
Astaga.
Aku ingin makan semangkuk sup panas sekarang.
- Kamu sudah makan lima roti lapis. - Itu mungil!
Bagaimana jika dia sudah menyingkirkan buktinya?
- Kamu pikir Nona Han salah? - Kita belum menemukan apa pun.
Wanita pintar itu mengincar orang yang salah?
Pak.
Nona Han, kerja bagus hari ini.
Surat perintahnya kedaluwarsa saat matahari terbenam.
Bahkan orang setua diriku ikut membantu,
tapi dia malah makan roti lapis.
Biarkan saja dia. Itu lebih baik daripada dia menimbulkan masalah.
Dia tidak tahu cara bersikap perhatian, bukan?
Tunggu. Sepertinya dia akan menimbulkan masalah.
Itu cerobong asap besar untuk rumah tanpa perapian.
Itu untuk perapian.
Apa hanya aku yang menganggap ini aneh?
Tidak ada perapian di lantai satu.
Kalau begitu, lantai dua.
Perapian harus berada di lantai satu
karena udara panas naik ke atas.
Ini juga belum dipakai.
Pembunuhannya akan berlanjut.
Apa?
Tiga lagi akan tewas.
Satu
per satu.
Secara brutal.
Apa...
Apa-apaan ini?
Bu. Mereka menemukan ruangan rahasia.
Apa...
Bedebah itu menawarkan korban
sebagai persembahan.
Beberapa orang.
Tangkap dia.
Baik, Bu.
Anda ditangkap atas pembunuhan berantai.
Anda berhak untuk tetap diam. Anda dapat membela diri,
jadi, cari pengacara dan teruslah berjuang jika Anda mau.
Dasar psikopat gila. Berdiri.
"Kepolisian Metropolitan Seoul"
Kudengar dia berbicara.
- Ya, setelah sehari penuh. - Apa katanya?
Dia ingin bicara dengan Detektif Dong Baek.
Katakan kerangka siapa yang ada di altar.
- Aku akan menghadapinya. - Tidak.
Dia bilang dia akan memberitahuku segalanya!
Kita akan segera mendapatkan laporan forensik.
Kita harus mengirimnya masuk.
Akan menyusahkan jika dia mengamuk dan menyerangnya.
Aku tidak akan mengamuk!
Kamu sudah mengamuk.
Kalau begitu, kita pastikan dia tidak bisa menyerangnya.
Seharusnya itu cukup.
Ada apa dengan borgol itu?
Tinjuku langsung keluar saat melihat sampah.
Untung Anda ini polisi.
Jika tidak, Anda akan dipenjara.
Jangan mengkhawatirkan orang lain.
Tapi aku mengkhawatirkan Anda.
Apa Anda menyunggingkan senyum memuakkan itu di wajah Anda
saat membunuh orang juga?
Jangan kesal.
Apa pembunuhan 20 tahun lalu juga persembahan untuk dewa Anda?
Itukah yang Anda bicarakan?
Algojo?
Algojo?
Jangan bertanya. Jangan biarkan dia memimpin.
Bagaimana Anda tahu soal si Algojo?
Bukankah Anda hidup dengan perasaan aneh itu,
mengetahui kebenarannya sudah terungkap, tapi Anda saja yang tahu?
Terkadang, itu harga diri, tapi terkadang, kesepian.
Perasaan yang sangat aneh dan sepi itu.
Apa Anda juga bisa memindai ingatan?
Tidak.
Aku tidak punya telepati seperti Anda.
Anda cenayang?
Aku bisa mengintip kebenarannya sedikit.
Aku bisa mendengar dewa lewat doa yang panjang dan bertapa.
Anda sungguh cenayang?
Label tidak penting.
Peramal, nabi, hal-hal seperti itu tidak penting.
Yang penting adalah ucapan dewa.
Omong kosong.
Omong kosong.
Kukira Anda justru
akan mengerti.
Anda bilang mendengar wahyu ilahi, tapi tidak tahu akan diejek?
Kukira Anda ingin tahu tentang
wanita yang dipukul palu cakar dan tewas 20 tahun lalu?
Bukankah semuanya korban pria saat itu?
Semuanya pria.
Anda ingin tahu, bukan?
Wanita cantik
yang sekarat itu.
Dia ibu Anda, bukan?
Ibu?
Itu Anda.
Anda membunuhnya.
Itu salah Anda.
Dia tewas karena Anda.
Jangan bicara omong kosong.
Anda membahayakan diri Anda.
Jangan kehilangan ketenanganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.