The first 200 lines.
Gwang Nam!
Gwang Nam!
- Gwang Nam! - Nona Lee?
- Nona Lee! - Kak Gwang Nam...
- Kak Gwang Nam! - Nona Lee!
- Kak Gwang Nam? - Nona Lee!
- Nona Lee! - Gwang Nam!
Gwang Nam... Gwang Nam!
Ayah?
Kak Gwang Nam? Kak Gwang Nam!
Di sini! Dia di sini!
Astaga, Kak Gwang Nam. Kak Gwang Nam!
Kak Gwang Nam...
Ini dia.
Mulai.
- "Selamat ulang tahun" - "Selamat ulang tahun"
- "Selamat ulang tahun" - "Selamat ulang tahun"
- "Selamat ulang tahun, Maria" - "Selamat ulang tahun, Maria"
- "Selamat ulang tahun" - "Selamat ulang tahun"
Terima kasih.
Astaga, ini ulang tahun ibumu.
Dia keracunan alkohol
karena terlalu banyak minum dalam waktu singkat.
Bisa gawat jika kita tidak menemukannya saat itu.
Jika sesuatu terjadi kepadanya,
ayahmu pasti sudah hancur.
Kehilangan dua anak seumur hidup?
"Rumah Sakit Universitas JS"
Kak Gwang Nam?
Gwang Nam!
Kakak sudah sadar? Kakak mengenaliku?
Astaga, dia baik-baik saja. Dia baik-baik saja!
Bagaimana kalian menemukanku?
Kami mencari di setiap sudut hutan itu
bersama polisi dan paramedis.
Untuk apa? Kenapa membuat diri kalian kelelahan begitu?
Jadi, Kakak tahu itu merepotkan, bukan?
Lalu kenapa Kakak melakukannya? Kenapa?
Cukup.
Sesering apa ini terjadi?
Kapan Kakak akan berhenti bersikap egois?
Bagaimana dengan mereka yang Kakak tinggalkan?
Kenapa tidak memilih tempat yang tidak bisa ditemukan?
Kenapa pergi ke hutan dekat sini?
Bukankah karena Kakak ingin kami menemukan Kakak?
Gwang Tae...
Tahun lalu menyakitkan bagiku.
Mengurus dan mengawasi Kakak agar tidak bunuh diri
hampir menguras semua darah dari pembuluh darahku.
Setiap kali tidak bisa melihat Kakak,
aku khawatir Kakak pergi dan bunuh diri.
Jadi, kenapa kamu menyelamatkan kakak?
Kamu seharusnya membiarkan kakak mati.
Kenapa kamu mencegah kakak melompat?
Kenapa menyembunyikan pil dan tali kakak?
Hidup kalian akan lebih mudah tanpa kakak di dalamnya.
Begitu pula dengan Ayah.
Jika aku jujur, aku sama sekali tidak mengasihani Kakak.
Bagaimana dengan kami?
Bagaimana dengan orang-orang yang hidup dalam rasa bersalah?
Kakak yang terburuk. Dan kakak egois.
Kenapa Kakak hanya memedulikan diri Kakak sendiri?
Kenapa kirim pesan sebelum pergi?
Kenapa Kakak repot-repot berpamitan?
Kakak pikir setidaknya kakak harus meminta maaf untuk kali terakhir.
Maafkan kakak.
Kakak salah.
Kakak melakukan ini karena terlalu malu.
Karena situasi kakak amat memalukan.
Maafkan kakak. Kakak tidak akan mencoba bunuh diri lagi.
Bibi senang kamu masih hidup.
Kamu tidak akan berpikir untuk mati
jika keadaan lebih baik bagimu.
Kenapa Kakak melakukan ini?
Kakak mengetahuinya pada malam sebelum pernikahan.
Tapi kakak tidak bisa seberani dirimu.
Kamu meninggalkan pengantin priamu di altar
bahkan setelah membagikan undangan,
tapi kakak memilih untuk diam
meskipun kaki kakak berlumur kotoran.
Usia kakak lebih dari 40 tahun dan tidak punya cara menafkahi diri.
Kakak tidak berguna di segala hal, jadi, 800.000 dolar?
Itu cukup untuk mengubah seluruh hidup kakak.
Kakak kira kita bisa bahagia dengan uang itu.
Pertama,
kakak berniat menyewa rumah dengan dua kamar tidur dan dapur.
Kakak ingin Ayah memakai kamar yang mendapat banyak sinar matahari.
Dan kakak ingin membelikannya meja.
Dia tidak pernah punya kamar sendiri karena kita.
Dia mengizinkan kita memakai semua kamar dan dia tidur di ruang tamu.
Dia suka membaca, tapi tinggal di kamar basemen tanpa meja.
Itu selalu ada di pikiran kakak.
Dan kakak ingin membelikan pabrik masak untuk Gwang Sik
dan membelikan Gwang Tae toserba.
Dan kakak ingin mengelola akademi tari.
Lalu keluarga kita
tidak akan perlu khawatir soal mencari nafkah.
Sungguh rencana bagus.
Ada banyak hal yang harus Kakak siapkan.
Aku tahu.
Kakak tidak perlu berjuang sendirian.
Kami seharusnya mengurusi hidup kami sendiri.
Kakak putri sulung keluarga ini.
Tapi kakak belum pernah bersikap seperti itu.
Semua impian kakak kini telah lenyap.
Kakak hanyalah penipu sekarang.
Kakak bahkan tidak pantas hidup.
Kakak tadinya mau pergi ke motel dengan tujuh botol soju,
tapi merasa kasihan kepada pemilik motel itu.
Entah apa yang kakak pikirkan saat mendaki gunung.
Kakak terlalu takut untuk ke sana sendiri bahkan di siang hari.
Kakak tidak bisa memikirkan apa pun.
Ayah.
- Hei. - Kamu di sini.
Kamu pasti sibuk, jadi, kuberi tahu satu hal saja.
Putriku.
Tolong selamatkan nyawa Gwang Nam.
Jangan khawatir.
Aku pengacaranya.
Aku pengacara yang kompeten.
Aku mungkin terlihat ceroboh, tapi pasti kubebaskan Gwang Nam.
Tolong lakukan itu.
Aku akan membayarmu apa pun yang terjadi,
jadi, jangan cemaskan itu.
Maaf aku menamparmu waktu itu.
Aku takut dia akan dipenjara.
Sudah kubilang. Aku punya mata di belakang kepalaku.
Sudah kubilang jangan menunjukkan wajahmu di hadapanku lagi.
Aku mengerti. Lepaskan ini.
Tunggu, Gwang Tae.
Aku punya 100 dolar.
- Lalu kenapa? - Ayo makan sesuatu yang lezat.
Aku tidak tertarik.
Kamu tertarik.
Cium aromanya.
Jangan muncul di hadapanku saat aku melalui masa sulit.
Aku mungkin akan melampiaskannya kepadamu.
Apa ini soal pinjaman pribadimu?
Lupakan saja jika kamu tidak akan melunasinya.
Kenapa kamu ingin menemuiku? Aku tidak beri konsultasi kencan.
Berapa utang Gwang Tae?
Entah apa yang dia lakukan, tapi dia mulai mengembalikannya.
Dia tidak mau membayar saat aku memintanya.
4.300 dolar untuk saat ini.
Kenapa?
4.300 dolar?
Hei.
Kak Pung Jin.
Pinjami aku uang. Aku butuh 10.000 dolar.
Maukah kamu mendengarkan kakak jika kakak pinjamkan 10.000 dolar?
Kapan kamu akan menemui keluarganya?
Aku tidak mau wanita yang peduli latar belakangku.
Siapa yang tidak peduli dengan latar belakangmu?
Kami juga suka latar belakang keluarganya.
Kedua orang tuanya profesor di universitas.
Kakak akan meminjamimu uang begitu kamu menetapkan tanggal.
"Bank Joeun"
"Deposit tunai, 35 dolar"
Hore!
Aku membuka rekening tabungan untuk kali pertama hari ini.
Ini kali pertamamu membuka rekening tabungan?
Astaga, ini hebat.
Lucu saat Ayah mengatakan itu.
Ayah bisa bicara seperti anak muda
menggunakan kata-kata baru.
Bank juga berterima kasih kepadaku karena membuka rekening itu.
Berapa pun jumlahnya, aku pasti akan menabung setiap hari.
Aku merasa kepalaku dipukul saat mendengar Kak Gwang Nam.
Dia seperti anak manja, tapi peduli kepada kami.
Jadi, aku memutuskan untuk mengendalikan diri.
Ayah senang mendengarnya.
Itu sangat bagus, tapi kamu tidak perlu berubah tiba-tiba.
Kamu bisa bersantai dan berubah sedikit demi sedikit.
Tidak perlu terburu-buru. Hidup ini panjang.
Itu sungguh menghiburku, Ayah.
Di akhir usia 20-an,
aku merasa sangat gugup.
Gwang Tae, ayah tahu kamu akan menjadi begini suatu hari nanti.
Terima kasih telah memercayaiku, Ayah.
Saat Ayah mentraktirku daging sapi waktu itu,
Ayah bilang memercayaiku, dan itu sangat menggembirakan.
Ayah bahkan bilang aku tiket lotre yang belum digosok.
Ayah, aku tidak akan berbohong lagi.
Bohong jika kamu tidak akan berbohong lagi kepada ayah.
Terkadang orang berbohong.
Kamu tidak bisa selalu jujur. Kedengarannya sangat membosankan.
Ayah, aku akan menabung dan membelikan Ayah daging sapi.
Baiklah.
Ayah mau daging sapi Korea mahal.
Baik, Pak!
Makanlah.
Kamu membuat dadar.
Terima kasih sudah membelaku sebagai ibuku saat aku bertengkar.
Itu bukan masalah besar.
Kamu bisa memperlakukanku seperti ibumu.
Ini enak sekali.
Jika menikah, kamu akan menjadi suami tercinta.
Aku kenal beberapa gadis. Kamu ingin aku menjodohkanmu dengan mereka?
Jun Ji Hyun? Song Hye Kyo? Siapa tipemu?
Aku tidak tertarik.
No comments yet. Be the first to leave one.