Vice Principals

Vice Principals

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Vice Principals - First Season (2016) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

Tags

TS
Published on: 2021-05-31
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bendera naik, Tuan sekalian.

Untuk terakhir kali, bendera kita dikibarkan dengan tangan-tangan ini.

Bisa kukatakan, ini sebuah kehormatan.

Semua akan baik saja, Pak.

Aku tahu Maria bisa menghadapinya.

Aku sungguh minta maaf telah libatkan kalian dalam situasi ini.

Tanpa kepala sekolah, padahal tahun ajaran sedang sibuk-sibuknya.

Tapi Maria membutuhkanku sekarang.

Pak Welles, aku tak ingin menyepelekan situasi ini.

Tapi sepengetahuanku...

Dan jika tak nyaman mengatakannya, Anda boleh menolak.

Tapi apa Anda tahu siapa yang akan menggantikan Anda?

Mulai lagi.

Biarkan dia berduka atas wafatnya istrinya.

Jangan ganggu dia.

Inspektur Haas belum membuat keputusan.

Jujur saja, aku tak peduli siapa penggantiku.

Ingat saja satu hal, semuanya demi para murid.

Bukan kalian berdua.

Itu sangat bijaksana. Aku mengerti.

Mungkin butuh waktu untuk dipahami orang ini.

Tapi aku mendengar dengan jelas. Ini janji Gamby.

- Hentikan, Gamby. - Buat aku berhenti, Lee.

Cukup.

- Kau yang cukup. - Diam saja.

- Tak akan. - Diam.

- Kau saja yang diam. Kau suka... - Masa bodoh denganmu.

Ucapkan saja sumpah setia!

- Berengsek. - Kurang ajar.

Aku berjanji setia kepada bendera Amerika Serikat.

Juga kepada Republik yang dijunjungnya.

Satu negara, dalam nama Tuhan, tak terpisahkan.

Dengan kebebasan dan keadilan untuk semuanya.

Aku akan berbalik sekarang, Bodoh.

- Itu sumpah yang bagus, Pak. - Sumpah yang sangat bagus.

- Hentikan! - Minggir!

Baiklah, itu bukan tindakan yang cerdas.

Pergi ke ruanganku. Ayo!

Berdiri! Jalan!

Apa yang kalian lihat? Pertandingan tinju?

Kembali ke kelas, Orang Kasar!

Ini hari terakhir Kepala Sekolah Welles di sini.

Dan kalian memutuskan untuk berkelahi hari ini?

Itu sangat tak sopan, menurut pendapatku.

Aku muak hanya dengan melihat kalian bertiga.

Muak sampai perutku.

Kau lihat dayung di sana?

Dayung itu milik ayahku saat dia menjadi kepala sekolah.

Kau ingin meninju orang di lorong?

Aku akan menurunkan dayung itu dan itu akan berayun.

- Kami hanya bercanda. - Josh, diam.

- Matthew, apa yang terjadi? - Aku bisa membantu.

Dia dirundung. Dia sama sekali tak meninju.

Bu Snodgrass.

Aku tahu ini mungkin hal yang sangat dramatis...

Untuk wanita cantik sepertimu menyaksikan kebiadaban.

Tapi tolong izinkan aku memimpin investigasi, ya?

Matthew, lanjutkan.

Josh benar.

Kami hanya sedang bercanda dan terbawa suasana.

Baiklah, rahasiakan dariku.

Aku tak bisa membantu kalian jika kalian tak mengizinkanku.

Neal! Pak Gamby.

Maaf, tapi mereka berdua menekan Matthew untuk tak berkata apa pun.

Percaya kepadaku, dia murid yang baik.

Ya, aku mengerti. Aku sering berurusan dengan mereka.

Aku mengerti kau guru baru, kau penuh dengan ide baru...

Penuh perhatian dan selalu siap.

Tapi kau berada di luar kekuasaanmu, mengerti?

Kami tak punya kebijakan toleransi...

Jika berkaitan dengan masalah kekerasan di sekolah ini.

Tak peduli siapa pun yang memulainya, semua dihukum.

Corey L., lima hari skors di luar sekolah.

Jika kau berulah sekali lagi, Berengsek...

Aku akan mengeluarkanmu dari sekolah ini.

Berdiri dan keluar. Aku harus menampar mulutmu.

Kau meninju seperti wanita.

Potter, Josh Props, lima hari skors di dalam sekolah.

Potter, aku tak mau lagi melihatmu di sini, mengerti?

Josh Props, aku tahu akan bertemu denganmu lagi...

Jadi, sampai bertemu lagi.

Menyingkir dari hadapanku sekarang. Kalian membuatku muak.

- Pak Gamby. - Tebak siapa yang mengurusnya?

Aku tak percaya kau akan memasukkan hal seperti itu ke catatan Matthew.

Peraturan tetaplah peraturan.

Ya, tapi jika peraturannya tak adil...

Mungkin seharusnya itu tak diberlakukan.

Mungkin begitu cara beberapa wakil kepala sekolah menjalankannya...

Tapi itu bukan caraku melakukannya.

Tapi aku menikmati perdebatan yang bersemangat.

- Hanya itu? - Jika kau ingin menambahkan...

Aku akan memeriksa surelku.

Sampai jumpa.

SMA North Jackson.

Kau tahu, tidak? Kurasa kau membutuhkan rumah sakit.

Ada apa, Dayshawn?

Ada obrolan apa di antara para pekerja?

Siapa yang kalian dukung dalam pemilihan kepala sekolah?

Kau tahu, mereka mendukungmu.

- Tapi... - Tapi apa?

Aku tak tahu apa kau cukup disukai, Tn. Gamby.

Kau tahu maksudku? Orang-orang harus menyukaimu.

Lihat Lee Russell di sana. Dia tertawa bersama para guru.

Kenapa para guru tak pernah mengundangmu makan siang?

Mereka mengundangku makan siang. Mereka selalu mengundangku.

Aku hanya memilih tak makan bersama mereka.

Mereka hanya berengsek elitis.

Aku lebih baik menghabiskan waktu untuk berteman...

Dengan pekerja yang kelasnya lebih rendah.

Pria sepertimu dan krumu, dan Harold di bagian perawatan.

Para guru itu bisa datang dan pergi.

Salah satu dari kalian izin sakit, bagaimana lantai bisa bersih?

Bagaimana anak-anak ini bisa makan?

Saat kami izin sakit, orang lain bisa menggantikannya.

Sekarang ini memindahkan nampan tak sesulit itu.

Dayshawn, dengar. Yang kau lakukan sangat penting.

Saat aku menjadi kepala sekolah...

Aku akan pastikan kau akhirnya dihargai seperti seharusnya.

Itu maksudku. Kau akan menaikkan gaji kami?

Bukan. Itu bukan kenaikan gaji.

Aku hanya akan memastikan...

Orang-orang tak merendahkanmu seperti sekarang.

Aku tak sadar ada orang yang merendahkanku.

Tak semua... Maksudku, aku tidak.

Tapi kau tahu bagaimana para siswa memandang kalian...

Seperti aku tak ingin lakukan pekerjaan itu.

Tapi aku akan mengubah citra itu untuk kalian.

Ya, tapi jika kau bisa mengatur kenaikan gaji.

Tak ada kenaikan gaji, Dayshawn. Jangan bertanya lagi.

Maksudku, jika kau bisa memberiku uang itu...

- Aku butuh uang itu. - Jeremiah! Naikkan celana.

- Jika aku dapat uang itu... - Jeremiah, naikkan celana.

Dewasalah.

- Seperti ucapanku... - Jeremiah!

Lagu ini dipersembahkan untuk Kepala Sekolah Welles.

Kau pahlawan sejati.

Pasti dingin rasanya berada di bayanganku

Wajahmu tak pernah disinari cahaya matahari

Tapi kau senang membiarkanku bersinar

Itulah caramu

Kau selalu berjalan di belakang

Apa kau pernah tahu kaulah pahlawanku?

Tidak.

Kau segalanya...

Kalian berdua.

Aku ingin tahu apa yang lucu di ruanganku...

Setelah pertemuan. Kalian dengar?

Apa? Apa suaranya yang lucu?

Atau menurut kalian Ibu Welles yang sekarat itu lucu.

Itu tak lucu.

Itu momen indah dan kalian merusaknya.

Kalian merusaknya.

Tertawa sekali lagi. Tertawalah lagi.

Turunkan tanganmu sekarang. Singkirkan dari mulutmu sekarang.

Mungkin itu muncul tanpa disadari

Apa yang lucu di sini? Kalian bercanda?

Dilarang bersenang-senang saat bekerja.

"Aku si bodoh yang tak akan pernah jadi Kepala Sekolah"

Russell.

- Si Berengsek itu. - Halo, Pak Gamby.

Apa kau ingat Donna dari dewan sekolah?

Tentu aku ingat. Halo, Donna. Senang bertemu denganmu.

Aku baru mau pergi.

- Sampai jumpa besok, Lee. - Hubungi aku jika kau mau minum.

Dasar musang yang berambisi.

Kau menjilat dewan sekolah. Bukankah itu menyedihkan?

Dan aku lihat tandamu.

- Tanda apa? - Berengsek. Dengarlah.

Datanglah besok saat ada kepala sekolah baru.

Dia bernama Neal Gamby.

Bagi mereka yang licik, selamat berpisah dengan pekerjaan.

- Itu janji Gamby. - Kau sangat yakin, ya, Gamby?

Sayangnya dewan sekolah masih bimbang.

Tidak. Mereka tahu siapa yang akan jadi kepala sekolah.

Kenapa pekerjaan ini sangat penting bagimu, Gamby?

Apa karena kau tak ada urusan lain di hidupmu?

- Kau iri dengan hidupku. - Kau duda pecundang.

Lihat dirimu. Kau sangat bernafsu dengan kekuasaan.

Aku tahu kau suka memikirkan penisku, tapi jangan.

- Itu properti pribadi. - Diam, Gamby!

Tidak, terima kasih. Tapi selamat membayangkan.

Bodoh! Berengsek!

Buat satu tanda lagi lalu lihat apa yang terjadi.

Ayo, Janelle!

- Begitu. - Bagus, Sayang.

Dia harus terus memposisikan tumitnya di bawah.

Halo, Gale, Ray.

Kau terlambat.

Janelle baru menunggang dengan baik. Kau melewatkannya.

Aku menyaksikan saat dia berjalan. Cemaskan dirimu sendiri.

Kerja bagus, Janelle. Bagus, Sayang.

- Posisikan tumitmu di bawah. - Posisikan tumit sesukamu.

Fokus pada dirimu bukan suruhan orang berpikiran negatif...

Yang mencoba mencampuri kehidupanmu.

Hari ini aku dapat pekerjaan sebagai kepala sekolah.

Bagus.

Kau bisa akui bahwa kesuksesanku membuatmu marah.

- Sebenarnya aku tak peduli. - Benarkah?

Tentu kau peduli.

Tidak, kau benar, Neal. Aku selalu memikirkanmu.

More Indonesian subtitles for Vice Principals

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left