The first 200 lines.
"Tempat ini sungguh asri"
"Di musim semi ini"
Kartu Sampah, ayo.
Saat kamu memanggilku begitu,
aku merasa harus punya kartu kredit perusahaan.
- Kartu Sampah. - Kamu terdengar seperti pebisnis.
"Berseru"
- Apa ini? - Ini perjalanan pemulihan?
"Pemandangan yang membuat mereka terperangah"
"Adalah fitur utama Gunung Seorak"
"Batu Ulsanbawi"
"Pemandangan yang megah bahkan dari samping"
"Batu Ulsanbawi, gunung batu di depan Gunung Seorak"
"Terdiri dari enam puncak, ini gunung batu terbesar di Asia"
- Halo, semuanya. Selamat pagi. - Halo.
- Kita punya kabar baik. - Ya.
- Mari beri dia selamat. - Ya, ayo.
- Anugerah Popularitas. - Bagus sekali.
- Anugerah Popularitas. - Pemenang Baeksang pertama di sini.
- Bukankah dia yang pertama? - Ya.
Aku memenangkan Anugerah Popularitas.
- Kamu mendapat 1,3 juta suara. - Benarkah?
Kamu mendapat 1, 3 juta suara?
"Anugerah Seni Baeksang ke-57 diadakan baru-baru ini"
"Penggemar memilih yang mereka mau untuk dapat Anugerah Popularitas"
"Mengalahkan semua pesaing kuat"
"Seon Ho meraih juara pertama dengan sekitar 1,3 juta suara"
"Aku yakin anugerah ini dipilih hanya oleh para penggemar"
"Aku berterima kasih dengan tulus"
Kamu tampak sangat gugup.
- Aku gugup. - Astaga.
Orang-orang yang kulihat di film dan TV
semua bertepuk tangan untukku.
- Aku sangat gugup. - Aku tahu itu.
Rasanya menegangkan saat kamu memberikan pidato penerimaan.
Yang lain
berkeringat deras.
Orang itu gelisah menantikan anugerah.
Dia banyak berkeringat saat memikirkannya.
- Benarkah? - Ya.
"Moon Se Yoon, Nomine Artis Acara Ragam Pria Terbaik"
"Meski dia tidak memenangkan anugerah"
"Mereka berdua menceriakan Anugerah Seni Baeksang"
Seperti diketahui, suatu kehormatan bagiku menghadirinya.
- Tentu saja. - Bahkan tidak perlu kubahas.
Kurasa kita sudah membahas ini di puncak gunung tahun yang lalu.
- Benar. - Benar, sudah setahun lamanya.
Bukankah kamu juga gagal menang saat itu?
Dia tidak bisa menang tahun lalu dan dua tahun lalu.
"Serangan sengit pertama"
Dia tidak bisa menang tahun lalu dan dua tahun lalu.
"Serangan sengit kedua"
- Dia tidak bisa menang, - Benar.
jadi, dia tidak ingin bermain dengan karung beras.
Ya, kurasa kamu benar.
Pokoknya, Seon Ho...
Seon Ho berdiri di atas panggung,
di depan semua bintang film
dan memberikan pidatonya.
- Aku sangat terharu. - Benarkah?
Jika tidak memakai masker,
aku tidak bisa menutupi emosiku.
"Kenapa aku tidak bisa berdiri di sana seperti dia?"
Tidak, bukan begitu.
"Dia dapatkan dalam nominasi pertamanya."
"Kenapa aku belum menang di nominasi ketigaku?"
Dia bahkan tidak mau hadir, meski dinominasikan.
- Orang bilang begitu. - Tidak.
- Sebenarnya, aku mendengar darinya. - Ya.
- Dia bukan bilang tidak akan hadir. - Benar.
- Dia sangat tulus soal ini. - Apa dia bilang?
Dia bilang, "Aku akan tiba saat giliranku."
"Aku akan hadir hanya jika mereka memberiku anugerah"
"Amarahnya akhirnya meledak pada fitnah mereka"
Kuharap dia menang di nominasi keempatnya.
Ada gunung batu di belakang kalian.
Kalian tahu namanya?
- Gunung Kepala Botak? - Batu Ulsanbawi.
Kalian ingat perkataan kalian
begitu naik kemari
dan melihat Batu Ulsanbawi?
"Berseru"
- Lihat itu! - Astaga!
"Berseru"
"Secara otomatis, mereka terkesan"
Konsep perjalanan ini adalah "Episode Spesial Mengesankan".
Kurasa akan mencengangkan sepanjang perjalanan.
- Astaga. - Astaga.
Kita akan terkesan hari ini.
Hari ini, kami akan mengajak kalian ke objek wisata Provinsi Gangwon
- dan membuat kalian terkesan. - Astaga.
Apa yang membuatmu terkesan dalam hidup, Pak?
"Ada seorang tetua"
- Pak. - Ya.
Setiap kali pulang, kamu akan bilang, "Astaga!"
Setiap tiba di rumah, kamu bilang, "Astaga!"
Saat melihatnya tidur, kamu bilang, "Astaga!"
- Aku selalu terkesan olehnya. - Astaga, dia...
Perjalanan ini sangat cocok untukmu.
- Kamu akan terkesan. - Akan sering membuatnya terkesan.
Kapan kamu terkesan, Seon Ho?
Bagiku, saat bersama kalian atau saat aku menonton pertunjukan.
Saat Jong Min menyanyi, saat DinDin dan Ravi menyanyi,
saat Se Yoon tampil di acara komedi,
dan akting Jung Hoon, Aku bilang, "Astaga!"
- Astaga, yang benar saja. - Benar.
- Dia tidak bersungguh-sungguh. - Astaga.
Lihat betapa tidak tulusnya dia, astaga.
- Aku tidak percaya. - Dia banyak berubah.
Bagaimana bisa dia tidak tulus? Astaga.
- Aku tidak percaya. - Sungguh.
- Dia sungguh aktor. - Aku kecewa.
Aku melihatnya, dan matanya menatap ke tempat lain.
"Tidak fokus"
- Tidak. - Dia bahkan mengatakan
aku tampil di acara komedi. Acara apa yang dia bicarakan?
Katanya dia terkesan
- oleh acaraku. - Acara itu.
- Maksudku acara komedi itu. - Tolong bersikap tulus, kumohon.
Popularitasmu tidak akan bertahan selamanya, Seon Ho.
"Popularitasmu tidak akan bertahan selamanya!"
Meski kamu dipilih oleh 1,3 juta orang,
kita juga punya 50 juta penonton.
- Dia dalam masalah. - Popularitasmu sepele.
"Dibutakan oleh kecemburuannya"
- Popularitas sepele. - Popularitasmu tidak signifikan.
- Kamu bilang itu tidak penting? - Itu sangat tidak penting.
- Itu karena kamu dapat anugerahnya. - Benar.
- Kamu dapat, tapi dia tidak. - Aku hanya membencimu, Berengsek.
Dia gagal tiga kali, kamu langsung dapat.
"Aku hanya membencimu, Berengsek"
Bayangkan perasaannya. Pantas saja dia membencimu.
- Dia membencimu tanpa alasan. - Kebencianku tulus.
Aku hanya membencimu. Tidak ada alasan.
Kamu harus memahaminya. Dia cukup kesal karena itu.
- Dia stres. - Bukankah dia agak sensitif?
- Dia sangat sensitif. - Dia tampak agak sensitif.
"Iri pada pemenang Baeksang"
Kita akan memulai perjalanan mengesankan kita.
Kami akan membuat kalian terkesan sekarang.
Bagaimana jika kami tidak terkesan?
Tahan reaksimu jika itu aneh.
Kita akan memulai Permainan Makan Siang sekarang.
- Kenapa? - Astaga.
"Berseru"
"Tunggu"
"Kalian bilang tidak akan terkesan"
- Sekarang? - Ini baru pukul 7 pagi.
- Pukul berapa ini? - Ini pukul 7 pagi.
- Bukankah kita harus sarapan? - Kami akan melakukan
- Permainan Makan Siang pukul 7? - Tidak mungkin.
Astaga.
Hari ini, jika bermain dengan baik,
- kalian semua bisa makan siang. - Astaga.
- Ayo. - Kamu serius?
Mari kita coba.
Kita sedang syuting di depan Batu Ulsanbawi.
Pepatah apa yang terlintas saat memikirkan batu?
- Memukul batu dengan telur. - Memukul batu dengan telur.
Benar. Jadi, Permainan Makan Siang hari ini adalah
Permainan Telur.
Telur...
- Apa itu Permainan Telur Bebek? - Seperti ini?
Ya, kita menang pada akhirnya.
Kita semua makan bersama saat itu.
Kalau dipikir-pikir, itu sangat mengesankan.
- Kita tidak seharusnya menang. - Benar.
"Tahun lalu di Andong, Permainan Telur Bebek"
"Hanya ada satu telur bebek mentah dari 30 telur bebek"
"Memecahkan"
"Terus memecahkan"
"Hanya terus memecahkan"
"Hanya telur bebek rebus yang muncul"
"Di giliran terakhir mereka, telur bebek ke-29"
"Juga telur rebus"
"Semua anggota dengan ajaib bisa makan siang"
- Benar, bukan? - Kita cukup kuat dengan telur.
Sesuatu seperti telur.
Apa ini telurnya?
Aku tidak tahu dari penampilannya.
Kalian berhasil saat itu.
Jadi, kami meningkatkan level kesulitannya secara signifikan.
Tapi saat itu cukup sulit.
- Bukankah itu level tertinggi? - Lebih sulit dari itu?
Ada 15 telur rebus
- dan 15 telur mentah. - Jadi, 50-50.
- Astaga, peluangnya berkurang. - Peluangnya 50 persen.
- Kalian semua diberi satu peluang. - Baiklah.
Pecahkan telur dengan dahi kalian.
Anggota yang memilih telur rebus
akan bisa segera makan siang.
Astaga.
- Kalau begitu... - Aku yang pertama.
DinDin sudah menjadi yang pertama beberapa kali. Beri dia kesempatan.
- Benar, kamu pelari pertama. - Benar, selalu.
"Kesempatan mendapatkan telur mentah telah meningkat 15 kali lipat"
"Satu dari dua adalah telur mentah"
"Yang manakah"
"Telur rebus?"
- Aku memilih satu. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.