The first 200 lines.
Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun
Pemirsa diharap bijak
Drama ini berdasarkan fakta sejarah.
Beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.
Ayo pergi, Hyung-nim.
Bossam - Steal the Fate Episode 14 Takarir Indonesia
Dia adik iparmu?
Seekor serangga kebetulan menggangguku, jadi, aku menginjaknya.
Awas.
Cukup. Mundur sekarang.
Kau serius, sialan?
Orang dari kelas bawah, mereka juga tampak bak serangga bagimu?
Aku menyuruhmu mundur!
Dia kakakku.
Benar.
Seperti katamu, kau musuh bebuyutan kami.
Salah satu dari kita harus mati...
...agar nasib buruk yang memuakkan ini berakhir.
Kalian berdua mundur. Cepat!
Jika kalian bertindak seperti ini, aku akan menangkap kalian berdua.
Pergilah lebih dulu.
Ayo pergi.
- Segera bereskan semuanya. - Ya, pak.
EPISODE 14
Diterjemahkan oleh Nara IG dan Twitter: @cliffedgesubs
Ba Wu. Apa yang harus kita lakukan?
Kusuruh berhati-hatilah dalam berperilaku. Perilaku memalukan apa ini?
Ayah, pria ini hanya seekor serangga yang layak dihukum mati.
Aku tak menyalahkanmu karena membunuh serangga rendahan!
Aku menyalahkan kecerobohanmu dalam bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya!
Kau tak tahu ini kesalahan yang tak boleh kau lakukan,
sebagai putra tertua yang akan menjadi penerusku?
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Kau sudah mengusik keluarga Kim Dae Seok.
Bukankah jelas dia akan melawanmu dengan kebencian beracun di hatinya?
Kau lupa apa yang dia ketahui tentang aku dan keluarga kita?
Surat rahasia!
Aku bersalah! Tolong maafkan aku!
Karena serangga itu, aku pasti sempat hilang akal!
Jika kau ingin menangkap serangga,
kau harus pastikan dulu apa itu beracun atau tidak!
Dan kau bersekutu dengan dia bahkan dalam situasi seperti itu,
dan juga menentang ayah. Kau sudah putuskan untuk membahayakan keluarga?
Jawab aku.
Kau akan mengikuti perintah ayahmu dan membunuhnya untuk melindungi keluargamu?
Atau akankah kau melindungi hati nuranimu yang agung itu sampai akhir?
Aku tak mau melihatmu. Keluar sekarang juga!
Benar.
Seperti katamu, kau musuh bebuyutan kami.
Salah satu dari kita harus mati...
...agar nasib buruk yang memuakkan ini berakhir.
Yeon Ok!
- Yeon Ok! Yeon Ok, tenang. - Yeon Ok.
- Yeon Ok! - Lepaskan aku!
- Yeon Ok! - Aku...
...harus pergi menemui Kak Chil Seong.
Kak Chil Seong! Kak Chil Seong!
- Ibu. Ibu, aku harus bagaimana? - Tidak apa, tidak apa.
Aku harus apa, Kak?
- Kak Chil Seong... - Ibu.
Ya. Ayo kita masuk.
Kasihan sekali, aku tak sanggup melihatnya.
Kuharap bajingan itu tersambar gledek.
Tertimbun air tinja dan mati.
Ini salahku.
Seharusnya aku langsung menyeretnya keluar saat melihatnya di toko kain.
Bukan kau yang membunuh adik iparmu.
Putra sulung Penasihat Negara Kiri membunuhnya.
Dan yang membuatnya tak dihukum usai membunuh,
adalah kekuasaan menjijikkan Penasihat Negara Kiri.
Tidak. aku pantas disalahkan karena memberikan tugas ini padanya.
Tidak. Yang harus membayar kejahatan ini adalah mereka.
Kamu pikir aku tak mau mereka membayarnya? Akan kulakukan sekarang kalau bisa.
Apa kamu mencemaskanku dan keluargamu?
Kamu masih belum paham setelah melihat tingkah mereka selama ini?
Mereka tak melihat kita layaknya manusia.
Tak peduli apa yang kita lakukan, mereka hanya akan membunuh kita.
Maafkan aku, Ayah.
Karena ini adalah kesalahanku, aku yang akan mengakhirinya.
Bagaimana caranya?
Aku akan mengambil kesempatan ini untuk membunuh Kim Dae Seok.
Kau masih belum sadar juga?
Namun, jika kita tidak membunuhnya, dia mungkin—
Membunuhnya bukan masalah.
Aku hanya perlu mengirim pembunuh dan segalanya akan diurus.
Masalahnya adalah Baginda.
Apa Anda merasa sesak napas atau pusing?
Dibanding itu, jantungku terasa menyempit dan sakit kepalaku makin parah.
Satu-satunya yang meredakan sakit kepalaku adalah obat yang kau beri padaku.
Sisa sedikit lagi, bawakan lagi padaku.
Baginda, obat itu—
Hentikan. Cepat bawakan aku obat!
Ya, Baginda.
Ada apa kau mengunjungi toko obat, Tuan?
Apa Baginda masih meminum obat itu hingga hari ini?
Dia minum dua kali lipat sejak terakhir kali.
Menurutmu kapan kita akan melihat efeknya?
Sebentar lagi.
Kau bilang calon adik iparmu sudah tewas?
Ya, Baginda.
Apa kau akan diam saja?
Tidak.
Begitu, ya.
Aku akan menunggu. Bawakan aku kabar baik.
Kau menemukan apa yang kuminta?
Kusebarkan anak buahku di mana-mana dan kumpulkan segala macam rumor.
Tapi Penasihat Negara Kiri tak terduga dia bersih.
Aku tak tahu skema licik apa yang dia lakukan,
tapi aku tak bisa menemukan apa pun.
Bagaimana dengan yang lain?
Putra Menteri Hukuman adalah penggila seks yang tergila-gila pada pesona wanita.
Dia pelanggan setia kami.
Dia baru-baru ini membual soal menculik wanita biasa di depan suaminya,
menceritakan kisah itu pada orang-orang yang bersamanya.
- Suaminya hanya melihat? - Dia menulis keluhan resmi kepada hakim.
Tapi apa ada yang mau mendengarkan perkataan rakyat jelata?
Mereka ada di pihak yang sama, bahkan tak berpura-pura mendengarkan kita.
Intinya, Terima kasih. Di mana dia mencatat keluhan itu?
Kau bilang mereka mencatat keluhan resmi, tapi Kejaksaan mengabaikannya?
- Kau menemukan surat keluhannya? - Ya, Baginda.
Berikan padaku.
Apa kemampuannya memang bagus?
Atau karena dia tahu situasinya setelah berkeliaran di jalan selama ini?
Kurasa keduanya.
Ketua Jaksa pasti akan berkata dia belum pernah melihat surat keluhan ini,
dan menyalahkan wakilnya.
Kita harus menegurnya dan memecat menteri hukum.
- Baginda. - Ada apa?
Alih-alih memecat menteri hukum, bagaimana kalau berdamai dengannya?
Berdamai dengan menteri hukum...
...akan baik untuk melawan penasihat negara kiri.
- Benarkah? - Tidak boleh, Baginda.
Apa alasan yang Anda ingin melengserkan penasihat negara kiri?
Bukankah karena dia mengganggu harapan Anda untuk Joseon dan rakyatnya?
Menteri Hukum melindungi antek-anteknya yang menginjak-injak orang tak berdaya.
Orang macam itu pada akhirnya akan menjadi bawahan penasihat negara kiri.
Akan kupertimbangkan. Kalian pergilah.
Bisa kita berbincang sejenak?
Putri Hwa In ada bersamamu, 'kan?
Aku sudah diberitahu Kim Ja Jeom bahwa dia masih hidup.
Jadi, jangan coba-coba menyembunyikannya.
Apa maksudmu?
Maksudku, ayo kita bersekutu.
Saat Kim Ja Jeom merahasiakan bahwa putri masih hidup dari raja,
itu membuat posisiku sangat canggung.
Kudengar kau mengancam Kim Ja Jeom.
Bukankah akan lebih baik bagi kita jika Kim Ja Jeom tetap hidup?
Jika kau bisa menemukan solusi, aku akan membantumu.
Akan kupikirkan soal hal itu.
Biar kuberi beberapa informasi yang akan membantu keputusanmu.
Ada penjaga kerajaan lain selain Jung Yeong yang terkait dengan penasihat negara kiri.
Kau mengerti...
...apa maksudku?
Dayang Kim, katamu? Dayang Kim ingin bersekutu dengan kita?
Setelah apa yang dia perbuat padamu, seharusnya aku menolak.
Tapi aku tak tahu apa yang akan dia lakukan saat itu.
Apa kau bisa...
...menangani semua ini, Tuan Putri?
Tolong matilah, Tuan Putri.
Mari bersekutu dengannya.
Tapi asal kau tahu, jika situasi berbalik melawannya,
dia takkan ragu untuk berkhianat, jadi, jangan pernah percayai dia sepenuhnya.
- Kau yakin akan baik-baik saja? - Ya.
Namun, apa ada cara untuk menyelamatkan Kim Ja Jeom?
Begini...
Aku masih belum mengenal Baginda dengan baik.
Aku masih tak tahu harus berbuat apa.
Ayahku tak memercayai sembarang orang.
Seorang raja harus selalu skeptis dan meragukan perkataan semua orang,
terutama untuk ayahku.
Karena Penasihat negara kiri yang menjadi sekutunya sejak kecil mengkhianatinya,
kecuali pada penjaga kerajaan, Jung Yeong—
Tidak... Dia bahkan tak memercayai Jung Yeong sepenuhnya.
Semakin Dayang Kim berusaha menyelamatkan Kim Ja Jeom,
Ayahku akan semakin mencurigainya.
Jika kau mencoba membunuh Kim Ja Jeom, dia akan memercayai Dayang Kim.
Kau, benar-benar...
Andai aku adalah raja,
kau akan menjadi penerus takhtaku.
Saat kukecil waktu tak tahu mana yang baik, aku punya mimpi semacam itu.
Yeon Ok.
Unni.
Apa kamu di luar karena tak bisa tidur?
Ya.
Aku takut Ibu akan bangun kalau aku gulang-guling di dalam.
Aku juga tak bisa tidur.
Mau pergi ke kamarku dan mengobrol semalaman?
Maafkan aku.
Aku tak mau membicarakan apapun.
Kalau begitu, jangan.
Aku juga takkan bicara apapun.
Bayangkan saja kamu sendirian di ruangan ini...
...dan merasa tenang.
Sudah kau putuskan?
Ya. Aku akan bersetuku denganmu.
Keputusan tepat.
Tapi sebagai gantinya, aku ingin meminta bantuan.
Tolong bantu aku agar Selir Yun dan putri Hwa In bisa bertemu.
Tahukah kau kenapa mendadak ada Skauenoreum ?
Skauenoreum: Drama topeng Korea
No comments yet. Be the first to leave one.