The first 200 lines.
"Lee Beom Soo, pria yang terkenal sebagai suami berbakti"
Halo, Bu.
Senang bisa bertemu.
Senang bertemu denganmu. Aku Lee Beom Soo.
Aku suka acara yang dibintangi oleh anak-anakmu.
Ya. /- Ya.
Anak-anakmu sangat manis.
Terima kasih.
Aku iri.
Aku suka anak-anakmu. /- Dia mulai lagi.
Halo. /- Halo.
Senang bertemu. /- Halo.
Si kecil yang perkasa.
Aktingmu mengagumkan.
Dia sungguh berbakat. /- Benar.
Aktingnya hebat. /- Terima kasih.
Halo. /- Halo.
Halo. /- Halo.
Halo, Beom Soo.
Aku sudah berjanji. /- Apa dia lebih tua?
Ya. /- Kalian tidak sebaya?
Tidak. Dia lebih tua.
Saudaraku, Beom Soo.
Astaga. /- Dia baik dan lucu.
Dia terkesan cerdas.
Benar.
Berapa usia anak-anakmu?
Lima tahun? /- Anak sulungku kelas satu.
Sebentar lagi kelas dua. Si sulung 8 tahun dan si bungsu 5 tahun.
Umurnya 8 tahun. /- Anak sulungku berusia 8 tahun.
Ya. /- Kamu pasti senang.
Waktu cepat berlalu.
Ya. /- Walau menggemaskan,
dia pasti agak pembangkang.
Begitulah anak seusia itu.
Kini pendiriannya cukup kuat.
Anak sekarang berpendirian kuat. /- Seringlah bicara dengannya.
Mereka berbeda dengan saat kita kecil.
Saat dia berangkat ke sekolah pagi ini,
aku membantunya berpakaian.
Karena di luar dingin, aku ingin bajunya hangat.
Aku menyuruhnya berbaju hangat.
Tapi putri sulungku, So Eul,
tidak menyukainya.
Dia tidak menyukai warna
dan bahannya.
Begitulah anak perempuan sekarang. /- Dia perlu memilih baju sendiri.
Mereka harus bebas memilih.
Dia ingin berbaju tipis, lalu mengenakan jaket.
Dahulu saat kita masih kecil,
pakaian kita berlapis. /- Benar.
Aku menyuruhnya menutup ritsleting jaketnya.
Tapi dia menolak agar terlihat keren.
"Dia mengutamakan gaya di atas kehangatan"
Itu lebih keren.
Ya. Katanya baju lapisan dalamnya perlu diperlihatkan.
Astaga. /- Dia masih duduk
di kelas 2 SD. /- Tentu saja.
Omong-omong, /- Anak-anak kelas 1 dan 2 SD.
kedua anaknya sudah menjadi bintang.
Mereka pernah membintangi acara TV bersama ayah mereka.
Mereka populer dan sangat manis.
Berpartisipasi ke acara itu tadinya niatku.
Tapi akhirnya kami makin akrab.
Sekarang pun, kami terkadang menonton episode lama.
Anak usia 8 dan 5 tahun menontonnya,
tapi mereka tidak ingat alasan perbuatan mereka saat itu.
Ya. /- Benar.
Dan kubilang,
"Kenapa kalian berbuat begitu? Kenapa merajuk?"
Lalu anak-anak menjawab, "Jangan mengungkit masa lalu."
Omong-omong, /- Begitulah anak-anak.
mungkin pemirsa bertanya-tanya.
Ya. /- "Kenapa ada satu kursi lebih
dan kenapa kursinya kosong?"
Mungkin pemirsa bingung.
Ada ibu baru
yang akan bergabung hari ini.
Mari kita cari tahu siapa dia.
Mari kita panggil.
Bu, silakan masuk.
Keluarlah, Besanku.
Besan?
Astaga. /- Halo.
"Halo, aku ibu dari kakak beradik Hong"
Halo.
Senang bertemu kalian.
Halo. /- Selamat datang.
Astaga. /- Dia cantik sekali.
Jika kalian tidak berbesan, biar aku saja.
Setuju?
"Sebelum syuting"
"Minum"
Ibu meminum apa?
Cheongsimhwan.
"Dia meminum cheongsimhwan"
Syutingnya saja belum dimulai.
Ibu tetap harus meminumnya.
Pencahayaannya saja sudah mendebarkan.
Bicara saja seperti biasa.
Bedanya, nanti akan ada kamera.
Kameranya terlalu banyak.
Terasa berbeda jika kameranya hanya satu.
Aku juga gugup.
Aku gugup.
Astaga.
Jika lampunya terlalu terang, pikiranku menjadi kosong.
Bu, silakan memperkenalkan diri.
Ya. Halo.
Aku ibu Hong Jin Young, 33 tahun,
dan Hong Sun Young, 38 tahun.
"Mematung"
Tersenyumlah, Ibu.
Mulut Ibu seperti ini.
"Gemetar"
Selalu gemetar. Tersenyumlah, Bu.
Ibu baik-baik saja?
Mulutnya gemetar.
Aku harus menyebutkan namaku?
Ibu kikuk sekali.
"Aku harus menyebutkan namaku?" /- "Aku harus menyebutkan namaku?"
Bip. Bip.
Namamu.
Namaku kurang indah.
Aku Choi Mal Soon.
"Namaku Choi Mal Soon"
Ya, kedua putriku
sungguh baik dan mahir menyanyi.
Mereka pengertian.
Kami putri yang berbakti. /- Mereka putri yang berbakti.
Juga penurut.
Orang lain iri pada kami
karena memiliki mereka. /- Kami perhatian.
Mereka...
Hentikan.
Dia menyela. Tidak apa-apa?
Itu menyela?
Aku ingin
Jin Young tidur.
Tapi dia selalu bermain gim.
Sun Young sudah gemuk,
tapi selalu saja makan. Dia juga sering tidur.
Benar-benar memusingkan.
"Hentikan itu, Bu"
Makannya banyak sekali.
"Tertawa"
Perlu diulang?
"Dia bertanya apa syutingnya perlu diulang"
Mereka putri yang baik dan berbakti.
"Putri yang baik?"
Kenapa dia makan terus?
Astaga.
Ini menjengkelkan sekali.
Aku harus bagaimana?
Mereka datang. Cepat!
Mereka memusingkan.
Aku bisa gila.
Bolehkah aku tahu umurmu?
"Bolehkah aku tahu umurmu?"
Umurku 65 tahun.
Menyenangkan. /- Aku iri.
Dia ibu termuda di sini.
Dia yang termuda. /- Dia seperti bayi.
Dia sangat cantik. /- Tadinya aku yang termuda.
Sungguh? /- Sekarang tidak lagi.
Benar.
Para senior, senang bertemu kalian.
"Para senior, senang bertemu kalian"
Selamat datang, Junior.
Salam kenal. /- Kami siap membantu.
Bagaimana perasaanmu? Gugup?
Ya. /- Sedikit?
Aku agak gugup.
Apa ini pengalaman pertamamu tampil di TV?
"Apa ini pengalaman pertamamu tampil di TV?"
Bukan.
Kamu pernah tampil di TV sebelumnya?
Ya. Aku tampil di satu episode "Challenge 1.000 Songs".
"Challenge 1.000 Songs"? /- Ya.
Aku pernah tampil di "Gayo Stage" beberapa tahun lalu.
Astaga. /- "Gayo Stage"?
Aku juga pernah tampil di "Am Plaza".
Kamu pernah tampil di sana? /- Ya.
Astaga. Dia sering membintangi acara TV.
Dia sering mengisi acara.
Banyak acara yang dia bintangi. /- Aku terkejut.
Maka dia senior di pertelevisian. /- Dia veteran.
Ternyata dia lebih dahulu tampil di TV.
Apa kamu juga mahir menyanyi?
Putrinya mewarisi bakatnya.
Aku tidak mahir, tapi itu hobiku.
Itu hobimu? /- Ya.
Dia pasti hebat. /- Begitu rupanya.
Tadi aku minum cheongshimhwan.
Aku bisa tenang karena didampingi oleh Jin Young.
Tapi kini aku demam panggung.
Ini pasti pengalaman baru baginya.
Aku masih gugup walau sudah minum cheongshimhwan.
Tenanglah. /- Santai saja.
Santai saja.
No comments yet. Be the first to leave one.