The first 200 lines.
Ini bukan aku.
Dia orang lain. Seseorang yang mendukungnya akan hal-hal kasar.
Aku melihat ayahku!
Shota adalah orang yang baik. Dia bisa menerima semuanya.
Kau ingat suratnya? Kita menyaksikan kembang api bersama kan?
Aku meninggalkannya di mejamu setelah itu.
Tak ada hal semacam itu.
Aku melihatnya.
Ayahmu menerima uang dari Dokter Aoi.
Kau ingin kembali bersama?
Kenapa kau menerima uangnya?
Apa kau punya surat yang kutulis untuk Aoi? Jahatnya kau.
Akari tidak pulang tadi malam.
Apa yang bisa kita lakukan? Aku sangat berharap dia tak berpikir hal yang aneh.
Shota!
Ada apa denganmu?
Apa sesuatu terjadi antara kau dan Akari?
Hey, Shota! Jawab aku!
Sudah berakhir.. diantara kami.
Apa maksudmu berakhir?
Itulah yang aku katakan.
Jelaskan padaku.
Apa karena ayahnya Akari?
Akari tadi mencariku untuk berkonsultasi.
Saat dia bilang, dia melihat ayahnya,
kau tak mau mendengarkannya.
Aku memberinya uang, jadi dia takkan menemui Akari lagi.
Akari belajar tentang hal itu.
Kenapa kau lakukan hal itu?
Seorang ayah seperti dia yang ada disampingnya, tak baik untuk Akari.
Apa?
Jadi apa?
Kau mengusirnya dengan uang?
Itu benar.
Tak semuanya benar.
Kau tahu kalau Akari sudah lama mencarinya,
dan kau tahu dengan berada disisinya kan?
Bukankah kau katakan sendiri...
..bahwa kau takkan membiarkannya sendirian lagi?
Apa kau lupa?
Katakan sesuatu!
Pulanglah.
Kau benar-benar buruk.
- Bye bye! - Bye bye!
Benarkah? Apa yang bisa kita lakukan?
Bukankah akuarium Hachioji menolak proposal kami di lain hari?
Klien berpikir itu sudah berakhir, dan mereka menyukai semua rencana Mariko.
Bagus!
Itu bagus, tapi kita punya klien yang lain.
Restoran di Yokohama.
Kita sangat dekat untuk menyimpulkan kontraknya, jadi ini benar-benar saat yang buruk.
Tapi bila dia mendengar ini, Mariko-san pasti akan bilang, "Kami pasti melakukannya."
Dia selalu bersemangat.
Apa yang bisa kita perbuat?
Kita harus melakukannya.
Itu benar. Kita harus..
Apa? Apa kau mendengarkan?
Itu dia. Mariko muncul diatas kami.
Aku tahu itu sulit, tapi bagaimanapun...
tak bisakah kita membuat tangki ikan hiu yang besar?
Apa?
Aku mau untuk membuatnya seperti layar film, jadi itu seperti hiu yang menyerang kita.
Kau tahu, film "Jaws"?
Kita bisa menggabungnya dengan tangki disebelahnya. Tidak, kita tak bisa!
Lalu sunfish laut mungkin akan dimakan. Tidak! Itu bukan sebuah akuarium tanpa sunfish...
Dia menekan tombol ON. Dia sangat termotivasi.
Saat dia seperti ini, tak ada yang bisa menghentikannya.
Mariko-san, proyek di Yokohama...
- Tak apa-apa. Aku akan menolaknya. - Yah, tapi--
Bila kau berbohong pada perasaanmu, tidakkah kau menyesalinya?
Paham.
Oke, setelah pengarahan, mari bersiap untuk presentasi.
Aku mengerti! Bisakah kita memasukkan sebuah lensa fish-eye kedalam tangki...?
Kau sepertinya melamun hari ini?
Tidak, aku tak melamun.
- Benarkah? - Ya.
Baiklah kalau begitu.
Hey, apa kau mau kemari saat kami istirahat besok?
Galeri seni?
Kurasa itu mungkin membantumu untuk kontes.
Apa yang kau katakan?
Tidak?
Kedengarannya bagus. Ayo.
- Benarkah? - Ya.
Kupikir kau akan menyukainya, Aoi.
- Benarkah? - Ya.
Kalian pikir itu sudah berakhir, tapi apa kalian tak berpikir untuk bersama lagi setelah bertemu satu sama lain?
Akari dilindungi oleh Shota. Tentunya.
Aku ingin menjadi keluarga Akari, jadi dia tak boleh sendirian lagi.
Itu sudah berakhir...diantara kami.
Koinaka Episode 5
Ya?
Akari
Dia mencintaiku.
Dia tidak mencintaiku.
Selamat pagi.
Ada apa?
Seseorang bilang,
Apa?
Di dunia ini, itulah yang disebut cinta.
Huh?
Aku mendapatkan sebuah takdir panggilan telepon 1 jam yang lalu.
Dia menanyakan sebuah pertanyaan melalui suara manisnya.
"Apa kau sendirian sekarang?"
Dia datang untuk berkunjung setelah kujawab, "Itu benar".
Permisi! Mungkin aku punya bahan untuk presentasi rumah Kondo?
Meskipun itu bagian terbaik...
- Kau disini. - Terima kasih.
Tapi, tidakkah jarang mendapatkan seorang tamu selama liburan?
Dia mengatakan untuk melihat daftar pekerja yang bekerja pada situs konstruksi kita.
Kenapa dia menanyakannya?
Sepertinya itu untuk mencari ayahnya.
Kurasa namanya Serizawa atau siapalah.
Aku belum pernah melihat wanita yang cocok untukku.
Tidak, aku tak bisa. Aku masih punya Mirei...
Bus Perpisahan
tiba-tiba menerobos dengan berlari, membawamu. Kau tergoyang...
Shota
Hallo!!
Hey. Apa Akari disana?
Tida, dia tak ada.
Aku tahu.
Apa yang terjadi?
Jendela seni bagian luar, itu bisa terlihat dari koridor lantai dua.
Kesan yang ditampilkan dari sana benar-benar berbeda.
Cara mereka menggunakan ruang benar luar biasa.
Bahkan pencahayaan yang masuk keruangan sudah deperhitungkan dengan baik.
Tergantung pada waktu, karya seni yang sama mungkin terlihat sama sekali berbeda.
Ya.
Itu cantik.
Permisi sebentar.
- Hallo? - Aoi?
Apa Akari belum menghubungimu?
Apa dia belum datang kerumah?
Ya, bila dia menghubungiku, aku akan memberitahumu.
Oke, pastinya.
Apa terjadi sesuatu dengan Akari-chan?
Tidak, seperti tidak.
Kurasa bahkan dia datang lebih awal ke kantor.
Kotani bilang orang bernama Serizawa datang untuk mencari ayahnya.
Aku rasa itu Akari-chan.
-Aku tahu keberadaan Akari. -Apa?
Aku rasa dia pergi menemui ayahnya. Dia pergi pagi ini, jadi kau bisa menjumpainya bila kau cepat-cepat.
Apa kau dengar?
- Aku ada tenggat waktu untuk tesis hari ini. - Hah?
Apa yang kau katakan barusan?
Siapa yang akan pergi bila bukan kau?
Aku tak punya hak untuk melakukannya.
Dalam hal apapun, kau harus berbicara dengannya dan menyelesaikan masalahnya.
Kau melukai Akari karena ayahnya kan?
Bukan itu saja.
Apa?
Apapun itu... aku tak bisa pergi.
Hey, Shota!
Tateyama, Chiba prefecture, 294-0091
Apa seni menginspirasi mu sesuatu?
Ah, ya. Sudah lama sejak aku datang ke museum, tapi ini sangat bagus.
Aku sangat terinspirasi sekarang.
Oke, lalu, apa kau akan pergi ke museum berbeda lain waktu?
Kudengar disana ada suatu yang terbaik di Aoyama.
Aoi?
Eh? Ah, Aoyama?
Kurasa ini dia.
Selamat pagi.
Apa Serizawa baik-baik saja?
Eh?
Dia terserang demam kan? Dia menghubungiku untuk memberitahu dia akan absen hari ini.
Ah, itu tak terlalu buruk, aku mendengarnya.
Sebagai gantinya, aku akan mengajarimu. Aku punya waktu luang.
Kau punya waktu luang meskipun kau seorang dokter?
Ya kurasa.
Aku dirumah.
Aoi! Sebuah masalah besar!
Ah, Ruiko-san.
Apa yang terjadi?
Akari-chan menghilang.
Apa kau tahu sesuatu?
Kurasa dia pergi untuk melihat ayahnya.
Benarkah?
Shota tidak mengetahuinya.
Kurasa...
mereka putus.
- Kau bercanda? - Kenapa?
Aku tak tahu jelasnya.
Kurasa ayanhnya adalah alasannya kenapa mereka putus.
Apa kau rasa Akari-chan baik-baik saja?
Hey, bagaimana bila dia melakukan hal yang sama lagi?
Aoi!
Tak mungkin, dia bukan anak-anak lagi.
Apa yang terjadi antara dia dan ayahnya?
Keluarga Akari berusaha untuk memiliki sebuah galangan kapal, tapi mereka bangkrut.
Jadi mereka lari untuk terbebas dari tagihan hutang.
Saat dia masih SMA, hari setelah festival kembang api.
Akari-chan tak mengatakan apapun pada kami dan hanya menghilang.
Oni-chan tidak seperti ada yang tak biasa dengannya.
Aoi.
Bisakah kau memberiku sebuah jawaban dari yang terakhir kali?
Maupakh kau kembali kepadaku?
Itu... yang akan kukatakan, tapi..
.. kau bisa melupakannya.
No comments yet. Be the first to leave one.