Release info

[Sub Indo] Daughters Episode06 (เสียดาย-Siadai 2020) PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Translated by iQIYI - Reupload by PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2020-12-22
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 195 lines.

Subtitle by iQIYI PecintaSosis

Beraninya kau bicara seperti itu padaku.

Kau akan menyesali perbuatanmu.

Sakitkah, Ngoh?

Kenapa Ayah jadi seperti ini?

Ayahmu mungkin terlalu banyak minum.

Tolong jangan marah padanya.

Ibu tak punya perasaan terhadap Tn. Prajuab, 'kan?

Aku tak mengerti kenapa Ayah sama sekali tak memercayai Ibu.

Bagus sekali.

Matikan musiknya dulu.

Duduklah.

Kalian yang ada di belakang, ayo gabung duduk di sini.

Kalian jangan lupa latihan gerakannya di rumah, ya?

Upacaranya sudah dekat.

Kalian boleh pulang.

Terima kasih, Guru.

- Kwanruedee. - Ya?

Antar Kanda ke toilet untuk mencuci mukanya.

Kanda, kau tampak mengantuk.

- Ngoh. - Ya?

Kau baik-baik saja? Kulihat kau tertidur seharian.

Apa restoranmu buka semalaman?

Tidak.

Orang tuaku bertengkar.

Jadi, aku tak bisa tidur. Aku kasihan pada ibuku.

Aku bisa memahamimu. Orang tuaku juga seperti ini.

Apa kalian berdua bolos kelas lagi?

Kami mau latihan menari.

Kau merokok?

Ngoh tak merokok. Dia murid yang baik, tak seburuk aku.

Masa bodoh.

Kau kembalilah ke kelas. Aku akan segera ke sana.

Hati-hati. Jangan sampai ketahuan.

Aku tahu.

Pao, bisa kau dapatkan ini lebih banyak?

Tentu saja. Ini mudah.

Banyak orang yang meminumnya. Kau mau?

Aku mau satu strip.

Tentu. Tapi aku hanya bisa menemuimu di luar sekolah.

Aku tak mau bawa masuk ke sekolah.

Akan jadi kekacauan besar jika guru-guru tahu.

Kujual seharga 400 baht. Kau mau?

Kau harus menunggu dua atau tiga hari.

Baiklah.

Aku bayar 200 baht dulu.

- Sisanya setelah obatnya kuterima. - Baik.

Terima kasih.

Pam, ibuku sudah dapat pekerjaan.

Itu hebat.

Kalau begitu, kau tak perlu bekerja lagi.

Dia bekerja sebagai pencuci piring, bukan karyawan bank.

Gajinya sama sekali tak tinggi.

Bagaimanapun, aku masih perlu membantunya.

Keluarga aku mengalami banyak masalah, kau tahu itu.

Aku sangat kasihan padamu.

Tiap hari aku melihat ayahku seperti itu dan aku menangis sampai tidur saat malam.

Aku bahkan memimpikannya saat tidur.

Apa kau mau ini?

Yok, pria yang kami temui di mal, memberikannya padaku.

Yok siapa?

Pria homoseksual yang pernah kuceritakan.

Dia memberikan ini pada Pu dan aku.

Katanya bisa membuatmu tidur nyenyak.

Pu mengambil satu.

Aku belum mencobanya.

Kau boleh mencobanya dulu.

Hei, itu seperti suaranya Joe.

Apa yang baru saja kau katakan, kau bajingan?

- Apa yang kau lakukan? - Kau cari masalah?

- Kalian mundur! - Apa yang kau lakukan?

Siapa yang kau sebut bajingan bermulut kotor?

Bukankah itu benar?

Ayah polisimu mengatur pos pemeriksaan untuk menangkap orang tak bersalah, 'kan?

Bagaimana seorang pencandu sepertimu bisa bicara seperti ini?

Aku memang pencandu narkoba, tapi tak seberengsek ayahmu.

Joe, tenanglah.

- Ayahnya memerasku. - Tenang dulu.

Jangan ikut campur. Ayahmu polisi yang tak berguna.

Beraninya kau menghina ayahku, Berengsek!

Pam!

Kalian tunggu saja. Akan kubiarkan ayahku datang dan menangkapmu.

Aku akan membuat ayahku menangkap ayahmu, Idiot!

Kau bisa banyak bicara, ya?

Pam. Tenang, Pam.

Pergi dari sini!

Kau mau memukul gadis?

- Pam! - Diam!

Ayahmu adalah polisi yang tak berguna.

Pam, kau pemarah.

Bukankah kau seharusnya menghentikan perkelahian?

Kau malah memukul orang.

Aku belum puas memukulnya.

Kalian seharusnya tak menghentikanku.

Berani dia bilang ayahku tak berguna. Dia cari masalah.

Dia pantas mendapatkannya.

Jika kalian tak menghentikanku,

aku sudah memukuli mereka sampai mati sekarang.

Kau yang akan dipukuli.

Aku melihat kau dipukuli.

Aku sangat gesit.

Aku hanya menunggu kesempatan

untuk menyerang balik.

Kau pejuang hebat!

Pulang dan balut lukamu dulu!

Kau pantas mendapatkannya.

Apa kau setuju denganku?

Menari jadi tak sulit

setelah kau menguasai ritmenya.

Tapi aku tak yakin saat hari pertunjukan nanti

aku masih bisa menari setelah memakai riasan dan kostum.

Kau tahu seperti apa kostum pilihan guru nanti?

Aku tak tahu.

Kudengar dia bilang kostumnya akan siap minggu depan.

Ada masalah?

Jangan menggoda adikku lagi.

Jika kau tak mendengarkan, berikutnya bukan hanya minuman berwarna merah.

Kau berlebihan.

Temanku tak mengganggu Nid-mu.

Aku tak percaya kalian. Jangan membohongiku.

Ngoh dan aku berkencan.

Jika kau kenal Nid,

suruh dia berhenti mengganggu pacarku.

Pu.

Pu.

Kenapa kau begitu terkejut?

Bagaimana tidak?

Kami jauh lebih terkejut daripada mereka.

Tak ada apa-apa.

Mereka tak akan berhenti jika aku tak melakukannya.

Ayo duduk.

Ini ciuman pertamaku.

Tak apa-apa. Anggap tak terjadi apa-apa karena itu ciuman pertamaku juga.

Ini, basuhlah dulu.

Cari kemeja dan gantilah.

Di mana aku bisa menemukan baju ganti?

Ayo cari ke pusat olahraga. Mungkin di sana ada.

Pil yang kau berikan padaku sangat efektif.

Aku tidur sangat nyenyak.

Apa sungguh sebagus itu?

Ya, apa kau punya lagi?

Tak ada.

Kalau bertemu Yok lagi, biar kutanyakan.

Pam.

Aku tak mau berjualan di mal. Aku berpikir untuk melakukannya di jalan.

Kenapa? Bukankah lebih baik berjualan di mal? Tak panas juga.

Apa kau tak menyukainya?

Memang baik.

Tapi harga sewanya terlalu tinggi. Aku tak mampu.

Di luar, aku mungkin tak perlu bayar sewa.

Apa kau tak takut ditangkap pengendali?

Pengendali hanya menangkap anjing liar!

Petugas yang menangkap pedagang kaki lima disebut pamong praja.

Sungguh? Keduanya menangkap orang, 'kan?

Aku tak punya pilihan, 'kan?

Aku hanya bisa mengambil resiko.

Ini terserah kau.

Aku akan mendukungmu sepenuhnya.

Jangan lupa ingatkan aku

untuk melihat Ngoh dan Pu menari di atas panggung.

Aku benar-benar lupa jika kau tak menyebutkannya.

Benarkah?

Jika kita tak pergi, mereka pasti akan mengutuk kita sampai mati.

Aku mau coba minumanmu.

Ini.

Cepatlah, Ngoh!

Mau ke mana terburu-buru?

Aku ada janji dengan seseorang.

Nanti aku akan mengantarmu menemuinya.

Bertemu siapa?

Kau bisa melepasku sekarang.

Sebenarnya kau punya janji dengan siapa?

Tunggu di sini. Aku akan kembali.

Terima kasih, Pao.

Ini pil tidur yang pernah kuceritakan.

Cobalah satu. Beri tahu aku jika berhasil.

Kita tak bisa berjualan karena kau.

Apa yang kau bicarakan?

Itu Yok.

Ini hari keberuntungan untuk paru-paruku!

Aku akan kembali.

Hai, Tampan! Apa kau masih ingat aku?

Tentu. Pam.

Di mana Pu?

Dia akan segera datang.

Bukankah kau bilang mau berhenti? Kenapa masih membelinya?

Aku tak punya alasan untuk berhenti.

Kau sedih lagi.

Apa kau harus segera pulang? Ayo kita duduk di lapak temanku.

Kau mau?

Ayolah. Bantu aku berjualan.

Ini Duean, temanku.

Hai!

Apa kau mau menjadi model kami?

Berikan kacamata itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left