The Unseen

The Unseen

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Unseen 2016 720p NF WEB-DL DDP5 1 x264-NTG
The Unseen 2016 DVDRip XviD AC3-EVO
A Commentary by BernadX

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Published on: 2019-03-20
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

YANG TAK TERLIHAT

GORMAN BROS PEMOTONGAN KAYU

Dia bertingkah aneh.

Dia menjauhkan dirinya.

Kamu sendiri yang bilang...

Terima kasih.

Eva.

Mau kemana?

- Entahlah. - Apa maksudnya itu?

Kenapa pakai sarung tangan nenek-nenek?

Moll...

Eva, kita perlu bicara.

- Mereka menungguku, Bu. - Selalu pakai alasan itu.

Kamu tahu dia bolos sekolah?

Ya, sekolah sudah menelpon.

Tapi dia tetap akan lulus, kan?

Aku akan bepergian dengan Amelia.

Dalam rangka apa?

- Uang yang Ayah kirimkan padaku... - Uang itu untuk kuliah.

Dan anak 17 tahun tidak boleh bepergian.

- Aku ikut main malam ini. - Aku tidak ikut.

Aku sudah berhenti.

Kapan itu terjadi?

Aku tidak tahu.

Hanya kita yang dia punya. Dia akan menyadarinya.

Atau dia akan pergi.

Kurang 1 inchi. Sialan!

Jika kamu perhatikan, inilah kenapa disebut pembalikan.

Stewart, cepat selesaikan dan datang kesini.

Ini tak mungkin terjadi.

Benarkah? Tapi nyatanya punggungku sakit.

Kau menikmati hari terakhirmu?

Cliff datang kesini.

Kemarilah.

Aku tunjukkan cara mensejajarkan potongan kayu.

Bung, dia bosmu.

Oh, dia maunya begitu.

Tapi tidak.

Terus jalankan ini.

Hancur jadi wallpaper.

Halo?

Bob?

Ya.

Aku tak yakin ini masih nomormu.

Ya. Aku juga berpikir itu.

Apa kabar? Masih kerja di pabrik?

Cuma dapat 3 shift dalam seminggu.

Tak seperti bayanganku dulu.

Semoga pabriknya tak bangkrut lebih dulu.

Aku harap tak begitu saat dia bertemu kamu.

Apa maumu, Darlene?

Aku masih kirim uang selama aku bisa.

Bukan tentang itu.

Kita sudah bereskan urusan ini.

Bukan kami yang pergi.

Maaf.

Dia tidak melihatmu selama 8 tahun.

Dia tidak mau bicara.

Dia mungkin tak mau kuliah.

Aku tidak tahu harus bagaimana.

Dia ingin bepergian.

- Dia tak pernah begini. - Dia masih anak-anak.

Dia anakmu, Bob.

Aku baru pulang dari shift berat.

Aku butuh tidur.

Kamu bahkan tidak berpamitan.

Apa maumu, Darlene?

Aku ingin kamu jadi Ayahnya.

Dia membutuhkan figur Ayahnya.

Aku tak bisa.

Jika kamu tidak bisa memaafkan Ayahmu,

sikap apa yang kau harapkan dari anakmu kelak?

Melupakan aku.

Kau mau kemana, Bob?

Bob, kamu sehat?

Kamu sehat?

Sebaiknya kau sehat.

Atau aku harus pecat diriku sendiri.

Lagi.

Bob, berapa lama kau pindah kesini?

Entahlah.

Sepertinya sudah beberapa tahun.

- Lindi, aku... - Beberapa tahun.

Yang benar saja, Bob.

Sudah lama.

Aku tahu kota ini.

Aku tahu minumanmu.

Dan aku tahu dirimu.

Baiklah. Apa yang kamu tahu?

Kamu mengendarai truk rongsokan itu.

Hati-hati, mobil itu parkir di luar.

Pendengarannya yang sensitif.

Kamu kerja di pabrik.

Ada 223 orang kerja di pabrik itu.

Dan kamu salah satunya.

Baik. Apa kerjaku disana?

Pabrik...

...banyak masalah.

Kau benar sekali.

Maksudku adalah...

...disini tak ada yang peduli.

Kamu duduk di bar.

Kamu pergi saat mulai ramai.

Dan aku melihat ini.

Aku tak peduli kisahmu.

Yang kamu sembunyikan.

Atau siapa wanita itu.

Lembut seperti amplas.

Dia memang berbakat.

- Mau pesan apa? - Bir, bir, bir dan banyak bir.

Kau tahu pekerjaanmu, kan?

Dingin sekali, ya?

Belilah mantel.

Jadi itu bosmu? Yang di bar Wild tadi?

Aku tak boleh bilang.

Kamu baru saja bilang.

Ya.

Kamu kenal dia?

Crisby?

Mungkin saja.

Dia jarang keluar, tapi...

...beberapa anak buahnya ditangkap. Jadi...

Seharusnya kau tak cerita itu padaku.

Dia masih ingat kamu.

Di NHL...

...cuma selama 5 menit mungkin?

Aku hampir ingat diriku juga.

Saat kamu pergi?

Dia cerita soal perkelahian itu.

Beritanya tersebar online, bung.

Sepertinya aku akan muntah jika lihat perbuatanmu pada orang itu.

Ya...

...tapi kamu tahu harganya...

...sudah naik.

Nelson, ini akan jadi minggu yang panjang.

Jadi aku dapat berapa?

Setengah.

Nelson, harga naik itu satu hal.

Tapi naik 2 kali lipat itu keterlaluan.

Tapi secara teknis...

Ehm...

Karena...

Katakan pada Bosmu untuk mampus saja.

Mungkin ide bagus dia tak mendengar kata terakhir itu.

Sepertinya ada masalah di bantalan sekunder.

Pasti sudah hancur.

Dan?

Kau bisa menggantinya sampai shit berakhir tapi...

...jika ini terus berlanjut, semua akan hancur.

Apa yang kamu butuhkan?

Tak ada. Aku bawa komponen penggantinya.

Selesaikan.

Bob?

Bob!

Apa?

Apa kau membutuhkan Stewart untuk kesitu?

Tidak.

Aku mau pergi ke tempat lain.

Aku harus pergi beberapa hari.

- Kita bicarakan itu saat shift berakhir. - Ini penting.

Jika kamu pergi,

kau tak punya apa-apa lagi saat kembali.

Kamu tahu,

saat besok kamu masuk, aku tak akan berada disini.

Atau hari sesudahnya dan sesudahnya. Persetan!

Aku mungkin tak kembali dalam minggu ini.

Tapi saat aku kembali,

kau akan tanya bagaimana kabarku.

Aku tak akan memberitahumu, tetapi kamu harus tanya itu.

Baiklah.

Siapa itu?

Nelson?

Bob!

Aku butuh bantuan.

Perhentian truk.

Sisi timur kota.

Toilet pria ada di belakang sana?

Terakhir aku lihat begitu.

- Mungkin kau harus ke... - Bisa pesan kopi?

Tolong kopinya.

Nelson tidak datang.

Kamu baik-baik saja?

Ducky.

Jadi bagaimana ceritanya?

Nelson kurang jelas detailnya.

Di mana trukmu?

Di parit.

Parit DUI?

Sepertinya tidak.

Timur?

Hei, aku tidak mau...

Terserah, Bob.

Ya, bawakan truk derek.

Ini truk pick-up warna biru. Sebelah timur perhentian truk.

Ini truk'nya Bobby Langmore.

Kamu pasti tahu.

Ya.

Aku hubungi lagi soal biayanya.

Beres. Sudah beres.

Aku sudah minta bantuan.

The Unseen subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left