The first 200 lines.
Diadaptasi dari novel "Catatan Rumah Angker Edisi Remaja" karya Ershisan
Namaku Jiang Shuo.
Ini tentang hal-hal aneh yang kualami
saat menjual rumah angker
dalam beberapa tahun ini.
Keluar!
Aku tahu kau ada di sini.
Aku tahu kau ada di sini.
The HAUNTING
Halo.
Tuan Rumah Keberuntungan, Jiang Shuo
Selamat datang di Tuan Rumah Keberuntungan.
Tersedia berbagai rumah kosong untuk disewa dan dijual.
Dijamin tidak ada penipuan.
Rumah Keberuntungan
Tuan.
Siapa nama Anda?
Namaku Ying Xijia.
Kali ini datang untuk...
Tidak perlu mengatakannya!
Sekilas kulihat, kau memang ditakdirkan
hidup berlimpah dan harus menjadi kaya.
Lalu, dipadukan dengan nama Ying Xijia ini,
sungguh berwibawa dan bersinar cemerlang.
Eh, Tuan.
Mari coba teh jimat yin yang ini.
- Jangan repot-repot. - Aku di sini
punya sebuah rumah yang sangat cocok untukmu.
Entah itu dibeli untuk disewakan, ditempati sendiri,
atau ditunggu kenaikan harganya...
Tidak, tidak, aku ini...
Kuberi tahu kau,
kita berdua berjodoh hari ini.
Aku datang untuk menjual.
Aku hanya akan menjualnya padamu...
Apa?
Aku bukannya ingin membeli,
aku justru ingin menjual bangunan kepadamu.
Tuan Rumah Angker, Jiang Shuo
Aku bahkan tidak perlu melihatnya.
Dengan raut wajahmu ini,
tempat yang kau tinggali pasti bermasalah.
Sekarang kau ingin "menikah" denganku, 'kan?
Bukan begitu.
Aku ingin menjual bangunan kepadamu.
Aku tidak peduli "gadis" itu lahir di mana,
"tanda jadi" kami di sini
hanya bisa dikatakan lebih adil sedikit.
Kau benar-benar salah paham.
Aku ingin menjual rumah kepadamu,
bukannya ingin menikahkan gadis denganmu.
Tuan, sebenarnya aku...
Tuan bahkan tidak mengerti kode rahasia dalam bidang ini, ya?
Berapa usianya?
Usiaku 53.
Maksudku gedungnya.
Usianya 60.
Berusia 60?
Di tempat kami ini, usia 60 sudah termasuk sebagai bangunan tua.
Kami tidak menerima gedung tua, Bos.
Berhubung aku sudah datang,
bagaimana kalau sebaiknya
kau lihat dulu foto terbaru dari
Gedung Mewah di Plaza Hulin kami?
Tolong tinjau. Lihatlah.
Aku minta tolong padamu.
Aku menyerah padamu.
Bos.
Gedung milikmu ini
benar-benar sudah tua.
Jika ingin melepaskan gedung di tempat seperti kota tua ini sekarang,
akan jauh lebih sulit.
Tuan, ucapanmu ini salah.
Gedung kami ini adalah perpaduan dari rumah dan pertokoan.
Namun, jika kau memperbaiki penampilannya,
maka banyak pedagang yang akan pindah ke gedung ini.
Pada saat itu, kau akan menerima uang sewa...
Bahkan jika begitu,
kalau kau mau menjual seluruh gedung itu padaku,
lalu aku harus ke mana untuk mencari uang sebanyak itu untukmu?
Selain itu, jika aku memperbaiki penampilannya lagi,
maka perlu beberapa tahun lagi sebelum
aku bisa mendapatkan modalnya kembali.
Apa angka ini cukup?
Lihatlah.
Ini bukan masalah harga.
Ini...
Jika harganya tidak cocok,
kita masih bisa membahasnya.
Tuan Rumah Keberuntungan, Jiang Shuo
Bisa, kita bisa membahasnya.
Bos, mari minum teh jimatnya lagi.
Ah, terlalu merepotkanmu.
Tidak repot, tidak repot.
Aduh, sudah cukup, sudah cukup.
Tidak, belum cukup, belum cukup.
Inikah Gedung Mewah?
Benar.
Inilah Gedung Mewah.
Gedung Mewah Plaza Hulin
Hati-hati terhadap benda jatuh
Gedung Mewah Plaza Hulin
Jika ini adalah Gedung Mewah,
maka tempat kita adalah penginapan bintang lima!
Memangnya apa yang kau tahu? Yang kulakukan ini namanya investasi.
Kau sudah memberikan tanda jadi untuk membeli gedung ini pada mereka?
Otakmu ini jangan selalu memikirkan tentang uang, oke?
Perbesar visimu.
Hei, kalian lihatlah,
bangunan ini
jika kuperbaiki penampilan luarnya
sehingga membuatnya terlihat menakjubkan,
lalu merapikan bagian dalamnya,
dan menggantinya dengan nama yang layak,
maka nantinya akan bisa menarik pedagang untuk menyewa
dan menghidupkan seluruh lingkungan ini.
Pada saat itu, selain menerima uang sewa, aku juga bisa memilih ketua komunitas.
Hei, ayo ikut aku melihat-lihat.
Kau sedang apa?
Makan angin.
Makanlah yang agak banyak.
Hei, tunggu aku sebentar.
Kalian lihatlah, aliran udara di sini sangat lancar.
Aliran udara lancar melambangkan apa?
Artinya, hawa keberuntungan bisa masuk.
Lalu, lihatlah toko-toko ini.
Semuanya dibuka menghadap ke jalan luar.
Meskipun di dalam sini agak gelap,
tetapi nantinya aku cukup memasang lampu saja.
Ini gratis?
Lihatlah, betapa ramahnya para tetangga di lingkungan ini.
Setelah melewati koridor ini,
kita akan tiba di halaman tengah plaza.
Lihatlah visi ini.
Satu kata.
Besar.
Bukankah kau pernah datang kemari?
Apa yang sedang dia lakukan?
Itu tidak mengejutkanmu, 'kan?
Tidak, tidak.
Aku adalah istrinya Ying Xijia.
Ah, halo.
Aku datang untuk membeli rumah.
Namaku Jiang Shuo.
Mereka berdua ini adalah rekan kerjaku.
Dia adalah Bu Bos.
Halo, selamat datang.
Apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang itu?
Hari ini adalah Festival Hantu.
Menurut adat lokal,
kita harus memuja Raja Hantu untuk memohon berkah.
Berhenti, berhenti!
Apa yang kau lakukan ini?
Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini hari ini?
Siapa? Siapa?
Hari ini adalah Festival Hantu.
Hantu? Hantu apanya?
Cepat bereskan tempat ini sampai bersih, mengerti?
Maaf.
Maaf.
Jangan lihat! Jangan lihat!
Pulang! Pulang!
Semuanya pulanglah!
Pergi!
Kenapa kau segalak itu?
Aduh, bukankah hari ini ada orang yang datang untuk melihat bangunan?
Mana orangnya?
Mereka sudah datang.
Bos Jiang.
Halo.
Maaf, maaf.
Aku lupa kalau kalian akan datang hari ini.
Kalian berdua ini pasti Tuan Qin dan Tuan Yuan, 'kan?
Maaf, membuat kalian melihat hal memalukan.
Ini semua adalah takhayul yang dipercaya oleh segerombol orang desa itu.
Aku pasti akan mencari staf pengurusku
untuk membersihkannya.
Ba Song!
Kau cepatlah pergi cari Ba Song
untuk datang membersihkannya.
Cepatlah, cepat sedikit.
Eh, Bos.
Ya?
Sebelumnya kau tidak bilang padaku,
bahwa para penyewa ini memiliki kepercayaan yang seaneh ini.
Tidak aneh, tidak aneh.
Ini hanyalah takhayul yang biasa dipercaya oleh orang desa.
Sekadar untuk memohon kekayaan.
Tidak bisa terkena cahaya.
Apa?
Memakai payung hitam di siang hari,
dan hujan deras kertas sembahyang.
Apa katamu?
Ini bukanlah kepercayaan untuk memohon kekayaan.
Lalu, apa itu?
Menyuruh hantu untuk beristirahat dengan tenang.
Sobatku ini mengerti Ilmu Perdukunan.
Jadi, jangan sembunyikan apa pun dari kami.
Apa Tuan ini sedang bercanda?
Bahkan 4 kata yang kau katakan tadi tidak bisa kutulis.
No comments yet. Be the first to leave one.