Release info

차달래 부인의 사랑 Madam Cha Dal Rae's Love E35 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2018-10-20
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Rumah Sakit Jeil"

"Episode 35"

Tingkat potasiumnya tadinya agak kacau,

tapi itu juga sudah tidak apa-apa.

Kalau begitu, apakah kini dia baik-baik saja?

Ya. Dia bisa mulai makan.

Terima kasih. Terima kasih banyak. Kamu menyelamatkannya.

Berikan apa pun yang diinginkannya.

Dia akan pulih lebih cepat.

- Baiklah. Terima kasih. - Tentu.

- Terima kasih. - Tentu.

Dia meninggalkan rumah berpikir akan membuat perbedaan besar.

Lihatlah dia sekarang.

Kamu hampir mengurangi usia ayah sepuluh tahun.

Maaf.

Tidak apa-apa karena kini kamu sudah kembali.

Kamu baik-baik saja, dan itu yang terpenting.

Kamu ibunya

dan terlalu lembek.

Kamu sebaiknya pulang. Aku akan bersamanya.

Harus ada yang membereskan pernikahannya juga.

- Pernikahan? - Kamu belum tahu.

Kakakmu menikah.

Benarkah?

Kapan? Dengan siapa?

Kalau sepenasaran, kamu seharusnya menelepon.

Kamu bahkan tidak tahu kakakmu satu-satunya menikah.

Hentikanlah.

Dia menikah kemarin, jadi, kami belum memberi tahu dia tentangmu.

Bagaimana dengan seniorku? Orang yang membawaku ke sini.

Seniormu?

- Dari SMA? - Universitas.

Dari universitas. Kalau begitu, dia pasti dokter.

Kami belum bertemu.

Dia memasukkanmu ke rumah sakit dan bahkan membayar biayanya.

Perkenalkanlah dia kepada kami nanti.

Baiklah.

Aku minta maaf

sudah membuat kalian khawatir.

Jangan ke mana-mana lagi. Kamu akan tetap di sini, bukan?

Siapa bilang dia boleh pergi?

Kenapa membuang-buang napas mengatakan hal yang sudah jelas?

Dae Young, kamu mengelabui ayah, tapi ayah tidak akan tertipu lagi.

Kalau kamu mencoba ini lagi, ayah akan mematahkan semua tulangmu.

Hentikanlah itu dan pulanglah. Pergilah dari sini.

Kenapa kamu tidak membiarkanku bicara?

Kamu masih tidak mengerti?

Dia sekarang sudah dewasa.

Dia tidak akan menuruti ucapanmu hanya karena kamu merundungnya.

Lalu apa? Apa kita biarkan saja dia

menjalani jalan yang salah?

Kamu mendukungnya?

Kalau akan dimanipulasi dia lagi, berhentilah peduli terhadapnya.

Tidak. Aku tidak bisa melakukan itu.

Aku hanya akan fokus pada kebahagiaan Dae Young.

Kebahagiaan?

Astaga.

Kebahagiaannya?

Pulanglah. Ini rumah sakit.

Kita akan bicara nanti.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Direktur Kang, waktunya...

- Halo. Selamat datang. - Halo.

Apakah Direktur Kang tidak ada?

Kami sudah terlambat untuk reuni.

Ada operasi darurat. Dia akan segera keluar.

- Duduklah dan menunggu. - Terima kasih.

Kalau bertemu Joon Ho di SMA,

kamu pasti tahu segala hal tentangnya.

Ya.

Jalan hidup kami sering bertemu, jadi, aku banyak tahu tentangnya.

Kalau begitu, apa kamu tahu siapa itu Sersan Nam?

Sersan Nam?

Sersan sungguhan dari militer?

Ya. Mereka saling bertukar pesan dan sering bertemu.

Teman militer pasti sangat berarti bagi pria.

Kamu salah besar.

Direktur Kang tidak memiliki teman sersan.

Apa?

Joon Ho berdinas di unit legendaris

yang sejak saat itu dibubarkan.

Unit legendaris?

KPL. Korps Pertahanan Lingkungan.

Kalau dia tentara, maka lalat adalah burung.

Dia di Korps Pertahanan dan berhenti berpangkat kopral.

Dia tidak mungkin mengenal sersan.

- Benarkah? - Ya. Dia sering diejek.

Kamu sungguh tidak mau makan apa pun?

Kamu harus makan dengan baik. Beri tahu apa saja yang terpikirkan.

Apakah Ibu tahu sudah sebanyak apa aku makan?

Cukup untuk memberi makan seorang anak Afrika selama sepekan.

Bagaimana Afrika?

Menyenangkankah melihat pohon baobab yang sangat ingin kamu lihat?

Itu lebih ke menarik daripada bagus.

Bahkan pepohonan yang berabad-abad lebih tua daripada aku

menjalani hidup tanpa mengkhawatirkan hari esok.

Bahkan anak-anak yang sangat kurus dengan mata besar

berjuang setiap harinya

untuk segelas air dan sepotong roti.

Kekhawatiranku mungkin sebenarnya tidak ada artinya pada akhirnya.

- Buka lebar mulutmu. - Aku akan makan sendiri.

Buka mulutmu. Selang infusnya akan menghalangi.

Yang benar saja, Ibu?

Ini sangat bagus.

Ibu merasa lebih baik akhirnya melihat kamu makan.

Maaf membuat Ibu khawatir.

Apakah Ayah membuat Ibu kesulitan?

Setelah kamu pergi, ibu memikirkan banyak hal.

Dan memiliki banyak penyesalan.

Ibu seharusnya mendengarkanmu saat kamu bilang hidup itu sulit.

Kalau saja ibu mendengarkan, kamu mungkin tidak akan pergi jauh.

Jadi, sekarang,

ibu tidak akan mengomelimu untuk kembali berkuliah.

Ibu akan memberimu waktu untuk berpikir.

Mengenai hal yang membuatmu bahagia dan bagaimana kamu akan hidup.

Pikirkanlah dan putuskan, dan ibu akan mendukungmu.

Terima kasih, Ibu.

Aku tidak akan lama.

Baiklah.

Kamu sungguh tidak mau makan lagi?

Bubur Ibu.

Aku mau bubur doenjang rumput laut Ibu.

Baiklah. Ibu akan membawakannya besok.

Makanlah ini.

Ada apa?

Kenapa sangat berisik di luar?

Bagaimana Dae Young?

Bagaimana keadaannya?

Dia mau bubur doenjang rumput laut,

jadi, aku pulang naik kereta pertama.

Bagaimana keadaannya? Dia sudah merasa lebih baik?

Ya. Dia makan dengan baik dan ke toilet

sendiri semalam.

Makanlah sarapanmu,

lalu antar ini kepadanya.

- Bagaimana denganmu? - Aku harus memeriksa kafe.

Aku tidak masuk beberapa hari tanpa memberi tahu karena Dae Young.

Kamu bilang tidak akan pergi.

Berhentilah karena Dae Young sudah kembali.

Dae Young sudah kembali, jadi, aku akan bekerja lebih keras.

Kenapa?

Untuk memberinya uang saku?

Bukan. Untuk menceraikanmu.

Bisakah kamu berhenti mengatakan itu?

Saat Dae Young keluar dari rumah sakit,

aku akan memberitahunya semuanya dan pindah.

Aku tidak punya uang.

Kamu boleh pergi kalau mau hidup tanpa uang sepeser pun.

Jangan lupa membawa ini.

Kenapa wanita itu...

Astaga. Siapa kamu?

Apa...

Siapa kamu?

Siapa kamu?

Aku bekerja di sini, jadi, kamu sebaiknya keluar.

Kenapa aku mau melakukan itu?

Kemarilah.

Halo? Polisi?

- Ini Jangsa-dong 21. - Apa yang kamu lakukan?

- Tutup teleponnya. - Jangan mendekat.

Akan kupukul kalau mendekat.

Baiklah, tutuplah dahulu teleponnya.

Kemarilah sekarang juga! Cepat!

Nyonya!

Aku sungguh minta maaf. Maaf, Pak Polisi.

Sampai jumpa. Hati-hati.

Sampai jumpa.

Kamu tidak apa-apa?

Kamu mau es lagi?

Es dari lemari pembeku di tokoku?

- Maaf. - Nyonya.

Tidakkah kamu punya pikiran rasional?

Pintunya terkunci

dan seorang pria tidur di dalam.

Kira-kira siapakah dia?

- Pencuri? - Pemiliknya.

Satu-satunya orang selain kamu yang memiliki kunci.

Maaf. Manajernya tidak memberitahuku apa-apa,

jadi, aku tidak tahu kamu CEO-nya.

Kamu seharusnya memberitahuku lebih dahulu.

Aku tidak tahu siapa kamu. Orang lain yang di sini kemarin.

Kamu membiarkan sembarang orang di sini

karena kamu bisa melakukannya?

Sama sekali tidak.

Anakku sakit,

jadi, aku meminta teman tetap di sini untuk sehari saja.

Ayo jadikan ini hari terakhirmu di sini.

Apa?

Pak.

Maaf aku tidak mengenalimu dan memukulmu.

Aku juga minta maaf meminta teman menggantikanku kemarin.

Namun, kamu tidak bisa memecatku begitu saja karena hal seperti itu.

Aku akan menutup tokonya secepatnya.

- Apa? - Kepalaku sakit.

Ayo anggap saja kita impas.

Bersihkanlah sebelum kamu pergi.

"Obat"

Produk-produk di rak sudah kedaluwarsa,

jadi, kutaruh di wadah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left