The first 200 lines.
Aku akan turut bahagia
jika dia yang kau cintai.
Aku seharusnya tak memanfaatkanmu dan mengubahnya menjadi keuntunganku.
Kenapa kau begitu baik padaku?
Bahkan itu tak membuatmu mencintaiku.
Baiklah. Temuilah Guy.
Aku tak mau menjadi temanmu lagi.
Jangan terlalu jahat padaku,
Aku tak mau menjadi temanmu
karena aku mau menjadi pacarmu.
ABADI
Apa kau begitu bangga dengan parfum pertamamu?
Aku tak bangga dengan parfumnya.
Aku bangga menjadi pacar pertamamu.
Konyol.
Maaf.
Aku mau tanya apa kau mau beli air minum.
Ada toserba di sana.
Tapi ini kita hampir tiba di asrama.
Benar.
Aku...
Bolehkah aku...
Ini?
Aku akan membawakannya untukmu.
Terima kasih.
Sama-sama.
Apa yang kau lakukan?
Aku sudah melihatmu canggung cukup lama.
Saint.
Kenapa kau di luar?
Aku mau mengeringkan cucianku.
Aku melihat kalian berdua. Jadi, aku mau menyapanya.
Kami sekarang berkencan.
Kenapa kau memberitahuku hal itu?
Jaga-jaga kau tak tahu.
Kapan kau tahu kalau kau adalah pacarnya?
Sekitar satu jam yang lalu.
Tapi
aku sudah tahu sebelumnya.
Aku tahu sekitar tiga jam sebelum dirimu.
Apa?
Kau selalu tertinggal satu langkah.
Liu.
Bagaimana dia bisa tahu sebelum diriku?
Begini...
BAIFERN PIMCHANOK
WIN METAWIN
GREAT SAPOL
JANE RAMIDA
BERDASARKAN WEBTOON LINE "MY ID IS GANGNAM BEAUTY"
KARYA KI MAENGGI
DISUTRADARAI OLEH ATICHA TANTHANAWIGRAI
EPISODE INI ADA ADEGAN KELAINAN MAKANAN YANG MUNGKIN MENGGANGGU PEMIRSA.
KEBIJAKSANAAN PEMIRSA DISARANKAN.
Pelankan suaramu.
Kenapa kau begitu bersemangat?
Tentu saja aku bersemangat.
Temanku akhirnya punya pacar.
Kupikir kau mendukung Saint.
Kau punya pacar tepat sebelum Pesta Chem-Re.
Pesta Chem-Re?
(Kau tahu kegiatan apa saja yang ada di kampus?)
Hanya itu yang perlu kuketahui.
Kau membuatku iri.
(Pesta ini sempurna bagi pasangan baru untuk mengumumkan hubungan mereka.)
(Ini acara musik untuk merayakan berakhirnya ujian tengah semester.)
Di acara itu, mereka menjual cincin yang menyala.
(Pasangan biasanya membeli cincin dengan warna yang sama.)
para tamu akan menyalakan cincin lampunya.
(Kau bisa tahu siapa yang berkencan dari warna cincinnya.)
Kurasa kau harus mengumumkan hubunganmu dengan Liu di acara ini.
Omong kosong.
Kenapa aku harus pergi ke acara semacam itu?
Ada apa, Guy?
Pesta Chem-Re diadakan pekan depan.
Ya.
Apa kau mau memakai cincin pasangan?
Ann memberitahuku kalau kau tak tertarik dengan pesta itu.
Aku hanya tak mau mengakuinya.
Ada berbagai macam warna.
Kenapa kau tak memilih warnanya?
Aku tak bisa berjanji padamu kalau aku akan pergi.
Aku punya kekhawatiran.
Kurasa aku harus memberi tahu Faye tentang kita dulu.
Apa kau yakin dia punya perasaan padaku?
Aku tak peduli dengan pendapatmu tentang Faye.
Aku mau bicara dengannya dulu.
Aku tak mau dia tahu nanti dan marah padaku.
Jika itu akan membuatmu merasa lebih baik, aku mengerti.
Apa ada yang bisa kubantu?
Tidak apa-apa.
Aku akan mengurusnya.
Baiklah, sampai jumpa.
Biru.
Biru.
Aku mau yang biru.
Aku akan bicara dengan Faye sebelum pesta.
Ya.
Mimi, kau salah melakukannya.
Ini yang benar.
Begitu rupanya.
Terima kasih, Faye.
Aku seharusnya mendengarkanmu dalam kuis terakhir.
Semua yang kau katakan ada di kuis.
Aku mempelajari kuis lama sampai larut malam.
Kau tidur larut malam, tapi kulitmu masih terlihat bagus.
Aku iri padamu.
Apa kabar, Gadis yang Punya Pacar?
Bagaimana kau tahu?
Semua orang tahu.
Kami semua melihat Saint datang menjemputmu kemarin.
Benar?
Bisakah aku bicara denganmu?
Bisakah aku mendengarkannya juga?
Ini tentang Guy.
Liu menjodohkanku dengan Guy.
Tentu. Tidak usah buru-buru.
Ayo pergi ke tempat yang tenang untuk bicara.
Senang rasanya kita sendirian.
Ada yang mau kutanyakan padamu.
Aku mau membuat makanan penutup untuk Guy.
Aku membeli buku resep impor.
Kucoba membuat beberapa makanan penutup, tapi aku tak tahu apa yang dia suka.
Bisakah kau beri tahu makanan penutup yang bisa bantu aku memenangkan hatinya?
Faye.
Maaf, tapi aku tak bisa membantumu.
Kau tak tahu apa yang dia suka, 'kan?
Ayo bicara di tempat lain.
Ada apa?
Sikapmu aneh.
Aku...
Aku mau bicara denganmu tentang Guy.
Tunggu.
Jangan beri tahu aku dulu.
Tolong jadikan ini kabar baik. Amin.
Baik.
Apa yang Guy katakan?
Guy tak bisa membalas perasaanmu.
Guy masih membenciku, 'kan?
Kalau begitu, aku tak seharusnya membuatkan makanan penutup untuknya.
Aku harus mencari cara menghilangkan prasangka buruknya padaku lebih dulu.
Bukan itu, Faye.
Guy punya pacar.
Siapa dia?
Aku.
Apa ini lelucon?
Bagaimana mungkin?
Kau berkencan dengan Saint kemarin.
Apa kau membuat lelucon karena punya kejutan untukku?
Apa Guy bersembunyi di sekitar sini?
Di mana dia?
Tidak, Faye.
Hal yang kukatakan bukanlah lelucon.
Guy dan aku berkencan.
Aku tahu kau sangat memercayaiku.
Aku orang pertama yang kau ceritakan tentang perasaanmu padanya.
Kau memintaku untuk membantumu.
Aku seharusnya tak melakukan ini padamu.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Kau berkencan dengan Saint.
Aku tak berkencan dengannya.
Aku tak pernah menganggapnya seperti itu.
Maksudmu, kau punya perasaan pada Guy selama ini?
Sebelum aku memberitahumu bagaimana perasaanku?
Lalu, kenapa kau setuju untuk membantuku?
Kenapa kau menyuruhku jangan menyerah?
Pada awalnya, kupikir itu akan lebih baik
jika kalian berdua berpacaran.
Tapi aku salah.
Aku membuat segalanya menjadi rumit.
Aku memberitahumu hal ini
karena aku mau meminta maaf padamu.
Maafkan aku.
Tahukah kau kenapa aku meminta bantuanmu?
Karena aku memercayaimu.
Kupikir kau adalah sahabatku.
Maafkan aku.
Sekarang sahabatku
bilang dia jatuh cinta dengan pria yang kucintai.
Aku tak bisa berkata-kata.
Teganya kau melakukan ini.
Kepalaku penuh dengan pertanyaan.
Aku mengerti.
Kau boleh marah padaku.
Kau boleh menghukumku sesukamu. Aku akan menerimanya.
Jika itu yang kau inginkan,
bolehkah aku menanyakan satu hal padamu?
Apa dia bahagia saat bersamamu?
Berkencan denganmu, apa itu membuatnya bahagia?
Bagaimana denganmu?
Apa kau senang?
Jika ya,
aku turut senang.
Walaupun aku sangat mencintainya,
aku sangat mencintainya sampai aku mau dia bahagia.
Aku juga sangat mencintaimu.
Aku mau kau bahagia.
Itu sudah cukup bagiku.
Jika kalian berdua bahagia,
aku juga senang.
No comments yet. Be the first to leave one.