The first 200 lines.
Gunung Zu
Adalah nama kuno sebuah pegunungan
yang menghadap Sichuan saat ini
Gunung Zu mempunyai posisi yang vital di kebudayaan Cina kuno.
Ia menjadi tempat awal perlawanan dan tempat akhir untuk berserah.
Menurut sejarah dan legenda
Gunung Zu adalah tempat yang dikeramatkan
karena landsekap dan kuil-kuilnya
dan orang-orang sakti yang dijuluki
Pendekar dari Gunung Keramat
ZU PARA PENDEKAR DARI GUNUNG KERAMAT
Pada abad ke 5
Terjadi perang saudara
menyebabkan kekacauan dan kerusuhan
Panggilkan telik sandi
Prajurit Di Ming-qi, siap melayani
Di mana Pasukan Kuning?
Pasukan Kuning ada di timur Zu melarikan diri karena kalah
Perkiraanku mereka sudah sampai di Sungai San Zhang.
Bagus.
Kita akan habisi mereka di laut
Panglima, mereka hanya pasukan suruhan
Banyak pula rakyat jelata di sungai
Yang tidak bersalah bisa terluka
Kita akan mengejar lewat darat
Tunjuk jalan, aku akan habisi mereka
Siap Panglima
Jalur darat berliku dan berbahaya
Di Ming-qi, tunjuk jalan
Kita akan lewat jalur laut
Tidak, itu butuh waktu lama, musuh akan kabur duluan.
Kita harus lewat darat
Tidak, lewat laut.
Lewat darat
Lewat laut
Di Ming-qi, siapa yang kau patuhi?
Kalian berdua.
Kamu membangkang, bunuh dia.
Aku patuhi perintahmu.
Sama saja
Bunuh dia.
Jangan salah sangka
Aku bukan musuh
Kapal?
Paman, antar aku ke seberang.
Tidak bisa
Kenapa?
Ada golok di belakangku / Minggir
Zu Barat? / Zu Timur?
Zu Barat, tahan serangan ini bukan wilayah perang
Letakkan dulu golokmu / Tidak bisa
Tidak bisa / Kamu dulu
Aku hitung sampai 3
Kalian berdua letakkan senjata
Siap?
Kau sudah berjanji
4 generasi pendahuluku dibunuh oleh Zu Timur, aku harus membalas
5 generasi pendahuluku dibunuh oleh Zu Barat
Apa tanggapanmu? / Selesaikan dengan jantan
Jika itu maumu, kau jual aku beli.
Aku tebas kau
Aku tangkis
Tebas
Tangkis
Tebas / Tangkis
Teman-temanku datang
Darimana kau tahu mereka temanmu?
Apa warna panahnya?
Lihat saja sendiri
Mereka teman-temanku
Bagaimana kau tahu warnanya?
Aku bisa rasakan
Lihat sendiri
Awas
Bukan biru dan merah
Pasukan Kuning
Depan atau belakang? / Belakang
Tangkap mereka / Baik
Jangan takut, aku lelah bertarung
Aku takkan melawanmu, aku pamit.
Aku permisi
Aku bilang aku pergi.
Kendimu.
Kendiku?
Kau tidak apa-apa?
Kau ketakutan sekali.
Kita baru bertemu, aku harus hati-hati.
Asalmu dari mana?
Sebelah kiri Desa Nan-An
Sungguh? Aku juga
Aku di sebelah kanan desa.
Pantas kau familiar.
Kau orang baik
Kita semua sama kecuali pakaian kita
Dalam suasana kacau begini
dan perang yang meluas
Tidak mudah bagi kita untuk berbincang seperti ini
Mereka lagi?
Serang
Serang
Serang
Ini perang antar golongan
Ayo kita pura-pura bertarung, mereka tidak tahu.
Pura-pura saja.
Jangan serang betulan.
Apa harus diteruskan?
Kita harus pergi dari sini
Cepatlah.
Berhenti main-main, ayo pergi.
Sial, kau terlalu keras.
Gerakan bagus.
Aku di sini.
Aku akan menolongmu
3 lawan 1?
Maaf, kejar dia.
6 lawan 3.
Ayo
9 lawan 6.
Ayo kejar dia.
Serang
Ayo pergi.
Kita pura-pura mati
Biarkan mereka saling bunuh.
Kita tunggu sampai kapan?
Semoga saja cepat.
Kau juga pura-pura mati?
Ada Pasukan Kuning, ayo lari.
Di sini ada merah dan biru
Jangan sampai mereka lolos
Kejar
Pergilah, aku hadapi mereka.
Kita berteman, aku takkan meninggalkanmu.
Satu dari kita harus selamat, pergilah.
Tidak
Pergilah.
Siapa yang mendorongmu?
Tolong
Pendekar, tunggu.
Kau bicara denganku?
Perang telah menjerumuskan dunia dalam kekacauan dan penderitaan.
Kau punya kesaktian untuk menyelamatkan dunia.
Huru-hara adalah hasil dari perang
Perang adalah hal lumrah dalam sejarah.
Akar masalahnya adalah manusia abai akan nyawa sesamanya.
Miris memang, tapi tak ada yang bisa kita lakukan.
Manusia memang tamak sejak awal.
Menghindarlah selagi bisa
Jangan bicara begitu, jika kita berupaya perdamaian akan tercapai.
Apa kau mengguruiku?
Semua ini tidak harus terjadi
Pergilah sebelum kau menjadi seperti mereka.
Pendekar
Pendekar
Pendekar
Pendekar
Pendekar
Pendekar itu sangat cepat
Dia pasti sedang mengujiku.
Baik, aku tunggu di sini
Sejak tadi aku menunggumu
Menungguku? Bodoh sekali.
Siapa pula yang menunggu di tempat begini?
Pantas di sini banyak tengkorak.
Ini bekas perang?
Bukan perang, di tengkorak ini ada tanda Iblis.
Untuk ritual, mereka mengorbankan anak-anak.
Semua tengkorak ini masih suci
Suci?
Makanya tadi aku menyuruhmu pergi
Karena aku masih perjaka?
Syukurlah.
Kau perjaka atau tidak
Mereka tetap akan membunuhmu
Lagipula mereka tidak akan percaya padamu.
Kenapa kau menungguku?
Aku ingin menjadi muridmu
Aku seorang penyendiri
Menyendiri itu tidak baik
Sifu
Sifu
Sifu
Jangan panggil aku sifu
Ajari aku kesaktian agar aku bisa menolong orang yang lemah
Aku tidak mengangkat murid
Sifu
Berhenti memanggilku atau aku pergi
Baiklah, nampakkan dirimu
Itu Gagak Darah, melesat
Bintang bersinar di langit
Bulan menerangi bumi
Iblis..
Bukan, mereka golongan putih.
Xiao Ru dari Kunlun
Ding Yin dari Nanhai
Ding Yin?
Pendekar Xiao Ru
Jadi kau Pendekar Ding!
Bukan urusanmu
Sudah 10 tahun, kau di sini atas permintaan Chang Mei?
Aku di sini untuk menolongmu, dia takut kau kewalahan
No comments yet. Be the first to leave one.