Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 10 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton :):) Kunjungi www.sultankhilafsub.wordpress.com

Tags

other
Published on: 2017-12-09
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 10"

Bu Oh.

Putra Ibu akan pulang larut malam, dia berkumpul dengan teman-temannya.

Jangan menungguku, dan tidurlah.

Apa? Aku memasakkan makanan kesukaannya,

bulgogi dan semur tahu. Mengecewakan sekali.

Berarti aku harus makan berdua dengan Ibu?

Astaga, aku sudah merasa mual.

- Jari Bibi perlu kutusuk? - Astaga, kamu mengagetkan bibi.

Hei.

Kenapa kamu kemari lagi dan tidak pulang ke rumahmu?

Aku kemari karena akan mengikuti audisi.

Aku menyukai keluarga ini, selalu membuat hidangan besar.

Bibi mungkin tidak mau makan berdua dengan Nenek.

Bukankah Bibi senang aku di sini?

Kamu mendengarnya?

Aku juga melihat pesan Ji Seok.

Kenapa kamu mengintip pesan teks bibi?

Jangan terlalu melekat pada anak Bibi.

Dia sudah cukup dewasa. Kenapa dia harus pulang

dan makan malam bersama Bibi pukul sebegini?

Pada musim ini, saat seharusnya berusaha keras mencari pasangan,

kenapa kamu malah duduk di sini, Perawan Tua?

Orang-orang yang sangat andal mempelajari teori

biasanya payah di lapangan.

Aku akan berlatih untuk audisiku.

Hubungi aku setelah Bibi selesai menyiapkan makanan.

Astaga, dia dan audisi konyolnya.

Ji Seok sungguh sedang bersama wanita?

- Bersulang. - Bersulang.

Hei, sungguh ada wanita yang menyiramkan air kepadamu?

Dia diserang oleh penguntit.

Sudahlah.

Kamu membiarkannya pergi?

Kamu harus membalas perbuatannya.

Membalas setimpal tidak cukup. Kamu harus dua kali lebih jahat.

Siapa wanita

yang berani merayu pengacara terbaik abad ini?

Kenapa? Penguntit itu mengikutimu sampai kemari?

- Ya. - Sungguh?

Itu orangnya?

Baiklah, akan kubalaskan dendammu hari ini.

Hei, jangan. Hentikan.

Maafkan aku.

Ini pemenang kompetisi menari sebelumnya.

Apa dia akan menang lagi dalam kompetisi kali ini?

Sambut dengan meriah.

Astaga, Go Bong. Di mana kamu?

Astaga, dia mengenakan mantel bulu ke kelab.

Mungkin di luar dingin, tapi di dalam sini panas.

Berhenti kekanak-kanakan.

Mari kita minum saja.

Berarti suhu di dalam sini naik menjadi 100 derajat.

Ayo, minum bersamaku. Kamu tipeku.

Aku kemari bukan untuk menari. Hentikan.

Nona, kumohon. Kamu sungguh tipeku.

Astaga, hentikan.

Jika kamu menyukai seragam ini, minta saja di toserba.

Astaga, lihat gerakannya.

Dia sedang bersemangat.

Choi Mi Mi.

Choi Mi Mi.

Choi Mi Mi.

Hei, Choi Go Bong!

Kemari.

Hei, kemari.

Pergi.

Ada apa ini?

- Pergi. - Ini tampaknya buruk.

Tampaknya akan terjadi sesuatu.

Hei!

Astaga, ini memalukan.

Nyalakan musiknya.

Aku sungguh pria yang terhormat.

Astaga. Bagaimana ini?

Maaf, aku tidak sengaja.

- Aku merekamnya. - Sungguh?

Ini salah paham.

Apa-apaan itu?

Ada apa? Aku membalasnya, bukan?

Ada apa denganmu?

Astaga, siapa yang menempelkannya? Yang benar saja.

- Apa ini? - Pak, tunggu.

Bapak tidak boleh melepasnya.

Maksudku, tolong jangan dilepas.

Kamu yang menempelkan ini?

Ya.

Kamu tidak boleh menempelkan pamflet ini di sini.

Kamu tidak tahu menempelkan pamflet di sini ilegal?

Maafkan aku.

Tapi itu bukan pamflet untuk keuntungan pribadi.

Aku yakin ini tidak ilegal.

Tentu saja aku salah menempelkannya di halte bus.

Begitu menemukan cincinku, aku akan melepasnya.

- Aku berjanji. - Astaga.

Aku sungguh harus menemukannya.

Kalau begitu, pastikan kamu melepasnya nanti.

Terima kasih, Pak.

"Cincin Hilang"

Dasar wanita aneh.

Kenapa dia tidak berusaha mengembalikan cincinku?

"Lamaran Kontes Resep Rahasia Grup WL"

- Aku pesan sebotol soju. - Ya.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan...

Ke mana dia dengan pakaian basah begitu?

Tolong jawab teleponku.

"Go Bong"

- Aku pesan sebotol soju lagi. - Baik.

Aku pesan gurita mentah dan sebotol soju.

- Kamu sudah pulang rupanya. - Sedang apa kamu di sini?

Aku lelah. Pulanglah.

Aku akan membuka pakaianku dalam tiga detik.

Tolong pergi sebelum aku membuka pakaian.

Satu,

- dua, tiga. - Tolong cari Kak Go Ya.

Apa katamu?

Sesuatu terjadi kepada Go Ya?

Sejujurnya, ada kompetisi menari di kelab hari ini.

Benar. Lalu?

Aku akan melakukan pertunjukan air di sana.

Masa bodoh entah itu pertunjukan air atau api.

- Go Ya ke sana? - Ya.

Dia bahkan melakukan pertunjukan air di sana.

Tepat saat airnya akan disiramkan,

dia naik ke panggung.

Lalu dia yang tersiram air, bukan kamu?

Ya.

- Di mana dia sekarang? - Aku akan di sini jika tahu?

Bagaimana kamu bisa tidak tahu?

Kamu pasti di sana saat dia tersiram air.

Aku terlalu malu untuk tetap di sana.

- Apa? - Coba pikir.

Selain memalukan karena dia muncul di panggung,

dia juga mengenakan seragam toko dan basah kuyup.

- Tentu saja aku malu. - Jadi, maksudmu...

Go Ya tersiram air dan dipermalukan menggantikanmu,

tapi kamu malah lari begitu saja?

Siapa yang lari?

Aku hanya pergi lebih dahulu.

Dan sejujurnya,

dia bukan tersiram air menggantikanku.

Dia mengacaukan pertunjukanku.

Sulit dipercaya.

Tunggu di sini sampai aku menemukan Go Ya.

Astaga, aku juga korban.

Aku tidak akan bisa kembali ke kelab karena dia!

- Kamu lihat itu? - Lucu sekali.

Ji Seok, kamu harus mentraktir kami minum hari ini.

Aku sudah membalaskan dendammu.

Mari kita unggah ke internet!

Apa? Kamu mau melakukannya?

- Hei, apa yang kamu lakukan? - Itu demi kebaikanmu sendiri.

Jika mengunggah video itu, kamu akan melanggar hak pribadinya.

Jika tujuanmu menghina, maka itu akan dianggap penistaan.

Dia mungkin akan menuntutmu.

Penistaan? Ada apa dengannya hari ini?

Ada apa dengannya?

Astaga.

Permisi. Kamu melihat wanita basah kuyup keluar dari sini?

Wanita itu rupanya.

Ikuti jalan ini, lalu belok kanan, di sana ada kedai makanan.

- Dia ke arah sana. - Terima kasih.

Maaf.

"Selamat ulang tahun. Dari istrimu yang selalu mencintaimu"

"Selalu mencintai"?

Astaga.

Maaf karena sebelumnya aku menghilang seperti itu.

Ada pembeli yang mendadak menghubungi dan bilang

akan mengenalkanku kepada investor.

Kamu selalu melakukan itu.

Kamu menghilang dan muncul sesukamu.

- Berikan tanganmu. - Lupakanlah.

- Ayolah. - Hentikan.

- Ayolah, kumohon. - Astaga.

Beberapa hari lalu,

kamu berulang tahun.

Terima kasih telah mengingatnya.

Bagaimana bisa aku melupakan hari ulang tahunmu?

Aku memilih cincin yang paling indah dan mahal di toko.

Kamu menyukainya?

Bagaimana kamu tahu aku menginginkan ini?

Siapa lagi yang akan mengetahuinya?

Tersenyumlah.

Begitu proyek ini selesai,

aku akan tetap di sampingmu.

Proyek ini sungguh akan berjalan lancar?

Tentu saja.

Semuanya akan berjalan sesuai rencana.

Jangan mengkhawatirkan apa pun. Bersiaplah saja untuk pindah.

Kenapa mendadak mau pindah?

Kamu pernah menyebutkan

seorang arsitek Jepang yang terkenal.

Katamu ada rumah 990 meter persegi yang dia desain di Pyeongchang-dong

dan kamu ingin tinggal di sana.

Aku akan segera membeli rumah itu.

Sungguh? Astaga.

- Kamu sesenang itu? - Tentu saja.

Dari kayu Skandinavia sampai marmer kualitas terbaik,

aku menyukai segala hal tentang rumah itu.

Aku sangat ingin tinggal di sana.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left