The first 200 lines.
Kapan ya?
Saat Aku mulai berpikir untuk membunuh istriku...
Bagi yang belum pernah membunuh...
Benar, kalian!
Kalian hanya melihat saja.
Kalian takkan pernah mengerti.
Bagi kalian, membunuh itu hal yang hampir sulit dipercaya.
Bagi kami, membunuh adalah hal yang hampir sulit dipercaya.
Hampir...
Oh... enak. Yeah...
Yeah... Aku...
Aku munc....
Sebuah iklan tentang pria yang cepat di ranjang.
Dia muncrat dalam 3 detik.
Iklan menurut pikirannya Yoko.
Sungguh Cepat Sekali.
Untuk Akses Internet Cepat, dapatkan SPEED!
Ada yang salah?
Tidak juga.
Yoko, adakah iklanmu yang baru?
Mungkin.
Mungkin tentang bir?
Seperti wanita gulat Amazon?
Ketahuan deh.
Sudah kuduga.
Kukira juga begitu.
Kenapa begitu?
Ngantuk.
Sungguh?
Saking bosannya Aku hampir muntah.
Kamu marah ya?
Tidak juga.
Pendapatku sangat berharga, huh?
Berguna, kan?
Tapi itu sangat membosankan.
Iklanku punya faktor cinta-benci.
Jelas tidak.
Seluruh negeri membenci itu.
Tidak juga.
Aku hampir lupa.
Apa?
Kamu mencoba membunuhku?
Darimana kamu tahu?
Yoko...
Ketiakmu busuk.
Aku harus menahan nafas supaya tidak mati.
Kalau Aku mati, itu pembunuhan.
Kalau dibalik, jadi REDRUM.
Kamu nonton "The Shining"?
Bau ketiak pembunuh...
Kamu bisa pakai ide itu.
Bisa kau pakai di iklanmu.
Mungkin Aku berbakat pada pengiklanan.
Bagaimana?
Jadi copywriter itu mudah.
Semua juga bisa.
Aduh perutku...
Baiklah.
Tadi cepat sekali.
Rumah itu bahkan tidak terkunci.
Luar biasa.
Bagaimana hasilnya?
Sebentar.
1, 2, 3... sekitar 200,000 yen.
200,000 yen!
Hey, apa selanjutnya?
Beberapa wanita di sore hari?
Kamu senang kan?
Kamu senang kan?
Saat kamu... tangan yang mana?
Saat onani?
Aku... tangan kanan.
Entah tangan yang mana.
Awas!
Lihat jalan raya!
Maaf.
Bikin takut saja.
Aku bisa muncrat tanpa tanganku.
Gila! Caranya?
Dengan konsentrasi.
Bayangkan!
Bohong!
Beneran!
Beneran?
Sumpah.
Kamu hebat, J.
Beneran sumpah.
Aku pengen lihat.
Fokuskan matamu ke jalan.
Maaf.
Kita hampir di Narita. Bisa tolong kencangkan sabuknya?
Oi. Kembali kau.
Apa fungsimu disini.
Aku?
Aku pelayan kabin, jadi...
Aku memastikan penumpang mendapatkan kenyamanan perjalanan.
Itu bukan maksudku. Apa tunjuan hidupmu?
Kamu sedang apa?
Apa fungsimu di planet ini?
Maaf... itu pertanyaan sulit. Bagaimana menjawabnya?
I-S-C
Tak perlu dipikirkan.
Jawabanmu akan salah. Jawab saja.
Ikuti instingmu lalu jawab.
Bahkan kalau Aku...
10, 9, 8, 7, 6...
Jika kamu diposisiku, bagaimana kamu akan...
Jangan tanya padaku!
Memangnya kamu siapa?
Ibuku? Tidak mungkin!
Memangnya Aku anakmu?
Kurasa tidak. Kenapa kamu ini.
Pikiranmu sudah gila?
Dasar wanita jelek!
Kwitansi.
Aku pulang.
p#h@a#i%e&s*t
Selamat datang, Ayah.
Keiichi, kamu belum tidur?
Yep.
Larut lagi, huh?
Jadi bagaimana?
Bagaimana apanya?
Tiket Aoyama... Sang penghipnotis.
Oh, Aku lupa.
Ayah lupa!
Tidak, Aku tidak lupa...
Mana... mana?
Ta-da!
Mustahil.
Tidak juga.
Hebat, Ayah.
Apa tiketnya sulit dibeli?
Tentu saja.
Pertunjukan dia sangat terkenal.
Katanya dia menghipnotis seluruh penonton.
Beneran?
Kamu tahu Kakano, dia...
Aku tidak kenal dia.
Aku bicara dengan Ibu.
Kana-chan?
Kanako bilang sebelum dia nonton...
Pikirnya itu palsu. Sekarang dia penggemar berat Aoyama.
Aoyama orangnya besar?
Dia tinggi dan tampan.
Aku juga tinggi.
Kapan memangnya?
Besok.
Kita akan kesana.
Kamu harus sekolah, ingat?
Mungkin iya, mungkin tidak.
Tidak ada kemungkinan.
Lagipula. Aku takkan kuliah.
Hentikan. Sikapmu ini...
Sekolah...
Ya?
Lupakan sekolah.
Bagus!
Tunggu dulu, sayang!
Itu bukan contoh baik bagi anak kita.
Ayolah. Aku sulit mendapatkan tiket ini.
Tapi...
Ayo membolos!
I^$Lp4i3st-C*ew
Baik. Siapa ikut?
Yippee!
Anak-anak perlu relaks.
Ayah yang bijak.
Terima kasih, Ayah.
Terima kasih, Ayah.
Bukankah tiketnya mahal?
Tidak juga.
Presiden dari salah satu klienku, Tn. Saito.
Kamu pernah bertemu dia. Ingat?
Tidak ingat.
Jadi...
Dia punya teman di pertunjukan dan katanya dia hutang padaku.
Aku mestinya memberinya sesuatu tapi...
Tiket premium ini harganya 100,000 yen.
Wow.
Jual?
Kita jual saja?
Kenapa wajahnya begitu? Hentikan.
Ayo jual.
Jual atau tidak.
Itu memang pertanyaan.
KEESOKAN HARINYA
Sekarang, untuk iklan obat pereda nyeri Non-Non.
Kami senang mengerjakannya.
Kalian akan suka.
Ada telpon.
Suruh tungaja.gu
Ini Istrimu dan mendesak...
Yeah. Yeah.
Apa?
Lampu kamar mandi mati?
i*e(s$tp@&h#a
Bagaimana, J?
Mudah sekali.
Kamu hebat, J.
No comments yet. Be the first to leave one.