The first 183 lines.
SMP Teikou
Klub bola basket SMP Teikou.
Dalam catatan cemerlang prestasi mereka,
terdapat lima pemain berbakat yang kehebatannya hanya bisa ditemukan setiap sepuluh tahun sekali,
yaitu "Kiseki no Sedai".
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Dan yang jadi ancaman bagi mereka, SMA Seirin.
Dengan bayangan dan cahayanya.
pukul berapa sekarang? mari bergegas
what time is it? dassou
karena sepertinya kita terlalu santai
mattarishi sugitenda
tepuk tanganmu tanpa ragu
kassai nomi kuraou
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
ZainuddinAri
mempersembahkan
'kan kuciptakan berbagai irama cinta
I can makin' many love sensation
walau dengan getaran yang tak sempurna ini
fukanzen na vibration
bersyukurlah atas cinta yang sederhana
otegaruna renai ni kansha
dan lepaskan kecemburuan yang sakiti hati
mushizu ga zenryoku shissou
let's go!
let's go!
kebohongan hanya 'kan sebabkan kepiluan
makka na uso mo massao
apa yang sebaiknya kulakukan dalam keseharian ini?
whatcha' gonna do na hibi wo tell me why?
let's go!
let's go!
langit memang sewajarnya berwarna pilu
massao na sora wa mattou
ingin selalu kuulangi kesalahan yang sama
shippai kurikaeshitai ne
seumur hidupku hanya diisi dengan keragu-raguan
pinkiri no jinsei my life enryo gachi
namun permulaan yang sebenarnya kuinginkan
oshiteshirubeshi pin no kaikan
adalah permulaan yang murni
junsui na style
gapailah puncak, di dunia tanpa belas kasihan ini
teppen toraji yo wa tsune ni mujyou
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
takkan kubiarkan dirimu tersakiti lebih dari ini
kokora de ikkai kizutsukete
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
Karena itulah dengan ini,
aku akan mengakhirinya!
Yosen
Dalam pertandingan perempat final Winter Cup
kami berhasil menang saat hadapi SMA Yosen, yang diperkuat Atsushi Murasakibara dari Kiseki no Sedai.
Kami tunggu kalian di semifinal.
Sudah pasti.
Hanya Bermain dengan Sekuat Tenaga
Quarter 51
Wawancara?
Ya, dari Majalah Basket Bulanan!
Artinya tim kita sudah mulai menarik perhatian!
Apa saja yang mau mereka tanyakan?
Bagaimana perasaan saat bertanding. Atau ambisi ke depannya. Biasanya semacam itu, 'kan?
Betulan, nih? Entah kenapa rasanya jadi gugup.
Aku juga tak terbiasa hadapi hal seperti itu.
Tak perlu berpikir yang macam-macam. Cukup jawab saja dengan santai, 'kan?
Ya, betul sekali. Justru lebih baik kalau kita menjawabnya dengan santai!
Benar juga, ya.
Oke, semuanya, ayo kita lakukan dengan santai!
Ujung-ujungnya sama sekali tak santai!
Permainan yang mengagumkan!
Te-Terima kasih banyak! Kami merasa tersanjung dapat diwawancarai Majalah Basket Bulanan!
Pertandingan kalian menghadapi Yosen, benar-benar buat kami terkesan.
Di samping itu, bisa sampai ke Winter Cup saat tim baru berumur dua tahun adalah prestasi yang gemilang.
Ditambah lagi, kalian terus menang tanpa pernah kalah sekali pun, 'kan?
Terima kasih banyak.
Bagi kalian, pertandingan manakah yang paling berkesan?
Kalau yang paling berkesan...
Rasanya sulit diputuskan, ya.
Wajar saja, ya.
Kalau harus memilih, mungkin saat hadapi Shuutoku.
Saat pertandingan liga final penyisihan Winter Cup, ya?
Jangan besar kepala dulu.
Tapi tetap saja, kami takkan kalah di sini!
Tapi, begitu pula dengan kami!
Rebound!
Rebound!
Hasilnya memang seri. Tapi kurasa, Shuutoku sudah bermain dengan sekuat tenaga, begitu pula dengan kami.
Rasanya, aku ingin bertanding dengan Shuutoku lagi.
Ya.
Kayaknya mereka lagi omong soal kita, ya.
Sudah pasti, mereka bilang ingin bertanding lagi menghadapi kita. Kita pun juga begitu.
Hasilnya seri. Rasanya memang seperti ada yang kurang, ya.
Kita hanya kekurangan waktu.
Apa bedanya dengan yang kubilang barusan?
Lain kali kita pasti menang.
Sudah pasti! Tapi sebelum itu, ada gunung tinggi yang harus didaki terlebih dulu.
Mereka bukan lawan yang bisa kita remehkan.
Eagle Eye itu memang kemampuan yang luar biasa, ya.
Mungkin itu benar. Tapi kudengar, di Uruguay ada banyak yang punya kemampuan seperti itu.
Eagle Eye, Uruguay. Eagle Eye, U-ruguay.
Eagle Eye, U-gle Eye. Begitu!
Tolong jangan pedulikan dia.
Tapi kalau Izuki sampai mengatakannya berkali-kali,
bukan masalah sekalipun bilang di Uruguay banyak pemilik Eagle Eye, 'kan?
Itu masalah!
Bagaimana denganmu, Kagami?
Eh... Aku hanya bermain dengan sekuat tenaga.
Kalau bagi pelatih, pertandingan mana yang paling berkesan?
Kalau pertandingan yang meningkatkan kemampuan Kagami, mungkin saat melawan Touou.
Aku percaya padanya, tapi jujur saja, ternyata hasilnya lebih baik dari yang kubayangkan.
Bagaimana pendapatmu mengenai pemain lawan, Aomine?
Berikutnya aku akan menang. Itu pasti.
Tapi, kau sudah menang, 'kan?
Padahal sudah menang, tapi, bilang berikutnya akan menang. Kagami itu rendah diri, ya.
Itu sih, bukan rendah diri. Tapi bego namanya.
Memangnya kalau Dai sendiri, bagaimana?
Aku kalah, tapi berikutnya pasti menang. Itu saja.
Apa bedanya dengan yang dikatakan Kagami?
Bagaimana perasaanmu saat berhasil sampai semifinal?
Rasanya bangga sekali. Begitu katanya!
Be-Begitu, ya.
Lawan kalian berikutnya kemungkinan besar adalah SMA Kaijou.
Dulu kami sudah pernah hadapi mereka saat latih tanding,
tapi, karena ini adalah pertandingan resmi pertama kami, aku merasa gugup. Begitu katanya!
Ba-Baiklah.
Terima kasih. Kalau begitu, kita sudahi.
Bagaimana dengan Kuroko? Kita tak boleh lewatkan pendapatnya, 'kan?
Ah. Aku kurang teliti.
Peranmu dalam semua pertandingan sangat luar biasa!
Terima kasih banyak.
Kau sangat aktif mendukung tim, ya. Saat bertanding menghadapi Shuutoku...
Vanishing Drive!
Takkan kubiarkan lewat!
Saat hadapi Kirisaki Dai Ichi...
Dan juga saat hadapi Touou...
Kagami!
Selain itu, saat hadapi Yosen barusan...
Tidak, yang kulakukan hanya...
Hanya bermain dengan sekuat tenaga.
Aku tak sempat buat pelesetan, "Pertandingan melawan Yosen tak bikin bosan."
Hanya itu saja penyesalanku.
Jangan menyerah.
Lain kali pasti masih ada kesempatan lagi.
Bego! Ayo jalan.
Kagami, ada waktu sebentar?
Saat ini aku sangat marah padamu.
Kenapa? Kita sudah menang, 'kan?
Bukan itu yang jadi masalah. Hubunganmu dengan Himuro, apa kau puas berakhir seperti itu?
Kaukira akan bisa hentikanku? Menarik!
Dia langsung lompat di pelepasan pertama?
Mustahil.
Dia, seperti seekor burung!
Aku kalah, Taiga.
Sesuai janji kita, aku tak akan menganggapmu sebagai adikku lagi.
Ya, aku tahu.
Mau bagaimana lagi, 'kan? Menang atau kalah, kami berhenti jadi kakak-beradik.
Itulah janji yang kami buat.
Kalian berdua ini sama-sama bodoh, ya?
Ha?
Kau ini... Padahal sudah kuminta untuk membuangnya!
Aku tak bisa membuangnya.
Malahan, saat itu kau seperti memintaku untuk tak membuangnya.
Aku tak bermaksud untuk menentang apa yang kaurasakan saat itu.
Tapi, entah itu sebagai saudara atau rival,
apa memang sebegitu sulitnya kalau kalian ingin jadi keduanya?
No comments yet. Be the first to leave one.