Something Bit Me!

Something Bit Me!

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Something Bit Me! S01E07-DSNP-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗗 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-07-03
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saat membesar, kami pergi ke sungai

hampir sekitar setiap akhir pekan,

berenang, memancing... mencoba menemukan sesuatu

yang dapat kami lakukan yang tak akan membuat kami bermasalah.

Hal buruk apa yang bisa terjadi?

Moore Haven, Florida, kota kecil di bagian pantai barat

dari Danau Okeechobee,

salah satu danau air tawar terbesar di Amerika Serikat.

Danau dan sungai di sekitarnya memberi habitat alami bagi satwa liar

dan rekreasi bagi komunitas di sekitarnya,

bagi orang-orang seperti Fred Langdale,

yang sudah berenang di perairan ini sejak dia masih kecil.

Aku besar di hutan. Orang tuaku punya kursi mobil di buggy.

Orang menyebutnya mobil buggy rawa.

Kami menyebutnya buggy di tempat asal kami.

Di umur 11, aku dapat izin memandu perahu, aku bisa ke danau sendiri,

memancing, atau berburu sendiri.

Satwa liar di Moore Haven terkadang beragam.

Sesekali kau melihat macan kumbang.

Ada sekawanan kalkun, rusa, babi, aligator.

Hampir semua ada di Moore Haven.

Aku bahkan tak ingat umur berapa saat aku kenal Gary.

Dia selalu ada di sana.

GARY BECK Teman Fred

Moore Haven punya satu lampu merah, satu sungai, dan satu danau besar.

Tidak ada hiburan, sama sekali.

Kau harus menemukan kegiatan untuk bergembira.

Berburu, memancing, berenang di sungai.

9 Juli 2012, siang hari yang panas dan lembap di Florida,

Fred, Gary, dan teman-teman mereka, Matt dan Abraham,

memutuskan untuk menyejukkan diri di Sungai Caloosahatchee,

salah satu dari banyak anak sungai yang mengalir ke Danau Okeechobee.

Biasanya, sebelum kami berenang,

akan ada seseorang di perahu menakuti apa pun yang ada di sana.

Atau menembak beberapa kali ke dalam air untuk menakuti sesuatu.

Namun, hari itu secara spontan, "Hei, ayo kita ke sungai."

Tak ada yang menyiapkan perahu. Tak membawa pistol.

Lebar sungai kira-kira 45 meter,

air gelap dari tanah dan sedimen.

Ada lembu laut, aligator, ikan snook, dan ular.

Seseorang membawa sepedanya dan kami menerjunkan sepeda dari dok

dan coba salto ke belakang dari dok dan hal-hal seperti itu.

-Itulah saat Fred bertanya... -Kalian mau berlomba ke sisi satunya?

Dia mulai berenang sedikit, menunggu dua orang lainnya.

Matt dan Abraham, mereka melompat untuk mengikuti Fred.

Kami mulai berlomba. Aku berada di depan.

Matt di belakangku.

Abraham berada di paling belakang.

Jika aku kalah, mereka akan terus mengungkitnya. Aku akan menang.

Mereka bertingkah konyol, meneriaki satu sama lain,

bersenang-senang.

Berenang secepat mungkin, berfokus untuk menang, kulihat tepi sungai.

Fred lumayan jauh meninggalkan mereka,

mereka berbicara dan berteriak satu sama lain, lalu...

Aligator!

Itulah saat kudengar Abraham berteriak, "Aligator!"

Di Florida, itu biasa, tetapi bukan karena ada aligator.

Mereka ingin kau berhenti, melihat-lihat, dan yang lain menyalip.

Dalam benakku, aku berkata, "Dia tak akan menyalipku,

-"Aku tak akan tertipu dengan itu." -Aligator!

Kedua kali kudengar dia teriak, "Aligator!",

kudengar ketakutan di suaranya, jadi aku berbalik.

Banyak darah mengalir dari wajahnya,

aku bilang, "Ia ada di mana?"

Aku mulai melihat ke arah dia melihat, kulihat aligator,

ia seperti menuju ke Matt dan Abraham, aku mulai berpikir,

"Apa yang akan terjadi selanjutnya?"

ALIGATOR AMERIKA

Aligator Amerika, reptilia buaya prasejarah

panjang rata-ratanya 3,6 meter dan beratnya mencapai 453 kilogram.

Di dalam air, ia bisa berenang hingga 32 kilometer per jam

dan menyelam dengan baik lebih dari 90 menit.

dr. Marisa Tellez, Direktur Eksekutif Crocodile Research Coalition,

tidak terkejut bahwa aligator mengarah ke Fred dan teman-temannya.

Aligator ini, kejadiannya di tengah hari,

ia mungkin sedang berjemur di sepanjang garis pantai

dan tiba-tiba aligator mulai mendengar suara percikan.

Buaya binatang yang sangat penasaran dan percikan yang banyak,

itu dapat berarti dua hal, pertama, mangsa sekarat atau yang kedua,

tergantung bagaimana percikannya, "Apa aku mendengar ancaman

"akan kemungkinan musuh aligator yang ingin mengambil wilayahku?"

Kami mulai berteriak. Kurasa Abraham pertama kali melihatnya di air.

Fred mungkin sekitar 6 atau 9 meter di depan Matt dan Abraham.

Berjarak 22 atau 27 meter, ia langsung datang mengarah kami.

Jadi, kurasa ia belum memutuskan

ingin menyerang yang mana dan ia bergerak cepat.

Sewaktu-waktu, aligator bisa berbalik ke arahku,

aku harus berpikir sangat cepat, "Aku harus berbuat apa?

"Bagaimana aku selamat dari ini?"

Ia menuju ke Matt dan Abraham, salah satu dari mereka.

Aku berpikir, "Aku harus berbuat apa sekarang?"

Aku tahu bisa menyelam,

tetap diam, dan aligator akan meninggalkanku.

Namun, di saat bersamaan, saat kulihat Matt dan Abraham, aku berpikir,

"Mereka tak berpeluang untuk selamat jika aligator menyerang."

Mereka dalam keterkejutan.

Saat kulihat Abraham, dia berhenti bergerak.

Jika ada yang bisa keluar, mungkin tanpa cedera, itu mungkin aku.

Aku berpikir, "Jika ia membunuh salah satu temanku,

"maka aku akan kehilangan selamanya."

Aku tak bisa hidup dengan itu.

Aku ingin aligator menuju ke arahku, aku ingin ia meninggalkan mereka,

beri mereka kesempatan untuk pergi, lalu aku mulai memercikkan air.

Aligator itu bisa saja berpikir, "Apa aku mendengar menampar kepala?"

Menampar kepala, itu cara berkomunikasi ke lawan lain

betapa besarnya dirimu.

Buaya berkomunikasi dengan sesamanya secara akustik atau secara fisik.

Jadi, menampar kepala itu seperti berkata,

"Hei, ini adalah wilayahku, aku ingin melawanmu untuk wilayah ini,

"kau siap menerima tantangan?"

Saat ia akhirnya mulai berbalik mengarah kepadaku,

mereka mulai berenang kembali.

Itulah saat aku melihat aligator,

dan mulai mendekat dengan rencana tindakannya.

Fred mulai berenang mundur, tidak benar-benar mencoba menjauh,

terus mengawasinya,

mulai menjauh, mencoba sampai ke pinggir sungai.

Aligator bergerak cepat. Dia tak bisa lebih cepat darinya.

Begitu kulihat aligator mengubah arah dan langsung menghampiriku,

matanya terkunci kepadaku, itulah saat aku mulai tertawa,

aku berkata, "Oh, ketakutan terbesarku terwujud.

"Entah akan kehilangan anggota tubuhku atau mati.

"Tidak mungkin lolos dari ini tanpa cedera."

Kau bisa bertindak seperti pecundang atau jawara,

dan aku memilih untuk seperti jawara.

Aku suka aktivitas malam hari di sepanjang hidup, di luar ruang,

ada sesuatu yang menarik saat matahari terbenam,

semuanya sedikit lebih dapat dinikmati.

Gelap. Bulan di belakangmu, dan sesuatu tentangnya hanya...

Membuatmu menikmati saat tersebut.

Apa pun yang membuatku menikmati saat itu adalah hal yang kusuka.

Minnesota bagian utara,

hutan yang tenang dan luas dari Hutan Nasional Chippewa.

Orang-orang mengambil risiko di sini dari seluruh Amerika Utara,

untuk menikmati memancing, berkemah, dan satwa liar yang melimpah.

Orang-orang seperti Noah Graham, kemari dengan temannya untuk berkemah,

menikmati musim panas terakhir sebelum ke universitas.

Namaku Noah Graham. Usiaku 24 tahun dari Bemidji, Minnesota.

Membesar, kami sering di luar ruang.

Kami pergi memancing dan berburu, bergadang, melihat matahari terbenam.

Kami pergi ke luar, membuat api unggun, makan s'more,

dan melihat matahari terbit di pagi hari.

Selalu percaya diri, tetapi merasa tidak aman,

jika dalam kelompok atau keramaian, aku jadi sangat tak nyaman.

Berkemah itu menyenangkan karena berinteraksi satu per satu.

Aku bisa mengenal orang-orang. Setelah mengenalmu, aku baik saja.

Musim panas 2013.

Noah berharap mengenal lebih jauh tentang pacar barunya, Rachel,

sebelum mereka pergi ke universitas.

Dia mengajaknya ke Winnie Campground, perkemahan terpencil di depan danau.

Teman mereka Max dan Jamile ikut serta.

Kami pergi dan mendirikan kemah. Kami bawa penyejuk penuh makanan.

Rachel ingin tidur di luar, jadi dia tidur di kantong tidur.

Aku tak pernah datang ke perkemahan ini.

Jamile dari Chicago, dia harus pindah ke Minnesota tahun itu.

Ini trip berkemah pertamanya.

Jadi, kami terus menggoda dia,

terus-menerus berkata, "Oh, Bung, selalu ada binatang menyerang."

Kami semua lebih nyaman di hutan di banding tempat lain,

tak pernah berpikir begitu, tetapi dengannya, kami bilang,

"Selalu ada binatang menyerang. Kau pasti gugup.

"Kita harus bersama sebagai kelompok

"karena jika seseorang berkeliaran, mereka siap menyerangmu."

Menjelang matahari terbenam, Noah dan Rachel berjalan-jalan

di sepanjang tepi Danau Winnipegosis yang menenangkan.

Rachel dan aku pergi berjalan-jalan.

Ada jalan kecil menurun menuju ke dok perahu

untuk pergi ke danau.

Kami berjalan pelan, sambil berbicara.

Kami berpacaran selama tujuh bulan,

jadi hubungan kami masih romantis

sangat gembira dengan satu sama lain.

Kami kembali ke perkemahan, menyalakan api unggun,

menyajikan semua makanan, hot dog, burger,

dan keripik, lalu bersantai setelahnya.

Begitu api menyala, saatnya untuk bersantai.

Sesuatu yang lain dalam hidup selalu sibuk dan bergerak cepat, aku suka,

tetapi inti dari berkemah adalah untuk istirahat, santai, dan menikmatinya.

Kami mungkin hanya menongkrong, berbicara, dan bercerita.

Sudah larut dan keempat pekemah tidur.

Max dan Jamile tidur di kemah mereka,

Noah dan Rachel memilih tidur di luar di samping api.

Mereka bermesraan.

Kami memiringkan badan, menopang kepala, dan saling memandang.

Kami berpegangan tangan dan itu malam yang indah,

api unggun masih menyala di belakang kami,

danau ada di depan kami, dengan bulan di atas danau.

Penataan romantis. Kami berbicara sekitar setengah jam, duduk di sana.

Aku menatap matanya, menatap wajahnya.

Dia tepat di sebelahku, tiba-tiba wajahnya memucat.

Aku lihat matanya sebesar ini, lalu dia berteriak.

Tiba-tiba, rahang itu ada padaku, dan aku diseret ke belakang.

Sesuatu mencengkeram kepala Noah Graham dengan rahangnya,

menyeretnya menuju ke kegelapan hutan.

Pacarnya, Rachel, hanya bisa menyaksikan dengan rasa ngeri.

Begitu ia menggigit, seperti menggigil, luar biasa,

seperti dipukul, dan bulunya sampai di belakang leherku,

ketegangan yang dirasakan tubuhmu sangat tinggi.

Dokter Joanna Lambert adalah profesor ekologi satwa liar

di University of Colorado, Boulder.

More Indonesian subtitles for Something Bit Me!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left