Devil's Horns

Devil's Horns (Tanduk Setan)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Tanduk Setan 2024 NF RTL SUB INDONESIA
A Commentary by sugeng
Tanduk Setan 2024 FULL OFFICIAL NETFLIX RETAIL SUB INDONESIA Durasi: 01:20:44

Tags

webdl
official_release
Published on: 2024-07-18
Downloads: 483
Hearing Impaired: No
FPS: 30

Indonesian subtitle preview

The first 189 lines.

Maaf terlambat.

Baru bantu lahiran di kampung sebelah.

Seperti janjian, Sum, lahirannya.

Tidak, Bi. Hanya kebetulan saja.

Sumirah mulasnya sudah dari subuh?

Apa dari sore?

Dia mulas lagi, hilang lagi.

Sudah, tidak masalah.

Namanya juga anak pertama, masih cari jalan.

Yati, minggir sebentar. Biar aku lihat dulu.

Ini sebentar lagi lahirannya.

Tapi jangan di sini lahirannya. Pengap.

- Panas. - Di mana, Bi?

- Kasihan. - Cepat, Jaya!

Di ruang tengah saja lahirannya.

Tolong gelar kasurnya sekarang.

Sebentar, Mak!

Tikarnya digelar dulu!

Kasurnya dikasih seprai.

Itu kursinya masih di sana. Pindahkan!

Taruh di mana, Mak?

Itu! Taruh di pojok sana.

Ada kucing.

Sudah, Mak!

- Sudah. - Ya.

Pelan-pelan.

Badannya diangkat, Jay. Sedikit lagi.

Nah. Ke kiri sedikit.

Enaknya bagaimana, Nak?

Sumirah kepanasan, tolong ambil kipas angin.

Maaf, Bi. Geser sedikit. Stopkontaknya ada di sana.

Itu.

- Awas kena anakku! - Ya.

Jay, sapu lidinya mana?

Sapu lidi.

Ini simpan di mana, Mak?

Di bawah bantal.

Sudah, kau tunggu di luar.

- Ya, Mak. - Doakan istrimu lahirannya cepat.

- Sudah, sana! - Ya, Mak.

Halo.

Suami Sumirah, anakmu laki-laki atau perempuan?

Maaf, siapa ya?

Ini Uwak Irah.

Masa kau tidak tahu?

Maaf, aku lupa.

Kau tidak tahu? Aku ini kakak dari mertuamu.

Tidak tahu, Mak. Maaf, siapa?

- Oh… Yang kasih amplop tebal itu, ya? - Ya.

Uwakmu ini orang kaya.

- Ya. - Suruh masuk, Jay!

Ya, silakan masuk.

Aku kira tidak akan datang.

Lama tidak bertemu.

Sudah izin dari Jakarta ke Serang

mau jenguk anak dan istrimu.

Ini.

- Apa ini? - Sedikit rezeki untuk anak dan istrimu.

- Terima kasih. - Ya.

Lalu, bagaimana mulasnya? Sudah lahir?

Baru mulas-mulas, tapi belum lahir.

Dari tadi subuh masih mulas, ya?

- Kasihan Sumirah. - Ya, mulas-mulas saja.

Orang tuamu di mana? Sudah datang?

Oh, datang. Masih di jalan. Pasti datang.

Sebentar lagi juga datang.

Benar sebentar lagi?

Ya, masa anaknya sendiri…

Halo, Bibi.

Hei, Suami Sumirah.

- Ya, Bi? - Anakmu laki-laki atau perempuan?

Belum lahir, Bi.

Sudah berapa lama?

Dari kemarin.

Bagaimana kondisinya?

Tidak tahu, Bi. Bingung.

Pantas kau di luar saja.

- Ya, Bi. - Ada siapa di dalam?

Ada Uwak Sarnah.

Ya sudah, Bibi titip ini saja.

Ambillah. Titip salam untuk Sumirah.

Semoga selamat. Kau juga yang sabar.

Begini, kau sebentar lagi menjadi bapak.

Sudah, hal-hal yang tidak baik harus ditinggalkan.

Ya sudah, Bibi pamit.

- Masuk dulu, Bi. - Sudah, terima kasih.

Jangan berisik! Kasihan Sumirah.

Bapaknya Sumirah belum 40 hari meninggal.

- Benar? - Ya.

- Aku tidak tahu. - Kalau aku ingat.

Pantas kau kasihan sama Sumirah.

Coba nikahnya sama kau. Sumirah pasti bahagia, ya?

- Teman-Teman. - Ya?

Maaf, adanya air putih.

Tidak apa-apa. Tidak usah repot.

Silakan minum.

Kau akan punya anak, jadi, harus hemat.

Nanti kalau akikah, anak perempuan kambingnya satu.

Anak laki-laki, dua.

Ya, yang penting lahir dulu, jangan pikirkan akikah.

- Tidak usah buru-buru. - Ya.

Tapi memangnya harga kambing berapa?

Kambing?

Seekornya tiga jutaan.

Cuma harganya lagi naik.

Kata bapakku,

Ketika anak sudah lahir, langsung akikah. Bagus.

Itu kalau sudah ada uangnya.

Doakan saja, semoga ada rezeki.

Sebagai teman sudah pasti mendoakan.

Kau tidak mau bekerja bersama kami di pabrik?

Ya…

Bagaimana?

Kalian badannya besar dan kuat.

Badanku kecil, bagaimana bisa diterima pabrik?

Jangan seperti itu.

Yang penting daftar saja dulu.

Kalau sudah daftar, enak. Rezeki mana ada yang tahu.

Lagi pula, di pabrik banyak yang badannya sepertimu.

Santai saja. Tidak masalah.

Sungguh?

Diberi tahu, tapi tidak percaya.

Kau punya ijazah SMA.

Masa mau ikut Bu Haji jualan ayam terus.

Kau harus punya pekerjaan tetap, jangan serabutan.

Demi anak dan istri.

Sebelah kanan! Minggir!

- Kau maju! - Ini sedang maju.

Jangan kencang-kencang.

- Sebentar lagi subuh. - Apa?

- Santai saja. - Lanjut besok lagi saja.

- Buru-buru sekali? - Tidak enak sama istrimu.

Nanti lahiran, jadi, risi.

- Masalahnya, libur kerja hanya sehari. - Ya, sehari saja.

Besok masih bisa dilanjut.

- Ya, yang penting kabari. - Lanjut sampai subuh saja.

Yang penting, kalau sudah lahir, kabari kami.

- Kalian mau pulang? - Ya.

- Mau salat subuh. - Tebakanku, anakmu itu kembar.

- Sungguh? - Jadi, lahirannya lama.

- Doakan saja. - Ya sudah, begitu saja.

- Sehat, ya. Selamat. - Terima kasih, ya.

- Terima kasih. - Semoga sehat selalu.

Hati-hati, ya! Terima kasih!

Sebentar lagi.

- Bangun, Jay! - Astaghfirullahaladzim!

Kau membuat Mak kaget saja!

- Bangun! Temani istrimu! - Sudah lahiran, Mak?

Belum! Kau tanya lahiran terus.

Cepat masuk. Salat dulu.

Diam saja.

Anaknya ingin dielus-elus sama bapaknya.

Bagaimana mengelusnya?

Seperti ini.

Bajunya cukup, Bi?

Cukup. Badanku tidak beda jauh denganmu.

Apa, Nak?

Mak tidak dengar?

Dengar apa, Nak?

Kau seperti orang bingung.

Jabang bayi, cepat keluar.

Kasihan ibumu, sudah kelelahan.

Apa?

Bibi dengar tidak?

Dengar apa?

Seperti ada suara burung gagak.

- Tidak ada suara. - Suara apa, Nak?

Tidak ada.

- Itu, Mak, seperti suara burung. - Sudah. Tidak ada suara apa-apa.

- Ada apa, Bi? - Tidak ada apa-apa.

Air panasnya sudah habis, ya?

Masih ada di dapur. Aku masak dua panci.

Bisa tolong ambilkan?

Jay! Bangun, Jay!

Tolong ambilkan air di dapur untuk Bi Dar.

Suamimu tidur terus.

Mungkin lelah, Mak.

Sudah.

Daripada terlalu lama, biar aku ambil sendiri airnya.

Maaf, ya. Maklum, Bi.

Sudah lahiran, Mak?

Itu, lihat saja sendiri.

Belum lahiran, Sayang?

Belum, Kang.

Minum.

Bismillah dulu.

Sudah cukup.

Yati, cepat ambilkan kain warna gelap. Ayo, cepat.

Ini juga. Tambah air panasnya.

Devil's Horns subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Devil's Horns

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left