The first 196 lines.
Kehidupan Mash di sekolah sihir demi menjadi Visioner Suci telah dimulai.
Dia tak bisa menggunakan sihir, sih.
Dia tak bisa menggunakan sihir, sih!
Kunyah Kunyah
Finn-kun, bisa pinjamin sapu untuk pelajaran besok?
Kukira itu sapu, aku malah membawa akar gobo.
Akar gobo? Kamu salah mengira akar gobo adalah sapu?
Sepintas.
Sepintas?
Iya, deh. Kupinjamin.
Sudah kuduga, kamu memang orang baik.
Melangkah dan pacu adrenalin otot-ototku
Fumikome kakato adorenaru My Muscle
Berlatih penuh semangat setiap harinya
Hageme tanren isoshime ebidei
Kuminta diriku untuk melepaskan deru insting
Honnou no houkou wo onore ni tou zo
Yang kuinginkan, artinya gula untuk otak dan organku
What I Want tsumari nou to zou ni tou
Cepat lepaskan teknik rahasia metafisik
Toriisogi keijijou de hanatsu ougi wo
Terus ulangi menangkap ekor gambarnya
Kurikaeshite tsukamu imeeji no shippo
Mereka yang memusingkan kepala
Ataman naka hipparu renchuu
Jatuhkan saja dengan sensasi meninju
Dotsukimawasu kankaku de Knock Out
Tanpa ada asal-usul
Yuisho mo yurai mo nai
Aku ada sebagai diriku sendiri
Ore ga ore de aru dake
Kuingin mengutarakan sesuatu padamu
Tsutaetai nanika tsutaetai
Kira-kira apa yang ingin kuutarakan padamu?
Nani kashira tsutaetai
Sampai-sampai kepalan tangan ini ...
Sono tsukiageta kobushi ni
... sudah tidak memiliki keraguan
Mayoi wa iranai teki na koto
"Abrakadabra", berisik, mohon diamlah
Abura kadabura yakamashii damattoke
Habis-habisan untuk fisik, Mana Point 0
Fijikaru zen furi MP wa zero
Maju dengan daya gerak, jadilah pahlawan
Ikioi de ike Be a Hero
Pukulan ke ulu hatimu terasa "ugh", aku turut prihatin
Mizoochi haittara "ugh" tte naru guupan omimai
Hari ini, kalian akan belajar cara mengendarai sapu.
Alirkan energi sihir ke sapunya dan perintahkan lantang dengan kata "terbang".
Lalu tunggangi dan atur energi sihir agar tetap melayang di udara.
Baiklah, mulai.
Terbang.
Terbang!
Babe, aku pasti akan menjadi nomor satu dan mengembalikan kehidupan damai kita.
Sip.
Terbang.
Diam...
Terbang.
Terbang.
Ter ....
Pastinya.
Oi, oi.
Kamu bahkan tak bisa membuat sapunya melayang, ya?
Kayaknya kelasnya tercampur siswa bernilai merah, nih.
Orang sepertimu bikin kami repot saja, tahu.
Terbang.
I-Itu curang namanya, Berengsek.
Jangan pura-pura nggak tahu.
Sapunya terbang duluan sebelum diperintahkan, 'kan?
Bajingan ....
Baiklah, untuk melihat kecepatan sapu kalian,
kita akan memulai ujian berbatas waktu.
Pas sekali. Mau balapan denganku?
Yang kalah harus mematuhi pemenang selama menjalani kehidupan sekolah di sini.
Gimana?
Boleh.
Dasar bego.
Berbeda dengan murid penerimaan baru, aku sudah mengendarai sapu sejak SMP.
Mustahil aku kalah dari orang sepertimu.
Bersiaplah tersapu sampai babak belur.
Siswa itu ... Orang sinting yang di kelas kemarin.
Memangnya dia bisa mengendarai sapu?
Baiklah, aba-abanya kumulai.
Siap ... mulai.
Apa yang ....
Apa yang barusan terjadi, sih?
Tidak!
Kecepatan yang gila! Rekor dunia baru! Rekor dunia baru!
Apa yang barusan terjadi?
Apa-apaan itu?
Entahlah.
Aku melihatnya dengan jelas.
Saat aba-aba "mulai," dia melempar sapunya.
Lalu dia langsung melompat ke arah sapunya.
Dia memanfaatkan perlawanan udara untuk mengurangi kecepatan dan memperpendek jarak,
lalu menaikinya di udara.
Kok bisa begitu?
Berengsek, kamu tadi curang, 'kan? Yang begitu mustahil!
Nggak bisa menerima kenyataan? Aku jadi kasihan padamu.
Berengsek ....
Tidak apa-apa. Taruhan tadi batal saja, deh.
Aku kasihan, sih.
Beraninya meremehkanku ....
Sudah, sudah. Jangan bertengkar.
Maaf atas kelancangannya.
Dia ini temanku, lo.
Oh. Yah, tidak masalah.
Oi, Cavill mengajaknya bicara, tuh.
Dia pasti menjadikannya target.
Sebaiknya jangan dekat-dekat mereka.
Dia korban pertamanya di SMA.
Yang jelas, melihatmu tadi telah menarik perhatianku.
Maukah kamu berteman denganku?
Yah ....
Namaku Lloyd Cavill. Salam kenal.
Lloyd Cavill
Kentang Kubis?
Diam...
Hei, kalian sedang apa? Kita di tengah pelajaran, lo.
Ups, maaf.
Kamu cukup menarik. Sepulang sekolah datang ke sini lagi, ya.
Aku akan menunggu.
Yah ....
Di tengah pelajaran ....
Hei, kenapa kamu sampai kalah, sih?
Benar-benar menyedihkan, tahu.
Dia malah mengolok-olokmu.
Dasar pecundang besar.
Menuruti perintah kecil pun tidak bisa.
Padahal cuma kusuruh untuk mengusiknya saja.
Yah, terserah.
Lagian, aku menemukan mainan yang menarik.
Siapa orang itu?
Cavill-kun adalah siswa lanjutan dari divisi SMP sama sepertiku.
Tapi, kenapa semuanya takut padanya?
Soal itu ....
Soalnya dia adalah putra dari anggota berpangkat tinggi di Biro Sihir.
Kamu juga pasti tahu kalau Biro Sihir itu mutlak di dunia ini, 'kan?
Y-Ya, aku sudah tahu itu.
Singkatnya, siapa pun yang menentangnya akan dikeluarkan.
Wakil Kepsek sepertinya menjalin hubungan erat dengan keluarganya.
Sedikit saja dibenci oleh mereka, maka akan dipaksa berhenti sekolah.
Karena aku siswa lanjutan, aku telah melihatnya berkali-kali sejak SMP.
Dengar-dengar, meski sudah berhenti sekolah pun, siksaannya terus berlanjut.
Itu sebabnya semua orang mematuhinya.
Soalnya mereka seram.
Sepulang sekolah.
Sesekali bagus juga ya, memakan buatan sendiri.
Andai babe juga bisa mencicipi kue sus ini.
Yah, kau boleh memilih.
Habiskan sisa hidupmu diburu,
atau bertekad untuk membalikkan keadaan?
Pokoknya, aku harus menjadi murid nomor satu di sekolah ini.
Kayaknya aku kelupaan sesuatu.
Menggeram
Yah, bodo amat.
Mash membuat marah sosok yang berbahaya kalau sampai marah.
Keesokan harinya.
Pelajaran selanjutnya adalah Ramuan Sihir, jadi ....
Waduh.
Buku pelajaranku acak-acakan begini.
Selamat siang.
Kemarin kamu tidak datang. Kamu ngapain saja, sih?
Ah, maaf.
Aku memanggang kue sus.
Daripada itu, kudengar kamu bercita-cita menjadi Visioner Suci, 'kan?
Aku akrab dengan wakil kepsek, jadi aku punya koneksi, lo.
Kalau kamu menuruti semua perintahku, kamu bisa kurekomendasikan, sih.
Hah? Asyik.
Kulakukan, deh.
Tapi, kenapa tiba-tiba?
Yah, soalnya kamu menarik, dan aku cuma suka membantu.
Tapi, bakalan aneh kalau tanpa timbal balik, 'kan?
Masuk akal.
Jadi, sebagai permulaan, bawakan semua itu.
Siap.
Wah, sepatuku kotor. Bersihkan, dong.
Siap.
Ambilkan minuman.
Siap.
Pijat bahuku.
Siap.
Hibur aku dengan kata-kata lucu.
Siap.
Siap.
Pelajaran selanjutnya, eng ....
Lagi-lagi buku pelajaranku sobek.
Finn-kun, bisa ikut melihat buku pelajaranmu?
Ma-Maaf. Minta tolong orang lain saja ....
Terima kasih.
Hah? Barusan kutolak ....
Yah, aku tertolong.
Terima kasih juga sudah pinjamin sapu kemarin.
Kue sus ini tanda terima kasihku.
Ah, ya.
Tapi, aku benar-benar bersyukur.
No comments yet. Be the first to leave one.