The first 200 lines.
Aku lapar.
Bisa kau ambil kaki saja?
Aku... aku lebih suka lengan.
Aku tahu.
Masih sangat sakit, aku...
Perlu lebih banyak waktu untuk pulih.
Tidak. Aku mau lengan itu.
Menurutku lenganku terinfeksi.
Jika keadaannya memburuk, aku harus ke rumah sakit.
Jangan bersikap seperti itu.
Aku akan pelan-pelan.
Beri aku makan.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Halo?
- Halo, Mindy. - Hai, Ibu.
Alice mau menyapa. Kau punya waktu?
Ya, tentu saja. - Tunggu.
Hai ibu.
Hai, Alice. Apa kabarmu?
- Aku baik-baik saja. - Bagus. Aku merindukanmu.
Aku juga merindukanmu. Kapan aku bisa pulang?
Segera. Kuharap segera. Aku hanya...
Ada beberapa hal yang harus kuurus,
lalu kau bisa kembali
dan kita bisa kembali normal, oke?
Oke.
Jadi, apa lagi yang terjadi?
- Kau bersikap baik? - Ya, aku baik.
Oh, Nenek mau bicara denganmu.
Oke, sayang. Berikan padanya. Aku menyayangimu.
Aku menyayangimu.
Halo.
Dia terdengar baik saja.
Bagaimana kau tahu?
Tolong jangan membicarakanku di depannya.
Jangan khawatir, dia sudah pergi.
Dan kurasa kau tidak berhak memberitahuku apa yang harus kulakukan.
Kapan ini akan berakhir? Hah?
Sudah berapa lama? Tiga minggu?
Anak ini bingung.
Aku hanya bisa berbohong padanya.
Kau menggunakan narkoba?
Tidak, Bu, aku tidak menggunakan narkoba.
Kau tidak perlu berbohong padanya.
Tidak? Apa yang harus kukatakan?
Ibumu tidak siap menjagamu?
Berhenti.
Baiklah
Aku hanya butuh sedikit waktu lagi.
Kau pikir aku tidak punya masalah saat aku seusiamu?
Menurutmu ayahmu bisa membantu membesarkanmu?
Kau tidak berpikir ada saatnya aku ingin lari
dan bersembunyi dari semuanya?
Tapi aku lari? Tidak, aku tidak lari. Aku tetap merawatmu.
Ya, aku tahu. Kau lebih baik dari aku.
Oh, tolong.
Jangan beri aku omong kosong yang mengasihani diri sendiri.
Dengar, aku tahu kau mengalami masa-masa sulit
semua yang terjadi dengan Jack dan lainnya,
tapi itu sudah lama sekali,
dan sekarang, sekaranglah waktunya
bersikaplah dewasa, Mindy.
Ini tidak sesederhana itu.
Ya. Ya, benar, Mindy.
Hidup tidak peduli dengan masalahmu.
Hidup tidak berhenti menanyakan apa kau baik-baik saja.
Hidup ini seperti monster.
Tugasmu merawat perempuan kecil itu, bukan kau sendiri.
Sesederhana itu. Hanya itu saja.
Aku butuh sedikit waktu lagi.
Ya, anakmu butuh makan malam,
jadi aku akan pergi.
Boleh aku mengucapkan sampai jumpa?
Sampai jumpa.
Mindy? Mindy Vogel?
Hei, Gail.
Astaga, aku jarang melihatmu.
Bagaimana musim panasmu?
Eh...
Bagus.
Kenapa penampilanmu seperti ini?
Kau sembunyi dari seseorang?
Kau menyelinap?
Eh, tidak.
Aku... aku minta maaf. Aku merasa, um...
Cuaca agak buruk.
Ya Tuhan, Mindy.
Kau terlihat tidak sehat. Kau baik-baik saja?
Ya, tidak, ya. Aku hanya, um
Aku kena virus atau semacamnya.
Oh, tapi.. aku tidak menularkan penyakit.
Aku hanya, um... lelah.
Aku sudah sembuh, jadi...
Hei,
Alice mengadakan senam musim panas?
Karena, Piper naik ke level mahir,
jadi jika memungkinkan, sebaiknya kau ikut saja,
karena kelas-kelas itu terisi dengan cepat.
Um, ya, ya, mungkin. Kami tak yakin akan datang.
Alice ada di rumah neneknya akhir pekan ini.
Tapi kami pasti akan memikirkan tentang senamnya.
Tapi, um
kau kadang tahu bagaimana keadaannya.
Mindy...
Jika kau memerlukan bantuan, kau selalu bisa menghubungiku.
Oh, um, tidak, sebenarnya, um, aku harus pergi,
karena aku harus menjemput Alice dari rumah temannya.
Kau bilang dia ada di rumah neneknya.
Ya tidak. Itulah yang kumaksud.
Um, temannya juga ada di sana.
Mereka membuatku bingung, berlari kesana kemari.
Kalau begitu, silakan.
Um, mungkin kita akan bertemu di senam atau apalah.
Oke. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kau percaya Tuhan?
Apa?
Kau percaya Tuhan?
Bagaimana menurutmu?
Kau harus mempercayainya.
Kenapa?
Karena kau percaya padaku.
Kau tidak memberiku banyak pilihan.
Menurutku, jika Tuhan memang ada,
Dia pasti membenciku.
Oh, tidak, tidak, tidak, sayang. Dia tidak membencimu.
Dia hanya tidak peduli.
Kau tidak melihat itu?
Dia pada akhirnya akan meninggalkanmu,
dan semua ini akan sia-sia.
Dan ibunya Mindy yang malang akan dibiarkan membusuk
di kursi goyangnya
atau kursi rodanya.
Setidaknya kau akan punya kenangan.
Dan bekas luka.
Lagu yang indah.
Halo.
- Boleh aku membantumu? - Kau Mindy Vogel?
Um... Mungkin. Siapa kau?
- Mungkin, siapa kau? - Aku Sonya Whitfield dari LPA.
Maaf, apa?
Oh, LPA. Layanan Perlindungan Anak.
- Aku tidak mengerti. - Kau punya anak perempuan?
Um... Alice.
Eh, ya.
Dia di rumah?
Aku... aku tidak mengerti.
Oke, kita akan mulai dari awal.
Aku Sonya Whitfield.
Aku dari Layanan Perlindungan Anak,
dan aku mau tahu, apa anakmu ada di rumah.
Tidak.
Dia... berada di rumah neneknya selama seminggu,
- mengunjunginya. - Bagus.
Kau keberatan jika aku masuk dan melihat-lihat?
Oke, apa yang terjadi?
Saat kami menerima telepon tentang kesejahteraan anak,
itu kewajiban hukum kami...
Maaf. Telepon apa? Siapa yang meneleponmu?
Gail Hurley?
Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan.
Dia melihatku saat aku
sedang tidak enak badan,
dan aku dituduh tidak bisa menjaga anakku?
Maaf.
Aku tidak berhak membocorkan dari mana informasi tersebut berasal.
Aku tidak mengerti bagaimana orang bisa meneleponmu begitu saja
dan mengatakan apa pun yang mereka inginkan.
Ya, kami harus menanggapi setiap tuduhan serius.
Tuduhan atas apa? Sudah kubilang dia baik-baik saja.
Aku tentu berharap begitu,
jika kau mengizinkanku masuk
dan melihat sekeliling sedikit.
Aku lebih suka tidak melibatkan polisi atau mendapatkan surat perintah,
tapi aku akan melakukannya jika perlu.
Oke.
Tapi ini konyol.
Ini kamar Alice.
Oh.
Kau, eh, tinggal sendiri?
Dengan Alice, maksudku.
- Ya. - Jadi bukan dengan Pak Vogel?
Tidak, tidak dengan Pak Vogel.
- Berapa umurnya, 11 atau 12? - 10.
Hm. Dia suka membaca?
Ya, dia pintar. Kita sudah selesai?
Ya, semuanya tampak baik-baik saja,
tapi aku mau kau meneleponku
saat Alice pulang dari rumah neneknya.
Nomorku ada di kartu.
Kapan kau bilang dia akan kembali?
- Aku tidak tahu. - Oh.
Aku... aku masih tidak mengerti semua ini.
Ini hanya tindakan pencegahan.
Kau tidak akan mempercayai beberapa hal yang pernah kami lihat.
- Apa itu? - Apa?
Suara itu.
Itu lagi.
Dari bawah.
Apa yang kau lakukan?
No comments yet. Be the first to leave one.