The first 200 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Episode 14 -
Sejak aku kecil,
aku melakukan apa yang ayahku perintahkan.
Aku melepaskan apa yang ia ingin agar kulepaskan.
Tidak pernah punya kebebasan atau pilihan.
Aku bahkan tidak punya
keberanian dan martabat untuk memperjuangkannya.
Dan pada akhirnya aku tetap tidak bisa melakukan apa-apa.
Sebanyak apapun aku menyerah, aku tetaplah orang yang gagal.
Aku tidak punya apa-apa.
Tidak, itu tidak benar.
Dalam hatiku, kau adalah pahlawan yang selalu melindungiku.
Berapa kalipun kau jatuh,
kau tetap akan memanjat pohon untuk memetik bunga untukku.
Meskipun kau tahu kau akan dimarahi,
kau tetap membelaku dan melawan anak laki-laki yang lainnya.
Sesedih apapun perasaanmu, kau tetap akan tersenyum padaku.
Hanya kaulah yang bisa dengan bebas kucintai.
Aku tidak boleh kehilanganmu.
Meskipun aku benar tidak berguna,
walaupun seluruh dunia memandangku rendah,
jangan pernah tinggalkan aku. Oke?
Karena hanya kau yang menghiburku untuk bisa bangkit lagi.
Berjanjilah padaku.
Jangan pernah pergi dari sisiku.
Menikahlah denganku. Aku akan membuatmu bahagia selamanya.
Oke?
Orang yang kusukai adalah Yanmei.
Bagaimana aku bisa menolak Linjie?
Katakanlah. Apakah dia yang salah?
Ihhh, kau mendengarkan aku tidak?
- Kau bilang Ruoxia berkencan dengan perempuan lain di belakangmu. - Benar.
Tapi bukankah kau pernah berkencan dengan dua laki-laki dalam waktu yang bersamaan?
Itu tidak sama.
Aku sudah mengenalnya.
Aku rasa dia bukan orang yang mudah jatuh cinta dengan yang baru dan melupakan yang lama.
Jadi apa alasannya?
Kenapa kau menanyakan alasannya padaku?
Karena kalian berdua saling mencintai,
kenapa tidak bicarakan saja baik-baik?
Kenapa kalian berdua harus terus saling menebak?
Aku tidak akan pernah melakukan hal yang menjatuhkan reputasiku.
Aku tidak mau mencarinya.
Kalau kau merasa reputasimu lebih berharga daripada hubunganmu,
tidak ada lagi yang bisa kulakukan.
Tidak semua hubungan bisa sukses dan membuahkan hasil.
Jika kau menemukan cinta, kau harus menghargainya.
Kau mau kemana?
Linjie hari ini melamarku.
Hah?! Benarkah? Jadi kau terima?
Semua orang sepertinya berpikir bahwa aku akan menikah dengannya.
Tapi dalam hatiku aku tahu bukan itu yang kuinginkan.
Kau suka dengannya, kan?
Katakan padaku. Apa kau akan menolak lamaran Linjie?
Aku juga tidak tahu. Hatiku juga sangat bingung.
Bukankah kau pernah mengatakan padaku
perasaanmu saat bersama Yanmei sangat berbeda.
Rasa itu tidak ada saat kau bersama Linjie.
Itu benar.
Mungkin itu hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Apa mungkin Yanmei menyukaiku?
Bagaimana caranya aku menolak Linjie?
Jika cinta datang, kau harus menjaganya; jika tidak, kelak kau akan menyesal.
Kelak....apakah dia kelak akan datang padaku?
Saat dia datang mencariku, akankah dia mengatakan sesuatu?
Bila memikirkan pertanyaan itu, rasanya aku lelah sekali.
Mungkin dia hanyalah pengembara yang sekedar lewat,
pengembara yang lewat dalam hidupku.
Bagaimana?
Aku sudah datang ke studio.
Tidak ada orang disana.
Kudengar mereka berencana untuk pindah ke selatan dan pergi ke Hong Kong.
Mereka bilang Hong Kong sedikit lebih aman.
Jadi, apa kita juga perlu berkemas juga?
Kalau kita pergi, bagaimana dengan Tianxia?
Pergi dan panggilkan Lao'er. Aku ingin membicarakan hal ini dengannya.
Dia ada di kamarnya sedang berkemas.
Dia mau kemana?
Dia bilang dia akan bergabung dengan tentara.
Bergabung dengan tentara?
Bukankah kau membantuku untuk mengundang Ricky untuk membicarakan pembelian peralatan filmnya?
Jangan khawatir. Direktur Xu adalah teman gurumu, Lei Bang dan juga temanku.
Dia memintaku untuk menjagamu. Untuk urusan yang berkaitan denganmu, aku pasti akan melakukannya dengan baik.
Apa kau harus pergi?
Lao'er, aku tahu
kau tidak mau mendengar apapun yang kukatakan sekarang.
Aku mohon kau berjanji padaku
mulai sekarang, apapun kesulitan yang kau hadapi, janganlah terlalu memaksakan diri.
Bila mungkin, menyelamatkan nyawamu lebih penting.
Menyerang bukan artinya pemberani.
Mundur juga bukan berarti pengecut.
Tahu kapan harus menyerang dan mundur itu namanya cerdas.
Da'ge,
kau harus jaga dirimu baik-baik.
Aku tahu. Aku tahu.
Lao'er!
Lao'er,
begitu kami tiba di Hong Kong, aku akan mencari segala cara
untuk memberikanmu alamat kami.
Apapun yang terjadi padamu di luar sana,
baik atau buruk,
jangan lupa menulis surat untuk kami dan jangan membuat kami khawatir.
Kau mengerti?
Singapura adalah koloni dari Inggris.
Dibandingkan Shanghai, lebih aman disini.
Karena itu, keputusan da'ge mu itu bisa dimengerti.
Isi telegramnya singkat dan padat. Pasti mereka harus berangkat buru-buru.
Jadi apa rencanamu?
Aku berencana untuk pergi ke Hong Kong untuk bertemu mereka.
Aku masih punya beberapa teman di Hong Kong.
Kalau kau butuh bantuan, katakan saja padaku.
Terima kasih.
Kenapa aku jarang bertemu Wang Jing akhir-akhir ini?
Kau ada perlu dengannya?
Tidak. Aku hanya ingin pamit dengannya.
Kalau begitu, nanti aku akan sampaikan padanya.
Halo.
- Halo. - Maaf sekali.
Karena aku orang yang sangat ingin tahu, aku harus bertanya
apakah barang yang kau pegang itu kamera film?
Ini model yang ringan dibawa.
Kalau kau ingin membuat film, harus menggunakan model yang lebih canggih.
Jadi begitu.
Kau suka sekali dengan film?
Tidak, suamiku yang suka.
Dia penggemar berat film. Beberapa hari lagi dia akan berulang tahun.
Aku ingin menyiapkan hadiah spesial untuknya.
Karena itu saat aku melihatmu bermain-main dengan kamera film, aku tiba-tiba mendapat ide
untuk membuat hadiah film untuknya.
Aku yang akan jadi aktris utamanya. Dia pasti akan senang.
Kau bisa berakting?
Aku bisa menyanyi. Suaraku cukup bagus.
Suamiku paling senang mendengarkan aku menyanyi.
Oh ya. Bukankah film dengan suara sangat populer sekarang?
Benar.
Tapi lupakan saja.
Mungkin ide ini terlalu berlebihan. Aku sebaiknya mencari hadiah yang lain untuknya.
Terima kasih. Aku sudah mengganggumu.
Saudara Cai.
Yo, kawan, aku lupa kita ada janji bertemu disini.
Tidak apa-apa. Apa aku bisa memintamu untuk mengantarku bertemu Ricky sekarang?
Aku buru-buru sekali ingin membeli peralatan itu untuk membuat film.
Kuharap kau bisa benar-benar membantuku.
Studio ini tadinya milik sebuah perusahaan film, tapi mereka sudah pindah enam bulan yang lalu.
Sejak saat itu tempat ini kosong.
Aku sudah minta temanku di dunia film untuk bicara dengan pemiliknya.
Begitu pemiliknya mendengar kau dari Perusahaan Film Tianxia di Shanghai, dia dengan senang hati menyewakannya.
Da'ge, bagaimana menurutmu?
Tempat ini tidak buruk.
Saudara Gu, tadi aku sudah melihat-lihat kedalam, sepertinya masih banyak yang bisa kita gunakan.
Kita hanya perlu menambah beberapa peralatan dan material, membersihkan sedikit, setelah itu sudah bisa kita gunakan.
Tempat ini juga dekat sekali dengan rumah baru kita. Cukup nyaman.
Tn. Yu, terima kasih banyak.
Terima kasih sudah menemukan tempat yang luar biasa ini untuk kami.
Tidak masalah. Kita semua orang Cina dan dari bisnis yang sama.
Di empat penjuru samudera ini, kita harus saling menjaga.
Contohnya, saat aku selamat dari musibah dan datang ke Shanghai dulu
aku benar-benar tidak punya apa-apa, aku beruntung bisa bertemu dengan adik keempatmu.
Karena kita dari bidang yang sama, kita bisa memahami beban masing-masing.Karena dukungannya dulu, aku sangat berterima kasih.
Sekarang kau pindah ke Hong Kong,
selama aku bisa membantu, pasti aku akan berusaha memberikan yang terbaik.
Mungkin di suatu saat nanti, kita masih ada kesempatan untuk bekerja sama.
- Tentu saja. - Tn. You,
kudengar dari Lao'si kau meiliki naskah yang ingin kau jadikan film.
Aku harap dapat segera mewujudkannya.
Tentu saja. Aku akan menunggu kesempatan itu.
Da'ge, kita sewa saja tempat ini.
Kita namakan Perusahaan Film Tianxia.
Mulai saat ini, Perusahaan Film Tianxia kita akan mulai lagi dari awal
di sini.
Jadi kau tidak pernah bekerja lagi di studio.
Mau apa kau kesini?
Beberapa hari ini kau malah berjudi disini.
Kau tidak pernah pergi ke studio untuk membantuku bertemu Ricky, kan?
Kenapa kau terus membuatku menunggu?
Kenapa kau harus membuang-buang waktuku?
Aku memang pernah bilang akan membantumu tapi aku tidak pernah mengatakan kalau aku akan mampu melakukannya.
Peralatan film itu sangat penting bagiku!
Tahu tidak?! Kenapa kau harus berbohong padaku?!
Jangan gunakan kekerasan! Aku tidak berbohong padamu.
Di studio, siapa yang tidak kenal Ricky?
Hanya saja dia belum tentu kenal denganku.
Dengan begini kau akan membawa masalah untuk perusahaan kami, kau tahu?
Aku peringatkan. Jangan menghalangiku memenangkan uang.
Katakan padaku dimana Ricky! Aku sendiri yang akan mencarinya!
Uang. Beri aku uang.
Aku akan segera mengatakan padamu dia ada dimana.
Apa yang kau makan dan gunakan beberapa hari ini,
semua itu menggunakan uangku. Dan kau bahkan berkata
Pada akhirnya, kau sendiri penyebabnya. Bahkan aku juga yang membayar mereka.
Kau masih mau minta uang padaku sekarang?
Jadi apa saat ini kau masih punya uang?
Kalau kau tidak punya uang, lupakan saja. Cepat pergi!
Jangan pedulikan dia. Bagikan kartunya. Jangan pedulikan dia.
Saudara Peter. Saudara Peter.
Tempat ini akan tutup lebih cepat hari ini. Semua keluar.
Kau tetap di tempat.
Saudara Peter.
- Kau punya uang untuk berjudi, tapi tidak untuk membayarku? - Bukan, bukan, bukan.
No comments yet. Be the first to leave one.