The first 200 lines.
HEARTBEAT
SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,
SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI
Seon Woo-hyeol.
Apa kau sungguh akan mati?
Benarkah?
Sungguh?
Aku rela mati saat waktuku tiba,
tetapi tidak akan kubiarkan
kau mendapatkan keinginanmu.
Semoga kita tidak pernah bertemu lagi.
Aku benci
melihatmu.
Siapa itu?
HEARTBEAT EPISODE 14
Di mana Kak Woo-hyeol?
Di mana dia?
- Seop! - Dong-seop!
Seop!
Seop, kau baik-baik saja?
Bagaimana kalian menemukan tempat ini?
Anak buah Woo-hyeol memang hebat.
Pantas saja tempat ini bau darah.
Kau masih mengisap darah manusia?
Aku lihat Kak Woo-hyeol tak cukup menyadarkanmu.
Sebaiknya jaga ucapanmu.
Lee Man-hwi!
Jangan sentuh dia.
Kau baik-baik saja?
Teman-Teman!
Cepat turun. Kami akan mengurus semua di sini.
Aku mengerti!
- Hati-hati! - Ya!
Kak Woo-hyeol!
Kalian yakin?
Kak Woo-hyeol!
Hei, Rose.
Apa-apaan ini?
Keluarlah.
Cepat.
Kak Woo-hyeol, ayo.
- Ada apa? - Tunggu.
Kami akan mengulur waktu, jadi, pergilah dari sini.
Terima kasih.
Tunggu.
Tolong hati-hati.
Sang-hae!
Seop.
Lihat betapa lemahnya kalian
setelah selama ini meminum dari kantong darah kedaluwarsa,
alih-alih mengisap manusia.
Vampir sepertimu adalah penyebab kami diperlakukan seperti monster!
Maksudmu?
Apalah vampir
kalau bukan monster?
Kami...
tak sepertimu.
Kak Woo-hyeol!
Kak Woo-hyeol...
Kau monster yang mengurung manusia dan mengisap darah mereka.
Bukan kami.
Sang-hae!
Angkat.
Ayo.
Kak!
Woo-hyeol, kau di mana?
Tolong segera telepon aku setelah menerima pesan ini.
Jangan berani-berani
menyentuh Kak Woo-hyeol.
Tak lama lagi,
gengmu akan menjadi masa lalu.
- Lee Man-hwi! - Rose, jangan.
Kenapa membiarkannya lolos?
Diam saja.
Sial.
- Kak Woo-hyeol! - Kak.
Kak Woo-hyeol!
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kak Woo-hyeol.
Aku baik-baik saja.
Astaga.
Kau jauh dari baik-baik saja.
Lukamu tidak sembuh!
- Ada apa denganmu? - Rose...
- Ada apa denganmu? - Ayolah.
Kak, untuk saat ini...
Pak Seon.
Entah apa kau mengenaliku,
tetapi aku Joo Dong-il.
Kau...
Entah bagaimana aku bisa berterima kasih.
Terima kasih banyak.
Ini bukan apa-apa.
Seharusnya aku yang berterima kasih.
Aku sangat lega
kau masih hidup.
Putrimu juga akan senang.
Putriku?
Ikut aku.
Apa?
Di mana semua orang?
Kenapa kau kemari sendirian dengan kondisimu
tanpa memberi tahu kami?
Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepadamu?
Man-hwi memancingku ke tempat ini.
Untung Rose merasa aneh dengan tempat ini di rute pengantarannya.
Keadaan bisa saja buruk.
Benar sekali.
Tempatnya bau darah, dan firasatku buruk.
Maafkan aku.
Kak.
Bisakah kau berhenti meminta maaf kepada kami?
Kau selalu bertindak sendiri dan baru minta maaf setelahnya.
- Sang-hae. - Hei, dia terluka. Jangan terlalu kasar.
Aku hanya kesal.
WISMA TAMU SHADED OASIS
Aku tak menyangka
akan kembali ke sini.
Tolong jangan beri tahu In-hae
tentang kejadian di tempat itu.
Dia mungkin akan terkejut.
Dia pasti kesulitan sendirian,
dan aku tidak mau membuatnya khawatir.
Baiklah.
Mari masuk.
Woo-hyeol, dari mana saja kau?
Ya...
In-hae.
Pasti banyak yang ingin kalian bicarakan,
jadi, aku akan meninggalkan kalian.
Terima kasih, In-hae,
karena tumbuh
menjadi wanita muda yang sehat.
Seharusnya
ayah kembali lebih cepat.
Maaf karena ayah lama sekali.
Kukira kau sudah lama mati,
tapi ternyata kembali dengan selamat.
Kenapa kau kemari?
Seharusnya tetap mati saja.
Kenapa tiba-tiba muncul?
Ayah ingin menghubungi,
tapi tidak bisa.
Aku tidak butuh alasanmu, pergilah.
In-hae.
Seharusnya kau tidak muncul.
Seharusnya kau hidup dengan baik setelah meninggalkan keluargamu.
Bagaimana aku harus bereaksi setelah selama ini?
Kau pikir aku akan berterima kasih karena kau tetap hidup?
Aku tidak meninggalkanmu dan ibumu.
Bukan seperti itu.
- Ayah... - Aku tak butuh ayah sepertimu!
Pergilah kalau sudah selesai bicara.
Jangan pernah kembali kemari.
Kenapa melakukan sesuatu yang tidak kuminta?
Aku tidak pernah memintamu mencari ayahku.
Dia bukan hanya ayahmu.
Aku juga harus berterima kasih kepadanya karena begitu lama melindungi wastu ini.
Kau mungkin berterima kasih kepadanya, tetapi aku tidak.
Dia bedebah egois yang meninggalkan keluarganya.
Dia satu-satunya keluargamu.
Dia mencemaskanmu.
Dia tahu kau pasti kesulitan.
Darah lebih kental daripada air.
Ayahmu pasti sangat merindukanmu.
Bagaimana kalau
kau memaafkannya sekarang?
Sudah terlambat.
Aku tidak akan pernah memaafkannya.
Hei, In...
Kak Woo-hyeol bisa mati?
Dia akan mati kecuali mengisap darah Kepala Pelayan Joo sampai kering.
Kau bohong.
Kenapa dia harus mati?
Itu tidak benar, kan?
Kalian main-main denganku, kan?
Tunggu.
Kalian tidak bercanda?
Kalau begitu...
apakah menemukan ayah Kepala Pelayan Joo
adalah caranya menyelesaikan urusan?
Agar Kepala Pelayan Joo tidak kesepian setelah dia meninggal?
Cukup soal kematiannya!
Aku tidak akan membiarkannya.
Bagaimana kau akan mencegahnya?
Apa yang bisa kita lakukan?
Kak Woo-hyeol yang malang.
Kalian sebaiknya tetap kuat.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Ini terjadi karena kau mengajarinya cara menjadi manusia.
Apa yang akan kau lakukan jika sesuatu terjadi padanya?
Woo-hyeol sedang...
melakukan semua yang dia bisa.
Aku memutuskan untuk menghormati...
pilihannya.
Itu mungkin sulit,
tetapi lakukan yang terbaik untuk melindunginya sampai akhir.
Kau bisa tetap di sini.
Kamar mandinya di bawah.
Katakan kalau perlu sesuatu.
No comments yet. Be the first to leave one.