Release info

Hello Harinezumi/Hello New Hero Episode 1 Sub Indonesia DoA
A Commentary by eMGe89
Silakan kunjungan https://m-generation89.dreamwidth.org/ untuk episode selanjutnya.

Tags

other
Published on: 2017-07-20
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seperti yang kau lihat, meski disebut biro penyelidikan,

tapi tak seperti di masa lalu...

Tidak. Entah apa kesanmu,

tapi ini berbeda dengan biro detektif

yang kau lihat di drama atau film zaman sekarang.

Tak ada detektif seperti itu juga.

Yang kami lakukan tak jauh berbeda seperti di masa lalu.

Memang benar sebagian besar pekerjaan kami adalah menyelidiki hubungan gelap, mencari orang, dll.

Perusahaan kami memiliki 12 kantor cabang di seluruh negeri.

Kami tak jauh berbeda dengan perusahaan biasa.

Pegawai kami bukan bergelar detektif tapi penyidik.

Mereka mendapat jaminan sosial dan juga keuntungan.

Meski permintaannya sedikit menyimpang...

Misalnya, jika kami menerima permintaan yang melanggar hukum,

atau kasus yang mungkin akan menimbulkan masalah selama penyelidikan,

kami akan meminta kerjasama dari polisi.

Kami memiliki penasehat alumni kepolisian.

Namun jujur saja, permintaan seperti ini

kami akan langsung menolaknya.

Kami juga menginstruksikan ini pada anak buah kami.

Tapi...

di bisnis apa pun

selalu ada orang aneh

yang ingin melakukan pekerjaan menyusahkan.

Akan kuperkenalkan padamu jika kau bersedia.

Tempatnya agak jauh dari sini.

Gunakan jalur Yamanote,

dan di Ikebukuro, ganti dengan kereta lokal jurusan Tobu Tojo.

Di perhentian kedelapan di Stasiun Shimo Akatsuka,

ada jalanan pertokoan tua di 23-ku.

Ada sebuah biro detektif di daerah pinggiran

yang mungkin bersedia menerima permintaanmu.

Tapi biaya penyelidikannya

mungkin setinggi langit.

Karena mereka tak jauh berbeda dengan tikus kotor.

Biro Detektif Akatsuka

Kenapa denganmu, Gure? Aku merasa nyaman saat bernyanyi.

Aku sedang makan siang.

Moemi-chan berusaha keras memasaknya untukku. Benarkan?

Master lah yang memasaknya.

Moemi-chan, kapan kau akan kencan denganku?

Aku lebih dulu.

Ayo kencan. Aku tak akan melakukan hal aneh.

Kencan justru untuk melakukan hal aneh, 'kan? / Oke, bukan masalah.

Aku juga mau. / Padahal tadi kau bilang tak mau.

Bagaimana supaya kau setuju? Akan kulakukan apa pun agar bisa melakukan hal aneh bersamamu.

Kumohon!

Tunggu dulu! / Dia bilang "Tunggu dulu".

Aku sudah memikirkan melakukan hal aneh bersama Moemi-chan sejak dulu.

Kumohon!

Maaf. / "Maaf," katanya.

Kenapa~? / Kalian memohon setengah hati.

Akan kupertimbangkan jika kalian berlutut.

Itu mustahil. / Hah?

Tak ada hal di dunia ini yang mampu membuatku berlutut.

Begitu?

Meski aku ingin mengagumi dua puncak gunung kembar luar biasa itu,

aku tak akan berlutut! Tak akan pernah!

Kenapa kau bersemangat sekali membahas soal berlutut?

Dia memanggil.

Tiga kali. Ada permintaan.

Terima kasih makanannya. / Ini.

Itadakimasu~

Aww! / Hentikan itu, Bodoh!

Masukan ke tagihanku. Dasar detektif cabul!

Mau bertaruh? / 10 ribu.

Batu, kertas, gunting.

Seri.

Seri.

Ampun dah...

Batu, kertas, gunting!

Bagus! Aku bertaruh laki-laki. / Aku perempuan.

Lamban, dasar detektif bodoh!

Baiklah, detektif muda kami akan mengambil alih

dan mendengarkan permintaanmu.

Kawada-san. / Ya.

Apa permintaanmu...?

Sebenarnya...

Putriku meninggal sebulan lalu.

Bisa kalian mencari seorang gadis... yang mirip dengan putriku?

Hah?

Hello Harinezumi

Sebenarnya...

FILE NO. 1 Putri Pengganti

Putriku meninggal sebulan lalu.

Ah, kami turut berduka...

Berdu... Berduka... Ah, aku tak bisa mengatakannya.

Aku turut berdu... berduka...

berduka... Kami turut berduka cita.

Jadi apa permintaanmu?

Temukan putriku.

Maksudmu?

Putriku mulai belajar balet belakangan ini.

Istriku selalu mengantar dan menjemputnya ke tempat kursus.

3, 4... Duduk. Pas de bourrée.

...2, 3, 4. Rentangkan tangan.

Bulan lalu, dihari saat turun hujan lebat,

istriku pergi menjemput putriku seperti biasa, tapi...

Hari ini Sensei memujiku. / Eh~ Kenapa Sensei memujimu?

Hmm~ Tak akan kuberitahu. / Apa?

Ah, ayo beli kue ulang tahun untuk Papa.

Eh~ apa Papa mau memakannya?

Tapi, Mama tak punya hadiah untuk Papa, 'kan?

Sekarang sudah terlambat.

Apa Mama sudah tak mencintai Papa?

Bicara apa kau?

Memalukan mengatakannya, tapi kami sangat dekat dengan putri kami.

Putri kami mungkin agak blak-blakan,

tapi dia manis.

Dia sangat manis.

Begitu?

Cepat sekali.

Lalu, untuk membeli kue ulang tahunku,

mereka tak segera pulang ke rumah

tapi pergi ke toko kue yang sedikit jauh dari rumah.

Harganya mahal sekali, 3500 yen.

Seharusnya kita beli kue dari toserba saja.

Jangan. Papa pasti akan sedih jika dia mendengarnya.

Kue dari toserba belakangan ini rasanya enak.

Bagaimana jika kutunjukan kemampuan baletku pada Papa?

Ya, Papa bilang tidak bisa datang ke pertunjukan.

Papa tak pernah datang.

Tolong pegang ini. / Hah? Ya.

Bagus sekali.

Pakaianmu bisa basah. Hati-hati.

Putriku tewas seketika.

Usianya baru 10 tahun.

Bagaimana dengan istrimu?

Kondisinya kurang baik.

Setelah sebulan di rumah sakit, dia tetap tak sadarkan diri.

Sejujurnya, kondisinya kritis.

Kemungkinan untuk pulih rendah.

Tak aneh jika dia meninggal tiba-tiba.

Seperti itulah kondisinya, tapi...

Minggu lalu, dia tiba-tiba sadarkan diri.

Mama?

Miho? Miho.

Mika...

Ada apa?

Mika...

Mika...

Dimana dia?

Mika baik-baik saja.

Dia luka ringan dan sudah pulih. Dan sudah masuk sekolah.

Balet...

Balet? Ya...

Pertunjukannya sebentar lagi. Ya.

Dia juga mengikuti kursus balet.

Bawa dia kemari...

Aku ingin bertemu Mika.

Ya, akan kubawa dia kemari.

Akan kubawa dia kemari. Beristirahatlah hari ini.

Kumohon.

Miho?

Miho.

Kau berisik sekali.

Jadi... / Ya.

Itu...

Permintaan ini mustahil, tapi...

Aku ingin istriku bertemu dengannya. / Siapa?

Bertemu Mika. / Tapi dia sudah meninggal.

Bisa kalian carikan seorang gadis yang mirip dengan putriku?

Hah? / Dokter bilang bahwa...

Sisa waktu istriku tinggal sebulan.

Sebelum waktunya, aku ingin dia bertemu Mika meski hanya sekali.

Jika tidak, aku...

Bagaimana, Ketua? / Hah?

Soal permintaan tadi.

Itu bukan pekerjaan detektif.

Memang benar.

Sudah jelas permintaan itu mustahil.

Bagaimana caranya mencari seorang gadis yang serupa?

Apaan kau? Padahal tadi kau menangis keras.

Mudah menangis dan pekerjaan tak ada hubungannya.

Goro-chan, bagaimana menurutmu? / Hah?

Kau punya ide brilian? / Tidak terpikirkan sama sekali.

Tapi jika menolak permintaannya dan istrinya meninggal,

keinginan dan harapan hidupnya...

Kurasa hal semacam itu akan hilang.

Memang benar kita biro detektif yang memiliki rasa belas kasihan dan suka ikut campur tapi,

apa yang akan kau lakukan?

Meski berhasil menemukan gadis yang serupa,

saat dia berada di depan orang asing yang sedang sekarat,

bisakah dia berpura-pura sebagai putrinya? Mustahil anak kecil bisa melakukannya...

Ini memang buruk, tapi aku sangat membutuhkan nasi.

Wah, jadi teringat masa lalu. Ini drama "Anak Tanpa Beras".

Ya, ini episode 1. / Benarkan?

Ah, adegan terkenal. / Adegan ini sangat terkenal.

Sebentar lagi. Itu dia.

Ini dia!

Jika kau kasihan padaku, tolong beri aku beras.

Jika kau kasihan padaku, tolong beri aku beras.

Jika kau kasihan padaku, tolong beri aku beras!

Jika kau kasihan padaku, tolong beri aku beras.

Jika kau kasihan padaku, tolong beri aku beras.

Mungkin ini bisa digunakan?

Tunggu, Gure-san. Kenapa tiba-tiba kau kemari?

Aku akan kesulitan jika kau kemari.

Apa pantas kau bicara seperti itu padaku?

Dia produser drama disini tapi

Hello, Detective Hedgehog subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Hello, Detective Hedgehog

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left