The first 200 lines.
"Di sebuah pondok di hutan yang tampak seperti dongeng"
"Cita Rasa Musim Dingin"
"Menghangatkan tubuh bekumu"
"Dan mengisi perutmu"
"Cita Rasa Musim Dingin yang hangat dan manis"
"Aku suka episode spesial seperti ini"
"Tim Dokumenter melawan Tim Acara Ragam"
"Cita rasa musim dingin, kamu sangat manis"
"Cita rasa hangat musim dingin yang memanaskan tubuh dinginmu"
"Senang"
"Kudapan yang mewakili musim dingin"
"Ini bagus"
"Mereka menarik lobak untuk memenangkan kudapan"
"Tim Acara Ragam mendapat dua jenis, Tim Dokumenter mendapat satu jenis"
"Cita rasa musim dingin apa yang menanti mereka?"
"2 Days 1 Night"
- Apa yang kamu inginkan? - Untuk permulaan,
kami ingin bubur kacang merah manis...
- Dan hotteok. - Kami mau hotteok.
Bawakan kudapannya.
"Cita rasa musim dingin yang kamu pikirkan di hari yang dingin"
"Bubur kacang merah manis memberimu energi"
"Alasan kamu harus terus menyimpan uang receh di musim dingin"
"Hotteok, segenggam kebahagiaan"
Bagus.
- Astaga. - Apa ada bola?
Panas.
Aku suka mengoleskannya di bibir saat makan.
- Benarkah? - Seperti ini.
Hotteok teh hijau.
"Emosional"
Hotteok ini manis sekali.
Buburnya luar biasa.
Manis sekali.
"Dia makan dengan sepenuh hati"
"Dia serius tentang bubur kacang merah"
Ini lebih bagus daripada makan siang.
Ini kudapan dengan es.
"Melahap hotteok"
"Apa yang didapatkan Tim Dokumenter?"
Ini bahkan tidak meleleh.
"Kudapan yang dimakan Tim Dokumenter..."
Ini es... Ini dingin...
"Kudapan es?"
"Mereka tidak bisa memilih makanan"
"Ini undian keberuntungan"
Satu, dua, tiga.
"Tim Acara Ragam dapat bubur kacang merah dan hotteok sesuai keinginan"
"Dan"
"Tim Dokumenter mendapat kudapan es"
"Kudapan es di cuaca sedingin ini?"
Ravi bilang
dia ingin sesuatu yang bisa dia makan perlahan dalam waktu lama.
- Ini akan cukup lama. - Yang benar saja.
"Mereka mendapat apa yang mereka inginkan"
- Kita masih... - Kita akan makan saat turun.
Makan adalah tugas yang sulit.
"Apa cita rasa musim dingin berikutnya?"
Ayo.
Ke mana tujuan kita berikutnya?
- Kali ini... - Penginapan.
Kita belum makan sama sekali.
- Benar. Kali ini... - Kamu pasti lapar.
Aku tidak tahu di mana penginapannya,
tapi kuharap kita mendapat perapian.
Api sungguhan seperti saat syuting pembukaan.
- Itu pasti menyenangkan. - Untuk tidur di depan itu...
- Memiliki perapian... - Ya.
Selain itu, seloyang tteok.
Tteok panggang...
"Kedengarannya luar biasa"
Aku ingin pondok hangat di nuansa pegunungan.
Ya. Dengan perapian seperti itu.
"Seperti apa penginapan hari ini?"
Di mana kita?
- Ini penginapan kita. - Benarkah?
Ya.
Kita sudah sampai?
"Mereka tiba di penginapan"
"Seperti apa penginapannya?"
Ini?
"Dikelilingi gunung"
"Tampak seperti rumah perdesaan yang nyaman"
"Jika kamu menyalakan tungku dengan kayu bakar"
"Lantainya akan menjadi hangat"
"Cita rasa musim dingin juga sentimental"
- Akhirnya. - Masuklah.
- Akhirnya kita bisa istirahat. - Lantainya hangat?
- Struktur yang aneh. - Ya.
Mau tidur siang?
"Membentangkan matras"
Langsung saja?
- Mari keluarkan ini. - Menyenangkan
- bisa menghindari cuaca dingin. - Ya.
"Kemudian, seseorang mengetuk"
- Ya? - Ya.
Tidak ada pemanas di sini.
Kalian harus menyalakan api agar tetap hangat.
"Saat cuaca dingin"
"Mereka menyalakan tungku untuk menghangatkan rumah"
"Seluruh keluarga berkumpul untuk tetap hangat"
"Cita rasa musim dingin yang sesungguhnya"
Apa? Kita memotong kayu bakar?
- Bukankah kamu mahir dalam hal ini? - Astaga, tidak.
- Kamu tampak mahir melakukan ini. - Tidak, kenapa kamu bilang...
Dua orang bisa istirahat
- selagi dua orang melakukan ini. - Mereka membagikan sarung tangan.
Ya, ayo lakukan.
- Dua orang bisa beristirahat. - Apa?
"Seon Ho mencoba lebih dahulu"
Perhatikan kaki kirimu.
Kakimu...
"Percobaan pertamanya sukses"
Lumayan.
Seon Ho akan memotong kayu bakar.
- Hati-hati. - Jangan sampai kakimu terluka.
Awas.
"Mata pisaunya hilang?"
"Terkejut"
- Apa ini? - Apa yang terjadi?
Apa yang kamu lakukan, Seon Ho?
- Mari kita bakar ini juga. - Seon Ho.
"Sangat optimistis"
- Bagaimana caranya? - Cobalah.
Kita butuh kapak lain. Ini tidak akan bisa.
Tunjukkan caranya kepada kami. Hal yang kamu pelajari.
- Aku tidak mempelajari ini. - Siapkan itu untuk Jong Min.
"Dia tetap dipaksa mencoba"
"Dia meleset"
- Kamu berpura-pura payah. - Kamu sengaja berpura-pura.
- Aku melihat semuanya. - Aku juga.
Aku tidak bisa. Sungguh.
- Tunjukkan kepada kami. - Aku tidak bisa.
- Aku akan mencobanya. - Baiklah.
Ini hanya pengalaman. Ini menyenangkan.
"Penuh semangat"
Perhatikan kakimu.
"Sentuhan tahu yang lembut?"
Apa ini?
Ini tidak berhasil.
Ini tidak mudah.
Se Yoon, tunjukkan kepada kami.
- Lakukanlah. - Tunjukkan kepada kami.
- Tunjukkan kepada kami. - Ini terlalu pendek untukku.
- Tunjukkan kepada kami. - Tunjukkan kepada kami.
- Ini terlalu pendek. - Tidak bisa dipukul satu tangan?
Tampilannya cocok dengannya.
- Cocok dengannya. - Penampilan pekerja.
"Sangat tangguh"
"Mata mereka membelalak melihat kekuatannya"
"Apa yang baru saja kulihat?"
Kapak itu tersangkut di bawah.
Kamu harus melakukan ini.
"Kapaknya tersangkut"
- Tidak mau lepas. - Kukira aku harus memotong ini.
Aku salah.
- Begitu rupanya. - Aku salah kayu.
- Kamu harus mengeluarkannya. - Se Yoon luar biasa.
- Bisakah kamu memotong ini? - Bisakah kamu memotong ini?
Ini...
Apa kamu pekerja?
- Dia terlihat keren. - Itu sangat cocok dengannya.
Dia menghancurkannya dengan satu ayunan.
"Bahkan pria pun terpukau"
Kamu tampak seksi.
- Se Yoon. - Ini berat.
"Se Yoon langsung kembali"
"Postur pemanasan yang unik"
Terlihat sangat ringan.
- Apa... - Kamu simbol seksi sekarang.
"Satu"
"Ayunan"
"Terpikat"
- Masuklah. - Keren sekali.
Aku akan masuk setelah selesai.
Sungguh.
Dia sangat kuat.
Itu sebabnya dahulu seperti itu.
Apa maksudmu?
"Apa..."
Kamu tampak seksi.
"Dia merasa malu"
Kamu perlu tubuh seperti itu
- untuk bisa melakukan itu. - Benar.
"Tiap batang kayu terpotong-potong"
Se Yoon luar biasa.
"Aku pria tanpa belas kasihan"
"Seorang pria sejati"
- Ravi, cobalah. - Ravi, lakukanlah.
Cobalah. Dua orang tua bisa menyalakan api.
- Baiklah, ayo. - Mari nyalakan apinya.
- Kami akan menyalakan api. - Aku takut akan terluka.
- Bawakan kayu bakarnya! - Tidak apa-apa?
- Aku takut. - Aku takut akan terluka.
Bidik ini. Lebarkan kakimu.
- Bidik ke tengah. - Lebarkan kakimu.
Pastikan jaraknya pas.
Ravi, jangan dorong sampai ke bawah.
- Dari sini... - Ya, seperti itu.
Hanya saat itu kamu menggunakan kekuatan.
No comments yet. Be the first to leave one.