The first 200 lines.
(Mengandung unsur-unsur kekejaman, seks, kengerian,...)
(...dan kebudayaan yang mungkin melewati batas.)
(Tayangan ini tidak cocok untuk penonton di bawah umur.)
Ya, Liyanna?
Kami sudah selesai.
Kita bertemu di rumahku.
Liyanna.
Kematian Zan hanyalah permulaan.
Kita sudah membicarakan ini.
Badai telah dimulai.
Manila benar-benar kacau sekarang.
Ada beberapa pemimpin keluarga kita di sana...
...yang telah dibunuh.
Itu sebabnya aku harus cepat ke sana.
Aku harus pergi ke Manila untuk menjemput putraku.
Jadi, kau sudah siap semua orang tahu mengenai putramu?
Aku pernah berjanji sesuatu.
Sebelum aku mati, aku akan memberitahumu semuanya.
Bagaimana aku menjadi Ratu Bangsar.
Bagaimana ayahmu menjadi sekutu terdekatku.
Juga bagaimana Zan menjadi pemimpin Kampung Baru.
Malam ini kau akan tahu segalanya.
"Izinkan aku bercerita tentang seorang wanita sempurna."
"Seorang wanita yang tidak tertandingi."
Karena dia...
...adalah wanita yang paling kuat yang pernah aku kenal.
Karena dia adalah wanita paling gila yang pernah aku kenal.
May Wong.
Aku ingat kita berdua akan menaklukkan dunia.
May Wong.
Kau berikan aku segalanya.
May Wong.
Karena kau adalah pejuang.
May Wong.
Karena kau, aku hidup.
Karena kau,...
...jiwaku tidak akan pernah mati.
Jiwaku padamu...
...adalah hak milik abadi.
Zan dan aku...
Itu adalah cinta sejati.
Seperti cinta sejati yang lain dalam dunia ini,...
...cinta itu tidak akan berakhir dengan bahagia.
Ya, mendiang ayahku mengatakan itu kepadaku.
Aku malah menikahi Eugene.
Sebelum ayahku meninggal,...
...dia telah melantik adikku...
...untuk menjadi pemimpin klan Bangsar.
Dia menikahkanku dengan Eugene.
Kau tidak pernah memberitahuku apa pun tentang Eugene.
Pemalas tidak berguna itu...
...adalah putra Dato Francis Tan,...
...Raja Selatan Underworld.
Seolah-olah itu sikap diplomatik...
...antara KL dan JB...
...untuk tetap damai.
Bagaimana pestanya semalam?
Itu bukan pesta.
Itu rapat.
Dengan siapa?
Terus terang, May, itu bukan urusanmu.
Itu urusanku.
Baiklah.
Sadari saja posisimu, ya?
Sadari peranmu di keluarga ini. Bisa kau begitu saja?
Sadari peranku?
Tersenyum...
...saat kau meniduri wanita jalang lain?
May, diam.
- Mengerti? - Diam?
Itu yang kau suka?
Aku pikir kau suka yang berisik.
Baik, dengar.
Ada beberapa perubahan besar yang akan datang, paham?
Seluruh kepemimpinan akan berubah,...
...dan dengan perubahan itu, akan ada kesempatan besar.
Untuk kita. Paham? Aku punya rencana.
Respek.
Itu yang ingin aku ajarkan kepadamu.
Bukan masalahku...
...izinnya datang bukan dari Kampung Baru.
Apa? Apa yang kau katakan? Katakan lagi.
Ayolah, Zan.
Kita berhak bekerja dengan siapa pun, bukan?
Kau pikir aku bodoh sepertimu?
Jadi, kau akan berbuat apa sekarang?
Kau akan menyuruh anak buahmu menyerang kami?
Bagaimana kalau begini.
Kita selesaikan ini sekarang. Yang lain diam.
Hajar dia, Bos!
Ayo, Bos!
Bos!
Bangun, Bos! Habisi dia, Bos!
Bos!
Tok Mat hanya ingin kau menghormatinya.
Itu aturan yang utama.
Jangan menyinggung...
...tuanmu.
Bisa kau melakukan itu, Lan?
Bisa?
Jika sekali lagi aku melihatmu,...
...aku pastikan anak buahmu menggali kuburmu.
Paham?
Di ruang berita,...
...wartawan kami terkadang mengambil cerita...
...seperti 15 miliar ringgit yang sudah kau alokasikan...
...mungkin diumumkan sebagai tender terbuka di publik,...
...padahal kenyataannya, penerimanya sudah ditentukan...
- ...dan itu semua hanya untuk pamer. - Itu sama sekali tidak benar.
Itu seolah-olah...
Masalah sederhana seperti ini adalah perjanjian seratus tahun, Azman.
Kau membuka jalan,...
...kami menjaga jalannya untuk semua orang.
Uang 15 miliar ringgit yang aku umumkan diberikan ke orang lain.
Ini fitnah.
Jika yang dikatakan orang itu adalah benar,...
...tulislah keluhan.
Beranilah dan belalah apa yang dia pikir benar.
Katakanlah begitu, dan kami akan mengambil tindakan.
Aku ingin orang itu...
Permainannya sudah berubah, Tok Mat.
Bos baru.
Tentu ada ide baru.
Kau tidak boleh membuat keputusan begitu saja.
Kampung Baru sudah berbuat banyak untukmu.
Namun, Tok Mat harus ingat.
Siapa yang menjadikan keadaan lebih mudah untuk Kampung Baru?
Sekali saja aku memetik jari...
Begini saja.
Kami akan melepaskan tanahnya.
Namun, ada satu hal lagi.
Hormati kami.
Hanya sebagai tanda hormat.
Boleh?
Bolehkah kita tetap berpegang...
...kepada janji yang kita buat di masa lalu?
Di sini, hal apa pun...
...harus melewati kami dahulu.
Baik, boleh.
Tok Mat.
Seperti itu saja, ya?
Habislah tanah kita.
Itu kesalahan kita juga.
Tidak boleh seperti itu.
Akhir-akhir ini, kita terlalu banyak menghormati mereka.
Kau punya cara lain untuk melawan mereka?
Ini situasi berbeda.
Aku mengambilnya dari Lan Rimau.
Aku yakin dia mendapatkan ini dari Jason.
Azman sudah menyebarkannya ke semua orang.
Habislah kuasa kita di tempat ini.
Che Mi.
Tanya Jason dari mana dia mendapatkan izin ini.
Baik, Tok Mat.
Berjumpa dengan istri orang itu berbahaya, Zan.
Akal dan nafsu harus sejalan.
Saat itu,...
...Azman adalah koneksi terpenting...
...yang berbuat banyak untuk Kampung Baru.
Peraturannya sederhana.
Jika Bangsar menginginkan izin,...
...Bangsar akan mendapatkannya dari Kampung Baru.
Kampung Baru akan mendapatkannya dari Azman.
Sudah seperti itu selama lebih dari satu abad.
Jadi tahun itu,...
...Azman memutuskan untuk melanggar tradisi itu...
...dengan berkomplot bersama Jason.
Halo, Jason.
Ya.
Kampung Baru kasar kepadaku.
Kau tidak perlu mengkhawatirkan Kampung Baru.
Siapa?
Tok Mat? Che Mi?
Aku bisa mengatasi mereka.
Tentu saja aku harus khawatir.
Kita menghadapi Kampung Baru.
Kampung Baru tidak ada apa-apanya tanpa aku.
Bukan tanpamu, tapi tanpa bosmu.
Aku dengar bosmu sudah tamat.
Lalu?
Aku akan mendapatkan bos baru.
Dengan jaringan Eugene...
...dan koneksi yang aku punya dengan anak buahmu,...
...siapa yang memegang kuasa bukanlah masalah.
Kita mendapat untung.
- Sepakat. - Bagus.
Apa yang Azman dan Jason lakukan kepada Kampung Baru...
...akan memulai perang.
Belut.
- Kau sendirian? - Ya.
Serius?
Kau mau melihatnya?
Sungguh?
Jangan sampai putus telinga adikku.
Cukup.
Adi.
Kau harus menasihati Shah.
Dia bermesraan dengan adikmu di depan umum.
- Kau kenapa? - Lihat mereka.
Bermesraan di tempat terbuka.
No comments yet. Be the first to leave one.